A/N : Terima kasih yang baca, khususnya yang review. Saya baru sembuh dari writer block, setelah kena sindrom angst dj perpedangan di fandom sebelah orz. Saya cuma mau bilang, Kise nggak sama Aomine.
O,o
Disclaimer by Tadatoshi Fujimaki-sensei
Inspirasi dari doujinshi USUK rating M tentang Royal Flush
WARNING! Sho-ai, EYD ngaco, maybe typo dan OOC!
-,-
Sementara ini…. ROLE only~
King of Spade: Akashi
Queen of Spade: Furihata
Jack of Spade: Kuroko
King of Club: Murasakibara
Queen of Club: Himuro
Jack of Club: Kagami
King of Heart: Midorima
Queen of Heart: Takao
Ace : ?
0,0
Midorima menatap tangannya. Dia tidak tahu sebenarnya apa yang dilakukannya tadi. Seharusnya dia benci bersentuhan dengan orang lain, karena itulah Takao selalu menomelinya karena mengenakan atribut yang membuat kulitnya tidak terlihat kecuali bagian kepala. Dia juga lebih suka berbicara daripada bertindak. Apabila ucapannya tidak di dengarkan, dia justru akan menyuruh orang lain atau malah pergi, bukan melakukan tindakan kasar seperti membuka paksa pakaian Queen yang baru saja ditemukannya.
Lelaki berambut hijau itu membolak-balikkan kedua tangannya, melihat apakah ada sesuatu yang menempel sehingga membuatnya bertindak seperti tadi. Kenapa dia memaksa Takao membuka bajunya? Bukannya dia juga tidak ingin menemukan Queen? Lalu kenapa kalau Takao adalah Queen yang selama ini dicari oleh anak buahnya? Dia sendiri yakin untuk mengurus urusan kerajaan sendiri, bahkan sebelum Takao dikirim untuk menjadi 'Jack'.
Sejak awal dia terpilih, tidak… mungkin lebih lama lagi. Mungkin sejak Takao tahu bahwa Kise adalah anak yang dipersiapkan untuk menjadi Queen of Diamond. Mungkin sejak hari itu dia membencinya. Tapi apa yang sebenarnya dia lakukan? Selama ini Midorima tidak pernah peduli tentang bagaimana pendapat 'Jack' mengenai dirinya. Kenapa setelah dia menjadi Queen, dia harus peduli?
Perlahan pandangan matanya tertuju pada lucky item yang disiapkan oleh 'Jack'… mungkin dia sebaiknya membiasakan diri menyebut lelaki berambut hitam yang selalu ada disampingnya itu sebagai Queen. Queen, entah kenapa kata itu dan Takao sepertinya tidak cocok. Queen yang selama ini dilihatnya adalah lelaki bertubuh tinggi, dengan senyum menawan dan wajah cantik yang selalu menyayangi Murasakibara dan memanjakan sang King of Club. Sementara Takao adalah kebalikan dari Himuro. Bukan hanya lelaki itu selalu bertengkar mulut dengannya, dilihat dari segi manapun tidak ada hal yang cantik dari lelaki itu. Meskipun dia pernah melihatnya tersenyum, namun senyum itu selalu ditujukan pada orang lain bukan padanya, itupun sama sekali tidak masalah buatnya. Bisa dibilang senyum Takao itu seperti bunga matahari, bersinar namun selalu menatap ke arah sang matahari. Dan Kise lah matahari yang dilihatnya. Gadis itu bersinar, dengan senyum paling lebar daripada siapapun. Meskipun semenjak Midorima ditunjuk untuk menjadi King, Kise tidak pernah menunjukkan wajahnya sekalipun. Takao pun dengan terang-terangan berusaha melarikan diri dan berkata membencinya hampir setiap waktu. Lalu kenapa saat lelaki itu mengatakan bahwa dia sama sekali tidak ingin menjadi Queen untuknya Midorima merasakan sedikit amarah? Bukankah itu layaknya ucapan setiap pagi bagi Takao untuknya?
Dilihat dari segi manapun, tubuh Takao dengan jelas-jelas mengucapkan 'aku membencimu' pada Midorima. Namun meski demikian lelaki itu tetap bersamanya, disisinya walaupun terpaksa. Midorima lebih memilih berada di samping Takao yang terang-terangan mengatakan bahwa lelaki itu membencinya daripada bersama dengan orang yang selalu tersenyum namun menusuknya dari belakang. Takao tidak pernah menyembunyikan perasaannya, itulah yang membuat Midorima menerima lelaki itu sebagai seorang 'Jack'. Lalu kenapa saat pemilik Hawk Eye itu menjadi Queen dia merasakan sesuatu?
