Love at Chakra Flower

.

.

Disclaimer : Naruto (c) Masashi Kishimoto

Yo !, Minna-san !. This is my first FanFic. Saya masih 'kouhai' di dunia per-Author-an (?),jadi masih banyak kekurangan dalam pembuatan Fic ini. Dan Seluruh Karya ini,murni dari otak Saya sendiri (kecuali para character,ya!)

Warning: AU. , OOC. , typo(s) , gaje , minus(s) , notEYD ,etc.

HAPPY READING!

Don't like? Don't read!

.

.

Chapter 6 : Tadaimaaaa !

*Rumah Sasuke*

"Tadaima.. " Ucap Sasuke begitu sampai di Rumahnya dan membuka pintu Rumah yang langsung di sambut Hangat keluarga Sasuke.

"Okaeri !"

"Bagaimana misimu, Sasuke ?" Tanya Itachi begitu Sasuke lewat di depannya, sambil menyentuh dahi Sasuke dengan dua Jarinya, Tanda Sayang. Sasuke sedikit tersipu.

"Hn, biasa saja ! Aku lelah. jadi, jangan menggangguku" jawab Sasuke datar. Dan langsung berlalu dari Itachi.

Itachi hanya tersenyum melihat Adik Kesayangannya yang selalu 'ja-im' dengan siapapun,termasuk dirinya.

"Kaa-san sudah menyiapkan Air hangat untuk kau mandi,Sasuke. Setelah itu kita makan malam bersama, Kaa-san memasak makanan kesukaanmu !" Teriak Uchiha Mikoto, Ibu Sasuke. Penuh perhatian.

"Hn, Arigatou, Kaa-san !" Jawab Sasuke yang sudah berada di Kamar mandi.

Skip

Sasuke sudah selesai mandi dan sudah siap di Meja makan bersama Kakaknya,Itachi. Sementara Ibunya tengah Sibuk membawa Makanan dari Dapur ke Meja, bau harum masakan langsung menghampiri setiap Hidung yang ada di sana.

"Nah, Sudah siap !" Mikoto selesai menghidangkan semua Makanan, tentu saja makanan kesukaan Sasuke. Onigiri, Sup Tomat dan Seafood.

"Sugoi ! Kaa-san yang Memasak ini semua ?" Sasuke terkagum melihat makanan dihadapannya.

"Ya, dan Kakakmu, Itachi juga membantu Kaa-san memasak Seafood favoritmu" Jawab Mikoto,Lembut.

Itachi yang merasa di sebut Namanya hanya tersenyum Bangga. Selain Shinobi jenius, Itachi juga Hebat dalam urusan masak-memasak. (benar-benar Suami Idamannya Author ! *diChidori)

"Ittadakimasu !" Seruan tanda memulai makan terucap bersamaan,mereka makan malah penuh sukacita.

*Rumah Naruto*

"Tadaimaaa.." Teriak Naruto memasuki Rumahnya.

"Okaeri, Naruto !" Sambut Kushina dengan Senyuman manis. Ya, Hanya Kushina.

Mengetahui hanya Ibunya yang di Rumah, membuat Semangat Naruto Menurun drastis.

"Naruto, kau Mandi dulu. Kaa-san sudah membeli Ramen Ichiraku Untukmu-dattebane !" ujar Kushina, Ceria seperti biasanya.

"Hmmm.. " Jawab Naruto tak bersemangat. Padahal, Ramen adalah 'Cinta mati' baginya.

Melihat respon dari Naruto seperti itu, Membuat Kushina Memunculkan 'perempatan' di Jidatnya.

'Wuushhh.. Bugh.. Duarr !'

Sebuah Kursi besar melayang dan Hancur hampir mengenai Naruto. Si Habanero Merah tengah Mengamuk!

"Kau sudah besar, Naruto! Mestinya kau dapat berfikir Dewasa tentang Tou-san mu !" Bentak Kushina, Garang. Mengetahui Naruto kesal dengan Minato yang jarang pulang ke Rumah Akibat tugasnya sebagai Hokage.(macam bang Toyib)

"T..tapi, Apa Tou-san masih peduli dengan kita ?!" Jawab Naruto berteriak namun agak takut.

Mendengar jawaban Naruto yang semakin 'Nglunjak' membuat darah Kushina Mendidih. Kini Kushina berubah 180 derajat dari Sikapnya yang lemah-lembut tadi. Rambut Merahnya melayang-layang keatas, Matanya melotot dan langkah kakinya berdentum. Mirip seekor Kyuubi saat sedang mengamuk!

