Love at Chakra Flower

.

.

Disclaimer : Naruto (c) Masashi Kishimoto

Yo !, Minna-san !. This is my first FanFic. Saya masih 'kouhai' di dunia per-Author-an (?),jadi masih banyak kekurangan dalam pembuatan Fic ini. Dan Seluruh Karya ini,murni dari otak Saya sendiri (kecuali para character,ya!)

Warning: AU. , OOC. , typo(s) , gaje , minus(s) , notEYD ,etc.

HAPPY READING!

Don't like? Don't read!

.

.

Chapter 9 : Dettooo ? (Date?)

Mereka semua duduk di Taman, dibawah Pohon Rindang dengan Angin sepoi-sepoi, Apalagi ini Sedang Musim gugur.

'Wuuusss... ' Angin kencang menerbangkan Dedaunan yang gugur.

"Hmm, Ini damai sekali. Aku menyukainya" Naruto menikmati angin sejuk sambil merentangkan Tangannya.

"Kau seperti anak kecil, Naruto-kun" Hinata yang duduk disamping Naruto tersenyum manis melihat tingkah Naruto, apalagi saat mengucapkan kata 'Aku menyukainya'.

Tangan kanan Naruto yang tadi direntangkan, Tiba-tiba merangkul Hinata dari belakang. Hinata kaget, ia hanya bisa terdiam, Pipinya Merona. Hinata dan Naruto saling tatap.

"Naruto-kun.." gumam Hinata pada Naruto.

"yang kumaksud 'Aku menyukainya' adalah kau, Hinata. Bukan Anginnya.."

kata-kata Naruto membuat Hinata menunduk karena malu. Tangan kiri Naruto mengangkat Dagu Hinata agar kembali menatapnya. Kini wajah mereka Makin dekat.. Makin dekat.. Bibir Naruto semakin mendekati Bibir Hinata. Merasa akan di cium, Hinata menutup Matanya, dan . .

"Ekhem ! Mendokusai, tapi Kita ini sedang Rame-rame loh !" Sindir Shikamaru, iseng. Dan membuat mereka berdua terlonjak dan saling menjauh karena Malu.

diam-diam mereka semua memperhatikan Hinata dan Naruto dari tadi,Namun tak disadari mereka berdua. Dasar Naruto ! Padahal mereka sedang berkumpul.

Menyadari 'rencana' nya diganggu oleh Teman-temannya, Naruto menarik tangan Hinata untuk bangun dan pindah ke sudut lain.

"Ike, Hinata !"

"Ta- tapi, Naruto-Kun.." Hinata pasrah saja ditarik Naruto. Melihat itu, Neji mengomeli Naruto. Wajar, Hinata adalah sepupunya.

"Woy, Naruto! Akan ku bunuh kau jika berani macam-macam dengan Hinata-sama" Ancam Neji, sinis. Namun Naruto malah pasang Muka 'Menang' dan langsung membawa kabur Hinata.

"Hm, Dasar Naruto !" Neji sweatdrop.

'Wuusshh..' Angin kembali Berhembus dan merontokkan dedaunan, lalu menerbangkannya kesegala arah. Tiba-tiba..

"Aaaaaaaaaa..!" Tenten beteriak, merasa ada sesuatu di kepalanya. Seekor Ulat yang menempel di Daun yang jatuh tepat di Kepala Tenten, Semuanya menatap Tenten Heran. Yah, bagaimana tidak? Kunoichi Ahli alat Ninja Seperti Tenten, Takut dengan seekor Ulat yang lemah tak berdaya(?).

Neji yang duduk didepan Tenten langsung mencoba Menolong Tenten.

"Sudahlah, tak usah teriak. Ini hanya seekor ulat kecil !" Neji malah ngomel Namun tersirat perhatian didalamnya.

Neji duduk bersila menghadap Tenten, Neji menarik kepala Tenten untuk mendekat agar ia Mudah mengambil ulat yang masih di kepala Tenten.

Posisi itu malah membuat Tenten melongo sekaligus kaget. Posisi itu membuat Wajahnya menghadap langsung ke dada bidang Neji, Aroma tubuh Neji tercium jelas di Hidungnya. Rasa nyaman membelai hati dan perasaan Tenten, ingin sekali ia terus didekat Neji. Tenten terhanyut dengan perasaan dan angan-angannya.

