A/N : Terima kasih untuk semua pembaca terutama reviewer *wink. Sebenarnya semua role dulu saya pasangin. Karena otp saya ada yang super minor orz
Next chapter kemungkinan spade lagi atau clover kalau nggak ada sweet moment anakTitanxMama *pening. Karena saya harus berguru pada Sun Tzu untuk Heart dan Diamond. Hint untuk identitas Ace dan Joker: pelangi *wink.
Disclaimer by Tadatoshi Fujimaki-sensei
Inspirasi dari doujinshi USUK rating M tentang Royal Flush
WARNING! mild YAOI! EYD ngaco, maybe typo dan OOC! Banyak OOC!
-.-
Aomine kembali menyisir daerah tempat lelaki yang kemungkinan memiliki kemampuan seperti temannya itu berada. Pandangan semua orang tertuju padanya. Atau lebih tepatnya pada pedang yang ada dipinggangnya. Dia menatap orang-orang yang sedang memperhatikannya dari kejauhan. Mereka adalah penduduk pemukiman kumuh yang kebanyakan membenci pemerintahan. Mungkin lebih tepat kalau disebut membenci Akashi Seijuuro, King of Spade. Aomine tahu bahwa King yang dilayaninya mampu untuk menghancurkan tempat ini dan semua isinya dengan mengandalkan kekuatan milik sang King. Namun hal itu tidak dilakukan oleh lelaki berambut merah itu. Aomine tidak tahu kenapa orang-orang ini membenci Akashi. Akashi lah yang berjuang agar semua rakyat bisa hidup bahagia. Meski demikian Aomine tidak akan segan-segan untuk menebas siapapun yang menentang perkataan sang King.
Lelaki berkulit coklat itu memasuki sebuah bar yang akan dilewatkan oleh orang lain karena terlalu tersembunyi. Selain karena hampir tidak ada cahaya yang menerangi jalan kecil, pintu dan tembok terlihat sama. Namun bukan itu tempat yang akan didatangi oleh Knight itu. Segala suara langsung terhenti saat orang-orang melihatnya.
"Hei Jack of Spade, kau ngapain disini?" seru salah satu orang yang duduk disalah satu meja. Bagi semua penduduk Aomine adalah Jack of Spade. Hanya orang disekitar Akashi yang mengetahui hal yang sebenarnya.
"Berikan aku yang biasa," ujar Aomine para bartender yang menatapnya curiga sejak awal dia masuk. Sang bartender menatap koin yang dilemparkan Aomine ke meja dan mengangguk. Meskipun terlihat seperti koin biasa tapi itu merupakan barang identitas untuk memasuki tempat yang akan didatanginya.
"Hei!" teriak orang yang tadi berseru pada Aomine karena tidak digubris oleh sang Knight. Barterner menatap lelaki yang mencari masalah dengan kliennya dan menyerahkan segelas bir untuk sang Knight. Lelaki berambut biru itu mengambil gelas dan meminum semua isinya sebelum berbalik pergi menuju basement.
"Aah~ kenapa kamu lagi," kesal seseorang sambil menghela nafas begitu melihat pria berambut biru itu memasuki ruangan.
"Aku juga nggak mau kesini kalau nggak terpaksa," ujar Aomine sambil berdecak lidah. Orang yang ditemuinya adalah seorang gadis berambut pink yang sedang duduk santai di satu-satunya sofa di ruangan itu. Berbeda dengan tempat diluar, ruangan ini terlihat bersih dan berisi sesuatu yang bisa dibilang 'mematikan'.
"Aku maunya Kuroko-kun, Kuroko-kun, Kuroko-kun!" rengeknya sambil membuat duck face.
"Ck, Tetsu pergi ke Kingdom of Club," ujarnya meskipun dia tahu sebenarnya wanita itu mengetahui hal itu.
"Ah~ Kuroko-kun, sepertinya cinta ini terlalu berat. Tapi aku tidak akan menyerah!" serunya dengan semangat membara. Aomine hanya bisa mengupil melihat tingkah salah satu sahabat masa kecilnya yang nggak pernah berubah. "lalu apa yang ingin kamu tanyakan?" tanyanya tiba-tiba.
"Aku menemukan seseorang yang sepertinya memiliki kemampuan yang sama dengan Tetsu."
"Apa?! Jadi maksudmu Kuroko-kun punya kembaran?" tanya gadis itu yang membayangkan dirinya dikelilingi oleh dua pemuda berambut baby blue yang mengucapkan sweet nothing pada telinganya masing-masing. Aomine kembali mengupil sambil menunggu gadis itu selesai berdelusi. "jadi, kapan kamu menemukan orang ini?"
"Beberapa hari yang lalu. Aku sudah mencarinya di penjuru kota tapi tidak bisa menemukannya. Apa kau punya informasi Satsuki?"
"Aku tidak memiliki apapun yang mungkin membantu. Tapi aku bisa memberi tahu sesuatu yang kemungkinan berhubungan dengan Queen kita."
