Precious
Bagian 12
HUNHAN/WINKDEEP
YAOI! Family
Ketika jam sudah menunjukkan pukul 7, Luhan terbangun dengan matanya yang bengkak karena menangis semalaman. Ia mandi terlebih dulu sebersih mungkin dan mencoba mengempeskan bengkak di matanya, takut-takut jika Sehun melihatnya. Ia tidak mau membuat suaminya banyak pikiran.
Setelah selesai mandi, Luhan turun menuju dapur untuk menyiapkan makanan seperti biasa. Namun ia menemukan suaminya tertidur di sofa dan membuat rasa takut menghinggapi perasaannya.
'Apakah dia mabuk lagi?' tanyanya dalam hati melihat Sehun yang tertidur dengan mulut terbuka. Sangat jelas terlihat bahwa suaminya kelelahan dan menyebabkannya tidur seperti itu.
Luhan mendekati Sehun. Ia hampir menyentuh pipi sang suami dan membangunkannya namun dengan cepat menarik kembali tangannya. Ia takut salah lagi jika membangunkan tidur tenang suaminya.
Alhasil ia hanya mendekatkan bibirnya ke wajah suaminya dan mengendus bau nafas Sehun. "Syukurlah.." Lalu bernafas lega karena tidak ada bau alkohol dari sana.
Luhan sangat lega bahwa suaminya tidak mabuk. Sekilas ia mencium kening suaminya sebelum menuju dapur dan menunggu Sehun bangun sendiri.
Pukul 9, Sehun baru bangun. Dia melihat Luhan sedang menonton televisi tepat di depannya. Melihat tubuh istrinya yang kecil, Sehun tersenyum begitu saja.
Dari belakang ia mengagumi bahwa sosok istrinya sangatlah cantik, apalagi dari depan. Birahi Sehun bergejolak, ia ingin mendapatkan apa yang sudah menjadi haknya atas Luhan.
Hari ini juga dia ingin sekali bercinta dengan istrinya. Namun jika mengingat kembali bahwa anak bungsu mereka masih belum ditemukan, Sehun segera menepis jauh-jauh perasaan itu.
Berikutnya Sehun melihat Luhan berdiri dan perlahan berjalan menuju keluar menggenggam kunci mobil.
"Kau mau kemana?" Refleks, Sehun bertanya pada istrinya yang tidak tahu bahwa suaminya telah bangun.
Luhan hanya menoleh sebentar. "Kau sudah bangun? Aku sudah siapkan makanan untukmu di meja makan." Ucapnya kemudian berjalan lagi.
Sehun mengikuti langkah istrinya, ia berfikir bahwa Luhan masih marah padanya soal Kris kemarin. Bukannya memakan masakan yang sudah disiapkan Luhan untuknya, ia malah mengikuti istrinya keluar dari rumah dan menuju ke mobil dengan penampilan kusut, belum mandi dan belum sikat gigi tetapi tetap tampan.
Luhan yang mengemudi selama perjalanan. Sehun tidak tau mereka akan kemana karena istrinya tidak bersuara sama sekali selama perjalanan. Pasangan suami-istri itu saling diam hingga sampai ke tempat tujuan.
Rumah Jongin.
Tempat itulah yang menjadi tujuan Luhan. Ibu dua anak itu datang kesana untuk menjemput Baejin yang kemarin pamit akan menginap melalui ponsel.
Jongin yang tidak memakai baju atasan, hanya bertelanjang dada dan menggunakan celana piamanya membukakan pintu. Luhan memerah karena kaget melihat tampang Jongin yang super hot.
Saat Sehun melihat sosok Jongin, sama seperti sang istri, matanya hampir keluar. Namun dengan cepat pria itu maju dan menutupi pandangan Luhan dengan punggungnya.
Sehun tidak mau istrinya melihat sosok lelaki lain bertelanjang dada selain dirinya.
"KIM JONGIN! PAKAI BAJUMU!" seru Sehun mendorong Jongin masuk ke rumahnya sendiri.
Luhan mengekor di belakangnya, melihat Kyungsoo yang mengenakan piama turun dengan tergesa-gesa, sangat jelas kelihatan dari penampilannya bahwa keduanya habis melakukan hubungan badan semalam.
"Tidak takut ketahuan anak-anak?" tanya Luhan mencibir.
"Kan mereka di rumah lo." Jawab Kyungsoo enteng. Ia melangkah ke sofa yang sekarang diduduki oleh suaminya yang telah memakai baju atasan. Meletakkan pahanya di atas pangkuan Jongin dan mengecup bibir suaminya sekilas.
"Gross.." komentar Sehun
"Bilang saja iri." Balas Jongin.
Luhan masih terdiam, ia berfikir tentang perkataan Kyungsoo kalau anak-anak ada di rumahnya. "Kyungsoo, maksud lo apa? Anak-anak di rumah gue?"
Kyungsoo memutar bola matanya malas. "Luhan jangan becanda deh. Jihoon, Baejin sama Daehwi kemarin pamit mau nginep di rumah Baejin buat ngerjain tugas deadline." Ujarnya.
Sehun yang mendengar perkataan ngawur Kyungsoo langsung kaget. Ia bahkan hampir memekik. "Tugas deadline?! Jangan bercanda! Orang Baejin di scors 4 hari. Yang ada anak gue nginep di rumah lo." Semburnya.
Sama seperti ekspresi Luhan, Jongin langsung kaget dengan ucapan Sehun yang menurutnya juga ngawur. "Diskors tiga hari? Kok bisa? Anak lo kesini sama Daehwi mereka pamit buat nginep ke rumah lo. Istri gue ngomong apa adanya, jangan bercanda ini gak lucu nyet."
