A/N : Terima kasih kepada yang baca terutama yang review ^v^ sesuai janji rating naik jadi M! Apa perlu diberi warning? 0.0
Disclaimer by Tadatoshi Fujimaki-sensei
Inspirasi dari doujinshi USUK rating M tentang Royal Flush
WARNING! Shonen-ai, EYD ngaco, maybe typo dan OOC! Banyak OOC!
-,-
Sementara ini…. ROLE only~
King of Spade: Akashi
Queen of Spade: Furihata
Jack of Spade: Kuroko
King of Club: Murasakibara
Queen of Club: Himuro
Jack of Club: Kagami
King of Heart: Midorima
Queen of Heart: Takao
Ace : ?
-.-
Takao melirik ke arah lelaki berambut hijau, berkacamata, yang sedang serius menatap lembaran demi lembaran laporan yang menumpuk di meja kerjanya. Seminggu telah berlalu sejak role Takao yang merupakan Jack sementara menjadi Queen of Heart. Sudah seminggu sejak terakhir kali Midorima menyentuhnya. Dan masih seminggu sejak Takao meratapi nasibnya.
Lelaki berambut hitam itu memang telah menjadi Queen. Tapi bukan berarti mereka langsung menemukan Jack. Karena itulah meskipun role yang dimiliknya sedikit berubah, bukan berarti pekerjaannya juga berubah. Meskipun ada satu perubahan besar yang tidak ingin diingat olehnya. Perubahan yang sangat amat besar sehingga setiap orang yang bertemu dengannya akan menunduk hormat dan menyebutnya Queen. Queen dari makhluk hijau lumutan yang semoga saja menjamur di meja kerjanya, membatu di kamar tidurnya, dan membeku di jalan.
"Takao, kalau kamu tidak melakukan tugasmu dan terus-menerus memandangiku, akan ada gossip baru yang beredar kalau Queen mencoba mencari perhatian dari King," celutuk King yang membuat Takao muntah darah. Seandainya saja dia bisa muntah darah.
"Sejak kapan kamu peduli sama gossip?!" kagetnya. King of Heart tidak pernah peduli pada gossip. Lalu kenapa dia sekarang mempedulikan gossip baru?!
"Sejak semua orang berbisik-bisik setiap kali kamu berjalan mengikutiku." Takao ingin muntah darah. Dia benar-benar ingin muntah darah.
"Siapa yang bilang aku mengikutimu?! Tempat kerja kita sama!" erangnya. Sejak dia menjadi 'Jack', ruangan tempat kerjanya adalah ruangan tempat kerja King juga. Semua orang juga tahu hal itu. Kenapa tiba-tiba saat dia menjadi Queen ada gossip menjijikkan itu! "siapa yang bilang? Siapa!?"
Midorima menatap Queen yang sedang mengeluarkan asap dari kepala dan api dari mulutnya itu. Atau mungkin akan terlihat seperti itu kalau Takao benar-benar terlahir sebagai makhluk setengah naga. Setidaknya dia tidak melemparkan dokumen yang sedang diperiksanya atau lelaki itu akan semakin kesal karena harus membereskannya juga.
"Takao, aku rasa lebih baik kamu menerima role barumu," ujar King tanpa melihat Queen barunya itu. Takao ingin melemparkan meja yang ada di depannya ke arah lelaki yang setiap hari saat pertama melihatnya adalah menanyakan benda keberuntungannya. Karena sejak hari pertama Takao menyadari dia adalah Queen, lelaki itu lebih memilih meratapi nasibnya di dalam kamar daripada sibuk menyiapkan benda keberuntungan King of Heart. Kalau hanya dengan berjalan ke tempat yang sama saja muncul gossip, gimana kalau dia menyiapkannya?! Bisa-bisa dia mendengar kalau Queen telah jatuh hati pada King. Puih! Puih!
-.-
Midorima menatap sosok Takao yang berjalan ke luar ruangan dengan kesal. Bibirnya tertarik keangkat kemudian terhenti. Midorima mengerutkan alisnya. Seharusnya dia merasa biasa saja, tapi kenapa kali ni dia merasa senang melihat tingkah Takao? Apa ini efek samping karena Takao adalah Queen of Heart?
Midorima merenung. Selama ini dia tidak pernah dekat dengan siapapun selain keluarganya. Meskipun demikian sudah beberapa tahun semenjak dia keluar dari rumah dan tinggal di kediaman King. Satu-satunya yang selalu ada di sampingnya hanyalah Takao. Apa itu penyebabnya? Midorima menutup matanya. Mengubur pikiran itu dalam-dalam. Tidak ada yang bisa dia lakukan. Lagipula dia memang tidak berniat melakukan apapun pada Takao baik sebelum maupun sesudah lelaki itu menjadi Queen. Lebih baik mereka tetap berada di jarak seperti ini. Karena dia tahu, King of Heart tidak akan pernah mendapatkan hati dari Queen of Heart.
Hanya gesekkan pena yang berada dalam genggaman tangannya yang mengisi keheningan ruangan itu. Selama beberapa saat pikiran Midorima hanya terfokus pada dokumen-dokumen yang harus diceknya. Alisnya semakin mengerut setiap lembar demi lembar informasi yang didapatkannya. Akashi telah menemukan Queen. Berita itu memang sudah tersebar, tapi kenapa dia baru tahu kalau Queen of Spade awalnya merupakan rakyat Kingdom of Club? Kenapa Akashi berusaha menutupinya? Midorima menghela nafas. Pikiran Akashi, meskipun dia bisa menebaknya, tidak akan ada yang tahu 100%.
