A/N : Terima kasih yang baca terutama yang review. Midotaka err... Mungkin chapter depan? Atau... btw yang bingung konfliknya, setiap Kingdom mempunyai konflik masing-masing jadi sebisa mungkin nggak saya campur aduk kecuali kekurangan ide orz. Selain itu... saya bingung bagaimana membuat MuraHimu fluffy. Ada ide?
Disclaimer by Tadatoshi Fujimaki-sensei
Inspirasi dari doujinshi USUK rating M tentang Royal Flush
WARNING! Shonen-ai, EYD ngaco, maybe typo dan OOC! Banyak OOC! (karena Author cuma lihat info trivia character di wikipedia)
-,-
Sementara ini…. ROLE only~
King of Spade: Akashi
Queen of Spade: Furihata
Jack of Spade: Kuroko
King of Club: Murasakibara
Queen of Club: Himuro
Jack of Club: Kagami
King of Heart: Midorima
Queen of Heart: Takao
Ace : ?
0,0
"Hm? Taiga, aku dengar kamu mengantarkan Kuroko ke ruang perawatan. Apa yang terjadi?" tanya Tatsuya saat melihat saudaranya itu memasuki ruangan dengan wajah lelah. Perlahan dia bangkit dan mengusap wajah Jack dengan tisu basah, sementara dari meja kerja King menatap mereka berdua dengan intense. "apa kamu tidak apa-apa?"
"Em, tidak ada masalah. Oi, Murasakibara! Kau bisa menghentikan aura membunuh yang keluar dan kembali bekerja!" ujar Kagami sedikit kesal. King hanya bisa berdecak dan menatap kembali Queen yang berada nun jauh disana. Selama Queen tidak berada di pangkuannya, King akan merasakan jarak mereka sangat amat jauh.
"Atsushi, berhenti memandangi Taiga seperti itu. Lagipula dia masih harus menjaga Jack of Spade besok," suruh Queen yang membuat titan berambut ungu itu menggelembungkan pipi sok imut. Sementara Kagami merinding sambil berteriak keras-keras dalam hati, "Lelaki bertampang garang dengan tinggi 2 meter menggelembungkan pipi itu gak imut!" Sayang sekali kakaknya tidak berpikiran demikian. "kita sudah tahu apa yang dicari oleh Jack of Spade tidak ada disini. Tapi bukan berarti Kuroko akan menyerah meski kita memberitahunya."
"…aku mengerti," jawab King sulky.
"Baiklah, Tatsuya aku akan kembali ke posku. Panggil aku kalau kalian mendapatkan kabar baru." Queen mengangguk.
"Selama kita belum dapat kabar, kita juga tidak bisa gegabah."
-.-
"Kiyoshi, apa kamu mendapatkan sesuatu?" tanya Riko pada lelaki yang baru saja memasuki kamar mereka itu. Kiyoshi menganggukkan kepala.
"Kita harus semakin berhati-hati. Sore ini kita harus pindah penginapan!" suruhnya yang membuat gadis berambut coklat muda di depannya sedikit mengerutkan kening.
"Apa ada yang sudah mencurigai kita?" tanyanya. Apa penyamaran mereka sebagai pasangan suami istri sudah terbongkar? Tapi setiap kali keluar dari kamar dia selalu menempel pada Kiyoshi seperti pasangan suami istri yang baru menikah. Meskipun dia tidak bisa membuat wajahnya bersemu merah seperti yang biasanya dilakukan seseorang yang seharusnya bersama mereka.
"Belum, tapi aku tidak yakin. Lagipula sudah waktunya kita pergi mencari tempat baru," ujar lelaki yang lebih tua dari Riko itu. Riko menganggukkan kepala. Mereka sudah mendapatkan salah satu informasi penting. Ini saatnya mereka menunggu seseorang untuk bergerak sebelum mereka melakukan pergerakkan sendiri.