"Sudah beres !" Suara Neji yang selesai mengambil Ulat dikepala Tenten, membuat Tenten kaget dan Tersentak dari lamunannya.

"A- aww.. !" Tenten yang kaget Refleks dan tak sengaja Langsung memeluk tubuh yang ada di hadapannya.

"Te- tenten.." Neji ikut terkejut dengan apa yang didapatnya. Semua mata tertuju pada mereka berdua, Tenten kaget dan Malu menyadari dirinya tengah memeluk tubuh Neji. Pipinya Memanas ditambah tatapan Teman-temannya. Karena sangat malu, ia langsung beranjak dan lari bersembunyi ke tempat duduk lain.

"Te- tenten, Tunggu !" Melihat Tenten lari, Neji langsung Menyusulnya.

"Hmm.. Mereka so sweet sekali.." melihat Adegan-adegan mesra didepannya, membuat Sakura Manyun dan Iri. Sasuke disampingnya tersenyum mendengar ucapan Sakura.

"Kalau kau mau, kau boleh Memelukku" Sasuke merentangkan Tangannya, menawarkan pelukan untuk Sakura. (Author juga Mauuu..*diGenjutsu)

"Aku malu, Sasuke-kun .." Sakura sok imut, Malu-malu mau.

"Hmm.. Baiklah!" Sasuke menarik tangan Sakura dan mengajaknya kesuatu Tempat yang lebih 'Sepi' (*uhukk)

"Hei, Kalian mau kemana ?!" Teriak Shikamaru pada Sasuke dan Sakura.

"Kau tentu tau sendiri, kan?" Jawab Sasuke sambil tesenyum Misterius, semacam Isyarat.

"Yare.. Yare.." Shikamaru langsung mengerti maksud Sasuke.

Kini tinggal Ino, Sai, Temari dan Shikamaru yang masih tersisa dibawah Pohon.

Hening.

Cuaca sangat panas membuat siapapun Kehausan termasuk Temari.

"ekh- ekhemm.. Khem!" tenggorokan Temari terasa kering. Mendengar itu, Shikamaru mengerti 'kode-kode' Temari dan langsung berdiri.

"k-kau mau kemana?" tanya Temari pada Shikamaru.

"Mencari mesin penjual minum otomatis, kau ikut?" jawab Shikamaru to the point. Temari mengangguk dan ikut berdiri.

"kalian berdua disini saja, aku akan mencari minum sebentar" Shikamaru bicara pada Sai dan Ino yang masih Melongo, ia lalu pergi dengan Temari.

Krik.. Krikk.. Krikk..

Hening. Rasa canggung untuk memulai pembicaraan, Sai dan Ino yang tersisa...

'Wuusshh...' Makin sore, Angin makin kencang. Karena hanya memakai Dress mini, Ino mulai merasa kedinginan. Ia memeluk tubuhnya sendiri untuk mengurangi rasa dingin.

Melihat Ino seperti itu, Naluri cinta Sai muncul. Sai melepas Jaketnya dan memakaikannya di pundak Ino, Ino terkejut dan tersenyum Tulus..

"Arigatou, Sai !"

Sai hanya membalas dengan Senyum Khasnya.

"Kau masih kedinginan?" tanya Sai lembut.

"Mmhh.. Mungkin karena aku memakai ini, aku bisa masuk angin" Ino tersenyum kecut.

"Kau sangat cantik, Ino.." Ucap Sai pelan sambil Membelai rambut panjang Ino yang ter urai.

"S- sai.." Ino tertegun dengan perlakuan Sai.

"Aishiteru, Ino .." bisik Sai lembut di Telinga Ino, Ino makin Speechless.

Ino menatap mata Onyx Sai, ia tersenyum bahagia sekaligus terharu.

"Aishiteru Yo, Sai-kun !" jawab ino lembut.

Sai tersenyum lebar mendengar jawaban Ino, Sai menatap wajah Ino lekat-lekat..

"Ino.."

Sai mencium lembut Bibir Ino, Ino juga membalas bibir Sai. Dua tangan Ino Refleks menyelusup dan mengalungkannya di leher Sai, Tangan Sai memeluk Pinggang Ino. Mereka berpelukan Hangat, kasih sayang tumbuh pada diri mereka.

(Author Pingsan Seketika !)

