Precious
HUNHAN/WINKDEEP
FAMILY
bagian 18
Sehun, agen M dan agen K2 segera berangkat menggunakan mobil yang telah disiapkan khusus untuk agen. Kecepatan yang mengalahkan angin tak tanggung-tanggung melewati jalanan yang ramai dengan keahlian tak diragukan dari agen M ketika menyetir, bahkan pria itu masih dengan tenang memainkan tab yang dipegang agen K2 dengan tangan satunya sembari menyetir.
Mobil lamborgini hitam yang sudah dimodifikasi dan dilengkapi terknologi dan persenjataan lengkap tersebut membawa serta Jongin, Sehun, Luhan dan tentu saja Park Jackson di dalamnya.
Ketika akan berangkat tadi, Jihoon sempat bersikeras ingin ikut namun Jongin melarangnya mati-matian. Alhasil anaknya menangis tersedu seraya memohon pada ayahnya.
"Tolong pa.. tolong bawa Baejin pulang dengan selamat. Aku tidak ingin sesuatu yang terburuk menimpanya."
Jongin tersenyum dan berjanji akan menepati janjinya pada anak satu-satunya apapun resikonya. Mereka, Jongin, Luhan, Sehun dan kedua agen yang memang sudah mengenal Sehun tersebut akhirnya berangkat secepatnya meninggalkan Junmyeon dan Chanyeol untuk menjaga anak-anak di dalam rumah.
"Sehun, bisakah kau jelaskan siapa dua agen di depanku ini? Pria itu menyetir lebih buruk darimu." Ujar Jongin, tangannya memegang erat tepian mobil dan menunjuk ke arah agen M.
"Tuan Kim, kencangkan saja sabuk pengamanmu sebelum kita kehilangan kesempatan kita." Suruh agen M dengan suara yang mencekam dan membuat Jongin menegak ludah.
"Maaf tuan Kim tapi sepertinya yang bisa menjelaskan tentang siapa kami dan kenapa kami ada disini adalah teman anda sendiri, yaitu tuan Oh." Ucap agen K2 yang duduk di samping seat kemudi.
Jongin menatap Sehun yang duduk memangku Jackson dengan penuh tanya. Pria itu tak menghiraukan istrinya yang juga menatapnya karena duduknya yang berdampingan dengan Jongin. Sama sekali, ia sama sekali tidak mau membuka mulut untuk saat ini.
Yang bisa Sehun lakukan adalah melihat screen tab yang dipegang oleh Jackson, melihat titik merah yang tidak bergerak dan terus berkedip disitu.
Mereka semua dengan cepat turun dari mobil, berlari sekuat yang mereka bisa. Terutama agen K2 dan agen M yang sudah bergerak lebih dulu di garis depan, dengan Jackson yang berada di punggung agen K2 meminta gendong, sedangkan Luhan dan Jongin berlari paling belakang.
Semakin dekat mereka melihat kapal besar mulai bergerak menjauhi pelabuhan. Agen K2 dan agen M bersiap untuk melompat ke laut, berenang dan masuk ke dalam kapal, tetapi ketika mereka melihat sisi kiri bawah kapal terbuka, keduanya menghentikan ancang-ancang mereka.
Detik berikutnya keluarlah Baejin dan Taehyung yang masih terikat dari sisi tersebut. Mereka terguling jatuh ke laut biru dalam waktu seper sekian detik. "JINYOUNG!!" Seru Sehun ketika ia menyadari bahwa itu adalah anaknya dan anak Chanyeol.
Ia tidak bisa langsung menuju kesana karena jarak yang lumayan jauh. Jika berenang untuk menyelamatkannya sama saja dengan bunuh diri. Agen M mendecih, ia menyuruh agen K2 untuk mencari boat.
"MINGYU! DISANA!" Seru agen K2 ketika melihat beberapa jajaran boat yang disewakan terambang di atas air. Kedua agen itu bersama dengan Jongin yang ditarik oleh agen K2 yang sudah menurunkan Jackson dari gendongannya langsung berlari dan menaikinya membawanya ke arah Sehun dan Luhan yang menunggu dengan cemas. Butuh waktu lama untuk menuju boat yang juga cukup jauh. Ketiganya berlari secepat yang mereka bisa. Luhan sebenarnya ingin menyusul ketiganya berlari tapi Sehun segera mencengkeram tangan istrinya dan menggelengkan kepalanya pelan. Menatap tajam Luhan untuk tidak bertindak gegabah.
Agen M sampai pertama kali. "Luhan, jump!"
Tanpa ragu, Luhan melompat ke boat yang dikendarai oleh agen M dan langsung memeluk tubuhnya erat karena kecepatan boat yang langsung menikung tajam mengejar kapal besar. Hatinya tak karuan membayangkan anaknya yang sekarang sudah berada di bawah air dengan tubuh terikat.
Berikutnya agen K2 yang menyusul dan mengkode Sehun untuk mengikuti apa yang Luhan lakukan. Pria itu kemudian melompat dan dengan cepat menuju ke titik dimana Baejin dan Taehyung tenggelam.
Jongin yang terakhir, ia lebih memilih berhenti di depan Jackson dan menunggu anak itu membonceng di belakangnya karena tidak mau mengambil resiko untuk menyuruhnya melompat sama seperti yang dilakukan Luhan dan Sehun sebelumnya.
Jackson dengan tenang dan tanpa rasa takut membonceng di belakang Jongin. Ketika mereka menuju ke sisi yang sama dengan yang agen M dan agen K2 tuju, Jackson menyuruh Jongin untuk menuju ke sisi jangkar yang belum sepenuhnya terangkat.
"Uncle Jongin, ku harap kau tidak keberatan ketika kau memanjat dan harus menggendongku di punggungmu seperti koala." Ucap Jackson.
