A/N : Terima kasih untuk yang baca apalagi reviewnya! Akhirnya author bebas dari tugas dan ujian sehingga bisa ngelanjutin ini. Sesuai janji ini jadi chapter Spade. Mungkin setelah baca chapter ini kalian akan merasa ada sesuatu dari dj USUK disini XD

O,o

Disclaimer by Tadatoshi Fujimaki-sensei

Inspirated by doujinshi USUK rating M tentang Royal Flush

WARNING! Sho-ai, EYD ngaco, maybe typo, OOC!

-,-

Sementara ini…. ROLE only~

King of Spade: Akashi

Queen of Spade: Furihata

Jack of Spade: Kuroko

King of Club: Murasakibara

Queen of Club: Himuro

Jack of Club: Kagami

King of Heart: Midorima

Queen of Heart: Takao

Ace : ?

o,o

Kouki baru saja mencoba untuk menganalisis kejadian yang barusan terjadi padanya. Pertama seorang laki-laki berambut merah dengan mata heterochomatic yang indah mengatakan bahwa dia adalah miliknya. Kedua lelaki itu mengaku bernama Akashi Seijuuro. Satu-satunya Akashi Seijuuro yang lelaki berambut coklat itu kenal adalah King of Spade. King terkuat sepanjang sejarah. Ketiga laki-laki itu mengatakan bahwa Kouki adalah Queen untuknya. Itu artinya dia saat ini berada di kediaman kerajaan dan merupakan soulmate dari Akashi Seijuuro. Queen of Spade!

Bagaimana? Bagaimana bisa? Bagaimana hal ini bisa terjadi?! Pertama dia adalah rakyat jelata, orang biasa yang sama sekali tidak memiliki kemampuan apapun. Orang-orang yang memiliki role biasanya memiliki kemampuan, sebut saja salah satu temannya yang kini menjadi Jack of Club. Bukan hanya dia merupakan salah satu knight terbaik di Kingdom of Club, dia juga mempunyai stamina dan mental yang kuat sehingga mampu menghadapi salah satu makanan luar biasa dari orang yang dianggap Kouki sebagai pelatihnya. Selain itu setiap kali keliling kerajaan, hal yang diwajibkan oleh pelatih mereka, Jack adalah orang yang berada di peringkat pertama. Dia juga satu-satunya yang mentalnya tidak menciut saat berhadapan dengan King of Club yang dikenal sebagai Titan, karena kekuatannya yang besar. Belum lagi Queen of Club, yang selain cantik jelita -bahkan saat pertama kali bertemu dengan sang Queen, Kouki merasa dia adalah wanita yang amat sangat cantik- penyabar, juga cekatan. Apabila berhadapan dengan Queen, kamu tidak akan tahu bahwa senjatamu telah dilucuti dan tinggal menghadapi kematian. Intinya dari semua itu adalah, Furihata Kouki sejak lahir hingga hari ini meskipun menyakitkan, tapi dia yakin bahwa dia sama sekali tidak memiliki kemampuan yang pantas untuk bersanding dengan lelaki macam Akashi Seijuuro!

"Ah~, Yang mulia tidak bagus untuk wajah jika mengerutkan dahi seperti itu," sahut sebuah suara yang lembut tapi berat. Kouki menatap lelaki dengan kulit paling mulus yang pernah dia lihat. Benar, laki-laki. Laki-laki yang lebih tinggi darinya itu memakai Kemeja berumbai dengan celana panjang dan berjalan seanggun para lady yang terkadang dilihat oleh Kouki saat berkunjung di kerajaan tetangga. Lelaki yang mengenalkan diri sebagai Mibuchi Reo itu bertindak sebagai kepala pengawas divisi kecantikan Queen of Spade yang baru saja dibentuk beberapa saat yang lalu akibat ketidakpuasan lelaki tersebut pada kulit Kouki yang kasar. Menurutnya seorang Queen harusnya menjaga kecantikan dan kemolekkan tubuhnya untuk King. Pernyataan yang menimbukan tanda tanya besar di benar lelaki berparas biasa tersebut.

Kouki yakin dia tidak menarik. Bukan karena dia tidak percaya diri dengan wajah dan tubuhnya, namun jika dibandingkan dengan Akashi Seijuuro, matanya terlalu lebar, selain itu tubuhnya tidak terlalu tinggi, meskipun dia olahraga tiap hari pun tubuhnya tidaklah berbentuk seperti Jack of Club. Apalagi wajahnya termasuk wajah pasaran, orang-orang yang ditemuinya bahkan sering kali menyebutnya dengan nama lain. Intinya adalah selama 17 tahun hidupnya, Kouki sama sekali tidak pernah menarik perhatian lawan jenis. Jadi kenapa dia tiba-tiba menjadi Queen dari laki-laki nomer satu calon suami idaman di Kingdom of Spade?!

Kouki melirik ke arah Reo-nee –nama yang dipaksa Mibuchi untuk dipanggilnya- yang sedang membongkar barang-barang bawaan Kouki yang tidak bisa dia selamatkan. Begitu dia sampai di tempat tidur –Akashi menggendongnya sampai ke kamarnya setelah tanpa sadar Kouki membuka pintu yang menghubungkan kamarnya dengan Akashi- dan membeku akibat berusaha menenangkan detak jantungnya yang tiba-tiba tidak karuan, dan wajahnya yang merah padam karena sebelum meninggalkannya sang King mencium punggung tangannya sambil tersenyum tipis, seorang laki-laki yang dikirim oleh King datang sambil membawa beberapa pelayan untuk langsung menggeledah kamar dan menemukan tas perlengkapan Kouki serta mengeluarkan sebuah tas yang entah milik siapa dengan santainya keluar ruangan.