"Akan lebih bagus kalau Chihuahua kita ada disini," keluh Riko sambil menghela nafas. Setidaknya lelaki itu tidak akan disadari keberadaannya karena memiliki wajah yang terlalu pasaran. Atau awalnya itu yang mereka pikirkan sebelum sang 'Chihuahua' terjatuh pingsan saat menyentuh King of Spade yang menyamar menjadi salah satu petugas penjaga gerbang. "mengingatnya saja aku ingin sekali memukul King of Spade," kesalnya. Kiyoshi hanya bisa tertawa garing. Semoga saja Furihata Kouki bisa selamat dalam genggaman 'Demon King'.
-.-
JEDUK!
"SIAPA?!" seru Kagami sambil mengangkat pedangnya dan bersiap menghadapi serangan. Dia baru saja keluar dari kamar yang ditempatiinya untuk sementara saat tiba-tiba pintu yang dibukanya menatap sesuatu dengan amat sangat keras. Mungkin juga karena dia mempunyai kebiasaan untuk membuka lebar pintu dengan sangat cepat sehingga setiap orang yang lewat pasti akan menabraknya. Meski demikian dia sedang berada di lorong kerajaan dimana yang merupakan salah satu ruangan yang tak boleh dimasuki siapapun kecuali para pemilik role dan beberapa pengawal. Lagipula Jack mengetahui secara persis posisi semua orang yang berada di lorong ini. Selain mereka, semua yang melalui lorong ini adalah penyusup yang harus dibunuh!
Jack mengawasi sekelilingnya dengan seksama. Aura membunuhnya sudah dikeluarkan. Hanya ada beberapa orang yang bisa menahan hawa membunuhnya. Hanya saja terkadang saat-saat seperti ini dia sangat iri dengan kemampuan King. Karena dia bisa langsung menahan pergerakan orang-orang, sesuatu yang tidak dimilikinya.
Dari kedua sisi matanya terpancar semburat merah yang berasal dari kedua pupil matanya. Orang yang bisa memasuki kawasan ini adan tidak diketahui oleh Jack adalah orang yang pantas untuk mendapatkan kemampuan bertarungnya 100%. Dia tidak akan segan-segan untuk menebas siapapun yang berani memasuki lorong ini tanpa izin darinya. Satu gerakan, hanya butuh satu gerakkan dari musuhnya dan dia akan langsung mengetahui dimana musuhnya berada.
Satu detik, satu menit, beberapa menit telah berlalu namun masih belum ada tanda-tanda ada orang atau sesuatu yang tadi tertabrak pintu yang dibuka oleh Kagami. Menyadari bahwa penyusup ini bukanlah orang yang gegabah, Kagami mulai mempertegas pengawasannya. Hanya butuh satu suara. Baik itu suara keringat yang terjatuh ataupun suara gesekkan baju. Tidak ada yang bisa selamat darinya.
15 menit berlalu tanpa ada suara maupun gerakkan. Perlahan semburat di matanya menghilang meskipun dia tetap tidak menurunkan senjatanya. Satu-satunya jalan keluar adalah berbalik kembali ke lorong utama. Namun Kagami tidak melepas kemungkinan bahwa mungkin saja penyusup itu menunggu kesempatan untuk melumpuhkannya.
30 menit telah berlalu namun masih belum ada pergerakkan yang berarti. Jack tidak tahu apakah penyusup ini telah menyerah atau dia sedang berpikir untuk melakukan sesuatu. Meracuni dia mungkin? Menyiapkan diri seandainya pihak lawan sedang merencanakan sesuatu tanpa terlihat dan terdeteksi olehnya membuat Kagami semakin mawas. Kagami yakin, orang yang ditungguinya adalah seorang professional. Dia tersenyum. Sudah lama Jack of Club berhadapan dengan seorang professional. Darahnya berdesir semakin panas. Pasti akan sangat menyenangkan.
