Precious

HUNHAN/WINKDEEP

FAMILY

Part 21 (LAST)

Chanyeol, Suho, Jihoon dan Daehwi segera berangkat ke rumah sakit karena panggilan Jongin yang sudah mereka terima. Ketika mereka sampai kesana, yang dilihatnya hanyalah Jongin, Luhan , Haowen, Baejin, Taehyung dan Jackson yang menunggu di depan ICU.

"Sehun kritis." Ucap Jongin ketika teman-teman bersama anaknya datang mendekat.

"Kritis? Apa yang terjadi? Kenapa wajahmu bisa babak belur begitu? Wajahmu membengkak seperti habis disengat seratus lebah Jongin. Astaga! Kau menggganggu sarang lebah ya? Kemudian mereka mengejarmu dan menyengatmu sampai seperti ini." Chanyeol menghujani Jongin dengan pertanyaan-pertanyaannya.

"Tidak papa." Ucap Jongin menenangkan agar Chanyeol tak mencemaskannya.

"Kau berhutang cerita pada kami Jongin." Kali ini Suho.

Jongin, pria yang sudah mendapat peringatan dari agen CL dan Agen M tentang apa yang sebenarnya terjadi dan semuanya, hanya bisa diam. Ia telah mendapat peringatan keras untuk tidak membocorkannya pada orang awam.

"Tidak ada yang terjadi, kami kecelakaan sebelum menjemput Haowen." Ucap Jongin dengan senyum palsu kemudian menoleh ke arah anak kecil yang menangis dalam pelukan ibunya tersebut.

"Baejin kau selamat!" Jihoon yang melihat sahabatnya berdiri bersama Taehyung segera menghambur untuk memeluknya reflek.

Baejin sempat kaget kenapa tiba-tiba Jihoon memeluknya, ia terdiam beberapa saat tapi akhirnya ia membalas pelukan erat itu dengan senyuman yang mengembang.

"Hm." Dehamnya seraya mengeratkan pelukannya pada Jihoon menyesap aroma tubuh Jihoon yang membuatnya tenang. Perasaan lega tersirat kala mengetahui badan Jihoon sudah tidak demam lagi.

Daehwi yang melihat kedua sahabatnya berpelukan pun ikut bergabung dalam pelukan itu. "Gue suka moment begini!"

Ketiganya berpelukan dengan suka cita.

Luhan tersenyum menatap Baejin dan kedua temannya. Ia lalu melirik Jackson dan Taehyung yang berjalan menuju daddy mereka. "Daddy I miss you!" ungkap keduanya kemudian memeluk Chanyeol bersamaan.

Chanyeol membalas pelukan kedua anaknya hangat. Tak lupa menciumi kening masing-masing anaknya. Membuat Suho kemudian menyeletuk, "Yixing sama Guanlin lagi ngapain ya sekarang?"

Jongin yang mendengarnya kemudian menyahut. "Lagi lupa kalau punya suami mungkin." Cibirnya yang langsung disusul death glare dari Suho.

Agen CL, yang juga merupakan dokter yang mengurusi Sehun keluar dari ICU. Ia masih menggunakan masker dan pakaian steril dan hanya memanggil Luhan , Baejin dan Haowen untuk masuk.

Luhan dengan perasaan gundah, ingin menangis, takut kehilangan segera masuk ke dalam diikuti kedua anaknya. Mereka memakai pakaian steril ketika masuk. Dilihatnya sang suami masih tak sadarkan diri di dalam sana dengan alat bantu yang terpasang di sekujur tubuhnya.

"Keadaannya sudah stabil. Dia kehilangan banyak darah. Tapi sudah tidak papa sekarang. Tinggal menunggunya sadar dari obat bius." Ucap agen CL pada Luhan .

Rasa lega luar biasa merayapi hati pria kecil itu. Ia menangis bahagia ketika mengetahui Sehun akan baik-baik saja. "Syukurlah.." ucapnya lirih.

"Luhan , ada yang perlu ku tanyakan padamu. Ini penting sekali."

Luhan menatap agen CL dengan tatapan penuh tanya, menerka-nerka apa yang akan dikatakan oleh wanita hebat di depannya ini.

"Apakah ginjal Sehun hanya tinggal tersisa satu?"

Seperti mendapat tusukan di dadanya, Luhan tercekat tak bisa berkata-kata. Ia menatap kedua anaknya yang kini menatapnya cemas dan bertanya apakah itu benar Bunda?

Luhan merangkul kedua anaknya agar semakin merapat dengannya. "Baejin, Haowen, sepertinya ini adalah saat yang tepat bagi kalian untuk tau semuanya." Ucap Luhan meneduhkan kemudian menatap agen CL lagi.

"Iya, Sehun memang tinggal hanya memiliki satu ginjal. Dulu dia punya dua namun ia donorkan untuk Baejin agar ginjal anak kami utuh." Ucapnya sambil menangis.