Lelaki berkacamata itu menatap ke arah kursi Takao yang masih kosong. Apa dia berencana melarikan diri lagi? Selama beberapa hari tidak terlihat bahwa lelaki itu sedang merencanakan pelariannya lagi. Bukan berarti pengawalannya berkurang. Tapi Midorima yakin bahwa Takao tahu konsekuensinya. Namun meskipun dia mencoba untuk tidak memikirkannya, pikirannya tetap saja terbang kea rah lelaki dengan tatapan mata tertajam yang pernah dilihatnya.
Midorima kembali mendesah. Pasti akan muncul gossip baru seandainya dia keluar dan mencari sosok lelaki berambut hitam itu. Tapi entah kenapa, dia tiba-tiba mencemaskan lelaki itu. King of Heart menatap ke arah lucky item hari ini yang tidak dipegangnya. Mungkin dia harus mengambil lucky item hari ini sebelum bertemu dengan Takao. Dalam hati, meskipun tahu itu tidak mungkin, Midorima mulai mendambakan melihat seulas senyuman di bibir Queen of Heart.
-.-
Takao berjalan keluar dari ruangan tempat dia harus mem-baby setting King of Heart. Langkah yang dimbilnya mantap dan panjang. Sepanjang kakinya membawanya menjauh dari hadapan lelaki berkacamata yang super menyebalkan dalam hidupnya. Dia bisa melihat bahwa ada beberapa orang yang berjalan mengikutinya. Atau mungkin lebih tepat mengawasinya. Takao menghentakkan kakinya ke tanah tanpa menghentikan langkahnya. Meskipun kesal tetap saja dia mengerti. Keadaannya saat ini berbeda dengan dulu. Posisi Queen tidak bisa diserahkan pada orang lain. Bahkan apabila Queen atau dalam hal ini dia, mati sekalipun. Posisi Queen dari Midorima Shintarou hanyalah miliknya. Takao merasa mual. Kenapa dia harus menggunakan konotasi kata 'miliknya'! Memangnya siapa yang sudi jadi Queen?!
Setelah beberapa saat berjalan, Takao menyadari bahwa dia mencapai ke 'inner' kerajaan. Tempat dimana kamarnya dan kamar King of Heart berada. 'Kaki kenapa kamu membawaku kemari!' jerit Takao dalam hati sambil menjambak rambutnya. 'kalau begini bukannya akan menghilangkan gossip, justru akan menambah gossip kalau sampai dia memasuki kamarnya sekarang!' Takao bisa membayangkan gossip baru yang akan muncul mengenai dia dan King. Queen yang merasa kesal pada King, berjalan keluar dari ruang kerja mereka dan mengunci diri di kamar karena ngambek. Super gilaaaaa!
Takao berbalik dan memandang para penguntit uhuk para bodyguard slash penjaganya. Mereka langsung memandang ke arah lain seolah-olah Queen tidak mengetahui keberadaan mereka sejak awal. Takao menyipitkan matanya dan melihat mereka satu per satu. Kemampuan Takao adalah Hawk Eyes. Dengan matanya dia bisa melihat dari Top Eye Level. Tapi bukan berarti dia tidak bisa memperhatikan dengan jelas suatu obyek.
"…apa kita merekrut orang baru?" tanya Takao tiba-tiba yang mengagetkan mereka semua. Mereka saling berpandangan dan menggelengkan kepala. Karena sebelumnya role Takao adalah Jack, dia tahu dan hafal semua orang yang ada dalam kediaman King of Heart. Ditambah dengan kemampuannya yang bisa melihat situasi dan kondisi dari atas, hampir tidak ada satu pun yang terlewat olehnya. Kecuali tentu saja saat dia merencanakan pelariannya. Hal ini dikarenakan dia mempunyai titik tumpul dalam pengelihatannya.
Takao bisa melihat sosok itu berdiri sendirian di tempat yang jarang dilewati oleh prajurit lain. Dia memandang ke satu arah dan terlihat menunduk ke arah semak-semak. Pengelihatan Takao sedikit terganggu. Hal ini dikarenakan tempat dimana sosok itu menghilang tertutupi oleh beberapa pohon lebat, sehingga dia tidak bisa melihat dengan jelas. Takao mengalihkan pandangannya ke arah titik yang tadi dilihat sosok yang tak dikenali dan membelalakkan mata.
"Kembali! King dalam bahaya!" serunya sambil berlari kembali ke arah ruang kerja kerajaan. Dia yakin bahwa sosok yang tak dikenal itu sedang terfokus pada lelaki yang baru saja berjalan keluar dari ruang kerja itu. 'Sial Midorima! Aku tidak akan memaafkanmu kalau kamu mati!' erangnya sambil berlari sekuat tenaga sementara matanya melihat sosok yang sedikit berkilau melesat ke arah King of Heart.
-.-
A/N : Siapakah yang ingin membunuh King of Heart? Author sendiri tidak tahu orz
rating M chapter depan! ^O^