Saat menit berganti jam Kagami tahu, sebentar lagi dia pasti akan merasakan sesuatu. Tidak pernah ada orang yang sanggup menahan aura membunuh yang dikeluarkan oleh Jack of Club kecuali beberapa pemilik role dan Aomine. Karena itulah awalnya Jack mengira bahwa Aomine adalah Jack of Spade. Seandainya orang itu benar-benar bisa melakukannya, Kagami akan tahu identitas penyusup itu. Karena hanya satu orang selain King, Queen, dan dirinya yang memiliki role di tempat ini.
Kagami tidak mau mengakuinya. Namun dia juga tidak bisa mempungkiri kemungkinan itu. Karena sejak awal mungkin mereka sudah ditakdirkan menjadi musuh. Sejak Furihata Kouki terpilih menjadi Queen. Siapa yang menyangka lelaki bertampang biasa dengan rambut coklat dan sedikit kikuk namun sangat perhatian akan sekelilingnya itu akan menjadi salah satu pemilik role. Bahkan kakaknya, Tatsuya, terkejut saat mendengar kabar yang mungkin saja mengundang halilintar di siang yang cerah itu.
Semakin lama waktu berselang, semakin yakin Jack akan identitas sang penyusup. Perlahan pedang yang digenggamnya dimasukkan kembali ke sarungnya. Aura pembunuhnya dihilangkan saat kelopak matanya semakin tertutup. "Kuroko, keluarlah!" suruh Kagami sambil menghela nafas. Tidak ada artinya lagi mengulur-ulur waktu.
"…dari tadi aku ada di bawahmu," ujar sebuah suara yang berada tepat di depan pintu yang tadi dibukanya. Lelaki berambut cyan itu mengusap-usap dahinya yang memerah karena tertabrak pintu dengan sangat keras.
"Kalau dari tadi disana kenapa nggak bilang!?" kesal Kagami yang menghabiskan waktu dengan menatap sosok yang dianggapnya sedang bersembunyi di kejauhan.
"…apa aku tidak boleh merasa kesal karena tertabrak pintu?" gumam Kuroko sambil membuang muka.
"Hah? Kamu bilang apa?" tanya Kagami yang tidak terlalu jelas mendengar apa yang dikatakan lawan bicaranya.
"Tidak, tidak ada. Apa kamu bisa membantuku?" tanya Jack of Spade sambil memberikan pandangan upturn yang legendaris.
"…sebelum kau berusaha melarikan diri, aku bisa bilang apa yang kau cari tidak ada disini. Kecuali kau ingin pergi mencari King dan Queen," ujar Kagami dengan sedikit ancaman disana. Mereka berdua tahu tugas Jack. Karena itu tidak ada satu orang pun Jack yang akan mengalah diantara mereka terkait keselamatan King dan Queen mereka.
"…aku mengerti. Lagipula meski aku ingin bergerak pun aku tidak bisa."
"Hah?"
"Tubuhku lemas sejak terkena hawa pembunuhmu. Karena itu dari tadi aku tidak bisa bergerak ataupun mengeluarkan suara," jawabnya kesal. Kagami tidak tahu dia harus tertawa atau memukul lelaki yang lebih pendek darinya itu. Kagami berjongkok dan menghadapkan punggungnya pada Kuroko.
"Apa kamu bisa naik sendiri?" tanyanya. Jack of Spade yang menatapnya itu menggelengkan kepalanya sedikit. "…maafkan aku," mohon Kagami kemudian menggendongnya ala putri seperti yang biasa dilakukan King pada kakaknya itu. Bola mata Kuroko sedikit melebar tapi kembali ke ukuran asli dalam sekejap sehingga Jack of Club tidak mengetahui pergolakan yang terjadi dalam dirinya. Langkah Kagami mantap membawa Jack of Spade pergi dari tempat yang dijaganya. Setelah kejadian ini akan lebih baik kalau mereka tidak lagi berhadapan sebagai musuh, atau lain kali Kagami akan benar-benar menebasnya.
-.-
A/N : Apa Kagami terlalu OOC? O.O
