Precious

HUNHAN/WINKDEEP

Family Yaoi Fanfic

Part 20

"Aku tidak pernah mengakuimu sebagai mantan kekasihku, Oh Sehun." Desis agen L, tangannya maju mencoba memukul Sehun namun berhasil ditangkis dan kemudian kakinya mencoba menendang dari sisi lain, dengan cepat Sehun melompat menjauh darinya.

"Kemampuan berkelahimu masih seperti dulu." Agen L tersenyum remeh, membuat Sehun menyeringai. "Tapi yang namanya mantan agen takkan pernah sekuat itu."

Sehun memasang posisi siaga menerima serangan berikutnya dari agen L, firasatnya memburuk.

"Aku berkembang jauh lebih pesat darimu!" Geram agen L kemudian menyerang Sehun bertubi, kaki tangannya bergerak mencoba merobohkan Sehun.

Gerakannya cepat tak bisa dihindari, ketika Sehun mencoba menghindari pukulan dari tangannya, agen L berhasil menendang perut Sehun. Saat tendangan dari agen L hampir mencapai wajah Sehun dan membuatnya menyilangkan kedua tangannya, yang ada lutut agen L sudah bersarang di perutnya, kemudian menendangnya hingga pria itu terhempas ke tembok. Kepalanya membentur tembok tersebut hingga mengeluarkan darah.

Agen M segera maju dan bersiap menyerang agen L. "Tidak ku sangka aku akan berhadapan dengan seniorku." Ucapnya yang sudah memasang kuda-kuda.

"Aku tidak lagi bekerja untuk agen CL bodoh itu. Sekarang aku berjalan di jalanku sendiri, tak ada yang bisa memerintahku." Agen L mengeluarkan pisau kecil dari sakunya.

"Kau sudah dibodohi oleh Irene, agen L."

"Kau salah, yang membodohi kami berdua adalah pria itu!" Agen L mencoba menyerang Sehun yang masih berusaha berdiri karena serangannya tadi.

Ia mulai melangkah menerjang Sehun dengan memajukan pisaunya. Agen M mencoba mencegahnya namun dengan sekali tendang, lelaki berambut hitam dan mata tajam itu terpental.

Sehun yang masih belum bersiap, menghindarinya terlambat. Pisau itu berhasil menggores pipinya hingga membuat darah keluar dari sana. "Sial!" umpatnya.

Ia berguling dan bergabung dengan agen M. Kini keduanya bersiap menghadapi agen L yang hanya seorang diri.

"Kalian tidak punya malu? Dua lawan satu? Aku wanita loh." Ejeknya dengan tampang penuh percaya diri.

Agen M mendecih. "Walau bagaimanapun kau adalah seniorku. Masih perlu 10 tahun untukku menyamai kekuatanmu Seulgi eonni."

"Aku bukan seniormu lagi. Sama seperti pria di sampingmu. Dia adalah penghianat." Agen L menunjuk ke arah Sehun.

"Aku bukan penghianat. Aku berhenti menjadi agen demi anak-anakku. Aku tak mau membahayakan nyawa mereka." Balasnya seraya tangannya mengusap darah yang mengalir di pipinya.

"Omong kosong." Agen L maju lagi. Sasarannya adalah Sehun, ia mengarahkan pisau kecil itu ke perut Sehun.

"Aaaarrrgh!" Namun tiba-tiba saja tubuhnya menjadi kaku dan bergetar hebat sampai-sampai menjatuhkan pisau kecil yang digenggamnya. Agen M langsung menendang pisau itu menjauh dari agen L.

Perempuan itu menoleh pelan ke arah belakang. "K—kau.." desisnya marah dengan mata melotot ketika melihat Kim Jongin menusuknya dengan sebuah alat berbentuk seperti garpu mengeluarkan sengatan listrik untuk melumpuhkan tubuh agen wanita tersebut.

"Untung saja Jackson meninggalkan alat ini untukku." Ucap Jongin sambil menyeringai menatap wajah agen L walaupun wajahnya sudah babak belur tak berbentuk karena pukulan-pukulan perempuan itu padanya tadi.

Tanpa menunggu lama, agen L berhasil dilumpuhkan. Perempuan itu tak bisa bergerak sekarang. Ia terjatuh dengan posisi tengkurap di depan Sehun dan agen M.

Dengan tanggap, agen M segera mencari tali untuk mengikat agen L. Setelah menemukan tali di pojok ruangan, agen tersebut mengikat kaki tangan agen L secara cepat tanpa memberinya celah untuk bergerak.

"Katakan kenapa kau membela mafia gila ini Seulgi?" Agen M memulai intropeksinya pada agen L yang sudah terikat kuat.

"Irene bukan mafia gila. Dia hanya ingin membalaskan dendam pada Luhan yang sudah merebut suami dan anaknya."

