A moment rambles by you
Then
Being with you, is a feeling to know.
.
.
.
Disclaimmer
Kuroko no Basuke/黒子のバスケ© Fujimaki Tadatoshi
MOMENTS © Kina
ATTENTION : This story are purely fictitious (include MPreg). All characters appearing in this story are Fujimaki Tadatoshi (where some places and incidents either are products of the author's imagination or are used fictitious). Any resemblance to real persons, living or dead, is purely coincidental.
Sebutkan satu dari dunia ini yang tidak diketahui oleh Akashi Seijūrō?
Jawabannya ada di ujung langit,
─mungkin, namun langit dalam personifikasi seseorang, bukan pada tembang anime si 'bola naga'.
Tersebutlah Akashi Tetsuya.
Bagi Seijūrō, Tetsuya merupakan regresi linear 'sederhana', di mana untuk memperoleh hasil dari variabel dependent (setelah pengolahan variabel independent, konstanta dan koefisien regresi) nyatanya tidak sesederhana sub judul formula tersebut. Atau dalam definisi dari segala hal yang dapat diartikan sebagai 'tidak terjangkau'. Tidak secara literal. Kalau mau pun, ia dapat menyentuh tangan Tetsuya kapan saja. Karena persentuhan bukan hal yang jarang pula. Faktanya, sentuhan (atau tepatnya; persetubuhan) sudah selayaknya kebutuhan primer seperti halnya makan dan minum.
Sayangnya, inilah realita yang dikemas dalam unpredicted.
Jadi saat pikiran Seijūrō mengawang pada pusara langit birunya, sebuah pertanyaan merupakan oknum yang menampar dirinya kembali pada kesadaran.
"─Sir … That would be £ 154. Would you like to pay with credit card or cash?"
"Cash." Seijūrō memberikan empat lembar dengan nominal lima puluh pounds.
"Here's your change─"
"It's okay," tolak Seijūrō halus. Setelah ucapan terima kasih didapat, kakinya mulai melangkah mengurang spasi dari pintu berkeset 'welcome'di sebelah kasir, namun saat melihat (sadar) apa yang telah dibelinya, Seijūrō berjalan mundur untuk kembali bercakap dengan sang petugas kasir.
"Excuse me, is there any antidote for this?" tunjuk Seijūrō pada kemasan kotak bertema Uwak Doyok* yang telah dibelinya.
.
.
Malam menuju sepekan berlalu. Namun satu dari permintaan absurd Tetsuya itu tetap saja menghantui tanpa tahu malu.
Kacamata dilepas, ditaruh berdampingan dengan buku kalkulus yang telah ditutup. Niatnya untuk merebahkan diri di kasur pupus saat dilihat Tetsuya terbangun dan bergegas menuju toilet.
Seijūrō mengikuti, lalu menghampiri ketika terdengar suara ngescream ala orang hamil.
Dengan lembut Seijūrō mengurut tengkuk Tetsuya yang masih tertunduk di wastafel.
"Apa kau baik-baik saja?"
"Ya, aku tidak apa─Astaga!" kejut Tetsuya saat melihat wujud baru Seijūrō pada cermin. Tangan pucatnya bahkan sudah bersiap dengan kuda-kuda ignite pass-kai keramat. "kau mengejutkanku."
"Kau yang lebih sering memberiku kejutan tak terduga."
"Maaf," dan wajah itu kembali tertunduk.
Tubuh dirapatkan dengan tangan yang menjamin lindungan untuk Tetsuya dalam dekapan. Dagunya menumpu di bahu, "Jika maaf dibarter dengan ciuman, apa kau bersedia?"
Tetsuya memandangnya pada cermin, mencari tahu di mana tangannya harus mendarat. Lalu elusan ringan pun didapatkan Seijūrō pada tiap sisi pipi hingga dagu.
"Aku akan mencium tiap inch wajahmu, jika janggut ini sudah tidak ada."
Bete. Mati-matian Seijūrō menahan sisi antagonisnya keluar.
"Oke, kalau begitu aku cukur habis saja"
"Jangaan." Tahan Tetsuya pada tangan Seijūrō. "kalau kau cukur habis, nanti tidak ada lagi obyek yang bisa aku elus-elus manja."
Kedua bahu dipegang, membalikkan tubuh Tetsuya untuk saling berhadapan.
Saatnya kepastian, "Katakan, kau sebenarnya lebih suka aku seperti apa?"
"Untuk saat ini, aku suka Seijūrō-kun yang bewokan. Terlihat manly dan menggemaskan." Senyum lembut terkembang dengan hadiah usapan sayang di jalur rambut pipi yang terhubung hingga dagu Seijūrō. "ya, setidaknya itu dapat sedikit mengobati rasa rinduku pada Nigou."
Hening.
Dengan cerdasnya Seijūrō berpendapat, alangkah baik jika dia perwujudan Nigou, alih-alih Sangou─jerit batinnya.
Air mukanya mengeras. Dan sayangnya perubahan itu luput dari Tetsuya.
Kembali Seijūrō mengingat di mana letak 'penawar' (dari obat penyubur rambut) yang ditunjukkan oleh kasir sepekan lalu.
.
Tepat di rak bertulis 'Health and Beauty Care'.
.
.
.
つづく
OCTOBER 23,2017
a/n : This has absolutely nothing to do with my bias (a.k.a Seijūrō). Can you imaging Sei with an unshaved growth of hair on the upper his lips, then he has a beard?! Damnt, he just to be …. (blushing) XD
Overall, orang hamil itu selalu benar, sekalipun permintaannya abnormal, setubuh?! :"D
.
*Uwak Doyok:: plesetan dari Wak Doyok (Obat penyubur rambut buatan anak bangsa) :v
