Precious
Bagian 10
HUNHAN/WINKDEEP
YAOI! Family
Baca a/n di akhir cerita ya
"Aku benci padamu."
Sehun hampir membelokkan mobilnya menabrak trotoar karena kehilangan konsentrasi untuk beberapa detik mendengar ucapan anak sulungnya.
Aku benci padamu.
Aku benci padamu.
Aku benci padamu.
Kalimat itu terus terngiang di kepalanya dan membuatnya menggigit bibir bawahnya sendiri. Melihat wajah anaknya sendiri pun ia tak kuasa. Bagaimana tega anaknya membenci ayahnya sendiri yang selama ini selalu menyayanginya?
Pikiran Sehun terlempar jauh di masa-masa saat ia tak ada untuk Baejin, mungkin hampir tak pernah ada karena kesibukan pekerjaannya sebagai entertainer.
Dalam hati, Sehun merutuki dirinya sendiri. Ia meminta maaf pada Baejin dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Menyesal karena tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk darah dagingnya.
"Oh.." ucap Sehun beberapa saat setelah ia berhasil mengendarai dengan tenang. Sebenarnya ia menyesal dan ingin meminta maaf pada Baejin atas sikapnya selama ini, karena dirinya yang selalu jauh dari keluarga hingga perkembangan Baejin di sekolah seperti apapun ia tak tahu. Namun karena ego masih menguasainya, hanya kata itulah yang mampu keluar dari mulutnya.
Baejin sadar bahwa ayahnya sedikit shock dengan ucapannya tadi. Bagaimana ayahnya bisa tidak peka? Dan hanya menjawab oh? Apa benar ayahnya sudah tak peduli pada dirinya sama sekali?
Beberapa pertanyaan berputar di otak Baejin, hingga tanpa sadar keduanya telah sampai di rumah.
Baejin masuk ke dalam rumah terlebih dulu dan melepaskan sepatunya asal.
"Baejin, yang rapi sayang." Peringat Luhan yang menyambut suami dan anaknya pulang. Namun Baejin hanya diam dan melewati bundanya begitu saja menuju kamar.
Saat anaknya melewatinya, Luhan melihat lebam di pelipis dan darah di sudut bibir Baejin. Tangannya mencoba meraih wajah sang anak namun Baejin menepisnya kasar dan berhasil melewati bundanya.
Luhan menatap Sehun dengan tatapan tak percaya, ia terkejut kenapa anaknya bisa mendapat lebam besar seperti itu. "Dia berkelahi?" tanya Luhan pada suaminya yang berjalan mendekat ke arahnya.
Keduanya sebenarnya masih saling diam dan tidak mau bicara satu sama lain atas perdebatan mereka tadi pagi. Tapi melihat anak sulungnya seperti tadi, Luhan tidak bisa menyembunyikan rasa cemasnya. Demi mengetahui apa yang terjadi pada anaknya, Luhan selalu bisa dan mau meruntuhkan egonya sendiri di depan Sehun.
Sehun menjawab pertanyaan Luhan hanya dengan menggedikan bahu. Ia mengeluarkan surat dari guru BK Baejin dan menyerahkannya pada Luhan tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Luhan menerimanya dengan ragu, matanya dengan cermat membaca bahwa itu adalah surat scorsing Baejin selama 4 hari. "Ya Tuhan.. dia berkelahi?" tanya Luhan entah pada siapa karena Sehun sudah melewatinya dan menuju dapur untuk mengambil soda.
Istrinya mengikuti langkah suaminya di dapur. Ia tidak percaya bahwa Baejin berkelahi di sekolah. Karena belum pernah ada sejarahnya anak tersebut berkelahi, sejauh ini anaknya baik-baik saja. Tentu saja Luhan panik saat mendapati Baejin babak belur karena berkelahi dan mendapatkan teguran bahkan scorsing untuk pertama kalinya dari sekolah.
"Dia berkelahi dengan siapa Sehun?" tanya Luhan. Wajahnya pucat karena khawatir.
Sehun sedang berdiri di depan kulkas sambil meminum kaleng sodanya. "Aku tidak tahu." Jawabnya singkat lalu menenggak sodanya lagi.
"Sehun jangan terlalu banyak minum soda." Lagi, Luhan tidak mau suaminya merusak kesehatannya sendiri. Pikirannya yang saat ini mencemaskan Baejin harus terbagi lagi untuk mencemaskan kesehatan Sehun, karena bagaimanapun ia adalah suaminya, yang membuatnya bisa melahirkan anak-anak lucu seperti Baejin dan Haowen.