Sehun tercekat. "Aku tidak pernah menikah dengan Irene. Tidak akan pernah." Ucapnya tajam.

"Kau tau Sehun? Perasaan perempuan sangatlah rapuh. Dulu Irene tidak begini, ketika dia melihatmu tiba-tiba saja menikah dengan Luhan, dia mulai gila."

"Dan menjadi mafia penjual anak secara ilegal? Kenapa kau lakukan ini Seulgi? Kau sudah melakukan hal yang salah. Anak-anak bukan barang dagangan." Agen M masuk dalam pembicaraan.

Jongin yang mendengar semua pembicaraan mereka hanya diam tanpa bisa melakukan apapun. Ia terkejut dan kaget dengan semua yang agen L, M dan Sehun sedang bicarakan.

"Kau salah. Irene hanya menjual anak-anak yang tidak mempunyai orang tua agar mereka terlepas dari penderitaan. Mereka akan memiliki kehidupan yang layak dengan orang tua yang membeli mereka. Dan uang yang diterima oleh Irene digunakan untuk membangun taman bermain untuk anak-anak. Sekolah untuk anak-anak. Semua yang dilakukannya untuk anak-anak. Bahkan ia tidak menikah hanya karena hal itu.

Irene masih sangat mencintaimu Sehun. Kau pergi dengan anak kalian yang kau akui sebagai anak Luhan. Seenaknya saja menghamili wanita lain dan kemudian mengasuhnya bersama Luhan. Dasar baji—"

"Kau salah Seulgi. Kau salah besar. Aku berhenti menjadi agen. Aku menghilang dari kehidupan mu menghilang dari kehidupan Mingyu, Johny, dan agen CL hanya demi melindungi anak-anakku.

Kau tidak tau apa-apa tentangku Seulgi, jadi ku mohon mengertilah. Irene bukan orang yang selama ini kau kira." Sehun memegang kedua bahu agen L yang terduduk dan memandang iris coklat gelap itu.

Perasaan rindu menjalari perasaannya, mata Sehun memang selalu meneduhkan jika ditatap.

"Seulgi eonni, aku harus meluruskan ini. Aku dan Johny ditugaskan untuk mengejarmu, membawamu kembali dan menghentikan operasi Irene. Uang yang digunakannya tidak pernah dimanfaatkan untuk anak-anak menurut data yang sudah kami dapatkan sejauh ini.

Kim Taeoh, anak tersebut dijual ke Afrika untuk dijadikan budak sex. Tapi Johny berhasil menyelamatkannya. Kau ingat anak itu kan?

Lalu kemudian Freddie Tomlinson dari Amerika, anak itu dijual ke Inggris untuk menjadi pekerja bawah umur yang tidak digaji sama sekali. Agen K1 dulu berhasil menyelamatkannya.

Dalam pengejaran untuk membawamu kembali dan menaklukan Irene, agen CL mengirimku yang memang dekat denganmu sebagai partnermu dulu. Ia memilihkan partner untukku, yaitu agen K2, agen baru yang menjadi junior agen K1, yaitu Sehun yang sudah tidak terikat perintah agen CL lagi.

Kami ditugaskan untuk mengejarmu dan menghentikan Irene. Kau harus percaya pada kami Seulgi eonni. Kau sudah diperalat oleh wanita itu. Kau harus percaya pada Sehun, tentang siapa jati diri Haowen."

Agen L terpaku, ia terdiam mendengar tutur kata agen M. Tiba-tiba saja ia sadar, masa lalu menjalari perasaannya dimana dulu dia pernah menjadi kekasih Sehun dan tour bersama. Yang mengakhiri hubungan mereka juga adalah dirinya sendiri.

Ia teringat suka duka ketika berpasangan dengan agen M saat menjalankan misi. Berlomba menyelesaikan misi dengan pasangan agen K1 dan agen K2. Semua memori itu kini hinggap kembali di dalam otaknya dan membuatnya menangis menyesal.

"Kebencian membuatku buta. Aku bahkan sudah membunuh anak-anak tak bersalah hanya karena Irene." Lirih agen L sambil menangis. "Maafkan aku. Aku juga sudah membunuh anakmu dan anak Chanyeol, Sehun." Tangisannya semakin tersedu.

Sehun menggeleng dan memeluk agen L. "Tidak, kau tidak membunuh mereka." Ucapnya menenangkan. Agen M ikut terharu dengan momen tersebut.

"Hey, bisakah kalian jelaskan apa maksu—"

Dor!

"Aaargh!"

Ucapan Jongin terhenti ketika mendengar suara tembakan dan kemudian teriakan Luhan. Sehun segera berlari ke arah datangnya suara tersebut dan mendapati istrinya terjatuh terjerembab di depan Sehun.

