Chapter 16 SPECIAL HINATA

.

.

.

Karena chapter khusus untuk Hinata, jadi, semua yang ada di sini adalah POV HINATA!

.

.

Aku tak akan memaksa para haters Hinata buat baca, so skip saja...

.

.

Sejujurnya aku tak mau membuat fanwar padahal sama-sama dari anime karangan Masashi-sensei yang sangat aku sukai.. jadi, mohon untuk menghargai karakter ciptaan beliau ya.. heheheh...

Ya jika benci sekalipun itu hak kalian juga sih...

Aku mah tak akan memaksa... Intinya aku mau bilang kalo semua chast akan mendapatkan ceritanya masing-masing...

Jadi, saranku mah dibaca, soalnya biar kalian ngerti proses metamorfosa dari sosok Hinata dalam menyikapi apa yang terjadi pada hidupnya. Ini berpengruh pada chapter selanjutnya... hahhaha... Di sini, aku jebarin bagaimna hinata menentukan sikap setelah ia di tolak Sasuke...

.

.

.

Dozo, minna tachi...

.

.

.

LIKE A FOOL

.

Cast: Haruno Sakura, Uchiha Sasuke, Uchiha Itachi, Sabaku no Gaara,

Namikaze Naruto, Hinata Hyuga,Ino Yamanaka, Uzumaki Karin, Shimura Sai, Neji Hyuga, Hatake Kakashi, yang lain menyusul seiring berjalannya cerita.

Cameo cast: Hyakuya Yuuichirou, Hiragi Shinoa, Mikasa Ackerman, Eren Yeager. Mugiwara no Luffy… Nanti ada juga yang lain. Maaf minjem-minjem karakter anime tetangga.

.

Naruto itu punya Masashi Kishimoto-sensei.

saya cuma minjem nama dan karakternya.

Cerita murni dari saya.

.

Genre: Frienship, romance, hurt, humor, comfort

.

Rated: M, Ecchi? Harem?

memang nanti ada adegan rada dewasa sedikit, tapi tidak sampai rated M yang bahaya. Hanya membuat FF yang kiranya tak merusak otak…?XD

sok alim jarene…

rapopo…

.

.

=SATA ERIZAWA PRESENT=

.

WARNING: aneh, gaje, abal-abal, OOC, rada gemblung, XD

ALUR SINETRON

.

.

===========ITADAKIMASU==========

..

,

.

SPECIAL HINATA

.

.

Bangun pagi-pagi, merapikan tempat tidurku, mandi, memakai seragam sekolahku, sarapan pagi, dan berangkat sekolah. Seperti itulah kegiatanku sebagai anak sekolah di pagi hari.. Selama di sekolah, aku harus konsentarsi dengan belajarku. Sepulang dari sekolah, aku harus mengikuti beberapa les privat piano dan bimbel. Orang tuaku tidak memaksaku untuk menjadi seperti apa, mereka hanya ingin aku menjadi yang terbaik sebisa kemampuanku.. Aku ini tidak memiliki banyak hal yang bisa aku banggakan.. aku sangat pemalu dan kikuk... ingin memiliki banyak teman, tapi aku kesulitan berbaur dengan orang baru. Bahkan teman sekelas yang sudah sering aku temuipun, aku juga akan mengalami kesulitan. Aku sungguh tak bisa percaya diri jika ingin menyapa mereka...

Dari dulu, aku memang kesulitan dalam bersosialisasi... Namun, rupanya, aku hanya tidak menyadarinya jika nyatanya, teman-teman sekelasku itu menyadari keberadaanku... Tak aku sangka, hanya menyapa 'selamat pagi' saja bisa dengan mudah memulai pembicaraan dengan mereka... Sakura, terima kasih sudah mengajariku... aku sedikit agak berani...

Sakura Haruno, Haruno Sakura.. adik pangeran sekolah dan teman masa kecil Namikaze Naruto. Gadis cantik yang selalu ceria dan memiliki banyak teman... aku mengidolakannya, dia sangat pandai bergaul... aku bahkan iri dengan kemampuannya itu...

.

.