Bukannya tidak bisa tapi Kouki tidak mampu menghentikan karena Reo-nee bekerja sedemikian cepat dan efisien untuk menggeledah kamar, menahan Kouki untuk tetap berada di tempat tidur dan memutuskan rutinitas kegiatan yang harus dijalankan oleh Kouki sampai akhirnya dia akan diperkenalkan sebagai seorang Queen. Hal yang terjadi dalam sekejap sehingga lelaki berambut coklat itu harus bertanya lagi mengenai detail rutinitasnya yang termasuk dalam pemijatan, spa, luluran, pelajaran bagaimana tata cara menjadi seorang Queen, dan yang paling penting menurut Reo-nee menghabiskan waktu semalaman berduaan dengan sang King! Rutinitas yang tidak ingin Kouki pikirkan atau wajahnya akan semakin memerah.

Tubuh King dari tiap-tiap kerajaan menyerap energy negatif, dan satu-satunya cara mengeluarkannya adalah dengan mengambil energy positif dari Queen. Karena itulah setiap Queen yang terpilih pasti mempunyai kepribadian yang ceria, yang dicintai oleh rakyatnya. Dan cara mereka melakukanya adalah dengan… dengan…

"Ara? Apa Yang Mulia sedang memikirkan mengenai Paduka?" goda Reo-nee saat melihat wajah Queen perlahan memerah.

"Ti… tidak! Aku sama sekali tidak memikirkan mengenai ciuman dari King!" Kouki langsung menutup mulutnya dan membenamkan wajahnya di lututnya, membuat senyum Reo-nee semakin mengembang karena tidak menyangka bahwa Queen mereka amat sangat manis. Tentunya pasti hal inilah yang nanti akan membuat King mereka takluk pada Queen.

"Yang mulia, sebaiknya mulai hari ini anda harus membiasakan diri dengan hanya sekedar ciuman. Karena tidak lama kalian akan melakukan sesuatu yang lebih dasyat," bisik Reo-nee yang membuat sang Queen menatapnya shock.

"A…aku tidak… tidak…"

"Yang Mulia, Paduka sangat amat passion, sehingga Yang mulia harus bersiap-siap untuk tidak bisa beranjak dari tempat tidur setidaknya minimal seminggu," goda lelaki yang berambut hitam lurus itu.

"Reo, sebaiknya kamu berhenti menggoda Kouki," sahut sebuah suara tiba-tiba yang entah kenapa terdengar merdu di telinga Kouki.

"A…Akashi?!" jeritnya sementara Reo-nee tersenyum semakin lebar.

"Hamba tidak menyangka bahwa Baginda akan begitu tidak sabar untuk menemui Yang Mulia. Semuanya keluar, kita harus membiarkan Baginda berbicara berdua saja dengan Yang Mulia!" suruh Reo-nee sambil mengedipkan matanya pada Kouki.

Akashi yang menatap tingkah laku salah satu anak buahnya hanya bisa pasrah. Dia sudah tahu bahwa saat dirinya menyuruh Reo untuk mengurus Kouki pasti inilah yang terjadi. Meski demikian hanya ada sedikit orang yang dipercayai oleh lelaki itu untuk berada di samping Kouki. Bukan hanya karena mereka belum tahu apapun mengenai Queen yang baru saja ditemukannya, melainkan karena saat ini kerajaan mereka sedang ada dalam konflik. Aomine bahkan mengatakan bahwa mungkin saja kerajaan mereka sedang beruntung karena di saat seperti ini Akashi berhasil menemukan Queen, karena mereka tidak yakin apa yang akan terjadi pada dirinya seandainya Queen tidak bisa ditemukan.

Pandangan Akashi bertubrukan dengan sang Queen yang langsung bergetar. Apa dirinya begitu menakutkan? Atau ini memang reaksi dari Queen saat bertemu dengan King? Akashi tidak pernah tertarik sehingga dia tidak pernah bertanya pada Tatsuya ataupun pada Atsushi, namun sepertinya dia harus menanyakannya setelah ini.

"Kouki, apa keadaanmu sudah membaik?" tanyanya sambil berlahan berjalan mendekati tempat tidur Queen-nya. Dia bisa melihat bahwa dalam setiap langkah cengkraman Kouki pada selimut semakin erat, bola matanya semakin tidak fokus, dan lelaki itu menggigit bibir bawahnya. "Kouki apa kamu takut padaku?" tanya Akashi sambil menyapu bibir Queen dengan ibu jarinya, menyebabkan Kouki terlonjak kaget. Akashi dapat melihat bahwa di kedua bola mata itu terpantul bukan seperti apa yang ditakutkannya, bukan ketakutan di sana tapi sesuatu yang lain.

"A…Akashi…"

Panggilan dari Kouki seraya membangkitkan sesuatu dalam dirinya. Dalam sekejap dia sudah membekam bibir Queen dengan miliknya dan mencoba mencuri nafas kehidupan mereka berdua. Sesuatu yang asing, yang selama ini tidak pernah diketahui oleh Akashi seperti ingin melonjak keluar. Desahan yang keluar di antara sela-sela bibir Kouki adalah godaan yang tidak bisa Akashi tahan. Akashi tahu setelah hari ini, Kouki tidak boleh pergi dari sisinya.

o,o