"Luhan!" Serunya khawatir jika istrinya tertembak dan langsung menolong Luhan untuk bangkit.

"Hay Sehun, lama tak jumpa." Sosok wanita berambut pirang, yang telah menendang istrinya tadi muncul di hadapannya.

Irene bersama dengan anak bungsu kesayangan Sehun yang berdiri tepat di samping kiri Irene, Oh Haowen.

"Haowen kembalilah pada ayah!" Seru Sehun mencoba menjauhkan Haowen dari Irene yang sudah membawa pistol dan siap menembakkannya ke arah Luhan dan Sehun.

Bukannya menurut pada ayahnya, Haowen malah memeluk Irene erat dan tidak mau melihat ayahnya sama sekali.

"Dia lebih sayang pada ibunya daripada dengan istrimu itu, Sehun." Irene menyeringai.

Agen M yang sudah berhasil melepaskan ikatan agen L kini bergabung dengan Sehun. "Mana Johny?!" geramnya.

Irene menyeringai dan menggeser tubuhnya ke kanan. Disitu terlihat agen K2 tergeletak dengan kepala yang berlubang. Dari lubang itu, darah terus mengalir keluar.

Agen K2 tewas.

"BRENGSEK! Kau membunuh Johny. Dasar jalang!" Mingyu menggeram. Ia ingat bahwa pistolnya ia berikan pada Taehyung, jika nekat melawan Irene maka nasib yang sama dengan agen K2 pasti akan diterimanya.

"Haowen!" Seruan lain terdengar dari arah belakang, Sehun dan Luhan menoleh ke arah suara itu yang ternyata adalah Baejin dan Taehyung yang menyusul ke permukaan kapal.

"Baejin!" Luhan menatap anak sulungnya yang selamat walau badannya masih basah kuyup, air matanya mulai merembes ingin keluar.

"Bunda.." Baejin menatap bundanya sedih. Ia sedih melihat bundanya harus terlibat dalam masalah seperti ini. Luhan terlihat semakin lemah dengan luka baru di sekujur tubuhnya dan juga luka lama di dahinya yang belum sembuh.

"Jinyoung! Sudah ayah bilang tetaplah berada disana!" Sehun menggeram, ia tidak bisa menghadapi Irene yang membawa pistol hanya dengan tangan kosong.

Pria itu kemudian berlari dan berdiri di depan anaknya agar Irene tak mengarahkan pistolnya ke Baejin.

Jongin yang hanya berdiri saja tidak sadar bahwa agen L yang sudah bisa bergerak lagi merebut alat pelumpuh yang ada di tangannya dengan cepat. Agen itu kemudian menusukkannya pada agen M yang mencoba beralih untuk mengambil pistolnya dari Taehyung. "Aaaaargh!"

Dan seketika agen M pun lumpuh tak bisa bergerak.

"Seulgi apa yang kau lakukan!" Teriak Sehun, ia tidak percaya bahwa agen L akan menghianatinya.

"Aku tidak pernah percaya padamu." Desis agen L tajam. Ia menendang Sehun keras hingga pria itu terguling menjauh dari hadapannya dan sekarang bisa berhadapan langsung dengan Baejin dan Taehyung yang ketakutan.

Melihat Taehyung mengarahkan pistol ke arahnya, agen L segera menendang tangan anak itu dan membuat pistol yang dipegangnya terlempar ke laut.

Sehun masih mencoba bangkit berdiri saat agen L mengeluarkan pisau kecil itu lagi. Ia mengarahkannya lurus kepada Jinyoung.

"JIKA AKU TAK BISA MEMBUNUHMU! AKU AKAN MEMBUNUH ANAKMU!" Teriak agen L dengan kemarahan luar biasa.

Luhan yang melihat hal itu segera berlari untuk melindungi Baejin tanpa peduli rasa sakit di sekujur tubuhnya. "BAEJIN!" Ketika pisau kecil itu hampir menusuk perut anaknya, yang ada darah keluar dari mulut Sehun.

Sehun sudah berdiri diantara agen L dan anaknya. Dengan pisau kecil agen L yang tertancap tepat di perutnya. "Ohok!" Mulut Sehun lagi-lagi mengeluarkan darah karena tusukan itu.

"SEHUN!!" Jongin dan Luhan berseru histeris.

"AYAH!" Baejin bahkan tak bisa menggerakkan kakinya untuk melangkah dan lari dari bahaya. Ia tidak bisa bergerak saking takutnya. Iris matanya melotot takut melihat ayahnya tumbang berlumuran darah di depan mata kepalanya sendiri.

Agen L tidak peduli bahwa orang yang pernah disayanginya mati sekarang. Ia mencabut pisau kecil itu dari perut Sehun dan bersiap menghunuskannya ke arah Baejin yang sudah menutup matanya rapat-rapat.

Dor!