Baejin tidak percaya bahwa selama ini ia memiliki ginjal dari Ayahnya. Dulu dia memang divonis gagal ginjal, dan berhasil mendapatkan donor untuk transplantasi. Namun jauh di luar dugaannya, itu adalah ginjal Ayahnya sendiri. Karena selama ini Luhan dan Sehun mengatakan padanya bahwa itu milik orang lain.

Memori-memori ketika ia marah pada Ayahnya, menghajar Ayahnya, membenci Ayahnya dan berharap Ayahnya tak pulang kembali ke rumah pun hinggap lagi di otaknya.

Sebenarnya ia hanya ingin Ayahnya terus berada di sampingnya.

Baejin menyesal dengan sikapnya pada Ayahnya selama ini. Ia ingin menangis.

Ternyata Ayahnya adalah Ayah terbaik yang pernah ada.

"Sehun benar-benar ayah yang baik." puji agen CL dan bersiap melangkah pergi dari ruangan tersebut. Tapi Haowen menahannya. Anak itu merengek pada agen CL untuk menjelaskan sebenarnya siapa dirinya.

Agen CL menggandeng anak 10 tahun tersebut beserta kakaknya menuju ke sisi tempat dimana Sehun tergeletak dengan alat bantu nafas terpasang di mulutnya.

Wanita itu menghela nafas panjang sebelum memulai ceritanya.

"Ayah kalian dulu adalah pahlawan. Anggap saja begitu. Setelah dia menikah dengan Bunda kalian dan mempunyai Baejin, dia berhenti menjadi pahlawan untuk menjadi pahlawan lain. Yaitu pahlawan untuk anak-anaknya. Pahlawan untuk keluarganya.

Dulu, setelah kelahiran Baejin, wanita yang kami curigai adalah seorang mafia menyukai Ayah kalian. Aku tidak menyangka bahwa rekan Ayah kalian juga adalah mantan kekasihnya, maksudku mantan kekasih Irene.

Kau ingat Agen L, Baejin? Dia adalah agen terbaik yang ku punya. Dulu dia mantan Ayahmu, tapi kemudian dia pergi menghianatiku dan teman-teman yang lain untuk bekerja di bawah kekasihnya yang baru.

Agen L dan Irene adalah sepasang kekasih. Mereka bisexual. Baiklah, kalian belum cukup dewasa untuk mengerti ini. Jadi akan ku ceritakan saja yang sebenarnya.

Setelah Sehun menikah dia tetap diam-diam mematai Irene. Maka dari itu dulu ia juga masih dekat dengan Irene, namun bukan berarti Ayah kalian mencintainya. Ia melakukannya untuk melindungi anak-anaknya. Ketika Baejin lahir, banyak sekali penjahat yang mengincar nyawa Baejin atas perintah Irene. Namun mereka semua berakhir di tempat interogasi tanpa bisa memberikan infomasi apapun tentang keberadaan Irene walau sudah ayah kalian hajar habis-habisan.

Tidak mau identitas anak-anaknya diketahui dunia luar karena akan membahayakan nyawa kalian, Sehun tidak memperkenalkan kalian pada publik. Dulu, ketika mereka pacaran saja, Irene melakukan kekerasan dan Bunda kalian lah yang berhasil mengeluarkan Ayah kalian dari jeratan gila Irene.

Setelah 2 tahun mematai Irene, Ayah kalian kehilangan jejaknya. Ia masih berkontak denganku namun tidak menjadi agen lagi. Dia fokus pada EXO. Dan setahun setelahnya, Haowen lahir.

Dan untuk anak keduanya, Sehun benar-benar tidak ingin siapapun mengetahui identitasnya. Ia menyembunyikanmu Haowen, dari dunia luar. Tidak memberi tahukan tentang kehamilan Luhan pada dunia luar dan kalian, pada teman-temannya sendiri hanya untuk menjagamu.

Aku punya foto dan video perkembangan kehamilan Luhan saat mengandungmu bahkan sampai melahirkan dulu. Sehun sering sekali mengirimkannya padaku karena antusiasme nya menyambut anak keduanya.

Tanya saja pada kakakmu kalau kau tidak percaya."

Agen CL memamungkasi ceritanya dengan Haowen yang sudah menangis sesenggukan menyadari kebodohannya.

Anak kecil itu menatap Baejin. "Kakak.. apa aku anak Bunda?" tanyanya masih tetap menangis.

Baejin hanya tersenyum kemudian mengangguk pelan. "Kau ini bodoh sama seperti Ayah." Ucapnya kemudian pelukan hangat ia dapatkan dari Haowen yang tiba-tiba memeluknya.

"Kau anak Luhan , lihatlah aku punya fotomu saat masih bayi, disitu juga ada Baejin yang masih berumur 3 tahun." Agen CL mengeluarkan iPad nya dan menunjukkan sebuah foto dimana Sehun, Luhan , Baejin kecil dan Haowen yang masih bayi merah berada di rumah sakit pasca Luhan melahirkan.