*Skip*

"Shikamaru, kenapa kita duduk Disini ?" Tanya Temari pada Shikamaru.

Mereka sudah membeli minuman, tapi tidak kembali kebawah Pohon tadi lagi, kini mereka duduk di sisi lain Taman.

"Hmm.. Kau tak Tahu? Biarkan saja Sai dan Ino memiliki waktu berdua" jawab Shikamaru

"O-ohh.." Temari paham maksud Shikamaru, ternyata Shikamaru perhatian juga pada temannya.

"dan tentu kita juga bisa seperti mereka" ujar Shikamaru Santai.

"Ki-kita..? Maksudmu?" Temari bertanya-tanya.

"aku juga ingin berdua denganmu, Temari " ungkap Shikamaru malu-malu.

"u-uhukk !" Temari sedikit tersedak minumannya seteah mendengar ungkapan Shikamaru.

"Daijoubu ka, Temari?" Tangan Shikamaru memegang pipi Temari dan mengusap lembut Sisa minuman di sudut bibir Temari akibat tersedak tadi. Temari hanya mematung didepan Shikamaru.

Tangan Shikamaru berpindah dan kini menggenggam tangan Temari erat.

"Shikamaru.." gumam Temari. Ia tak menyangka Shikamaru bisa seromantis ini.

"Temari, A- aku.. Menyukaimu" Shikamaru gugup. Namun tangan Temari balas menggenggam Tangan Shikamaru, ia mengangguk dan tersenyum memberi isyarat. Shikamaru paham arti Senyuman itu.

"Arigatou, Temari.. "

*Skip*

Mereka semua sudah berkumpul di Tempat semula, karena tidak etis juga. Judulnya 'Acara santai bersama' tapi malah berpencar-pencar.

Kini pemandangannya agak berbeda, posisi mereka duduk berpasang-pasangan. Ada yang merona, ada yang tengah berbunga-bunga, ada juga yang bermuka masam.

"jadi, sekarang apa?" Tanya Tenten,datar. Ia agak Bete melihat teman-temannya seperti tengah dimabuk cinta, sementara dirinya? Neji nampaknya tidak Peka !

"ekhem! Jadi kita para lelaki yang baik hati(*uhukk)telah menyiapkan kejutan !" Shikamaru memberi pengumuman dengan bangga.

'Kejutan?' Para kunoichi bertanya-tanya dalam Hatinya. mengingat, yang mereka tau mereka kesini hanya untuk kumpul bersama.

Shikamaru mengeluarkan sebuah gulungan dari saku jaketnya.

'sreeett Bushh !'

"Ini dia !" dari gulungan itu keluarlah alat-alat panggangan, tikar, daging porsi ekstra, lampu hias dan minuman.

"Wahh.. Sugoi !" para kunoichi kaget sekaligus kagum, tak menyangka para ninja lelaki menyiapkan ini untuk mereka semua.

"BARBEQUE PARTY !" Sorak mereka bersamaan.

Hari mulai gelap, para kunoichi menyiapkan perlengkapan. Ino menggelar tikar, Temari menata makanan dan minuman, Hinata menyiapkan bumbu dan Saus BBQ, Tenten menyiapkan lampu hias, dan Sakura menyiapkan panggangan. sepertinya ia kesulitan, sementara para cowok duduk-duduk sambil bercanda.

"Bagaimana menyalakan ini?" gumam sakura

kebingungan.

"Shikamaru, kau tak bawa korek ?" tanya Sakura pada Shikamaru yang tadi membawa perlengkapan.

"Mendokusai, aku lupa ! Gomen !" Shikamaru nyengir sambil garuk-garuk rambut nanasnya, Sakura sweatdrop.

"Woy, Sakura! Aku punya ide !" Naruto turut nyambung sambil nyengir mencurigakan.

"ide apa?" tanya Sakura,heran. Naruto mendadak mendorong Sasuke kearah Sakura.

"Baka, Naruto ! Apa-apaan kau !" Sasuke kaget.

"itu 'korek' untuk kau Sakura ! Hahaha" Naruto Ngakak tanpa dosa.

"korek?" Sakura pusing.

"Ohh, wakatta !" gumam Sasuke. Ia paham maksud Naruto, sakura butuh korek.

"Katon : Gookakyou No jutsu !" 'fyuuughhhh...' Sasuke menyemburkan api kearah panggangan dan akhirnya panggangan membara siap digunakan.