Jika aku mengingatnya, masa dimana aku sering curhat dengan Sakura, rasanya aku sangat bahagia. Aku mendapatkan banyak pembelajaran darinya. Pembelajaran bagaimana sebaiknya aku menjalani hidupku. Aku bisa memiliki banyak teman juga karena bantuan dari Sakura. Dia seolah tidak pernah lelah saat membantuku.. Dia bahkan tidak pernah berkata tidak saat aku meminta bantuan darinya...

Dia benar-benar teman yang baik...

Sampai-sampai, aku meminta bantuan untuk mendekatkan diriku dengan Sasuke-kun pun ia turuti...

Dia menghabiskan banyak waktu untukku.. dia memberikan totalitasnya pada permintaanku, padahal dia sendiri yang bilang jika aku ini tidak masuk dalam list kliennya. Dia membantuku karena aku adalah temannya... Harusnya, ia tidak perlu sampai sejauh itu, kan? Dia bahkan tidak memungut bayaran apapun dariku...

Aku cukup percaya diri saat menerima bantuan dari Sakura... Dia dikenal sebagai dokter cinta sekolah yang tak pernah gagal dalam misinya, selain itu, dia juga adik angkat dari Sasuke-kun. Jadi, aku datang ke tempat yang benar, kan?

Beberapa bulan mengejar cinta Sasuke-kun dibantu oleh Sakurapun nyatanya masih sangat sulit. Aku akui, setelah dibantu Sakura, aku bisa jauh, jauh, dan jauh lebih bisa dekat dengan Sasuke. Aku bisa memiliki waktu banyak bersamanya. Aku tidak tahu bagaimana Sakura mengaturnya, tapi hal itu sangat-sangat membantuku...

Hampir tiap hari, terutama hari sekolah, aku selalu bisa bersama Sasuke... paling tidak saat jam istirahat.. dulu sebelum itu, jam istrirahat Sasuke-kun hanya dihabiskan untuk bermain smartphone dan bercengkrama dengan Sakura.. seperti dimana ada Sasuke-kun, di situ pasti ada sosok Sakura.

Hari-hari dimana aku bisa sedekat itu dengan Sasuke-kun, lama-lama justru membuatku semakin mengerti tentang sosok pangeran sekolah yang terkenal dingin dan cuek ini.. Laki-laki yang dingin dan cuek ini, nyatanya tidak seperti itu... dia hanya berusaha menutupi dirinya dari sesuatu.. berusaha menyembunyikan sesuatu dari banyak orang...

Awalnya aku tak mengerti apa itu, terus dan terus coba aku cari, aku paham, rupanya ia menyembunyikan perasaannya...

Aku sadar,...

Aku tahu...

Aku sangat paham...

Dia selalu melihat ke sisi yang lain meski saat bersamaku sekalipun..

Mata itu..

Mata kelam itu selalu terlihat memincing... mengawasi satu target yang enggan dilepaskan...

Target itu... Sakura...

.

.

Dari semua gadis yang ada, kenapa harus Sakura yang kau lihat, Sasuke-kun? Kenapa gadis itu? Temanku dan juga adik angkatmu sendiri!

Kenapa harus dia?

Nande?

Kenapa?

Kenapa kau berikan tatapan seperti itu?

Tatapan tak ingin melepaskan..

Tatapan tak ingin kehilangan..

Tatapan hangat saat bersamanya..

Tatapan teduh saat mendengarkan rasa kesalnya...

Tatapan ingin memilikinya...'

Tatapan menghawatirkannya...

Tatapan tak ingin dia pergi..

Tatapan ingin menguncinya...

Kenapa?

Kenapa kau memiliki perasaan terhadapnya? Kenapa? Sejak kapan kau memilikinya?

.

.

Aku memang tak tahu apa-apa tentang dirimu, yang aku tahu, aku hanyalah salah satu penggemarmu di sekolah. Aku yang tiba-tiba saja jatuh cinta terhadapmu...

Jika perasaanmu pada Sakura sudah lama, kenapa aku tidak menyadarinya? Butakah aku akan perasaan seperti itu?

Namun, jika itu masih baru, kenapa? Kenapa tatapan ingin memiliki itu sangat kuat? Sangat kuat sampai-sampai aku sendiri ketakutan untuk mengalihkan pandanganmu meski hanya seper sekian detik saja...

