Namaku Byun Baekhyun. Dua puluh satu tahun. Menjadi seorang idol dua tahun yang lalu dengan menjadi seorang penyanyi solo. Dan ini adalah kisahku.

OUR BAEKHYUN

BAGIAN KEDUA

Hujan mulai menetes. Baekhyun menghitung rintik hujan yang membasahi tubuhnya. Satu, dua, tiga, empat. Tidak sampai hitungan kelima tubuhnya sudah di guyur dingingnya air hujan. Ini ketiga kalinya dia berdiri di tengah sebuah Taman pada malam hari demi menunggu seseorang yang tak kunjung datang.

Dengan perasaan kecewanya Baekhyun pergi kembali masuk ke dalam sebuah mobil berukuran sedang. Menghela nafas lelah saat kembali menemukan sekelompok orang yang mengikutinya. Tangannya kembali bergerak menyalakan mesin mobil dan menekan pedal gas meninggalkan taman beserta orang orang tersebut.

Walaupun terlihat fokus pada jalanan malam yang terlihat sepi, pikirannya melayang pada kejadian beberapa hari yang lalu. Kalian tentu tahu berita yang sedang hangat di bicarakan beberapa hari ini. Tentang meninggalnya seorang idol karena bunuh diri. Dia adalah Kim Jonghyun seorang member boygrup serta senior dari Baekhyun.

Baekhyun memarkirkan mobilnya pada sebuah basement salah satu apartemen termewah di Korea. Dia berpikir apakah dia akan melakukan hal uang sama seperti seniornya itu? belum sempat memdapatkan jawabannya dering telfon berbunyi menyadarkan Baekhyun dari lamunannya.

"Yeoboseyo"

"Baekhyun-ah kamu berada di rumahmu? "

"Tidak. Malam ini aku kembali ke apartemenku "

"Ah baiklah, aku akan tiba di sana 30 menit lagi. "

Orang di seberang sana langsung memutus sambungan telfon sebelum baekhyun sempat menjawabnya. Tidak di ambil pusing, baekhyun berjalan ke arah lift dan menekan tombol angka 20. Baekhyun memilih membersihkan diri terlebih dahulu setelah masuk ke dalam apartemennya.

" Hai Baek. Apa kau baik - baik saja? Dari mana saja kau? Aku melihat mobilmu basah, apa tadi kau keluar? Aku yakin kau baru saja tiba saat aku menelfonmu. "

Baekhyun menatap tamu yang tidak di undangnya dengan jengah. "Ya! Chanyeol ~ ah. Bisakah kau lebih santai? Dan tidakkah kau lihat aku baru selesai mandi? "

Pria yang bernama Chanyeol itu memperhatikan Baekhyun dari ujung kaki sampai ujung kepalanya dengan seksama.

"Kau habis menangis? Apa penyakitmu kambuh? Bukankah kau sudah sembuh satu tahun yang lalu? Atau kau ada masalah? Ceritakanlah padaku! Ingat,kau tidak bisa berbohong kepadaku!"

Baekhyun memutar bola matanya. Chanyeol adalah pria yang peka terhadap lawan bicaranya, dan juga pria yang mudah penasaran terhadap sesuatu. Jangan lupakan bahwa dia juga adalah pria yang sangat cerewet.

"Bagaimana kau bisa masuk ke dalam apartemen ku chan? " Baekhyun menatap sahabatnya curiga. Pasalnya dia sudah mengganti password apartemen nya seminggu yang lalu.

"Buat apa mempunyai uang yang banyak jika tidak di gunakan? "

Baekhyun menatap tidak percaya pada sahabatnya itu. "Sudah aku duga."

Sebenarnya Baekhyun sedikit kaget saat Chanyeol sudah berada di depan kamarnya.

"Ya! Jangan mengalihkan pembicaraan. " Chanyeol tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

Menurut Baekhyun mencoba bersembunyi daro seorang Park Chanyeol adalh tidak mungkin, karena pria itu akan selalu menemukanmu dimanapun kamu bersembunyi. Setelah menghela nafas panjang Baekhyun berjalan mendahului Chanyeol ke arah ruang tamunya.

"Jadi apa yang terjadi padamu? "