Like ordering two mochas

Our little moments like those

.

.

.


Disclaimmer

Kuroko no Basuke/黒子のバスケ© Fujimaki Tadatoshi

MOMENTS © Kina

ATTENTION : This story are purely fictitious (include MPreg). All characters appearing in this story are Fujimaki Tadatoshi (where some places and incidents either are products of the author's imagination or are used fictitious). Any resemblance to real persons, living or dead, is purely coincidental.


Orang yang tidak mengenalnya pasti akan menganggap mustahil kalau mendengar seorang Akashi Tetsuya mampu menumbangkan para antagonis hanya dengan lidahnya.

.

"Sir, i'm pregnant."

Percaya atau tidak, kalimat bernada lempeng itu nyatanya mampu memicu kerusuhan pada sepasang tuan dan nyonya di cafe tersebut.

Jika si tuan seolah jet lag dengan tampang idiotnya; mengabaikan puntung rokok yang terlepas dari jepitan jarinya, maka si nyonya gatal ingin segera melampiaskan murkanya; dan melupakan parfait yang telah difotonya untuk diunggah ke nistagram.

"Wha!–Who are you? Alex, I don't–"

Belum sampai pada kalimat pembelaannya, pria blonde dengan aksesoris tatto bermotif obat nyamuk bakar itu mendapatkan ciuman mesra dari asbak yang dilemparkan dengan sekuat tenaga oleh wanita blonde disampingnya hingga pingsan karena kepalanya bocor.

"Opo?! Wong wes hamil, pura-pura teu kenal sia, mas!"

.

Dan Tetsuya tetap berdiri dengan tegap di tengah realita yang begitu landai.

"Seharusnya aku bertanya pada Seijūrō-kun, apa bahasa inggrisnya 'tolong jangan merokok dekat orang hamil'"

.

.

Seijūrō masih terus menatap ponselnya dengan tingkat kosentrasi yang kelewat tinggi. Para koleganya yang melihat pada forum rapat itu pun bertanya-tanya, sebenarnya pesan dari siapa yang sanggup membuat bos mereka seperti itu.

Lalu dikenakannya Wireless Earbuds untuk menunggalkan suara pada telinganya, dan Seijūrō pun kembali fokus (autis) pada ponselnya.

Bermodal nekat, Nijimura bertanya dengan menepuk sebelah pundaknya. "Ada apa Akashi?"

Seijūrō mengelus dagu, gesturnya seolah ia sedang mencoba memecahkan sebuah kasus rumit.

"Nma, Nijimura-san. Apa kau tahu restoran yang menjual menu makanan Nusantara?"

Satu alis Nijimura menukik, membentuk segaris kerut pada keningnya. "Aku belum pernah menemukan restoran semacam itu di Inggris, memang kenapa?"

"Kalau begitu bantu aku untuk menemukannya." Seperti biasa, tidak ia temukan kata meminta 'tolong' pada sepupunya itu, alih-alih adalah perintah.

"Huh? Untuk apa?"

"Untuk kebaikan calon keponakanmu." Ujar Seijūrō mendireksi telunjuknya pada layar di ponsel.

Nijimura menyipitkan mata, menajamkan pengelihatannya. Tidak percaya dengan apa yang ia lihat, Nijimura pun tanpa ragu merampas satu Wireless Earbuds Seijūrō dan ia kenakan pada sebelah telinganya.

"I-ini Kuroko?!" Tunjuk Nijimura pada ponsel Seijūrō yang digenggamnya.

"Akashi Tetsuya." Tegasnya. "Ya, itu dia." Sahut Seijūrō sambil mengambil kembali ponselnya.

"Apa yang dia lakukan?"

Seijūrō menghela napasnya berat, mau-mau tidak ia menjelaskan. "Itu namanya 'Tik-Tok', dan seperti yang kau lihat, ia sedang ngidam nasi padang."

"Heeh..."

.

'Semoga Tetsuya tidak bernapsu pada nasi kuning, sambalado atau makanan-makanan asing lainnya. Amen.'

.

.

.

つづく


April, 29th 2018

a/n : ngetik epep ini membuatku lapar .. *ngeces

(epep edisi sebelum bulan puasa :3)

Playlist :

Goyang Nasi Padang – Duo Anggrek

Sambalado – Ayu Ting Ting

Dj Aisyah Jatuh Cinta pada Jamila