A/N : Sebenarnya udah bikin ini agak lama, tapi keasikan baca novel BL chinese plus galau nyelesain tugas dan costume jadi lupa upload XD
Untuk masalah words uhuk uhuk otak author gak bisa jalan setelah 1000words orz
Karena Akafuri ternyata mengandung spoiler jadi Midotaka duluan.
Disclaimer by Tadatoshi Fujimaki-sensei
Inspirasi dari doujinshi USUK rating M tentang Royal Flush
WARNING! mild YAOI! EYD ngaco, maybe typo dan OOC! Banyak OOC!
-,-
Takao mengerutkan alisnya. Badannya terasa kaku. Dia mengerang kesakitan. Ada sesuatu yang asing yang mengganjal di bagian belakang tubuhnya. Sementara punggungnya menatap sesuatu yang panas dan keras. Dia bisa memastikan bahwa punggungnya tidak menyentuh dinding. Karena ini berbentuk, bukan datar. Tunggu! Sepertinya dia merasakan sesuatu yang basah di pahanya. Apa mungkin dia lupa ke kamar mandi tadi malam?!
Takao langsung membuka matanya. Dimana ini? Bola mata lelaki berambut hitam itu berkeliaran. Sebentar, sepertinya dia ingat mengenai tatanan ruangan ini. Dia bahkan ingat berjalan melewati pintu itu. Meski demikian dia sangat amat tidak familiar dengan tempat ini. Takao memutar otak, mencoba mengingat apa yang dilakukannya sehingga sampai kemari.
Takao memperhatikan tubuhnya dan terkejut. Dia tidak pernah tidur dengan telanjang. Lalu kenapa tiba-tiba ada bekas berwarna biru di pergelangan tangannya yang menyerupai cengkraman? Dilihat dari bentuknya itu adalah cengkraman lelaki. Sejak kapan Takao bersentuhan dengan lelaki? Sejak dia menjadi Queen, tidak ada seorang pun yang berani menyentuhnya. Tunggu, tunggu! Kalau tidak salah tadi dia merasa ada sesuatu yang mengganjal di... di area di bawah pantatnya?!
Wajahnya memucat. Tidak Kazunari! Hal itu tidak terjadi. Dia pasti sudah gila karena memikirkannya. Takao mencoba berpikiran jernih sebelum kembali memucat. Perlahan, sangat amat perlahan karena kengerian yang mungkin saja akan didapatkannya, Takao menoleh ke arah belakangnya. Asdfghjkl! Kenapa ada wajah lelaki berambut hijau tanpa kacamata yang sedang tertidur disana?!
Takao mendapati sang King of Heart sedang tertidur tepat di sebelahnya. Dia bisa melihat noda merah yang ada di perbannya. Tubuh sang King terlihat setengah telanjang. Atau mungkin saja telanjang, karena Takao tidak berani mengintip di balik selimut yang menutupi tubuh lelaki itu. Tiba-tiba Takao teringat apa yang terjadi kemarin. Wajahnya memucat. Takao menelan ludah. Sepertinya dia merasakan sesuatu yang menyesakkan dadanya. Tanpa sadar sepertinya dia menahan nafas. Keadaan berubah semakin horror karena sepertinya Takao menyadari benda yang mengganjal di bagian belakang tubuhnya itu. Dia mengarahkan tangannya yang gemetar ke arah sesuatu tersebut. Sesuatu yang saat disentuhnya menyebabkan seseorang sedikit mengerang. "Aku ingin mati," lirih Takao sambil menahan air matanya untuk mengalir. Ah chrysanthemum. Dia sudah tidak bisa menjadi suami orang. Meskipun sejak dia terpilih menjadi Queen, menjadi suami orang sudah hilang dari pekerjaan masa depan yang bisa dia pilih. Tapi setidaknya, dia masih ingin berharap!
Setelah mengutuk siapapun yang melukai King, Takao mengigit bibir bawahnya. Perlahan tubuhnya melepaskan diri dari hal yang mengganjal tersebut. Ah, Takao ingin menangis lagi saat merasakan otot tubuh yang terpaksa terbuka kian menutup karena sesuatu yang menginvasinya telah lepas sepenuhnya. Setelah menghipnotis dirinya sendiri agar melupakan hal yang terjadi semalam, Takao bangkit dari tempat tidur. Baru beberapa langkah yang menyakitkan, karena sesuatu yang tidak ingin dia ingat, Takao kembali merasakan dorongan untuk mengubur dirinya. Sesuatu yang basah dan sedikit lengket keluar dari lubang belakang tubuhnya.