Jika aku menyadarinya sejak awal, rasanya aku akan mengurungkan perasaanku. Namun, aku belum lama menyadarinya, aku menyadarinya baru-baru ini DIMANA SAAT ITU AKU SUDAH SANGAT MENCINTAIMU!

Aku telat menyadarinya... PERASAANKU SUDAH TERLANJUR SANGAT DALAM...

Perasaan yang sudah terlanjur sangat dalam ini memaksaku untuk egois...

Aku merasa... iri...

Ya...

Aku merasa iri padanya... kenapa dia yang seolah biasa saja mendapatkan tatapan seperti itu darimu, Sasuke-kun?

Kenapa dia begitu beruntung mendapatkan perasaan cintamu?

Kenapa?

Kenapa seolah-olah Sakura itu selalu sangat beruntung?

Dia mendapatkan semua hal dengan sangat mudah... teman-teman yang baik, segala perhatian Sasuke-kun, dan guru-gurupun juga banyak yang dekat dengannya... Hebatnya, dia bahkan bisa mendapatkan nilai A hanya dengan niat belajar.. dia bisa dengan mudah merebut posisiku di sekolah jika dia mau serius...

Kenapa Sakura memiliki segalanya?

Hal itu sangat menyesakkan...

Aku akui.. aku tak munafik jika aku ini sangat iri dengannya.. dengan segala keberuntungannya...

Rasa seperti itu yang akhir-akhir ini menggerogotiku dan memaksaku untuk cemburu dengannya...

.

.

Sehabis ujian selesai, aku memutuskan untuk menyatakan apa yang aku rasakan selama ini pada Sasuke-kun... Aku sudah tahu apa yang akan dikatakan Sasuke-kun padaku. Aku sudah memperkirakannya jauh-jauh hari.. Aku hanya tak mau menyesal karena sampai lulus sekolah, aku menjadi seorang pengecut yang tak berani menyampaikan perasaannya...

Aku mati-matian mengumpulkan keberanianku... ya walau akhirnya semua hanya sia-sia..

Aku memejamkan mata dan menangis saat mengingat kejadian itu tempo hari...

.

.

Ah, ternyata benar, meski sudah berusaha sangat keraspun, pada akhirnya usahaku Cuma sampai ini saja ya? Dia menolakku... ya, seperti dugaanku...

.

.

Aku cukup senang mendengar penolakkan darinya. Setidaknya dia tidak membohongi perasaannya. Dia sudah berkata jujur, karena itu, aku masih ingin menjadi temannya meski aku yakin, akan sangat canggung pada awalnya...

Aku mengerti posisimu, Sasuke-kun...

Kita ini sama, sama-sama memendam rasa... satu hal yang membedakan kita, meski aku memendamnya, tapi aku cukup berani mengatakannya... Jadi, apa suatu saat nanti kau juga akan melakukan hal yang sama denganku?

Aku harap kau melakukannya...

Kumohon, jangan menjadi pengecut dan menyesal dikemudian hari...

Gadis yang kau cintai selalu berada di sekitar laki-laki yang menyukainya... Gaara-san, Naruto-kun... yuuichirou-san bahkan sangat perhatian dengannya...

.

.

Saat aku ditolak Sasuke-kun, aku berlari dari taman sekolah. Kurasa aku sudah tak sanggup lagi menginjakkan kakiku di taman itu... luka itu akan menjadi kenangan pahit yang tak bisa aku lupakan seumur hidupku...

Aku bertanya pada hatiku...

Ah, seperti inikah rasanya jatuh cinta?

Seperti inikah rasanya cinta tak terbalas?

Seperti inikah balasan dari perasaan yang sudah lama dipendam?

Sangat sesak... sangat menyakitkan... dadaku sesak dan sulit untuk bernafas... air mataku tak bisa menggambarkan bagaimana hatiku merasa tersakiti luar biasa...

Sampai aku ingin mati saja...

Kupikir aku tak akan terselamatkan...

Namun... ada laki-laki yang entah kenapa selalu mengulurkan tangan saat aku sedang terluka...

Laki-laki yang terlihat selalu bahagia karena sering terlihat menyunggingkan senyuman di bibirnya...

Dia adalah... Namikaze Naruto...

Ya.. laki-laki itu...

Naruto-kun... si mood maker sekolah... anak pemiliki sekolah...

.

.