"Wahh, Sugoi ! Sasuke-kun Hebat!" Sakura girang dan langsung memeluk lengan sasuke.

"Woy, Sakura ! Itu ide ku tau !" Teriak Naruto, Monyong. Giliran Naruto sweatdrop.

Semua siap ! Sasuke dan Sakura mulai meletakkan daging dan sayuran di atas panggangan sambil pegangan tangan, Ino dan Sai sedang bercanda di tikar, Hinata di bantu Naruto Mengolesi daging dengan Bumbu. Hinata memegang tangan Naruto dan mengajari cara mengoles bumbu yang benar. Temari dan Shikamaru memindahkan daging yang matang ke piring, Neji sedang sibuk sendiri menyiapkan Api unggun, sedangkan Tenten hanya memandangi pasangan-pasangan yang tengah bahagia di depan matanya dengan Bete tak bersemangat, padahal ia kesini ingin dekat dengan seseorang yang ia kagumi,Neji. Tapi sepertinya Neji tak bereaksi padanya, bahkan tadi siang Neji hanya ingin menolongnya, tak lebih. Fikirnya.

Tenten beranjak dari duduknya, "Minna ! Aku ke Toilet dulu " Seru Tenten pada Teman-temannya.

"Kau perlu aku temani, Tenten?" tanya Hinata dari kejauhan,masih dengan Naruto.

"Tak perlu,Hinata ! Arigatou, bersenang-senanglah!" Tenten berusaha tersenyum untuk menutupi rasa 'Galau' nya. Tenten kemudian berlalu dari tempat itu.

Sebenarnya Tenten tak sungguh-sungguh ingin ke Toilet, hanya saja ia ingin menyendiri. Bukannya tak senang melihat teman-temannya bahagia, ia hanya merasa kesepian.

Sekarang Tenten tengah duduk di bangku Taman seorang diri,suasananya tenang tak begitu banyak orang yang datang ke Taman hari ini. Hanya beberapa yang lewat di jalan umum tepi Taman. Tanpa sadar, air mata mengalir di pipinya.

Tak terasa, sudah hampir Satu jam Tenten belum kembali, Teman-temannya mulai merasa khawatir.

"Oh ya, tadi Tenten bilang mau ke toilet, apa dia sudah kembali,Naruto-kun?" tanya Hinata pada Naruto.

"sepertinya belum,Hinata-chan. Coba aku tanya pada Shikamaru" Naruto kemudian bertanya pada Shikamaru, tapi tetap Nihil.

"bukannya Tenten bersama kau,Neji ?" tanya Shikamaru pada Neji yang masih duduk didepan Api.

"Gomen, dia tak bersamaku" jawab Neji. Ia mulai merasa khawatir, ia merasa bersalah telah membiarkan tenten sendirian. Apalagi saat Tenten bilang pada teman-temannya, ia melihat ekspresi berbeda pada Tenten yang terkenal ceria namun tadi terlihat tak bersemangat,

"Baiklah, biar aku saja yang mencari Tenten!" Neji beranjak dari duduknya berniat mencari Tenten.

"Onnegai,Neji ! Kami serahkan padamu" teriak Ino mewakili yang lain.

Neji berlari dan mulai mencari Tenten kesetiap sudut Taman, dijalan Raya, dibawah pohon, didepan kedai-kedai, ia tak kunjung menemukan. Hingga ia ke sudut Taman yang Agak remang dan sepi, ia melihat seorang gadis bercepol dua tengah duduk kedinginan sendirian. Neji sangat yakin itu Tenten, ia perlahan mendekat Dan berdiri didekatnya.

"Tenten.." panggil Neji,lembut. Tenten terlonjak kaget dan langsung mengusap air mata di pipinya,malu.

"Kau menangis?" tanya Neji lagi.

"Ti-tidak, mana mungkin aku menangis. Aku seorang Kunoichi !" Tenten berusaha menutupi tangisnya, tapi itu tidak mungkin.

"kau kenapa kesini?" tanya Tenten lirih.

Neji langsung memegang pipi Tenten dan mengusap airmata di pipinya. Neji menatap tenten Dalam.

"Maafkan aku, Tenten! Aku tau kau kesal dan kesepian. Maaf aku membuat kau menangis.." ucap Neji dengan perasaan merasa bersalah.