"Queen? Chihuahua yang disembunyikan Akashi?" Gadis itu mengangguk.
"Pasangan yang berasal dari Kingdom of Club. Mereka berada di kereta yang sama dengan yang membawa Queen. Aku menyelidiki semua orang yang berada dalam satu kereta, tapi aku menemukan hanya mereka yang melakukan satu hal yang ganjil."
"Ganjil?"
"Sepertinya mereka mencari seseorang. Seseorang yang kemungkinan bersembunyi di kota ini. Seseorang yang tidak memiliki role. Seseorang yang berbahaya. Kemungkinan itu adalah orang yang kamu cari, atau orang lain."
"Lalu apa hubungannya dengan si Chihuahua?"
"Apa kamu pikir mereka tidak ada hubungannya? Apa kamu pikir kalau Queen kemari tidak untuk mencari seseorang juga? Atau apa kamu pikir bahwa Queen benar-benar kemari karena urusan pekerjaan? Pekerjaan yang sampai detik ini tidak bisa ditemukan oleh Kuroko-kun?" Aomine menatap gadis berambut pink itu dalam diam. Meskipun dia hampir tidak pernah menggunakan otaknya, dia tahu apa yang gadis itu katakan mungkin saja benar. Karena sejak awal Akashi dan Kuroko mencurigai motif Furihata Kouki.
"Aku akan melaporkannya pada Akashi. Pasangan yang kau bilang itu, siapa mereka?"
"Aida Riko dan Kiyoshi Teppei. Mereka selalu berpindah-pindah penginapan setiap beberapa hari," jawab Satsuki sambil menuliskan nama penginapan beserta nama dan ciri-ciri mereka pada selembar kertas. Aomine menerimanya dan memasukkannya ke dalam saku celananya. "…kamu yakin itu aman?" tanya informan itu skeptis.
"Hah? Apa kau nggak percaya?" mata sang gadis menyipit dan menghela nafas. Bagaimana mungkin dia bisa mempercayai orang yang bahkan tidak mengenali anak buahnya sendiri? "aku akan langsung pergi mencari mereka, jadi pasti aman." Gadis di depannya hanya bisa menyipitkan mata. Dia hanya bisa berdoa lain kali Kuroko lah yang akan menemuinya.
-.-
Furihata menatap kumpulan setelan baju baru yang telah dirapikan di ruang ganti sang Queen. Dia tidak tahu harus bahagia atau sedih. Sudah beberapa minggu dia berada Kingdom of Spade, tapi tidak pernah menginjakkan kaki keluar. Dia harus belajar sejarah, tata krama, dansa, dan lain sebagainya yang membuatnya kecapekan. Belum Akashi yang selalu 'mengawasi'-nya tiap malam. Furihata yakin tubuhnya dari pinggang keatas sudah tidak perawan lagi. Kedua cherry bud bahkan sudah mulai sensitif sejak tiap malam selalu diulum oleh lelaki berambut merah itu. Bibirnya terlalu merekah karena selalu berada dalam mercy pemilik mata heterochromia. Reo-nee bahkan berkomentar bahwa dia tampak seperti seorang istri yang dicintai oleh suaminya. Furihata tidak tahu kenapa dia masih belum overload saat mendengar hal itu dari mulut sang 'pengasuh'-nya.
"Kouki, apa yang sedang kamu pikirkan?" bisik seseorang di telinga Furihata yang langsung membuat Queen of Spade itu terlonjak dan menutupi telinganya yang sensitif.
"A..A…A…Akashi…" Pria berambut merah itu memandangnya dan tersenyum simpul. Furihata kembali terlonjak saat dia merasakan jemari lelaki itu meraba tangannya dan bergerak semakin ke atas. "ta..ta…tapi ini masih sore…" ujar lelaki berparas sederhana itu sambil mencoba menahan erangan yang hendak keluar dari bibirnya. Matanya tertutup rapat saat kecupan kecil dari King of Spade mendarat di daun telinganya.
"Aku ingin mengajakmu makan malam bersama," bisiknya yang membuat seluruh tubuh Furihata sedikit bergetar. Akashi melihat reaksi sang Queen dan tersenyum semakin dalam. Tidak pernah ada yang beraksi seperti lelaki berambut coklat itu disisinya. Reaksi yang diberikan oleh lelaki di dekatnya itu terlalu baru dan membuatnya senang.
"A…aku akan menyiapkan diri dulu," ucap Furihata sambil memberikan jarak antar dirinya dan Akashi. King of Spade tetawa kecil saat melihat Queen of Spade memerah dari leher hingga telinga. Akashi mengusap tengkuknya dan mencium dahi Furihata.
"Aku akan menunggu," ujarnya penuh arti sebelum meninggalkan ruangan. Furihata hanya bisa mendesah. Dia tidak tahu malam nanti akan bertahan berapa lama sebelum kembali pingsan.
A/N : last sweet moment. Bersiaplah para pecinta Furinrin!