Jongin langsung paham apa yang diinginkan Jackson, ia harus memanjat jangkar dan kemudian merangkak menyusup ke alam kapal ketika yang lain berada di sisi lain kapal.
"Tidak masalah Jackson, uncle suka koala juga selain penguin." Jawabnya tidak bisa dicerna oleh Jackson. Yang ada malah membuat anak itu mengernyit heran.
Jongin hampir mendekati jangkar, ia agak takut untuk merapatkan boatnya ke sisi kapal. "Uncle, kau punya janji pada kak Jihoon untuk membawa Baejin kembali. Jangan ragu-ragu." Dan ucapan Jackson barusan berhasil membangkitkan semangat dan rasa tak gentar ayah satu anak itu.
Jongin merapat, tak peduli betisnya hampir terjepit kapal besar dan boatnya sendiri. Dengan sekali ancang-ancang ia melompat dan bergantungan erat memegang rantai jangkar yang naik pelan-pelan dan seketika turun kembali karena menahan bebannya.
"ARGH!" umpat Jongin yang genggamannya hampir terlepas. Ia memanjat sekuat yang ia bisa dengan Jackson yang masih tetap berada di punggungnya.
Dirasakannya tangannya mengapal dan hampir berdarah karena besi jangkar licin penuh lumut dan kotoran yang ia panjat. Namun dengan penuh perjuangan akhirnya Jongin dan Jackson berhasil memanjat dan sampai di kapal. Permukaannya sepi dan tak melihat ada tanda-tanda Mingyu alias agen M disana.
Jongin menoleh ke kanan dan ke kiri. Ia bingung harus kemana untuk mencari Mingyu. "Jackson, yang mana?!" tanya nya panik.
Jackson menunjuk ke arah kiri, membuat Jongin langsung berlari menuju ruangan tersebut. Namun sungguh sial. Yang ada di hadapannya kini adalah agen L yang sudah siap dengan tangan kosong untuk menghadapi Jongin.
"Celaka."
Sehun langsung melompat ke dalam air, dengan disusul oleh agen M setelahnya. Ia membiarkan Luhan mengambil alih kemudi boat, sedangkan agen K2, dia mengeluarkan alat dari sepatunya, sesuatu yang bisa memanjang dengan tombak di ujungnya.
Agen K2 menembakkan alat tersebut pada sisi kapal tempat keluarnya Baejin dan Taehyung tadi yang hampir menutup. Ujung tombak berhasil mengunci pada sisi dalam kapal menyiapkan agen K2 untuk segera masuk sebelum pintu benar-benar menutup. "Luhan peluk aku." Perintah agen K2.
"Bagaimana dengan Baejin kita harus selamatkan dia dulu!" Tolak Luhan mentah-mentah. Matanya melotot pada Johny alias agen K2 yang memaksanya.
Agen K2 mendecih dan menghela nafas, keadaan sudah darurat dan Luhan sangat panik. Istri dari Oh Sehun itu bukanlah agen, maka dia harus menjelaskan strategy nya secara sabar namun cepat dan jelas agar tidak kehilangan banyak waktu sebelum pintu masuk akses utama kapal tertutup rapat.
"Lu, suamimu sudah tau apa yang harus dilakukannya. Aku dan Mingyu disini hanya membantu. Jika kita tidak segera naik, pintu akan tertutup dan kita akan kehilangan jejak Haowen."
Tanpa ragu Luhan melingkarkan kedua tangannya pada leher agen K2. Keduanya pun tertarik ke dalam sisi kapal yang 30 % terbuka. Setelah agen K2 dan Luhan berhasil masuk ke dalam, ia segera berlari seraya menyibakkan poninya yang basah ke belakang.
Agen K2 menyadari bahwa mereka berada di dalam sel. Sel itu adalah sel tempat dimana Baejin dan Taehyung disekap tadi. Ia mengeluarkan alat lainnya yang berbentuk seperti mouse sekarang, meletakkannya pada sisi pintu sel. Beberapa detik kemudian alat itu meledak dan merusak kunci pintu sel.
Dengan cepat agen K2 mencari tombol merah yang memang sudah sangat ia kenali sebagai tombol pengendali. "Ketemu." Ucapnya ketika menemukan tiang dimana berada tombol tersebut.
"DENGAN KEKUATAN BULAN!" Agen K2 merapalkan mantra kemudian menekan tombol tersebut. Sisi kapal, yaitu sisi yang tadi ia masuki kembali terbuka penuh-penuh agar agen M dan Sehun yang kini tengah menyelamatkan Baejin dan Taehyung bisa naik ke atas.
Sehun dan agen M masih menyelam sedalam yang mereka bisa mengejar Baejin dan Taehyung yang semakin jauh ke dasar. Agen M fokus mengejar Taehyung sedangkan Sehun, ia fokus pada anaknya sendiri yang terjatuh lebih dalam daripada Taehyung. Apapun akan dia lakukan walaupun harus mati asalkan anaknya selamat.
Baejin sudah tidak tahan lagi. Kepalanya serasa mau pecah karena kekurangan pasukan oksigen. Ia menarik nafas kuat-kuat, membuka mulutnya, yang ada malah air dengan volume tak terhingga itu masuk ke dalam hidung dan mulut yang terbuka tersebut, mengalir membuatnya tak bisa merasakan detak jantungnya. Baejin tidak bisa bergerak, dadanya mendingin karena air yang terus masuk ke dalam paru-parunya.
Sebelum ia benar-benar kehilangan kesadarannya, yang dilihatnya adalah wajah Sehun, sang papa yang menyelam dengan kedua tangan terjulur mencoba meraih tubuh Baejin untuk menyelamatkannya.
"Ayah.."
Detik berikutnya, pengelihatan Baejin berubah hitam.