Sehun memutar kedua bola matanya malas mendengar ocehan istrinya yang menurutnya tidak penting sama sekali. Ia terus menenggak sodanya. "Sehun,"
Klang!
Sehun membanting kaleng sodanya ke lantai, ia muak karena dari tadi pagi istrinya terus mengaturnya. Efek alkohol masih tersisa disana, membuat Sehun mudah terpancing emosi.
"BAIKLAH! AKU TAKKAN MINUM SODA DI DEPANMU!" bentak Sehun pada Luhan yang masih kaget karena perbuatan Sehun sebelumnya yang membanting kaleng soda dan menyebabkan lantai basah.
Sehun menatap kaleng soda di lantai yang masih ditatap Luhan. "Kau puas kan sekarang? Apalagi yang harus ku lakukan? Atur saja semuanya. Atur saja hidupku Luhan. Larang aku minum bubble tea. Larang aku untuk pergi ke rumah orang tuaku sendiri sekalian!" Sehun memojokkan istrinya sendiri dengan kalimat-kalimat sarcasticnya.
Hal ini membuat Luhan harus menahan emosinya. Jika ia balas meneriaki Sehun maka takkan menghasilkan apa-apa. Ia ingin waktu Sehun yang singkat ini, saat pria itu berada di rumah bersama keluarganya, bisa dimanfaatkannya baik-baik, bukannya malah bertengkar seperti ini.
"Aku tidak mau berdebat denganmu lagi. Aku hanya bertanya dengan siapa Baejin berkelahi di sekolah." Ucap Luhan dengan suara pelan, nada pasrah terdengar jelas di dalam ucapannya.
Sehun mengusap wajahnya kasar. "Baejin berkelahi dengan anaknya mantanmu." Ucapnya tajam.
Luhan tercekat. Matanya membulat.
Mantan?
Ia tau betul siapa yang dimaksud mantan oleh suaminya. Mereka sering membawa-bawa nama orang itu dalam pertengkaran mereka bahkan saat masih berpacaran dulu.
"Mantan? Apa maksudmu? Sudah ku bilang kalau Kris bukan mantanku!" Luhan yang sudah tau bahwa Kris adalah orang yang dimaksud Sehun langsung terpancing emosi. Ia sudah lelah berapa kali dia harus bilang pada suaminya walaupun dulu merek sempat dekat tapi faktanya adalah Kris dengan dirinya tidak pernah berpacaran sama sekali.
"Aku tidak percaya, teruslah saja katakan kalau dia bukan mantanmu." Sehun memasang tampang remeh menghadapi Luhan. Kedua tangannya ia lipat di depan dada dengan dagunya yang terangkat sedikit pertanda bahwa dia tidak akan pernah percaya dengan ucapan Luhan.
"Harus berapa kali ku bilang kalau Kris bukan mantanku!" Luhan akhirnya berteriak tepat di depan wajah Sehun. Perasaannya sudah tidak bisa ditahan. Ia benar-benar tidak terima dengan tuduhan suaminya yang dari dulu selalu membawa nama Kris dalam rumah tangga mereka.
"TERUSLAH BERTERIAK DI DEPAN WAJAHKU SAMPAI KAU PUAS!!"
"KAU YANG MEMBUATKU BERTERIAK! JIKA DARI AWAL KAU TIDAK MEMBAHAS KRIS PASTI KITA TIDAK AKAN BERTENGKAR SEPERTI INI!"
"APA KATAMU?! AKU TIDAK MEMBAHAS KRIS! AKU HANYA MENJAWAB BAHWA ANAKMU BERKELAHI DENGAN ANAKNYA KRIS!"
Luhan menyadari bahwa Sehun menyebut Baejin sebagai anaknya saja. Seolah berkata bahwa Baejin bukan anak Sehun juga. Hal itu seolah menunjukkan bahwa Sehun tidak mau mengakui Baejin sebagai anak kandungnya.
"KALAU BEGITU TAK USAH BAWA-BAWA KRIS DISINI! JANGAN PERNAH MENGATAKAN BAHWA DIA MANTAN KEKASIHKU KARENA AKU TIDAK PERNAH BERPACARAN DENGAN KRIS!!"
"KAU BERTERIAK DI DEPAN WAJAH SUAMIMU SENDIRI HANYA KARENA PRIA LAIN LU!"
"KAU YANG MEMANCING EMOSIKU!!"
"HEY KAU TIDAK BERKACA XIAO LU?! KAULAH ORANG PERTAMA YANG MENYULUT PERTENGKARAN INI!!"