Foto itu diambil sebelum Sehun kehilangan sebelah ginjalnya untuk diberikannya pada anak sulungnya 2 tahun kemudian di usia Baejin yang menginjak 5 tahun.

"Ugh.. kalian berisik sekali.. aku jadi tidak bisa tidur.." Sehun yang ternyata hanya pura-pura tidur akhirnya membuka matanya, membuat kedua anaknya berseru senang.

"Ayah!"

Luhan yang berdiri di sisi lain pun mendekat dan menangis bahagia karena Sehun sudah sadar. "Sehun.."

Haowen dan Baejin menangis bahagia setelah mendengar cerita agen CL tadi. Agen itu pun diam-diam pergi keluar meninggalkan keluarga bahagia tersebut.

"Haowen. Baejin." panggilnya pelan membuat kedua anak itu menoleh.

Ia meletakkan jari telunjuk di depan bibirnya. Sebelum benar-benar keluar dan diangguki oleh Baejin dan Haowen. Mereka kembali pada Ayah mereka yang juga melakukan hal yang sama seperti agen CL tadi.

"Jangan bilang siapa-siapa ya."

E

X

O

E

X

O

Hari yang dinanti-nanti akhirnya tiba. Sehun, Jongin, Suho dan Chanyeol harus kembali ke rutinitas mereka menjadi entertainer. Menjadi band dunia yang sudah ditunggu-tunggu penampilannya di setiap negara. Meninggalkan keluarga mereka untuk menghibur jutaan manusia di seluruh penjuru dunia.

Sehun memasang tampang sedihnya ketika akan meninggalkan keluarganya, untuk yang kesekian kalinya.

Baejin muncul menggunakan pakaian Sehun yang lama, sebuah jaket kulit hitam yang dulu dipakai ayahnya dalam mv call me baby.

"Apa aku sekarang terlihat lebih keren?" tanya Baejin dengan memasang senyum lima jarinya.

Kini ia tak ragu lagi untuk menunjukkan senyuman terbaiknya di hadapan ayahnya sendiri.

Sehun tersenyum karena melihatnya, rasanya seperti berkaca saja. "Jauh lebih keren dari sebelumnya. Darimana kau dapatkan itu Jinyoung?"

"Aku sama kakak tadi malem geledahin lemari ayah! Siapa suruh ayah sama bunda gak ada di rumah tadi malem. Wek!" Haowen memasang tampang menggemaskan dengan menjulurkan lidahnya.

Sehun tersenyum karena ulah anak bungsunya kembali mengingatkannya dengan sikap Luhan dulu. "Kau ini tidak ada bedanya dengan bundamu!" Sehun mencubit pipi kiri Haowen gemas. Membuat anak itu mengaduh dan kemudian menghambur memeluk ayahnya.

"Aku sayang ayah!" ucap Haowen bahagia. Baejin pun bergabung dalam pelukan itu tanpa bersuara.

Akhirnya kini Sehun bisa merasakan hangatnya sebuah keluarga yang sesungguhnya. Ia menatap istrinya yang hanya berdiri saja untuk bergabung, namun pria kecil itu menggeleng. Masih dirasakannya ngilu di bagian pantat karena ulah Sehun semalam yang membuatnya seperti itu.

Tadi malam keduanya sengaja pergi untuk menghabiskan waktu, hanya moment suami istri dengan hasrat masing-masing.

Pim! Pim!

Bus pengangkut para personil EXO sudah menjemput. Sehun segera mengakhiri pelukannya dengan kedua anaknya. Ia mengambil sebuah safety pin yang berbentuk hati dari sakunya dan memasangkannya di pakaian Baejin dan Haowen.

"Ini apa ayah?" tanya Haowen.

"Safety pin, itu akan menjaga hati kalian. Walaupun hati kalian robek menjadi dua. Hati kalian hancur berkeping-keping. Safety pin itu akan menjaganya agar tetap utuh. Seperti ayah, walaupun ayah tidak ada di rumah, tapi ayah tetap menjaga keluarga kita tetap utuh jauh di luar sana. Karena kalian adalah sesuatu yang paling berharga di hidup ayah. Ayah akan menjaga kalian walau harus mengorbankan segalanya yang ayah punya." Tutur Sehun bijak kemudian mengacak rambut kedua anaknya dan berlari menuju bus.

"Ayah berangkat dulu. Bye!" Ia melambai sebelum akhirnya masuk ke dalam bus.

Kedua anaknya melambai senang. "Bye ayah!"

Namun tak diduga pria itu keluar lagi dan berlari menuju istrinya kemudian mengecup bibir Luhan sekilas. "I love you." Lalu kembali lagi ke bus.

Keluarga itu kini belajar sesuatu. Tentang bagaimana sulitnya menjaga keutuhan perasaan untuk tetap saling percaya.

X

X

X

X

The End