"Diam kau,Naruto! Cepat mandi dan Makan atau akan ku Lempar kau ke Dimensi Lain !" Ancam Kushina dengan Sangat mengerikan. Membuat tubuh Naruto gemetaran Seketika.

'Wuusshhh.. Prankkkk!' Sebuah Penggorengan besar meluncur kearah Naruto...

"A.. A.. Aaaaaaaaa!" Teriak Naruto yang langsung Ngacirrr masuk ke Kamar mandi Sebelum dirinya Penyok dan Benjol untuk kedua kalinya oleh Perempuan.

*Rumah Sai*

"Tadaima.. " gumam Sai lirih, sesampainya di Rumah.

Berbeda dengan yang lain, Tak ada sambutan Keluarga, tak ada kata 'Okaeri', dan tak ada Harum Masakan untuk Makan malam, apalagi omelan sosok Orang Tua. Sangat berbeda!

"Hssshh.. " Hanya sebuah hembusan Nafas dirinya untuk mengobati rasa sepi yang diam-diam menyayat Hatinya.

Sai menghampiri sebuah meja kecil dan menyapa Lembut sebuah Foto dirinya yang sedang tersenyum manis sendirian saat masih kecil. Ya, dia adalah seorang Yatim-piatu. Sejak kecil, ia di asuh oleh Shimura Danzo, Pemimpin Organisasi rahasia ANBU Ne yang sangat Keras! Ia dididik agar menjadi Shinobi yang kuat untuk dapat menyelesaikan Misi dengan sempurna. Namun semakin Dewasa dirinya, ia tersadar bahwa ia hanya dimanfaatkan oleh Danzo. Dan hingga kini ia memilih keluar dari Organisasi dan memilih tinggal sendiri tanpa tekanan seperti Orang lain pada umumnya.

Rasa Sunyi-senyap itu lama kelamaan terbiasa pada dirinya, hanya deretan Lukisan karyanya yang menjadi 'Keluarga' di Imajinasinya.

'kruwukkkkk...' Ia tersadar dari lamunan panjangnya setelah bunyi Perut Kosongnya mengingatkan Sai, ia belum makan karena sibuknya dia oleh Misi.

"Hmmm, sepertinya kita akan makan malam kesukaan kita Hari ini" gumam Sai sambil tersenyum dan memegang Perut rampingnya, mirip ibu hamil yang bicara dengan janinnya.

Sai meletakkan kembali Foto itu diatas Meja dan berjalan menuju Kamarnya. Ia melepas seluruh alat ninja, Menanggalkan Baju Misinya kemudian menutup nya dengan selembar handuk.

Ia mendekati sebuah cermin besar disamping Tempat Tidurnya. Tangan kirinya menyentuh bayangan wajahnya di cermin.

"Tak terasa, aku sudah sedewasa ini. Mungkinkah aku harus memiliki seorang Kekasih ?" tanyanya pada dirinya sendiri sambil terus memandangi tubuhnya di cermin.

Tubuh kekar namun ramping, Dada bidang, Perut agak 'SixPack', wajah Tampan, Kulit putih pucat yang polos, Sangat sempurna bagi seorang Laki-laki yang beranjak dewasa sepertinya.

Banyak yang bilang ia mirip dengan Sasuke.

Ngomong-ngomong soal kekasih, ia jadi teringat kejadian dirinya dengan Ino, gadis Cantik yang mencium pipinya saat Misi. Tak sadar, pipinya memerah dan tangan yang tadinya di cermin berpindah mengelus pipi bekas ciuman Ino.

"Ah, Sudahlah.." ia berlalu dari Cermin dan bergegas Mandi.

Skip

'Tak..tak..tak.. Sreeeengg.. Shhhh..' Sai tengah sibuk Memasak makanan Favoritnya, Hard Tofu. Walaupun ia tak terlalu lihai soal masak, paling tidak ia bisa memasak makanan favoritnya.

Tak butuh waktu lama, ia sudah siap dengan semangkuk Nasi, Sedikit sup,Tofu dan Sumpit di tangannnya.

"Ittadakimasu.." gumamnya. Sai mulai Makan malamnya sambil membayangkan ada Gadis 'Blonde' berbaju Ungu didepannya.

To be Continued