Mendengar Sehun menyebutkan nama kecil Luhan, membuatnya lemas. Ia tidak percaya suaminya sendiri, orang yang mengubah namanya menjadi Oh Luhan tega mengucapkan hal itu padanya seolah mereka tidak ada mempunyai hubungan yang mengikat yang disebut pernikahan.
Apakah Sehun tidak sadar bahwa dia adalah istrinya?
"Sehun.." lirih Luhan. Ia menatap Sehun yang kini menghembuskan nafasnya keras melihat wajah shock istrinya yang matanya sudah berkaca-kaca.
"Sehun.. aku ini istri—"
"Bun, yah, aku mau ke rumah Jihoon." Pertengkaran mereka terhenti karena anak sulung mereka sudah keluar dari kamar, memakai baju casual sehari-harinya dan membawa tas melewati kedua orang tuanya.
Sehun melirik Baejin hingga anak itu menghilang dari balik pintu tanpa menatap keduanya. Sedangkan Luhan, ia sudah ingin menangis karena sadar bahwa Baejin mendengarkan pertengkaran mereka. Keduanya terdiam satu sama lain dalam keadaan berdiri dalam waktu yang cukup lama.
Sehun kini mengikuti langkah anaknya keluar dari rumah. "Kau mau kemana Sehun?" tanya Luhan saat melihat suaminya hampir menutup pintu rumah.
"Mencari Haowen." Jawab Sehun dingin dan singkat tanpa menoleh ke arah istrinya, ia membanting pintu keras dan berjalan meninggalkan Luhan yang kemudian meledakkan air matanya seiring kepergian Baejin dan Sehun.
Di depan pintu, Sehun melihat ternyata Baejin dan Daehwi masih berdiri di teras rumah. Mengingat bahwa anaknya masih marah padanya, Sehun hanya melewati kedua anak itu tanpa menyapa salah satunya terutama anaknya sendiri. Masih terlihat jelas wajahnya yang kesal saat melewati mereka.
Baejin mendengus benci melihat ayahnya melewati mereka. "Sorry lo harus denger keributan tadi." Ucap Baejin pada Daehwi yang sedari tadi memang berada disitu.
Sebenarnya Daehwi sudah menjemput Baejin dari tadi untuk pergi bersama ke rumah Jihoon, namun ia tidak berani mengetuk pintu dan masuk ke dalam karena mendengar kedua orang tua Baejin saling meneriaki satu sama lain.
"Gapapa bro, bokap nyokap gue juga pernah gitu kok."
Baejin tersenyum remeh. "Tapi gak setiap hari kan?" cibirnya kemudian berjalan mendahului Daehwi yang mengikutinya dari belakang tersenyum kaku, anak kulit hitam itu membawa tas yang sama besarnya dengan milik Baejin menuju kediaman Jongin dan Kyungsoo untuk menjemput Jihoon.
"Tunggu aja Haowen, kakak pasti akan menemukanmu sebelum bunda dan ayah.."
x
o
x
o
Hi, gue Josie. Gue mo menuangkan pikiran2 yang mengganjal selama menyelesaikan cerita ini. Anuu... Di website alias aplikasi ini kan gak kaya wattpad ya? Ga bisa tau berapa orang yg udah baca dan cara bales reviewnya gue jujur jg masih bingung hehe. Jadi biar gue bisa tau kalian suka atau nggak dan baca apa nggak ini cerita, usahakan tinggalkan jejak apapun itu ya terutama review karena gue suka bacanya dan bingung balesnya wqwq.
Itu unek2 yang pertama. Laluuu unek2 yg terakhir, alias yg kedua. Dance practice electric kiss kan dah keluar tuh. Udh pda nonton blm? Bagus ya? Iya bagus banget. Disitu para member sepakat pake item2 tanpa ngasih tau Sehun wqwq. Masalahnya adalah, kalian notice ngga sih, disitu dia lemes gitu kaya ga niat idup, ga semangat idup seolah kehilangan sesuatu yg berharga dan capek batin gitu ya nggak sih? Apa cuma gue doang?
Dan masa sampe kebawa mimpi Sehunnya masuk ke mimpi gue anjay baru kali ini gue ngimpi idol Korea toh gue sebenernya juga baru sih di dunia perKpopan ini hahaha kampret ga bisa keluar dari fandom tulung. Awalnya suka EXO trs suka BTS trs suka Wannaone balik ke EXO lagi gatau kenapa mungkin hati w dah nyantol kesana bahkan sampe mimpi Sehun segala kali ya..Sekian curhatan ga jelas gue. Selamat mencorat-coret di kolom review untuk akun newbie ini.. Kalo ada pertanyaan seputar alur cerita atau seputar authornya silahkan corat coret juga.
