Hallo minna...

Kembali lagi bersama saya si author aneh bin gaje

Hayo pasti udah pada nungguin kelanjutan ini ini cerita? :v

Ok deh langsung aja,Cekidot

Bakusou Kyodai Let's & Go : Let's Speed

Genre : Friendship,sport,humor,romance(sedikit),
Rate : T(terkadang bisa berubah di masing-masing chapternya)
Pair : (masih)Hint dulu
Disclaimer : Tetsuhiro Koshita(Bakusou Kyodai Let's & Go dan Let's & Go Max) & Masashi Kishimoto(Naruto)

Warning : banyak typo,alur cepat,dsb.

Don't like, silahkan tinggalkan fict ini

Chapter 2 : Janji

Jaerani menatap heran ekspresi Seiba bersaudara dan Gouki usai dia melontarkan kalimat tersebut.

"Kenapa kalian terkejut seperti itu?" tanya Jaerani.

"Pffftt,ahahahahaha…. Memangnya kakak bisa meperbaiki mobil-mobil kami ini?" tawa Gou meremehkan Jaerani.

"Aku bersedia!" seru Gouki.

"Aku juga!" entah dapat dorongan niat atau hanya ikut-ikutan Gouki,Retsu juga bersedia mobilnya diperbaiki oleh orang yang baru dikenalnya itu.

Ekspresi wajah Jaerani kembali cerah begitu mendengar keputusan Retsu dan Gouki. Berbanding terbalik dengan Gou yang tiba-tiba menjadi terkejut.

"Eeeh,kenapa kak Retsu juga ikutan?!" ujar Gou.

"Sudahlah,aku yakin kakak ini bisa memperbaiki mobil kita!" seru Gouki. Sepertinya dia benar-benar mempercayai racer asal Indonesia itu.

"Tenang saja,aku janji akan membuat mobil kalian menjadi mobil yang hebat dan pastinya tidak akan pernah dimiliki oleh racer manapun!" seru Jaerani.

Gou mulai memperhatikan Beat Magnum yang sudah berada di tangan pemuda asal Indonesia itu

"Sudahlah,berikan saja Gou!" ujar Retsu.

"Kakak sendiri,kenapa kakak malah berpihak pada dia?!DIa kan…" kesewotan Gou terhenti setelah dipotong oleh sang kakak.

"Cobalah untuk berpikir positif,Gou!Kita harusnya menyambut tamu dengan baik,begitupun menerima tawaran baiknya!Ingat Gou,kita kalah 2 kali berturut-turut di WGP itu juga karena keegoisanmu sendiri! Team TRF Victory jadi bahan olok-olokan team lain,terutama…." Seru Retsu.

"SUDAH CUKUP!" Jaerani tiba-tiba berteriak lantang untuk menghentikan debat Seiba bersudara. "Kalian sama saja!Sebenarnya apa yang apa di pikiran kalian?!Kemenangan?!Kesombongan?!" seru Jaerani.

"Mana kesenangan kalian yang selama ini aku lihat?Mana rasa kerjasama yang selalu aku perhatikan kalian saat World Grand Prix perdana beberapa tahun lalu?!Dengar,Mini 4WD itu tercipta untuk membuat peminatnya senang,mampu bekerjasama dan bisa mempelajari tentang bagian-bagian mobil!Seorang racer mini 4WD tidak bisa dikatakan nomor satu bila tidak ada salah satu atau semua point itu,biarpun dia selalu mendapat peringkat teratas atau menjadi yang tercepat sekalipun!" lanjutnya dengan suara lantangnya yang sedikit menurun.

Mendengar perkataan Jaerani,Gou dan Retsu hanya bisa pundung dan merenung. Sementara Gouki sedari tadi hanya terdiam menatap Blazing Max miliknya yang sudah berada di genggaman Jaerani.

"Mobil kalian pun pasti takkan mau bekerjasama dengan kalian jika kalian bersikap seperti itu terus!Dan itu terbukti saat Magnum dan Blazing tidak mampu mengejar Neo Falcon!Padahal dengan jarak 7 meter sebelum finish,seharusnya mobil kalian masih bisa mengejar mobilku dan bisa mengalahkanku!" seru Jaerani.