"Aku diam-diam memperhatikanmu,merasakan emosimu, maafkan aku yang tak ahli dalam hal seperti ini, aku hanya ingin mencari waktu yang tepat" Neji mencurahkan segala perasaannya.

Tiba-tiba Neji memeluk Tenten sangat erat, tenten kaget tak percaya.

"Aku menyayangimu Tenten! Aku ingin selalu melindungimu!" Ungkap Neji tulus dalam pelukannya.

Mendengar Itu Airmata Tenten kembali mengalir, ia tak percaya ternyata Neji memiliki Rasa yang sama seperti dirinya. Tanpa ragu ia balas memeluk Neji erat, seaakan tak ingin kehilangannya.

"aku juga sangat menyayangimu,Neji ! Kau impianku selama ini!" jawab Tenten terharu. Ia tak mampu mengontrol antara tawa dan tangisnya saat mengatakannya, Keduanya tersenyum bahagia.

"Ayo, kita kembali. Teman-teman sudah mengkhawatirkanmu, dan kau akan kedinginan bila berlama-lama disini memakai baju seperti ini" Neji tersenyum sambil menunjuk baju Tenten dengan isyarat matanya dan melepaskan pelukannya pelan. Tenten hanya tersipu malu oleh perhatian sekaligus 'Sindiran' lembut Neji.

Tenten berjalan sambil dirangkul Neji menuju tempat acara tadi, sesampainya ditempat mereka berdua disammbut heboh oleh teman-temannya.

"Yahh, sepertinya rencana kita berhasil !" Seru Shikamaru Bangga dan penuh Kemenangan.

"Rencana ?!" Temari penasaran dengan ucapan Shikamaru.

"Jadi, Kita menyiapkan Semua ini untuk kalian para Kunoichi. Dan menciptakan suasana yang 'mendukung' untuk mengungkapkan perasaan Kita" Sai ikut menjelaskan.

"ahh.. Kalian Romantis Sekalii.." Para Kunoichi Tersanjung dan merasa sangat bahagia diperlakukan spesial Oleh para Shinobi Muda itu.

"Arigatou,Minna !" Seru Tenten mewakili para Wanita yang sedang dimanja. Mereka semua pun saling menggandeng pasangan masing-masing dengan penuh cinta.

"Aku harap, Hubungan cinta kita ini takkan mengubah Indahnya persahabatan kita-dattebayou !" Teriak Naruto memberi semangat pada semuanya.

"Wakatta!" Jawab semuanya serentak dengan penuh Tawa kebahagiaan.

"Yahh, Saatnya kejutan terakhir dari kami !" Shikamaru mengisyaratkan sesuatu pada Naruto dan Sasuke, mereka berdua mengangguk dan bersiap melakukan sesuatu.

Naruto membuat sebuah Gumpalan Chakra warna-warni berkilauan yang makin besar, Sasuke lalu menyemburkan Api ke Gumpalan tersebut dengan Katon No jutsunya. Dan terakhir..

"Rasen Shuriken !" Naruto memutar cepat Chakra dan Api tersebut lalu melemparkannya keangkasa.

'Syuuuutttttt.. Duarrrr! Krtkkrtkkrtkk' Ternyata Mereka berdua berkolaborasi membuat kembang api Chakra yang Indah.

"Sugoi ! Kirei ne.. " Para Kunoichi terpana dengan keindahan pemandangan di malam romantis mereka. Tanpa Rencana, para Shinobi tampan itu lalu Memeluk pasangan masing-masing dari belakang. Benar-benar malam yang tak terlupakan.

Persahabatan yang kuat, cinta yang Indah, serta besarnya rasa ingin melindungi, bagi mereka adalahsuatu kebahagiaan yang berharga dari apapun.

Cinta yang berawal dari Sebuah Bunga Chakra..

-OWARI-

Akhirnya, Fic pertamaku Tamat dengan Selamat !

Author Update Chapter super cepattt, karena tidak ingin mengecewakan para Readers *AuthorSoSweet

By the way, Fanfic Nista apa ini ?! *BaruNyadar

Terimakasih untuk Masashi Kishimoto-senpai yang menjadi inspirator Terhebatku, Arigatou !

Jangan Lupa, Hargailah 'Perjuangan' Para Author dengan Review Kalian *_*

Tunggu Fic Selanjutnya...