A/N : Makasih semua yang review, untuk rating M chapter Heart, mari kita berdoa agar Midorima berhasil meyakinkan Takao untuk masuk kamar berdua. Di chapter ini beberapa misteri akan terpecahkan, mengenai mungkin musuh dari masing-masing kerajaan?
NB : untuk yang belum sadar kisah ini terbagi menjadi 4 story,
Spade = Akafuri; Heart = Midotaka; Club= Murahimu; Diamond= ?
sehingga bisa dinikmati meskipun salah satu pairing NOOTP jadi nggak perlu memaksakan diri membaca keseluruhan chapter. Karena tiap kerajaan mempunyai konflik, sudut pandang dan musuh yang berbeda, mungkin? Sehingga apa yang ada di chapter Diamond, bukan berarti diketahui di chapter yang lain.
Chapter Diamond banyak mengandung spoiler untuk chapter-chapter yang lain sehingga apabila tidak suka spoiler silakan lewati chapter ini. Terima kasih.
O,o
Disclaimer by Tadatoshi Fujimaki-sensei
Inspirated by doujinshi USUK rating M tentang Royal Flush
WARNING! Sho-ai, EYD ngaco, maybe typo, OOC!
-,-
Sementara ini…. ROLE only~
King of Spade: Akashi
Queen of Spade: Furihata
Jack of Spade: Kuroko
King of Club: Murasakibara
Queen of Club: Himuro
Jack of Club: Kagami
King of Heart: Midorima
Queen of Heart: Takao
Ace : ?
O,o
Imayoshi menatap Ace sambil tersenyum lebar, sementara lelaki berambut hitam yang dilihat oleh pria berkacamata itu memiliki perasaan buruk. "Imayoshi, apa ada sesuatu yang mau kamu bicarakan?" tanyanya pada lelaki yang kini bersamanya membantu Kise untuk meluruskan semuanya.
"Hmm? Aku hanya berpikir kalau Ace ternyata keren," jawabnya sambil tersenyum. Meski seharusnya ucapannya itu akan membuat lelaki di depannya itu bergidik, namun Ace hanya menghela nafas.
"Kamu tahu bahkan sebenarnya kamu sama sekali tidak tertarik padaku, jadi sebaiknya hentikan pembicaraan semacam ini atau orang yang sebenarnya ingin kamu dekati justru akan menjauh," ujar Ace yang mencoba menasehati Imayoshi untuk kesekian kalinya.
"Hmm, aku lupa kalau kamu dan Kise mempunyai kemampuan untuk mengetahui masa depan," gumamnya. Ace hanya dapat melihat lelaki berambut hitam sebahu itu sambil memincingkan mata, tahu bahwa nada yang digunakannya bukan karena rasa iri, tapi karena rasa senang karena dia sama sekali tidak bisa mengetahui masa depan. Bahkan lelaki itu menolak untuk melakukan sesuatu untuk memenuhi takdirnya sebagai salah satu pemilik role, meskipun kedua pria yang dekat dengannya telah memberitahunya bahwa dia juga adalah salah satu pemilik role yang terpilih.
"Apa yang sebenarnya ingin kamu tanyakan?" tanya Ace lagi. Kise sedang tidak ada bersama mereka, karena lelaki berparas cantik yang tinggal bersama mereka itu sedang sibuk mempelajari laporan kerajaan selama dia tertidur di ruang sebelah.
"Aku hanya berpikir, apa Kise akan tetap membiarkan King jejadian itu berkuasa?" tanyanya yang membuat Ace memicingkan matanya. "bukankah sudah saatnya kita menjatuhkannya?"
"…kamu pasti mengetahui tentang lambang kerajaan yang disegel dan kita tidak tahu dimana orang itu menyimpannya." Imayoshi menganggukkan kepalanya. "Hanya ada tiga orang yang mengetahui dimana orang itu menyimpannya."
"Sang Raja, Knight yang bertugas menjaganya dan…"
"Joker." Mata Imayoshi sedikit terbuka. Meskipun dia telah lama mengenal Ace dan Kise namun lelaki bermata sipit itu baru sekali ini mendengar mengenai orang yang disebutkan oleh Ace.
"Kamu sudah mengetahui mengenai kemampuan Kise bukan?" Imayoshi menganggukkan kepalanya saat dia mendengar pertanyaan yang dilontarkan Ace itu. Pertama kali dia mengetahuinya adalah saat sejarah berubah, sejarah yang tanpa sadar dirubah oleh anak kecil berambut pirang yang sama sekali tidak tahu mengenai kemampuannya. Dan saat itulah semuanya menjadi berantakkan.
"Copy, kemampuan Kise yang digunakannya dan membuatnya terus-menerus tertidur karena hal itu memberatkan mentalnya," jawab pria bermata sipit itu.
"Benar, dan kemampuan Joker adalah mengutak-atik role, sejarah, dan ingatan seseorang." Imayoshi menelan ludah.
"Oi, oi, itu artinya dia bisa berbuat sesuka hati dan menghancurkan semuanya." Tanpa disadarinya Imayoshi mulai mengeluarkan keringat dingin. Apabila memang ada role seperti itu lalu apa guna role yang selama ini mengikat para King, Queen dan Jack?