Takao tahu bahwa dia sudah menyiapkan dirinya saat hendak melakukan hal 'itu' dengan King. Energi negatif yang berada dalam tubuh King hanya bisa diserap oleh Queen dengan dua cara. Pertama adalah dengan passionate kiss, yang artinya adalah King dan Queen harus berbagi liquid yang bernama saliva dan yang kedua dan yang paling efisien adalah dengan menyatukan bagian bawah tubuh mereka. Dengan kata lain having sex. Tapi seperti syarat pertama, karena Queen harus menerima liquid dari tubuh King sehingga tidak ada condom yang digunakan oleh Takao. Yang artinya, cairan yang kini menetes di lantai tempat Takao berdiri kaku adalah se… se… se…. semen.
Takao menutupi wajahnya dengan tangan. Karena tahu dia sendiri yang harus membersihkan 'itu' dari dalam tubuhnya. Dan dia harus melakukan hal itu setiap kali King terluka. Karena Kingdom of Hearts masih membutuhkan King of Hearts. Ini memang yang pertama kali, tapi pasti bukan kali terakhir mereka akan melakukannya. Sehingga, dia harus terus melakukan hal 'itu' dengan King sampai lelaki itu sembuh.
Takao berjanji pada dirinya sendiri. Jika sampai orang yang melukai King tertangkap, dia sendiri yang akan menghukumnya! Meskipun sekarang dia menjadi Queen, dia akan mengkuliti orang itu hidup-hidup! Demi harga dirinya yang hancur dan chrysanthemum yang telah terinvasi! Dia akan melakukannya!
Orz
Midorima menatap perbannya yang baru saja diganti dan menganggukkan kepala. Racun di dalam tubuhnya sudah dikeluarkan. Lukanya pun telah dijahit dan dibersihkan. Tidak hanya itu, bekas apapun yang terjadi semalam telah menghilang. Kecuali bekas gigitan yang ada pada bahunya. Sesuatu yang membuatnya yakin bahwa itu bukan mimpi.
"King, apa ada hal lain yang bisa saya bantu?" panggil salah satu knight captain yang melaporkan apa yang terjadi setelah Midorima diserang.
"Dimana Takao?" tanya Midorima. Meskipun sebenarnya dia juga sedikit terkejut. Sejak kapan dia tertarik untuk mengetahui keberadaan Takao?
"Queen sedang menyusun strategi untuk mencari penyusup." Midorima mengangguk. Dia tahu bahwa meskipun kini Takao telah menjadi Queen, dia tetap melakukan tugas Jack.
"Bagaimana dengan penjagaan di perbatasan?"
"Queen telah memerintahkan untuk menutup semua akses di perbatasan. Beliau mengubah semua orang yang berjaga yang mengorganisir system patroli yang baru. Selain itu, beliau juga mulai menyisir daerah-daerah yang berada di grey area."
"Apa ada pergerakan dari negara lain?"
"Untuk sementara ini, kami belum mendapatkan laporan dari mata-mata yang berada di masing-masing kerajaan." Midorima menganggukkan kepalanya lagi. Meskipun dia yakin bahwa King of Spade dan King of Club tidak akan menyerang kerajaannya, namun dia tidak bisa mempercayai Kingdom of Diamond. Hanya orang bodoh yang akan mempercayai orang yang kini memimpin Kingdom of Diamond.
"Orang yang menyerangku pasti mempunyai kemampuan setara atau melebihi pemilik role. Seseorang seperti itu pasti mempunyai back up sebelum melakukan tugasnya," ujar Midorima yang mencoba menganalisis keadaan. Dia yakin, orang itu mengincar jantungnya. Meskipun hanya sepintas, dia tahu bahwa orang yang melukainya sengaja membiarkannya mengelak. Sesuatu yang tidak akan dia katakan pada Takao atau siapapun. Kalau benar orang itu sengaja membuatnya menyadari keberadaannya, berarti penyusup itu sangat yakin bahwa dia akan bisa melukai Midorima lagi. Hanya saja setelah penyerangan pertama gagal, pasti pengaman terhadap dirinya akan semakin ketat. Jadi kenapa orang itu menyia-nyiakan kesempatan untuk membunuhnya? Atau sejak awal dia tidak ingin Midorima untuk mati? Kalau begitu apa sebenarnya yang dia incar? "siapkan laporan terbaru di meja kerjaku!"
"Akan segera saya laksanakan!" ujar Knight captain yang kemudian mengundurkan dirinya. Midorima menatap pintu yang tertutup kemudian melangkahkan kakinya untuk bangkit dari tempat tidurnya. Tidak ada waktu untuk istirahat. Karena orang yang bisa melukainya tidak akan membiarkannya memiliki waktu tersebut.
=.=
A/N : Jadi… ada yang bisa kasih tahu saya siapa kira-kira yang mempunyai kemampuan setara Generation of Miracle?