-.-
Takao sedang mengutuk nasibnya karena pernah mengenal lelaki bernama Midorima Shintarou. Dia juga mengutuk orang-orang yang memaksanya menjadi 'Jack' sehingga harus berada di samping lelaki itu selama tiga tahun setiap hari. Namun dia lebih mengutuk dirinya karena tanpa sadar mencium lelaki itu dan menyebabkannya jatuh dalam masalah super besar yang bernama soulmate.
Terdengar ketukan pintu dari luar kamarnya yang kini berubah sebutan menjadi tempat tidur Queen of Heart. Tidak lama lagi semua orang di dalam kerajaan akan mengetahui bahwa dia adalah seorang Queen, bukan cuma sembarang Queen, tapi Queen dari lelaki berambut hijau, berkacamata, yang saking angkuh dan sombongnya menolak untuk melawannya one on one karena lelaki itu pernah mengalahkannya secara telak saat lawan tanding saat kecil dahulu. Semenjak pertandingan memanah itu kepercayaan diri lelaki itu hancur, dan satu-satunya upaya untuk menyelamatkan orang yang disayanginya pun digagalkan oleh lelaki itu. Bukan hanya itu saja, lelaki itu membuat hidupnya sengsara!
"Queen?" panggil seseorang yang membuat Takao naik darah.
"Aku bukan Queen!" teriaknya kesal.
"Takao, menyerahlah. Kamu sudah terpilih menjadi Queen," suruh lelaki dari balik pintu yang membuat hidup Takao kini semakin merana.
"Salah siapa? Siapa yang membuat lelaki itu membawaku ke kamar?" jeritnya frustasi, sementara lelaki itu mendengus.
"Seharusnya kamu bahagia karena tidak lagi harus mengurus orang-orang agar bisa bersentuhan dengan King," dengusnya.
"Tapi aku nggak sudi untuk jadi Queen!" teriaknya. Lelaki yang diteriakinya hanya menghela nafas.
"Takao, apa kamu tahu tentang apa yang terjadi pada kerajaan yang tidak memiliki Queen?" tanya orang itu. Takao terdiam. Dia tahu. Karena dia tahu itulah, meskipun tidak ingin dia tetap melakukan tugasnya untuk mencarikan Queen untuk King. Tapi bukan berarti dia mau menjadi Queen!
"…Miyaji-san, apa kamu tahu tugas Queen?" tanya Takao.
"Menyerap energi negatif dari King?" bingungnya. Hal ini sudah menjadi rahasia umum. Semua orang juga tahu. Lalu kenapa Takao yang pernah menjadi Jack, orang yang seharusnya lebih tahu darinya malah menanyakan hal ini?
"Lalu bagaimana cara melakukannya?"
"Saling bertukar cairan tubuh?" tawanya yang membuat Takao menggeram kesal.
"Itu! Itu dia! Kamu pikir makhluk itu yang bahkan tidak mau bersentuhan dengan orang itu bersedia untuk melakukan 'itu' dengan orang lain?" jerit Takao frustasi. Miyaji yang bersandar di pintu langsung tertawa terbahak-bahak.
"Takao, bukan Queen. Aku rasa ini panggilan dari yang diatas. Mungkin ini sudah takdirmu untuk harus menggoda King."
"Nggak sudi! Aku sama sekali nggak sudi!" jeritnya frustasi. Membayangkannya saja tidak bisa. Bagaimana mungkin dia bisa melakukannya?
"Tapi bukankah kalian sudah melakukannya? Kalau tidak bagaimana mungkin tanda itu sampai muncul?"
"Aku cuma nggak sengaja menciumnya tahu! Nggak sengaja! Itupun aku nggak sadar!"
"Kalau begitu kamu harus menguatkan diri Queen. Aku lihat, sepertinya King tidak keberatan melakukan tugas-tugas yang dibebankan padanya. Jadi dia juga harus mendapatkan 'hak'nya."
"MIYAJI-SAN!" Takao hanya bisa berteriak karena lelaki itu sudah pergi menjauh. Tapi Takao yakin, kalau dia sampai membuka pintu atau jendela dan mencoba kabur, dalam sekejap dia pasti akan dikurung bersama dengan King. Benar, bersama dengan King. Mungkin kali ini bukan di ruang kerja, tapi di ruangan yang tidak ingin Takao pikirkan. Takao menatap tanda yang menyatukannya dengan King dan menghela nafas. Dia hanya punya dua pilihan, melakukan tugasnya atau membiarkan Midorima mati.
0.0
A/N : Saya mau tanya enaknya ada KagaKuro apa tetap MuraHimu doang?
