A/N : Meskipun di sebut chapter Spade tapi ada sedikit Club disini. Scene Akafuri… mungkin next time :d
WARNING! Sho-ai, EYD ngaco, maybe typo, OOC!
-,-
Sementara ini…. ROLE only~
King of Spade: Akashi
Queen of Spade: Furihata
Jack of Spade: Kuroko
King of Club: Murasakibara
Queen of Club: Himuro
Jack of Club: Kagami
King of Heart: Midorima
'Jack'(?) of Heart: Takao
Ace : ?
-,-
"Arghhh! Kenapa sampai Furihata jatuh ke tangan Akashi Seijuuro!" jerit seorang gadis dalam salah satu kamar penginapan terbaik di Kingdom of Spade. Di banding fasilitasnya, setiap kamar memiliki system kedap suara sehingga suara apapun tidak akan keluar dari dalam kamar. Itu sebabnya dia bisa menggoyang-goyangkan badan lelaki yang lebih tinggi darinya sambil berteriak lantang.
"Hahaha… Riko, sebaiknya kamu menenangkan diri terlebih dulu," nasehat lelaki tersebut yang entah sudah berapa lama jadi sasaran kemarahan gadis berambut coklat di depannya.
"Bagaimana aku bisa sabar hah!? Bagaimana!? Kalau chihuahua kita direbut apa kamu bisa berdiam diri!?" kesalnya yang hanya bisa berteriak.
"Yaa, mau bagaimana lagi? Furihata-kun sudah menjadi Queen of Spade," jelas lelaki berambut coklat cepak itu pasrah. Mereka bahkan menyaksikannya sendiri saat lelaki berambut coklat dengan wajah super duper biasa itu jatuh pingsan setelah menyentuh Akashi. Meskipun mereka yakin bahwa saat itu Furihata tidak mengenal Akashi.
"Kita harus menculik Furihata!" suruh Riko yang langsung mulai menyusun berbagai rencana penyulikan Queen of Spade di dalam kepalanya. Lelaki di sebelahnya itu tersenyum masam.
"Riko, kita tidak bisa mengacaukan misi kita hanya untuk menyelamatkan Furihata-kun. Dapat memasuki Kingdom of Spade tanpa diketahui oleh pemilk role saja sudah bagus. Kita tidak dapat menundanya hanya demi Furihata-kun," jelasnya yang membuat wanita yang dipanggilnya Riko itu berdecak.
"Tentu saja aku tahu! Kita sudah mendapatkan info bahwa 'dia' berada di Kingdom of Spade, kalau ini sampai gagal, 'orang itu' akan semakin menderita!" erangnya. Perlahan lelaki yang lebih tinggi darinya itu menepuk-nepuk pelan bahunya.
"Oleh karena itu, lebih baik urungkan saja niatmu untuk menculik Furihata-kun, atau King of Spade akan murka," ujarnya.
"Kuhuhu, kamu kira aku akan mundur hanya karena ada Akashi Seijuuro, King of Spade yang ditakuti bahkan oleh King kita?" tanya Riko yang sudah mulai lepas kendali.
"Karena kamu sudah tahu bahwa King selalu menurut pada King of Spade, lebih baik kamu berhenti. Sebab, apa yang ingin kamu lakukan hanya akan membuat perpecahan antar kerajaan," jelasnya yang kembali membuat Riko berdecak.
"Kiyoshi, apa kamu pikir Furihata tidak akan mencoba melarikan diri?" tanya gadis itu dengan nada sedih.
"Karena ada orang itu, aku rasa Furihata-kun tidak akan bisa pergi kemana-mana," jawab Kiyoshi yang mengundang erangan pahit.
-,-
Akashi ingin menghujamkan dirinya atau mungkin Aomine ke Iron Maiden. Dia -atau sebenarnya Aomine- pasti punya masalah mental. Beberapa saat yang lalu Knight itu menerobos masuk ke dalam ruang kerjanya, sesuatu yang hanya akan dilakukannya kalau rasa iseng lelaki berkulit gelap itu timbul, karena kalau dia punya hal penting untuk dikatakan dia pasti akan berteriak meskipun baru masuk ke dalam rumah, menyebabkan seisi rumah tuli. Dan entah karena apa tiba-tiba saja dari mulut Akashi Seijuuro terucap kisah beberapa waktu yang lalu saat dia menggendong Queen-nya, hal yang membuat Aomine tertawa terbahak-bahak sampai berguling-guling di lantai. Sesuatu yang sangat amat nggak elit, meskipun lelaki berambut biru tua super cepak itu tidak pernah terlihat elit kecuali saat menggenggam pedang.