"Ohok!" Namun hal yang sama terjadi, agen L mengeluarkan darah dari mulutnya dan seketika ambruk tak bernyawa.

Saat semua orang melihat siapa pelaku penembakan itu, seorang perempuan dengan tatto penuh berambut silver, memakai kacamata hitam berjalan mendekat dari arah belakang agen L. Ia berdiri dengan Jackson di sampingnya.

"Untung saja tidak terlambat." Ucapnya dan kemudian mengarahkan pistolnya ke Irene, sekali tembak, peluru tersebut menembus tangan Irene dan membuat pistol yang dipegangnya terlepas dari genggaman.

"Aku akan selesaikan urusanku denganmu nanti." Ucap wanita yang baru saja datang itu.

Ia menatap agen M yang tak bisa bergerak tergeletak. "Tuan Kim, bawa Sehun ke rumah sakit secepatnya." Perintah wanita itu.

"Agen CL.." lirih agen M yang sudah mengenali sosoknya. "Kenapa anda bisa ada disini?"

Agen CL menoleh ke arah Jackson. "Anak ini menghubungiku." Ucapnya.

Jongin dengan segera membopong Sehun untuk segera keluar dari kapal tersebut. Kapal yang berukuran lebih kecil sudah menanti mereka di samping kapal besar Irene. Para awak membantu Jongin memindahkan tubuh Sehun ke kapal tersebut.

Irene merasa terpojokkan ketika Luhan tak gentar berjalan ke arahnya untuk merebut Haowen yang kini gemetar ketakutan kembali padanya.

"Apa yang akan kau lakukan?!" Teriak Irene histeris.

"Aku hanya ingin anakku kembali Irene." Jawab Luhan.

Bukannya menjawab, Irene malah menarik dan menjambak rambut Haowen untuk ia seret ke tepian kapal. Anak kecil itu menangis meronta-ronta mencoba melepaskan diri.

"Kau ingin anakmu?!" teriak Irene kemudian mendorong Haowen hingga jatuh ke lautan.

"Haowen!" Luhan tanpa pikir panjang ikut melompat untuk menyelamatkan anaknya.

"Bunda!" teriak Baejin yang kini sudah ada di kapal bantuan melihat kejadian itu. Ia ingin kembali ke kapal Irene dan menyelamatkan keduanya, namun Jongin mencegahnya.

"Jangan lakukan hal bodoh. Ayahmu akan kecewa jika kau bertindak tanpa berfikir." Ucapnya tajam.

Baejin memandang ke arah ayahnya dalam perawatan para awak kapal sekarang, pipinya berdarah, perutnya masih terus mengeluarkan darah, mulutnya juga. Membuat Baejin tak bisa menghentikan tangisannya.

"Menangis bukan berarti kau lemah. Menangis artinya kau tak ingin kehilangan orang yang kau sayangi." Jongin mengelus punggung Baejin yang bergetar, membuat anak yang menahan tangisnya tersebut akhirnya meluapkan perasaannya.

Baejin berlutut sambil menangis meraung memanggil ayahnya. "Ayah, baejin sayang ayah.. Maafkan baejin jika selama ini selalu mengabaikan ayah.. Baejin hanya ingin ayah selalu ada di sisi baejin.. Ayah bangun.. Ku mohon.. Aku sayang ayah.."

Taehyung yang masih dihantui rasa bersalah ketika Sehun tertusuk tanpa dirinya bisa melakukan apa-apa tiba-tiba saja melompat menuju ke dua boat yang masih terombang-ambing di lautan, yang tadinya digunakannya dan kedua agen.

"Taehyung!" Seru Jongin mencoba menahan anak itu namun gagal. Taehyung terlanjur melompat.

Ia berenang menuju ke boat dan kemudian menungganginya persis seperti yang agen M lakukan. Anak itu menuju ke sisi lain kapal untuk menyelamatkan Luhan dan Haowen.

"Dasar jalang merepotkan." Keluh agen CL menatap malas Irene, kemudian menembak kedua kaki wanita itu dan melumpuhkannya.

"Kalau kau sudah bisa bergerak, urus dia dan bawa padaku. Aku harus segera membawa Sehun ke rumah sakit." Ucap agen CL pada agen M yang mulai bisa menggerakkan tubuhnya. Ia dan Jackson mengikuti Jongin ke kapal bantuan.

"Bunda.. kenapa bunda terjun dan menyelamatkan aku? Gara-gara aku, ayah tertusuk.." Haowen menangis dalam pelukan Luhan dimana keduanya kini terombang-ambing di lautan.

"Tubuh ini bergerak sendiri sayang. Bunda disini untuk melindungimu."

"Aunt Luhan! Haowen!" Taehyung pun datang menyelamatkan keduanya.

X

O

X

O

Next last chapter dan beberapa bonus chapter :)