Precious

bagian 5

HUNHAN/WINKDEEP

YAOI! Family

warning: adegan nganu

Semua keperluan pesta ulang tahun untuk Haowen sudah Sehun bereskan sendiri. Bahkan kue ulang tahunnya, dia juga yang menghias walaupun hasilnya tak sebagus harapan. Krim kue pun berkurang karena dari tadi terus diicipi oleh ayah dua anak itu.

Sehun yang sudah berganti pakaian menjadi pakaian casualnya sehari-hari di rumah terus menunggu dengan gelisah kedatangan anak bungsu dan juga istrinya. Malam sudah menyelimuti Seoul namun keduanya tak kunjung kembali. Beberapa kali ia mencoba menghubungi ponsel Luhan namun tak ada jawaban, bahkan ponselnya mati.

"Kalian dimana sayang.." lirih Sehun cemas. Ia mengusap-usap kedua tangannya untuk mencoba menenangkan diri. Berfikir positif tidak akan terjadi apa-apa pada anak dan istrinya.

Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Baejin tetap berada di kamarnya bermain video game. Sehun tau itu karena dari tadi ia mendengar seruan dan umpatan anak sulungnya yang terdengar sampai ke bawah.

"ARGH SIAL! MATI LO! LO GAK BISA REMEHIN PHOENIX! PHOENIX LARI LO CEPETAN DONG AH PAYAH!"

Diam-diam Sehun terkekeh karena sang anak benar-benar mengingatkannya pada masa lalu.

Ting tong!

Waktunya pesta dimulai.

Suara bel depan rumah terdengar. Membuat Sehun bangkit dari duduknya. Dengan semangat ia membawa kue hasil karya nya tadi. Saat membuka pintu..

"Selamat ulang tahu—"

Pluk!

Kue dari tangan Sehun ia ayunkan dan lemparkan pada wajah seseorang dari banyak orang yang ada di depan pintu.

"Oh Sehun!!" seru orang tersebut geram. Wajah tampannya yang sudah ia poles sebaik mungkin sebelum berangkat ke rumah Sehun kini telah hancur tertutup krim kue yang lengket dan berminyak.

Sehun tertawa atas ulahnya sendiri, bukannya meminta maaf malah tawanya semakin menjadi. "Sorry, Jong, gue kira lo Luhan. Gue kan mau ngasih kejutan tadi niatnya biar dia ngambek!" ujarnya masih tetap sambil tertawa.

Ternyata dugaan Sehun salah. Ia mengira bahwa yang datang adalah istri dan juga anak bungsunya. Namun ternyata malah sahabat-sahabat member EXO-K bersama anak dan istri mereka.

Junmyeon dan Yixing dengan setelan mereka yang termodis tertawa bersama Guan Lin yang membawa sebuah kado besar yang sepertinya untuk Haowen, menertawakan Jongin yang wajahnya belepotan krim kue. Sedangkan Kyungsoo, sang istri segera mengeluarkan tissu untuk mengusap dan membersihkan wajah suami tercintanya. Di luar dugaan, Chanyeol juga datang bersama Baekhyun walaupun tanpa anak-anak mereka.

"Sehun kalo lo apa-apain suami gue lagi, gue bunuh!" suara galak Kyungsoo. Sang anak, Jihoon yang juga membawa kado besar untuk Haowen hanya bisa tertawa melihat kemalangan nasib papanya.

Sehun terkekeh dan menggaruk kepala bagian belakangnya. "Kalian kok dateng? Perasaan gue gak ngundang deh." Herannya.

Jongin dan Kyungsoo masih sibuk membersihkan wajah Jongin dari krim roti. Di samping mereka berdiri Junmyeon dan Yixing juga Chanyeol dan Baekhyun.

"Istri tercinta gue yang ngajakin. Katanya udah janjian sama Luhan juga." Jawab Chanyeol seraya memeluk pinggang istrinya, semakin merapatkan tubuh keduanya lalu mengecup bibir Baekhyun sekilas.

"Jangan di depan anak woy," peringat Jongin.

"Lo kesini juga Chanyeol hyung?" Sehun tak menyangka Chanyeol rela datang jauh-jauh dari rumahnya hanya untuk merayakan ulang tahun anak bungsunya.

"Iya dong, kita rencana kan mau buat adek baru buat Taehyung sama Jesper. Ya kan mih?" Chanyeol mecubit mesra lengan istrinya. Baekhyun sang istripun hanya bisa membalas dengan cubitan genit di perut Chanyeol.

