Precious

bagian 3

HUNHAN/WINKDEEP

YAOI! Family

boyxboy

"Kakak! Sepedamu mana?!" Haowen yang menyadari bahwa sepeda kakaknya tertinggal langsung berubah panik di dalam mobil ketika tadinya keduanya larut dalam canda tawa.

Baejin hanya menyahut tenang sambil tetap serius memainkan video gamesnya yang baru saja ia keluarkan. "Tenang saja Haowen, Daehwi sama Jihoon pasti udah ngamanin ke parkiran."

"Whoaa kakak! Sukanya ngerepotin kak Daehwi sama kak Jihoon!"

"Itu namanya teman. Teman kan saling membantu."

"Tapi kakak gak pernah tuh bantuin aku. Tiap aku ngerjain PR matematika pasti kakak gak mau bantu." Haowen menggembungkan pipinya pura-pura ngambek di depan kakaknya.

Baejin yang melihat wajah menggemaskan sang adik hanya bisa tertawa meledak.

'Dasar, Sehun banget sifatnya.'batin bundanya yang mendengar ledakan suara tawa super keras si sulung.

"Itu karena kakak goblok di matematika. Kalo mau kamu nanti kakak suruh ajarin Jihoon aja dia pinter sama kaya tante Kyungsoo jago matematika. Nenek Oh juga jago matematika sih, tapi sayang dia udah pikun sekarang." Oceh Baejin tanpa henti, berbeda dengan dirinya di sekolah barusan yang lebih banyak diam.

Melihat Baejin mengoceh panjang lebar dan konyol seperti itu, membuat Luhan tersenyum diam-diam. "Baejin, gak boleh gitu sama orang tua.." peringatnya lembut sambil tetap fokus menyetir.

Baejin membalas perkataan bundanya dengan hanya mengucap, "Sorry bunda." dan kemudian melanjutkan obrolan penuh semangatnya bersama sang adik, yang memberikan kebahagian tersendiri untuk bunda mereka yang diam-diam memperhatikan dari rear-view-mirror.

Sesampainya di rumah, setelah tadi sempat berbelanja beberapa keperluan untuk pesta ulang tahun Haowen besok, Baejin terlebih dulu membantu bundanya beres-beres. Setelah itu ia mengunci dirinya di dalam kamarnya untuk tidur dan mungkin akan bangun ketika waktu makan malam tiba.

Luhan dengan penuh semangat membawa laptop menuju ke ruang tengah, senyum bahagianya tak lepas dari wajahnya, bahkan ia hampir jatuh tersungkur ke depan karena tersandung langkahnya sendiri sebelum akhirnya meletakkan laptop tersebut di atas meja dan disaksikan dengan suka cita olehnya dan juga anak bungsunya.

"Selamat pagi sayang, Haowen.." Wajah sang ayah muncul di dalam screen laptop. Tubuh kekar dan tegapnya yang tak berada di pelukan Luhan kini berada di dalam layar sedang duduk melipat satu kaki menatap istrinya penuh rindu walau hanya dari webcam. Di belakangnya terlihat pula member-member EXO-K lainnya, Kim Jongin, Kim Junmyeon dan Park Chanyeol yang sedang sarapan.

"Disini sudah siang ayah." sahut Haowen tersenyum lebar melihat sosok ayahnya yang penuh wibawa.

Sehun tersenyum tipis di ujung sana. "Tapi kalau disini masih pagi sayang." Sahutnya sambil tersenyum manis. Matanya bergerak mencari sesuatu di belakang Haowen dan bundanya. "Dimana kakak?" tanya Sehun saat menyadari bahwa anak pertamanya tidak ada disitu.

"Dia tidur, baru saja pulang sekolah." sahut Luhan dengan senyuman simpul. Sehun yang sudah paham bahwa Baejin memang tidak pernah suka melakukan skype dan video call dengan ayahnya sendiri pun membalas senyuman sang istri dengan senyuman meneduhkan andalannya.