Suasana tegang tersebut perlahan mulai memudar setelah Jaerani menghela nafas panjang demi menurunkan emosinya.

"Sudahlah,Gou!serahkan mobilmu ini padaku!Aku akan memperbaiki mobilmu juga mobil kakakmu dan Gouki!Kalian bisa pegang janjiku ini. Jika aku tak menepati janjiku maka kalian bisa mengolok-olok diriku,kalau perlu mengusirku juga tak masalah!" ujar Jaerani.

Gou diam seribu bahasa. Dia kehabisan kata-kata. Dia berpikir kalau apa yang dikatakan oleh Jaerani semuanya benar.

"Berikan saja Gou! Aku bisa merasakan kalau dia bukan orang jahat. Semua yang dikatakannya itu ssungguh-sungguh!" ujar Gouki.

Gou kembali menatap Beat Magnum andalannya.

"Baiklah,aku serahkan Magnum padamu!Awas saja,aku tak kan mengampunimu jika kau merusaknya!" seru Gou.

"Ok!" seru Jaerani. "Baiklah,aku akan memperbaiki mobil kalian mulai malam ini!Mobil kalian akan selesai dua minggu lagi. Jadi aku harap kalian untuk sabar menunggu!".

"Apa,dua minggu?!" seru Gou.

"Bukan waktu yang lama,Gou!Kita masih punya waktu dua minggu lagi untuk latihan di lab professor Sucia!" kata Retsu.

"Oh iya!Kalau kau mau kau juga bisa bergabung dengan kami,kak Jaerani!" ujar Gouki mengajak Jaerani.

"Hmm,aku setuju!" seru Jaerani."Oh iya,sebagai gantinya untuk sementara waktu,aku akan memberikan kalian mobil-mobil cadangan. Jadi bila suatu saat ada yang ingin menantang kalian untuk bertanding,kalian bisa gunakan mobil-mobil itu dulu!" lanjutnya dengn senyuman yang kembali hadir di wajahnya.

"Benarkah?" seru Gouki.

"Ah aku tidak butuh mobil cadangan!" ujar Gou.

"Gou..!" seru Retsu.

"Ahahaha,kalian ini!" seru Jaerani."Baiklah,kalau begitu aku pergi dulu!" pamitnya. Kemudian dia pergi meninggalkan Gouki dan Seiba bersaudara menuju apartemen yang sedari tadi ingin dia tuju.

Ketiga bocah itu menatap kepergian pemuda. Tepat sebelum Gou berteriak.

"Hooyyy….!AKU PEGANG JANJIMU ITU!" teriak Gou yang kemudian dibalas dengan sebuah acungan jempol oleh Jaerani.

"Sampai jumpa,kak!" seru Gouki sambil melambaikan tangannya.

Disisi lain jalan,nampak seorang bocah lain yang tengah bersandar di tembok. Nampaknya bocah itu baru saja mendengar pembicraan antara Gouki,Seiba bersaudara dan Jaerani. Tak lama kemudian dia pun pergi ke arah lain jalan tersebut dengan sebuah seringai yang tiba-tiba muncul di wajahnya.

Bersambung...

(A/N) : Gomen yah sebelumnya minna kalau fict ini terlalu pendek,hehehe ^^

Kira-kira seperti apa tampilan mobil-mobil mini 4WD cadangannya Gouki dan Seiba bersaudara. Dan siapakah bocah misterius yang menguping pembicaraan mereka?

Naruto : Thoorrr,kapan nongolnya nih? -"

rajabasa72 : Mungkin beberapa tahun yang akan datang :p

Naruto : NNAAAANNNIIIII...? o.o

Gou : Heeh,si kakak rambut duren nggak sabaran -,-

Naruto : Diam kau bocah penggila "Magnum"!

Gou : Kakak maniak ramen :p

rajabasa72 : Heeh,mulai deh -,-'

Gouki : Udahlah kak author,abaikan aja :v Hey minna jangan lupa ya... ^^

R

E

V

I

E

W

P

L

E

A

S

E