A/N : Terima kasih yang baca apalagi yang review. Terutama yang jatuh cinta sama pairing minor saya. Buat Midotaka... uhuk uhuk kapan ya? Kapankah Midorima berhasil grape-grape Takao? *menatap matahari senja

-/-

Disclaimer by Tadatoshi Fujimaki-sensei

Inspirasi dari doujinshi USUK rating M tentang Royal Flush

WARNING! Shonen-ai, EYD ngaco, maybe typo dan OOC!

-,-

Sementara ini…. ROLE only~

King of Spade: Akashi

Queen of Spade: Furihata

Jack of Spade: Kuroko

King of Club: Murasakibara

Queen of Club: Himuro

Jack of Club: Kagami

King of Heart: Midorima

Queen of Heart: Takao

Ace : ?

O.O

Kuroko membuka matanya. Dia menatap sekeliling hingga menyadari bahwa sudah tidak ada lagi orang yang bertugas menjaganya. Apa yang akan dilakukannya bisa menyebabkan kerenggangan bahkan mungkin memercikkan api peperangan antara kedua Kingdom. Tapi mereka tidak bisa mempercayai bahwa Kingdom of Club tidak sengaja mengirimkankan Furihata Kouki kepada Kingdom of Spade. Kuroko menyadarinya karena Jack of Club, Kagami Taiga. Lelaki itu seperti yang dikatakan Aomine padanya, lurus seperti anak panah. Lelaki yang tidak bisa berbohong. Orang yang akan disukainya seandainya dia tidak menyembunyikan kenyataan mengenai Queen mereka.

Beberapa hari ini Kuroko telah mengawasi gerak-gerik Jack of Club. Dia bahkan telah mencoba untuk menembus pertahanan sang tiger, sayangnya lelaki itu sepertinya sudah diberitahu untuk selalu menjaga jarak dengan dirinya. Lelaki berambut merah dengan surai hitam itu tahu bahwa bagaimanapun dia harus menyembunyikan kenyataan mengenai lelaki yang kini menjadi Queen of Spade. Namun hal yang masih menjadi pertanyaan adalah… mengapa mereka mengirimkan Furihata Kouki? Atau adakah orang lain yang seharusnya bersamanya?

Akashi tidak menyukai misteri. Karena itulah Kuroko harus mengungkapkannya. Lelaki yang merupakan King-nya itu tidak bisa mentolerir apabila ada rahasia disekelilingnya. Terutama bila itu berhubungan dengan Kingdom of Spade. Kuroko tahu, cepat atau lambat sesuatu akan terjadi. Tidak, bukan hanya Kuroko. Semua yang tahu tentang keadaan Kingdom of Spade yang sebenarnya pasti mengetahui bahwa Furihata Kouki akan memainkan role yang besar. Karena Akashi tidak bisa dibiarkan bebas. Dan rantai yang menahannya hanyalah Chihuahua yang kini pasti sedang meringkuk di suatu tempat di Kingdom of Spade.

Kuroko mengintip dari jendela yang berada di ruangannya. Dia telah memperhatikan rotasi penjagaan selama beberapa hari ini. Namun dia tetap tidak bisa menemukan celahnya. Mungkin saja ini adalah cara Jack of Spade untuk membuat Kuroko menyerah. Sayangnya hal itu tidak akan berhasil. Lelaki berambut cyan itu telah beberapa kali mencoba menyelinap dan mencari mengenai sang Queen. Namun tidak ada seorang pun yang tahu mengenai Furihata Kouki di dalam kerajaan. Apa Queen mereka benar-benar orang biasa yang kebetulan pindah ke Kingdom of Spade? Seandainya saja Akashi bisa mempercayainya, Aomine pasti akan langsung melihat ramalan cuaca karena mengira akan ada badai salju di musim panas.

Dalam gelap Kuroko memasukkan beberapa peralatan kecil yang mungkin akan dibutuhkannya dalam baju kerjanya. Bukan berarti orang-orang akan melihatnya meskipun dia membawa chainsaw. Hal ini karena skill yang dimilikinya adalah misdirection. Karena skill yang dimilikinya sebagai Jack of Spade itulah, dia lebih dikenal sebagai bayangan King of Spade daripada Jack.

Setelah memastikan semua benda yang diperlukan ada bersamanya, Kuroko membuka pintunya sepelan mungkin. Dia tidak hanya tahu bagaimana menghilang dari pandangan orang-orang. Dia bahkan tahu bagaimana cara untuk tidak mengeluarkan suara saat bergerak. Kuroko telah mempelajari peta tempat tinggalnya saat ini dan mengetahui bahwa lokasi yang belum dicarinya adalah lokasi yang kemungkinan besar dijaga ketat. Ruang kerja King of Spade dan ruang data.

Perlahan Kuroko melangkahkan kakinya sambil memeriksa detail tiap jalan yang dilewatinya dan menghilangkan hawa keberadaannya serta bersembunyi saat mendengar langkah kaki. Setidaknya sampai saat ini Akashi adalah satu-satunya orang yang bisa menggagalkan kemampuannya. Selain King, Kuroko yakin tidak ada orang lain yang mampu melakukannya.

