Precious

HUNHAN/WINKDEEP

FAMILY

YAOI

bagian 19

.

Agen M dan Sehun berhasil meraih Baejin dan Taehyung. Anak sulung Park Chanyeol itu kini terbatuk-batuk ketika agen M berhasil membawanya ke permukaan.

"Syukurlah." Ucap agen M lega. Ia meletakkan Taehyung ke atas boat, melepaskan ikatan pada tangan dan kakinya. "Kau tidak terluka?"

Taehyung menggeleng pelan, setelahnya agen M merangkak naik ke atas boat, dia mengeluarkan dua alat yang sama persis seperti yang digunakan agen K2 tadi.

Yang ditunggu-tunggu akhirnya berhasil berenang ke permukaan. Sehun dengan Baejin yang sudah tak sadarkan diri di punggungnya. "Dia menghirup banyak air." Seru Sehun pada agen M seraya meletakkan anaknya ke atas boat dan kemudian disusul oleh dirinya.

"Sehun hyung!" Panggil Agen M yang mengetahui kalau Baejin pingsan. Ia melemparkan alat tadi pada Sehun dan berhasil ditangkap sigap hanya dengan satu tangan.

"Kau masih bisa menggunakannya kan?" tanya agen M.

Sehun tersenyum remeh. "Aku belum sepikun itu, agen M."

Agen M tersenyum mendengarnya. "Lakukan tugasmu, agen K1."

Dan dengan itu agen M memapah Taehyung menyusul agen K2 dan Luhan yang sudah berada di dalam kapal. Sehun dengan perasaan cemas dan takut menyusul setelah agen M.

Sampai di atas, Baejin segera dibaringkan. Tali yang mengikat kaki tangannya dilepaskan. Luhan sudah sangat cemas dengan kondisi anak laki-lakinya, ia ingin menolong dan mendekati Baejin namun suaminya melarang. "Kau carilah Haowen di kapal ini." Suruhnya dengan penuh harap.

Luhan mengangguk dan berlari ke satu-satunya pintu keluar yang menuju ke permukaan kapal. Agen K2 mengikuti dari belakang untuk menjaganya. Belum sempat keduanya meninggalkan ruang bawah tanah, 6 anak buah kapal Irene menghadang keduanya dengan menggunakan senjata tajam.

"Luhan, berlindung di belakangku."

Luhan menuruti apa yang disuruh agen K2. Agen tersebut menghadapi keenam pria besar di depannya dengan tangan kosong, hanya berbekal satu alat seperti garpu yang dibawa di tangan kanannya.

Sehun yang melihat istrinya dalam bahaya dari kejauhan bertambah cemas. Pikirannya kalut sambil berusaha membangunkan anak sulungnya yang masih tak sadarkan diri. Mingyu yang melihat rekannya dalam kesulitan segera menolong agen K2. Keduanya pun membereskan keenam pria awam anak buah kapal Irene yang untungnya tanpa senjata. Keenamnya lumpuh seketika dengan pukulan2 dari Mingyu, Johny dan Luhan yang menyumbang beberapa tendangan dan kemudian berlari bersama Johny menuju lantai atas kapal.

Setelah istrinya pergi, Sehun dengan segera melakukan nafas buatan untuk anak laki-lakinya. Ia memencet hidung Baejin dan membuka mulut anaknya hingga berbentuk seperti mulut ikan. Mulut mereka kini saling menaut, berkali-kali Sehun meniupnya agar anaknya bernafas kembali.

Berulang-ulang Sehun melakukan hal itu seraya menekan-nekan dada Baejin agar air yang mengisi dadanya keluar. "Come on Baejin! Come on!" Peluh bercampur air laut menetes dari pelipis Sehun.

"Come on son! Hiduplah untuk ayah!" Sehun hampir menangis karena anaknya tak menunjukkan respon. "Jinyoung bangunlah!"

Namun tubuh dingin itu tetap terdiam dan tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

"Baejin.." Lirih Taehyung yang kehilangan harapan pada Baejin.

"FUCK! FUCK! FUCK!" Sehun meraung. Ia memukuli lantai dengan kepalan tangannya hingga pori-pori kulitnya mengeluarkan darah yang menyelimuti kepalan itu.

"Hentikan Sehun hyung." Agen M yang sudah berdiri di belakangnya dengan nafas terengah engah hanya bisa memperingatkan, karena dia takkan bisa mengembalikan apa yang sudah Tuhan ambil walaupun dia adalah agen hebat sekalipun.

Sehun berhenti. Kedua tangannya meraih tubuh sang anak ke dalam dekapannya. Sehun memeluk erat tubuh Jinyoung yang dingin. Air mata yang menggenangi matanya tidak ia biarkan keluar membasahi pipinya.

"Ayah menyayangimu Jinyoung.. maafkan ayah selama ini tidak selalu ada di sampingmu.." Lelaki itu berkali-kali menciumi kening dan bahkan hidung anaknya. Pelukannya semakin erat menghangatkan tubuh dingin itu. Pipinya menempel pada hidung Jinyoung dengan tubuhnya yang bergetar karena kesedihan yang tak terdefinisikan.

"Sehun hyung, kita harus segera mencari Haowen." Agen M mendekat dan menyentuh bahu Sehun. Namun seolah tak mau beranjak dari tempat itu, Sehun tetap diam memeluk tubuh anaknya.

Taehyung menangis dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan. "Seandainya aku tidak mengajaknya ke tempat Irene.. dia tidak akan mati.." tangisannya semakin menjadi hingga bahunya naik turun.

Agen M yang melihat hal itu langsung mendekatinya dan berjongkok di depan anak berumur 15 tahun tersebut. "Itu bukan salahmu, itu kesalahan kami Taehyung. Aku dan agen K2 seharusnya bisa menyelamatkan kalian. Kau tidak bersalah."