"Ja… jadi apa yang kau perbuat?" tanya Aomine yang mencoba menahan gelak tawa yang lepas dari bibirnya. Padahal baru saja dia mengomel pada Kuroko yang seenaknya menghilang sehingga menjadikannya Jack kini dia bersyukur Jack yang asli menghilang karena Akashi jadi curhat pada dirinya.
"Memasukanmu pada Iron Maiden, kalau kamu tidak berhenti tertawa," ujar Akashi dengan nada serius yang langsung menyebabkan tubuh Aomine berdiri tegak sempurna dan kaku. Kata saja tidak berani keluar dari mulutnya apalagi senyuman.
"Err… Ehem… aku tadi…"
"Lupakan, sekarang katakan ada urusan apa kamu kemari. Pastikan itu hal penting, bukan seperti majalah gravure-mu yang telat datang ke kota," suruh Akashi sambil menghela nafas. Setidaknya saat Aomine berteriak karena majalah itu telat datang ke kota dikarenakan ada masalah teknis di penerbitan hanya ada dia dan Kuroko, bukan seluruh pasukan, padahal saat itu mereka sedang ada di camp pelatihan. Kalau tidak para knight yang lain akan menyangka kalau Kuroko dan dia mempunyai hobi yang sama dengan Knight ini.
"Tapi Mai-chan memang penting!" bantahnya yang membuat Akashi akan sakit kepala kalau tidak sadar dia sudah terbiasa dengan isi otak Aomine yang cuma seisi jagung dan isinya cuma model gravure dan pedang. Akashi tidak pernah merasa paling bersyukur karena Jack Kingdom of Spade adalah Kuroko, bukan lelaki di depannya.
Akashi menatapnya tajam hingga lelaki itu merasakan tekanan yang kuat, salah satu kekuatan Akashi yang didapatkannya setelah dia menjadi King of Spade. Aomine berdehem beberapa kali karena tiba-tiba mulutnya terasa kering. "Dimana Tetsu?" tanyanya.
"Menyiapkan beberapa hal sebelum dia pergi ke Kingdom of Spade. Tetsuya mengatakan padaku, bahwa dia harus memastikan beberapa hal terlebih dahulu," jawabnya. Meskipun Jack tidak mengatakan hal apa saja yang harus dipastikannya, Akashi sudah dapat menebaknya.
"Lalu apa aku harus babysitting Queen?" tanya Aomine dengan nada bosan. Babysitting bukan pekerjaannya, terakhir kali salah satu teman dekatnya mengajaknya main rumah-rumahan dan membawa boneka sebagai anak, Aomine malah mengayun-ngayunkannya seperti pedang sehingga menyebabkan kepalanya terkena damage, yang diyakininya membuatnya semakin bodoh, meskipun yang lain percaya bahwa dari awal Aomine itu idiot.
"Kita masih belum mengetahui apa yang menjadi alasan Kouki kemari, meskipun menurut penyelidikan awal hasilnya adalah karena dia dipindah tugaskan kemari," ujar Akashi. Aomine hanya bisa mengangguk meskipun entah apa dia mengerti apa yang diceritakan Akashi atau tidak, hanya Knight itu sendiri yang mengetahuinya. "untuk sementara Reo yang akan mengurusinya."
"Hah!? Reo-nee!?" jerit Aomine histeris. Membayangkan seorang lelaki kemayu yang ditunjuk oleh Akashi tersebut. "o…oi Akashi, apa kamu benar-benar sekejam itu?" tanya lelaki berambut biru yang badanya mulai berkeringat dingin. Sampai sekarang dia masih heran bagaimana bisa Akashi bisa berinteraksi dengan lelaki jejadian macam itu!
"Daiki, apa aku salah mendengar sesuatu?" tanyanya sambil tersenyum yang langsung membuat tubuh Aomine merinding. Ahh sepertinya memang Aomine memilih hal yang benar untuk tidak berhadapan dengan Akashi sebagai musuh.
=.=