Setelahnya, Sehun mempersilahkan dua keluarga itu masuk, mengamankan kado dari Jihoon dan Guan Lin di kamar Haowen dan kembali untuk menikmati hidangan di meja makan. Jongin yang sudah selesai membersihkan wajahnya dengan menumpang ke kamar mandi keluarga Oh, kini sudah duduk nyaman dengan wajah bersih bergabung dengan lainnya.

Chanyeol ke kamar mandi lebih dulu sebelum ikut bergabung karena katanya ia masih jetlag. Istrinya pun mengekorinya.

"Pasti cari-cari kesempatan tuh si cabe." Komentar Kyungsoo saat Chanyeol dan Baekhyun sudah tidak berada di meja makan.

Sehun mengangkat sebelah alisnya bertanya. Kyungsoo yang melihat ekspresi Sehun langsung memutar kedua bola matanya. "Ya masa lo gak tau Hun. Perasaan istri gak ketemu suaminya hampir setahun. Duh." Ucapnya dengan nada malas.

Mendengar penjelasan Kyungsoo tawa Sehun pun meledak. "Bener juga lo! Haha! Eh berarti lo sama Jongin juga dong? Udah belum tadi?" Pria itu menaik turunkan kedua alisnya dengan senyuman usil terukir di bibirnya. Kemudian melirik ke Junmyeon dan Yixing. "Gue gak liat, gue gak denger." Tanpa menatap Sehun, Junmyeon mengalihkan pandangan tidak tertarik dengan topik pembicaraan.

Jongin memutar kedua bola matanya atas respon Sehun. Kelemotan otaknya tidak ada kemajuan dari dulu. 'Tentu saja udah lah..' batinnya senyum-senyum. Sedangkan anak-anak, Jihoon dan Guan Lin yang sama sekali tidak mengerti apa maksud perkataan Kyungsoo barusan hanya memakan makanan mereka dalam diam.

Beralih ke Chanyeol dan Baekhyun. Benar dugaan Kyungsoo bahwa Baekhyun memang mencari kesempatan dalam kesempitan. Di kamar mandi keluarga Oh, pria bertubuh kecil itu malah membuka celana Chanyeol dan melepaskan celana dalamnya sendiri lengkap dengan celana yang dipakainya.

"Sayang, nanti aja di hotel ya?" tawar Chanyeol yang wajahnya masih terlihat pucat karena jetlag.

Baekhyun menggeleng cepat, ia menelanjangi tubuhnya segera di depan suaminya. Mau tidak mau, melihat tubuh mulus dan putih istrinya yang semakin hari semakin indah, Chanyeol harus menahan sesuatu di bawah sana yang mulai meronta.

"Kau sexy sekali sayang." Chanyeol menarik tengkuk sang istri dan mencium bibirnya. Ia semakin memperdalam ciumannya saat tangan Baekhyun dengan lincah berhasil membuka penuh-penuh celana yang dipakainya, kemudian memelorotkan bokser Chanyeol dan mengurut kemaluan sang suami yang semakin menegang.

"Ahhh—shit—" erang Chanyeol saat sang istri mengurut miliknya dalam ciuman mereka. Tak kehabisan akal, Chanyeol memutar tubuh istrinya menjadi membelakanginya. Ia menepuk pantat sang istri yang langsung membuat Baekhyun mengerang sexy dan menggigit bibir bawahnya sendiri, "Ahh—"

Baekhyun menungging dengan kedua tangannya memegang pinggiran wastafel, pantatnya sudah terlihat jelas oleh sang suami yang siap menerkamnya kapan saja.

"Mau prep dulu?" tanya Chanyeol memastikan. Tangannya sudah membentuk gunting dan siap memasukkan dua jari ke dalam hole istrinya.

"Gak usah! Masukin cepet!" Jawab Baekhyun tak sabaran, membuat Chanyeol tersenyum. Ia memegang kemaluannya dan perlahan-lahan memasukkannya dari arah belakang tanpa role play terlebih dulu ke dalam hole sang istri.

Semakin dalam penis Chanyeol yang besar dan panjang menusuk masuk menghancurkan dinding pertahanan hole Baekhyun yang berkedut hangat, semakin nikmat pula perasaan yang diterima Baekhyun atas ulah suaminya. Erangan merdu dari keduanya kemudian keluar dari mulut masing-masing. Dengan tubuh bagian bawah Chanyeol yang bergerak maju mundur menusuk tanpa ampun hole istrinya.