"Empat hari jong." Luhan membenarkan.
Jongin dan Sehun mulai panik. Mereka tidak mau berkelahi untuk menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah di depan istri masing-masing.
Kyungsoo sudah mengurut keningnya cemas. "Ya tuhan.. anakku kemana.." lirihnya. Sama halnya dengan Luhan yang langsung menunduk diam seribu bahasa.
"Bagus. Kita dibohongin anak kita sendiri." Sehun mengambil kesimpulan dan menatap Jongin tajam.
"Coba cari ke rumah Junmyeon hyung, siapa tau kesana." Usul Jongin cepat, keduanya pun langsung bergerak dan beranjak keluar.
Jongin mencium bibir Kyungsoo sekilas dan sebelum keluar mendahului Sehun, pamit pada istrinya untuk menjaga rumah dan Luhan. Namun Sehun, bukannya mencium sang istri, ia melewati Luhan sambil berkata.
"Lihatlah, sekarang kita kehilangan dua-duanya sekaligus."
(different setting of time: on Haowen's birthday)
Haowen, anak kecil berumur sepuluh tahun itu tidak tahu harus berbuat apa. Tidak tahu harus kemana. Ia kehilangan arah dan tujuan hidup ketika mengetahui bahwa Luhan bukan ibunya.
Malam sebelum Sehun mengucapkan ulang tahun untuknya melalui video call, malam sebelum Luhan dan kakaknya memberikannya kejutan tengah malam, Haowen telah menghubungi Park Taehyung dan menceritakan apa yang dia rasakan walaupun tidak semuanya.
"Tante Irene itu rumahnya Cuma setengah jam dari rumahku. Kamu beneran mau kesini?" Park Taehyung, putra sulung sahabat ayahnya, Park Chanyeol bertanya setelah Haowen meminta bantuannya.
Keduanya memang akrab sejak dulu walaupun Taehyung termasuk orang yang pemilih dalam pertemanan. Ia hanya mau berteman dengan Haowen dan Guan Lin. Jika dengan Jihoon dan Baejin ia akan berfikir dua kali.
"Iya hyung, aku pengen banget ketemu sama tante Irene. Bantuin aku please aku gak tau jalan ke Busan gak tau harus naik apa. Aku juga gak punya uang. Tapi jangan bilang-bilang sama ayah bundaku. Aku mau kabur soalnya.." celoteh Haowen jujur, ia tidak bisa menutup diri jika sudah berbicara dengan Taehyung.
"Ya udah aku sama pacarku jemput kamu di Seoul besok. Kita ketemu dimana?"
"Jangan besok hyung. Aku pengen cepet-cepet pergi ke Busan dan ketemu sama Irene itu. Aku juga mau nanya sama aunt Baekhyun soal tante Irene. Aku mau korek semua tentang ayahku sama dia kak."
"Ya udah berarti nanti siang aku jemput kamu di Seoul kalo gak mau ketauan ayah bunda kamu atau uncle-uncle ngerepotin itu. Kita ketemu di luar. Gini aja, aku nunggu kamu di deket mall nanti siang."
"Makasih Tae Hyung aku sayang kamu."
"Iya Haowen, kamu hati-hati jangan sampai ketahuan."
Haowen yang memang sudah merencanakan hal itu segera menggunakan kesempatan pulang sekolahnya untuk kabur. Ia sudah tau bahwa Luhan pasti akan mengajaknya berbelanja, maka dari itu si bungsu keluarga Oh harus memanfaatkan kesempatan satu-satunya sebaik mungkin.
Ketika Luhan memilihkan pakaian baru untuk Haowen, anak itu langsung berlari super cepat keluar dari mall. Di depan, Taehyung dan juga pacarnya, Jungkook sudah menunggu di dalam mobil.
Taehyung memang anak yang bandel, suka cari masalah dengan Chanyeol, papinya. Kadang bertengkar hingga kabur dari rumah dan membuat keduanya cemas. Namun selalu meninggalkan pesan rahasia pada adiknya Jesper yang memang seumuran dengan Haowen untuk menjelaskan kepada orang tuanya kemana dia kabur.
Chanyeol dan Baekhyun sendiri sibuk di Busan. Selain karena sekarang Chanyeol adalah seorang produser musik penerus dari Lee Soo Man, Baekhyun juga adalah pemilik salah satu perusahaan fashion ternama di Busan dan memegang saham besar disana.
Seperti yang seluruh dunia tau, Busan adalah salah satu kota tersibuk di dunia. Saking sibuknya, bahkan Taehyung yang masih di bawah umur pernah bermain casino dan gambling disana tanpa sepengetahuan dari papinya.
Jadi, Taehyung memutuskan untuk menjemput Haowen saja daripada harus meresikokan nyawa dan keselamatan anak sekecil itu untuk berangkat ke Busan sendirian.
"Hai Tae Hyung! Jungkook Hyung!" sapa Haowen ceria. Pasangan kekasih itu menyambutnya dengan suka cita.
"Jangan lupa pasang sabuk pengaman, Haowen. Kita akan melakukan perjalanan membosankan selama 4 jam menuju Busan." Suruh Taehyung yang kemudian memakai kacamata hitamnya, karena mobil miliknya adalah Jeep terbuka.
Jungkook yang duduk di samping Taehyung memberikan snapback yang dipakainya dan juga kacamata hitam lainnya yang ada di mobil pada Haowen. "Are you ready Haowen?"
Haowen memakai snapbacknya dan kacamata hitam dari Jungkook. "I'M READY!" serunya semangat.
Taehyung menginjak gas kencang meninggalkan Seoul.
"Tunggu saja mama Irene.. aku akan segera datang.."
x
o
x
o
lanjut tidak yaaa...