"Tidak papa, aku tetap mencintaimu." ucap Sehun kemudian mendekatkan bibirnya ke layar. "Ciuman jarak jauh untuk Oh Luhan, muaaaaahhh!" ucapnya sambil melayangkan flying kiss ke arah laptop.

Haowen terkekeh melihat sikap kekanakkan ayahnya, "Ayah kapan pulang? Aku kangen!" rengeknya di layar.

"Mana balasan ciumannya bun? Ayah gak mau pulang kalau belum dicium bunda." Sehun bertanya pada Luhan sambil melirik Haowen sesekali. Yang ditanyai hanya bisa terkekeh dan menggeleng. "Dalam mimpimu." Ucapnya kemudian menjulurkan lidah.

"Hmm—"

Pletak!

"Aduh gue gak liat lo disitu Hun! Kalo mau skypan jangan disini elah!" Terlihat Park Chanyeol sedang sibuk berlalu lalang di belakang Sehun membawa beberapa peralatan makan yang sempat satu sendok yang dibawanya jatuh mengenai kepala Sehun.

"Chanyeol!" Sehun geram karena Chanyeol memang tidak pernah benar dalam melaksanakan segala sesuatu. Melihat Haowen dan Luhan ada di dalam layar laptop, Chanyeol segera melayangkan senyuman lebar ke arah mereka.

"Kita sebentar lagi pulang ke Seoul loh!" Cengiran manis Chanyeol ditujukan untuk Haowen. "Kata ayahmu, kamu ulang tahun ya? Selamat ulang tahun ya Haowen! Ke berapa? 10 ya? Kalau begitu sama kaya Jesper dong?" oceh Chanyeol yang langsung disusul jitakan balasan dari Sehun.

Haowen dan bundanya tidak bisa menahan tawa mereka melihat tingkah konyol Chanyeol dan Sehun.'Tidak berubah dari dulu..'batin Luhan.

"Ulang tahun anakku masih besok, Chanyeol." koreksi Sehun. Chanyeol kemudian menatap ke layar, "Apa itu benar Haowen sayang?"

Haowen mengangguk, "iya, ulang tahunku masih besok uncle Chanyeol." ucap Haowen sabar.

"Sayang. Sayang. Dia anakku, enak saja manggil sayang sayang." Protes Sehun kembali memancing keributan.

"Sudahlah, tidak usah berdebat. Ayah besok jadi kan?" Luhan menengahi.

Sehun tersenyum pada istrinya, "Kita lihat saja besok." Ucapnya sambil tersenyum licik, membuat Luhan menggembungkan pipinya.

"Aku mencintaimu." Ucap Sehun lembut melihat wajah menggemaskan istrinya.

Luhan yang mendengarnya merasa begitu tentram dan nyaman. "Aku juga mencintaimu."

"Ayah gak sayang sama Haowen?" si bungsu ikut bergabung dalam moment romantis bunda dan ayahnya.

"Ayah juga sayang sama Haowen dan kak Baejin juga. Sampaikan salam ayah untuk kakak ya! Bye!"

Dan setelah itu, skype mereka pun berakhir. Meninggalkan Haowen duduk sendirian karena ibunya harus mengembalikan laptop ke dalam kamar dan pergi keluar mencari bahan makanan untuk makan malam.

Ia pun hanya menonton televisi sendirian tanpa ada niatan untuk membangunkan sang kakak yang akan mengamuk jika tidur siangnya diusik. Namun sialnya, acara yang dia tonton adalah acara gosip murahan yang sedang menampilkan berita murahan ayahnya dengan mantan kekasihnya, Irene ex-Red Velvet.

"Cantik.. Matanya mirip aku.." ucap Haowen terpesona dengan video-video masa lalu Sehun dan Irene saat masih menjalin hubungan dulu.

Ting tong!

"Iya, tunggu sebentar!" Haowen mematikan televisi dan segera membukakan pintu untuk tamunya yang sudah menunggu di luar.

"Haowen! Apa kabar! Aku kangen!" Sosok laki-laki yang lebih tua darinya, berambut agak keriting berwajah bulat langsung memeluknya setelah ia membukakan pintu.