Teehyung menunduk dalam-dalam, agen M hanya bisa berlutut menenangkan tangisan anak sulung Park Chanyeol tersebut.

"Uhuk! Uhuk!"

"Jinyoung!"

Mukjizat tuhan, suara batuk tadi berasal dari Baejin yang masih dalam dekapan ayahnya. "Ay..ah?" Suara anaknya yang sangat lemah mulai terdengar.

Sehun menatap wajah anaknya yang berada dalam dekapannya. Ia tersenyum dengan sebulir air mata jatuh menetesi pipi anaknya.

"A..yah me..nang..is.." Baejin mencoba meraih wajah ayahnya dengan tangannya, namun dengan sigap Sehun memegangnya dan membawanya ke depan mulutnya. Ia menciumi tangan Jinyoung.

"Jangan bicara lagi nak. Ayah ada disini, ayah tidak akan kemana-mana lagi. Ayah akan melindungimu." Ucap Sehun dan kemudian memeluk anaknya lagi. Lebih erat dari sebelumnya.

Agen M dan Taehyung yang melihat hal tersebut tersenyum bahagia. Bahkan Taehyung sampai menangis merasakan kehangatan ayah dan anak tersebut.

"Baiklah Sehun hyung, maaf harus merusak reuni keluarga ini. Tapi kita masih punya misi lain yang harus diselesaikan." Agen M menyibakkan poni basahnya yang menutupi matanya ke belakang.

Sehun mendudukkan anaknya sebelum berdiri mendekati agen M. "Kau disini saja, tidak perlu kemana-mana. Tetap diam disini." Ia kemudian berjalan menuju agen M dan meninggalkan Baejin yang sudah mengangguki amanat ayahnya.

"Taehyung, aku tau kau kakak dari Jackson. Aku yakin kemampuanmu juga tak kalah hebat dengannya. Sekarang aku titip Baejin padamu, jaga dia." Sehun memegang bahu Taehyung dan mempercayakan anaknya pada gadis itu.

Taehyung yang mendapat amanat langsung dari Sehun langsung berbinar. Perasaan bahagia menjalari pikirannya. Akhirnya ada orang yang menganggap kemampuannya.

Agen M menyerahkan sebuah pistol pada Taehyung sebelum anak itu menjawab perkataan Sehun. "Gunakan ini jika kalian dalam bahaya. Kapal ini sangat luas dan hanya Jackson yang tau denahnya."

Taehyung menoleh dan menerima pistol itu tak gentar. Ia merasa kembali terisi. Merasa dibutuhkan dan yang paling penting, akhirnya dia tidak merasa terbuang lagi.

"Baik uncle Sehun, agen M. Serahkan saja padaku." Taehyung mengangguk mantap dengan agen M dan Sehun yang berlari meninggalkan kedua anak itu.

Jackson melompat turun dari punggung Jongin dan berlari ke arah sebaliknya menjauhi pria satu anak yang akan berduel dengan agen L tersebut.'Bagus, pergilah Jackson, aku tidak akan membiarkanmu terluka.' Agen L yang melihat Jackson menjauh berusaha mengejar namun Jongin denga sigap mencegahnya, kini ia memasang posisi yang sama seperti agen L tadi dan siap menyelesaikan pertarungan mereka.

"Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi, Seulgi." Ucap Jongin sedikit gemetar, ada rasa sedih tak kentara di dalam ucapannya.

"Yeah, bisa disebut reuni. Tapi kau sama sekali tidak tau apa-apa tentangku." Agen L menggerakkan kakinya untuk menendang pipi kanan Jongin, namun berhasil ditangkis oleh pria itu memegangi kaki sang wanita dengan kedua tangan.

"Aku tau tentangmu. Dulu kau sangat mencintai Sehun." ucapnya menusuk.

Agen L mendecih tak menjawab, ia kemudian memutar tubuhnya. Kaki kirinya masih tertahan oleh Jongin, alhasil tubuhnya berputar di udara dan berhasil melayangkan kaki kanannya mengenai wajah Jongin telak, membuat lelaki itu terpental karena telat menangkis tendangan hebat tersebut.

"Kau tidak tau apa-apa tentang aku dan Sehun." Desis agen L tajam, ia kemudian kembali menyerang Jongin yang masih terbaring, mengangkat kaos yang dipakai pria itu untuk berdiri menghadapinya.

Pantatnya menduduki perut Jongin dengan tangan kanan dan kirinya yang mengepal terus menghajar suami Kyungsoo itu. Jongin terus melindungi wajahnya dengan kedua siku.

Bruak!

Agen L terpental ke belakang karena tarikan seseorang dari arah belakangnya. Orang pertama sudah dengan siap menghadapi agen L dengan posisi siap.

"Apa yang kau lakukan disini Mingyu?! Dasar pengganggu!" Geram agen L pada orang yang menariknya tadi.

Jongin yang terbaring di lantai segera diamankan oleh Sehun. "Kau tidak papa Jong?" cemasnya yang dibalas anggukan pelan oleh Jongin.

Ketika agen M bersiap untuk menghadapi agen L, Sehun yang sudah mengamankan Jongin ke pojok ruangan mendekatinya dan mencengkeram bahunya.

Agen M menoleh ke arah Sehun di sampingnya dengan tatapan 'apa maksudmu'. Sehun tidak menatap balik namun ia maju berada di depan Mingyu, berhadapan langsung dengan agen L.

"Biar aku yang menghadapinya. Walau bagaimanapun, akulah yang membuat mantan kekasihku jadi seperti ini."

Duel sengit antara Sehun dan agen L pun tak terelakan lagi.

X

O

X

O

Review?