"Sayangnya Joker tidak bisa melakukan apapun sendirian, karena itulah dia menggunakan orang lain untuk melakukan apa yang diinginkannya," jawab Ace. Imayoshi menaikkan alisnya, kalau benar orang dengan role itu seperti yang dikatakan Ace maka…
"Seperti menggunakan King palsu untuk menyembunyikan simbol agar King tidak ditemukan…"
"Dan memilih Akashi yang masih sangat amat muda untuk menjadi seorang King," lanjut Ace yang membuat Imayoshi bergidik.
"Tunggu, apa maksudmu seharusnya Akashi bukan pemilik role King of Spade?" tanyanya. Sepengetahuannya lelaki bermata heterochromatic itu benar-benar mempunyai kemampuan untuk menjadi seorang King. Apabila King of Spade bukan Akashi lalu apa ada orang lain yang mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dari Akashi?
"Apa kamu ingat umur berapa saat Akashi menjadi seorang King, dan Kuroko menjadi Jack?" tanya Ace.
"Saat dia berusia 12 tahun, usia yang sama saat aku pertama kali bertemu dengan Kise."
"Kemampuan Kise sangat berbahaya, karena takut disalahgunakan oleh orang lain, maka orang tua Kise membesarkannya seperti seorang wanita." Imayoshi menganggukkan kepalanya, dia sudah pernah mendengar hal ini dari Kise. "Kise pun yakin bahwa dia adalah wanita, sampai hari dimana dia bertemu dengan Joker."
"Tunggu dulu, apa maksudmu saat usia 12 tahun Kise bertemu dengan Joker, karena itulah akhirnya Akashi menjadi King of Spade?"
"…Kise tanpa sadar mengcopy kemampuan Joker dan mengubah sejarah, sesuatu yang selama ini ditunggu oleh Joker."
"Jadi… orang yang selama ini berusaha untuk menghancurkan kerajaan adalah…"
"Joker dan orang-orang yang dipercayainya. Sayangnya aku tidak bisa menghentikannya," sedih lelaki berambut cepak itu.
"Ace, apa kamu menggunakan kekuatannmu untuk menyegel kemampuan Kise?" tanya Imayoshi penasaran. Selama ini meskipun dia tahu bahwa setiap pemilik role pasti mempunyai kemampuan, terutama Akashi dan Kise yang pernah dia lihat secara langsung, namun Ace sebagai salah satu pemilik role tidak pernah memperlihatkan kemampuannya.
"Kemampuan Joker tidak bisa digunakan sembarangan orang, karena itu setiap kali Kise menggunakannya, dia semakin dekat dengan kematian. Dan selama simbol itu belum ditemukan kita tidak dapat mengetahui role apa yang dimiliki oleh Kise. Yang aku ketahui adalah anak itu mempunyai hubungan dengan Diamond."
"Jadi hingga hari ini tidak ada yang tahu bahwa Kise adalah lelaki kecuali orang tuanya, Kise dan kita?" tanya Imayoshi. Ace menganggukkan kepalanya. Lelaki berkacamata itu kini mengerti mengapa sosok berambut pirang yang sering tertidur itu tetap memanjangkan rambut dan mengenakan pakaian wanita setiap hari. Selama ini Imayoshi berpikir hal ini dilakukan hanya karena supaya keberadaan Kise tidak dianggap sebagai ancaman untuk sang Raja, karena dengan berpikir bahwa Kise adalah seorang wanita maka keberadaan Kise sebagai seorang pemilik role tidak akan berguna selama lambang kerajaan tidak ditemukan. Namun lain ceritanya apabila Kise adalah laki-laki, sang Raja pasti akan membunuhnya sebelum Kise digunakan sebagai simbol untuk menggulingkan kekuasaan sang Raja, terutama karena Raja tahu bahwa sejak kecil Kise sangat dicintai oleh rakyat.
"Eh? Senpai, Imayoshi-san kenapa kalian masih disini?" tanya lelaki berambut pirang panjang yang selalu tergerai saat keluar dari ruang belajarnya. Namun meskipun disebut ruang belajar, orang yang pernah menjadi gurunya hanyalah Ace dan Imayoshi saja.
Imayoshi menatap Kise yang hari ini mengenakkan yukata dan cape dibahunya, pakaian yang sering digunakannya apabila tidak keluar dari kediamannya. Selama ini Imayoshi menganggap rambut Kise dipanjangkan karena lelaki itu memang menyukainya, namun sekarang dia bisa melihat jelas bahwa rambut panjang itu digunakan Kise untuk menutupi wajahnya yang semakin lama semakin mirip laki-laki, berbeda dengan saat dia masih belia. "Kise-chan, apa kamu tidak ingin pergi menemui Queen of Spade?" tanya Imayoshi tiba-tiba yang mengagetkan lelaki di depannya itu.
"Kenapa?" bingungnya, namun Imayoshi hanya tersenyum lebar tanpa mengatakan sepatah kata pun dan pergi meninggalkan Kise yang kebingungan dan Ace yang mungkin saja berdoa agar lelaki yang penuh pikiran licik itu membiarkannya seorang diri.
-.-
A/N : Seharusnya next chapter Akafuri