Dia bisa melihat beberapa orang sedang berjaga di lorong-lorong tempat salah satu lokasi yang harus didatanginya. Sekarang apa yang harus dilakukannya? Meskipun kekuatannya bisa digunakan untuk melewati mereka semua tanpa terlihat bukan berarti dia tidak bisa disentuh. Dan para penjaga ini bukan penjaga pada umumnya. Kuroko bahkan yakin, bahwa ini bukanlah cara mereka untuk mencegahnya memasuki ruangan. Tapi kemungkinan besar memang ini metode yang diterapkan untuk para penjaga, mengingat captain mereka adalah Jack of Club yang sempat membuat Kuroko sakit kepala.

…mungkin lebih baik dia pergi dari tempat ini sesegera mungkin. Setidaknya masih ada satu tempat lagi yang harus didatanginya. Semoga saja penjagaan di tempat itu tidak seketat ini. Atau dia benar-benar harus merangkak masuk dari jendela. Hal yang akan terlihat jelas, karena benda yang digunakan olehnya tidak bisa menghilang kecuali saat menempel di tubuhnya.

Jack memastikan tidak ada apapun di lorong sebelum berjalan melewatinya sampai…

JEDUK!

Sebuah pintu menghantamnya.

-.-

Akashi menatap Queen yang kini telah tertidur pulas. Entah karena kelelahan atau karena rasa malu yang teramat sangat. King bisa melihat wajah Queen yang memerah hingga ke leher dan telinga. Hickey yang disematkannya di leher beberapa hari yang lalu masih terlihat jelas. Dari bibirnya masih terdapat bekas saliva yang tadinya menyatukan lidah mereka berdua. Akashi tidak tahu bahwa dia bisa begitu addicted dan merasa sesak saat tidak melihat seseorang. Dia bahkan tidak ingin bangkit dan meninggalkan tubuh lelaki berambut coklat ini.

Selama beberapa hari Akashi hanya bisa menggoda Queen. Bukan hanya karena Queen sangat amat sensitive, tapi dia juga terlalu pemalu. Pertama kali Akashi melepaskan bajunya, Kouki memerah sampai mengeluarkan darah dari hidungnya. Hal yang sampai kapanpun akan membuat King of Spade itu tersenyum. Karena setelah itu Kouki sangat panik dan lari, justru untuk menabrak tiang tempat tidur, cabinet, bahkan lemari kalau Akashi tidak menghentikannya saat itu juga dan menggendongnya kembali ke tempat tidur. Tentunya dengan gendongan putri yang semakin membuat Kouki memerah. Setidaknya, dia bisa membuka beberapa kancing baju Queen sebelum Kouki pingsan malam ini. Sebuah kemajuan mengingat lelaki itu pingsan saat pertama kali berjabat tangan dengannya.

Senyum menghiasi wajah Akashi saat dia memberikan kecupan ringan di kening Kouki dan membenarkan letak selimut Queen of Spade sebelum meluruskan pakaiannya. Sejak kejadian Kouki mimisan, Akashi menahan dirinya untuk langsung me'lahap' sang Queen yang terlalu imut untuk kebaikan mereka semua. Sang King yakin, Queen-nya itu tidak akan terbangun sampai pagi dan akan semakin memerah mengingat apa yang hampir dilakukan Akashi malam ini.

Ketika memasuki kamarnya, dia bisa melihat Aomine yang tengah melahap makan malamnya. Makan malam kedua miliknya. Lelaki itu meletakkan pedangnya tepat di tempat yang bisa dia jangkau dan makan dengan kecepatan tinggi. Akashi menunggu Aomine menyelesaikan makannya sebelum menerima laporan seperti biasanya.

"Akashi apa kau yakin mengirim Tetsu ke Kingdom of Club?" tanya Aomine to the point yang membuat Akashi bertanya-tanya.

"Kenapa kamu menanyakan hal itu? Apa kamu menemukan sesuatu yang aneh?" Aomine menganggukkan kepalanya.

"Aku melihat Tetsu. Atau orang yang mirip sekali dengan Tetsu."

"Orang yang mirip dengan Tetsuya?"

"Aku tidak yakin, tapi justru karena aku tidak yakin aku jadi berpikir apa itu benar-benar Tetsu? Karena begitu aku ingin melihat orang itu dengan jelas dia langsung menghilang." Akashi terdiam, mencoba mencerna perkataan dari Aomine.

"Daiki, apa ada ciri lain yang bisa kamu ingat?" tanya Akashi, meskipun dia tidak yakin Aomine mampu mengingatnya. Lelaki berkulit hitam yang ditanyainya itu menyilangkan tangan dan mencoba berpikir beberapa saat sebelum menggelengkan kepalanya.

"Meskipun tidak hanya aku yang berpatroli saat itu, yang melihat lelaki itu hanya aku. Itupun hanya sekilas. Karena itulah aku melaporkannya." Akashi mengangguk. Meskipun bagi orang lain ini merupakan hal yang tidak perlu dilaporkan, mengingat salah satu orang yang mereka kenal mempunyai kemampuan misdirection, ini merupakan berita penting untuk Akashi.

"Daiki, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan." Aomine mengangguk. Tanpa diberitahupun dia tahu, lelaki yang dilaporkannya bisa berbahaya.

"Aku akan kembali saat aku menemukan apa yang kita cari," ujarnya kemudian mohon diri. Akashi melihat kepergian Aomine dan menatap ke arah pintu yang memisahkan kamar tempat dirinya dan Queen yang kini terlelap. Akashi berharap, bahwa Kouki memang tidak ada hubungannya dengan semua ini.

-.-

A/N : Akashi belum sempat grape-grape Furinrin kok serius! Belum sempet!

meski author berharap paling nggak dada Furinrin saya sudah nggak perawan T.T