"Kak Guan Lin, aku juga kangen!" Haowen balas memeluk anak tunggal pasangan Kim Junmyeon dan Zhang Yixing itu. "Kakak kesini sama siapa?" tanya Haowen.

"Sendirian lah. Orang rumah juga cuma berapa block dari sini. Gimana sih lo." jawab Guan Lin, sassy seperti ayahnya. Haowen yang mendengar itu hanya bisa nyengir, ia lupa mereka memang tetanggaan namun jarang bertemu karena Guan Lin selalu sibuk dengan kegiatan-kegiatan seperti les, kursus dan trainer untuk menjadi Idol.

Keduanya kemudian masuk dan bercerita layaknya anak-anak lain. Guan Lin juga mengajukan diri untuk membantu persiapan pesta ulang tahun Haowen besok. Keduanya larut dalam canda tawa hingga kemudian ide bodoh Guan Lin muncul.

"Tadi aku nemuin foto lama papaku sama mantannya yang namanya Joy." Anak itu kemudian mengambil foto polaroid dari dalam tas kecilnya. "Nih, gak cocok ya mereka. cocokan sama mamaku." ucap Guan Lin.

Haowen memandang dengan seksama foto Junmyeon dan Joy. Ia bahkan tidak mendengarkan ocehan Guan Lin tentang hubungan keduanya saat dulu. Pikirannya melayang jauh pada kisah cinta lama ayahnya dan Irene.

"Aku juga ada foto-foto uncle Jongin sama uncle Chanyeol." Guan Lin mengeluarkan foto polaroid lebih banyak dari tasnya. Foto Jongin bersama Krystal dan Chanyeol bersama Byun Baekhyun. "Ternyata uncle Chanyeol pacarannya paling awet sama aunt Baekhyun." Guan Lin berubah girang.

Haowen menelan ludah, ia ingin melihat foto masa lalu Sehun dan Irene namun tak punya keberanian untuk menghadapi apa kenyataannya nanti.

"Ka—kalau—"

"Aku juga ada foto ayahmu sama mantannya!" Guan Lin berseru lagi dan mengeluarkan foto terakhir. Sehun bersama Irene.

Haowen hanya bisa diam memperhatikan foto tersebut. Memang benar, sangat mirip. Bentuk wajah Irene lonjong seperti Haowen. Matanya kecil dan tegas seperti milik Haowen. Dan terutama garis wajah, dagu dan bentuk alis. Ia takut jika selama ini Luhan bukanlah ibu kandungnya karena memang jika dilihat-lihat Haowen tidak memiliki wajah manis seperti milik bundanya. Tidak seperti Baejin yang memang terlihat mirip kedua orang tuanya dan mewarisi gen mereka.

"Haowen kamu mirip banget sama tante Irene!" seruan Guan Lin semakin mengacaukan fikiran Haowen. Ia hanya mengangguk tanpa bersuara. Anak Kim Junmyeon itu kemudian menceritakan kisah cinta Sehun dan Irene, yang sebenarnya tidak ada kata putus diantara keduanya.

Suara ponsel menginterupsi lamunan Haowen yang fokus pada cerita Guan Lin. Itu ponsel Guan Lin. Ia segera mengangkatnya, "Kenapa mama? Aku di rumah aunt Luhan. Aaaah mama aku capek. Iya deh aku pulang sekarang." Setelah selesai, ia simpan kembali ke sakunya.

"Haowen, aku pulang dulu ya. nanti aku kesini lagi, besok juga aku pasti bakal bantu-bantu sama mamaku juga. Tapi sekarang kayaknya aku harus pulang. Mama ngomel karena aku bolos latihan vocal lagi. Pulang duluan ya Haowen!"

Setelah Guan Lin benar-benar pergi dan meninggalkan Haowen sendirian di rumah, air mata Haowen yang sedari tadi tertahan, kini mengalir deras tak mau berhenti.

"Aku anak siapa..."