Hingga tanpa sadar, Baekhyun mengerang terlalu keras karena Chanyeol yang mengubah temponya menjadi cepat secara tiba-tiba. "Eeennnggghhhh!"

Sehun, Jongin, Kyungsoo, Yixing, Junmyeon, Jihoon dan Guan Lin yang berada di meja makan bisa mendengar erangan Baekhyun secara jelas dan nyata.

"Tuh, apa gue bilang." Komentar Kyungsoo yang hanya bisa geleng-geleng kemudian menutup kedua telinga Guan Lin yang kebetulan duduk di sampingnya, menggunakan kedua tangannya. Di seberang meja makan pun terlihat jelas wajah Junmyeon yang sudah melotot panik jika telinga anaknya nanti terkontaminasi hal-hal kotor.

"ANUU.. JIHOON TOLONG PANGGIL BAEJIN SURUH TURUN YA? IYA SEKARANG SANA SANA YANG LAMA YA!" Sehun dengan panik mendorong Jihoon agar segera ke atas menuju kamar Baejin dan mengajaknya turun. Ia juga mengeraskan volume suaranya agar bisa mengalahkan erangan Baekhyun. Jihoon yang tidak mengerti kenapa ayah sahabatnya itu berubah panik pun hanya menurut saja.

Setelah Jihoon sudah tak terlihat lagi di tangga, Junmyeon yang terlihat kesal sedari tadi segera berlari ke kamar mandi, bersiap menggedor pintu keras-keras. Ia melirik meja makan apakah Kyungsoo masih menutup kedua telinga anaknya atau tidak.

Masih.

Junmyeon tak ragu-ragu menggedor pintu keras-keras beberapa kali. "WOY PELAN BISA GAK! ADA ANAK-ANAK DISINI! JANGAN KOTORIN KAMAR MANDI SEHUN! KALO MUNCRAT KEMANA-MANA DILAP! GUE KEBELET PIPIS JUGA NIH!" serunya keras tak tanggung-tanggung.

Sehun sedikit khawatir jika Guan Lin yang masih di bawah umur mendengarnya. Ia melirik wajah anak sahabatnya yang kini bertampang datar dengan cemas. 'Semoga dia tidak mendengarnya..'

Setelah Junmyeon kembali ke kursinya, Kyungsoo pun membebaskan kedua telinga Guan LIn. "Tadi kamu denger suara papa nggak?" tanya Junmyeon lembut pada anaknya. Yixing melirik anak dan suaminya dengan perasaan was-was. Tangannya tak berhenti memasukkan kacang almond ke dalam mulutnya.

Guan Lin menggeleng.

Yixing bernafas lega, diikuti senyuman manis Junmyeon, Jongin dan Kyungsoo.

Mereka semua kembali makan sambil menunggu Baejin turun bersama Jihoon dan juga Baekhyun dan Chanyeol menyelesaikan kegiatan mereka di kamar mandi. Namun bagaimanapun juga, Sehun tetap tidak bisa menepis kecemasannya pada istrinya.

"Luhan sama Haowen mana? Belum pulang?" Ditambah pertanyaan Jongin yang semakin membuatnya khawatir.

Sehun akan menjawab pertanyaan Jongin namun tertahan dengan suara dering telfon rumahnya. Dengan sigap, ia berdiri dan berlari menuju telfon rumahnya.

"Hallo? Kediaman keluarga Oh?" tanya suara asing dari seberang yang tidak Sehun ketahui siapa.

"Ya, ada yang bisa dibantu?"

"Maaf tuan, apakah anda mengenal Oh Luhan?" Kini ia mendengar suara yang berbeda dari telfon.

"Itu istri saya, kenapa memangnya?" Pertanyaan kedua orang asing tersebut membuat jantung Sehun semakin berdebar.

"Tuan, istri anda kecelakaan dan sekarang dirawat di Rumah Sakit Seoul."

x

o

x

o

kemarin ada kesalahan gue ga sengaja klik complete cerita ini sorryyy yaw hehe. jadi... cerita ini masih panjang sepanjang anunya Sehun kok. apanya? kakinya maksudnya. ikutin terus ceritanya dan jangan lupa kasih kredit dan review biar gue semangat nulis ya guys.. makin banyak review ntar update nya makin cepet loh *