Aku sangat malu karena saat itu aku tiba-tiba saja langsung memelukknya... tanpa pikir panjang.. dan begitu saja...

Dia sangat hangat...

Dia seperti rumah, terasa sangat nyaman...

Seperti tempat dimana aku merasa ingin pulang

Aku tak tahu, aku hanya ingin meredakan perasaanku saja...

.

.

Dia mengajakku makan ramen super pedas... aku tidak tahu kenapa jika bertemu denganku dia selalu mengajakku makan ramen... Aku tahu jika dia memang terkenal dengan julukkan maniak ramen akut tak bisa disembuhkan, tapi kenapa selalu saja dengan rasa yang super pedas?

Aku hanya menyetujuinya... akupun mengikutinya makan ramen di kantin sekolah... aku bahkan memesan 4 mangkuk ramen super pedas... dua untuknya dan dua untukku...

Dan kami makan bersama...

Aku menangis sejadinya saat itu...

Ramen itu memang sangat pedas, tapi luka hatiku terlalu sakit...

Namun...

Semua terasa berbeda setelah itu...

Aku seperti...

Seperti merasa jauh lebih baik...

Lebih baik dari sebelumnya...

Apa itu keajaiban?

Aku tahu keajaiban Tuhan bisa datang dari mana saja... Tapi, dari ramen? A-atau dari Na-Naruto-kun?

Aku menggelengkan kepalaku... Entahlah...

.

.

.

Beberapa hari berselang, setelah peristiwa penolakkan cinta yang aku alami, aku tidak berangkat sekolah. Aku mencoba memulihkan mentalku. Aku baik-baik saja... Kenapa cukup mudah? Akupun tidak tahu...

Yang jelas, selama itu... aku pasti makan ramen super pedas jika teringat betapa sakitnya hatiku dan lalu menangis sepuasnya...

Kenapa ramen menjadi sangat lezat saat aku memakannya dalam keadaan sendu?

Apa itu seperti obat?

.

.

Oh, sepertinya aku mengerti... Naruto-kun benar, ramen bisa mengurangi rasa sakit...

Obat rupanya.. jadi benar... itu artinya penyembuh...

Hahahha... konyol memang, tapi ini nyata... lukaku membaik dan aku jauh lebih bisa menerima kenyataannya...

.

.

Arigatou, Naruto-kun...

.

.

Sekolah memang tidak mendapatkan pelajaran, tapi siswa tetap diwajibkan masuk. Setelah tiga hari, akupun masuk sekolah... Rasanya berbeda... bukan lingkungan, hanya dariku saja... aku yang merasa jika sekolah itu mulai menakutkan...

Tidak tahu mengapa, aku menjauh dari Sasuke-kun dan Sakura...

Aku kembali menutup diriku...

Jika itu Sasuke-kun, aku memakluminya, karena lukaku berasal darinya.. Aku butuh waktu untuk membuat perasaanku membaik. Lagipula, aku sudah memutuskan untuk tetap berteman dengannya, jadi ini hanya masalah waktu sampai hatiku siap saja... Tapi kenapa aku juga menjauhi Sakura? Kenapa aku merasa canggung jika aku harus bertatapan dengannya? Kenapa aku merasa seolah aku tak bisa melakukan hal yang sama dengan Sakura lagi seperti sebelumnya?

Menyatakan perasaanku pada Sasuke-kun adalah ideku, atas keinginanku sendiri dan AKU MEMANG TAK MEMBERITAHUKAN PADA SAKURA, mak comblangku sendiri...

Aku mengerti kenapa seperti ini... kenapa aku tidak bisa bersikap sama lagi padanya...

Aku...

Aku sudah kalah darinya...

...

Mana mungkin kan aku bisa menatap rivalku sendiri?

...

.

.

Gadis musim semi itu tetap bersikap sama denganku... mungkin, jika dia tidak mengucapkan selamat kepadaku, aku tak akan pernah bicara lagi dengannya...

Saat itu pula aku menyadarinya...

Sasuke-kun memang mencintai Sakura, tapi itu bukan kesalahan Sakura...

Jatuh cinta bukan kesalahan ya... hanya saja kadang tidak tepat waktunya... atau mungkin aku saja yang sedang tidak beruntung... mungkin juga dengan Sasuke-kun...

Aku tak tahu kenapa aku sejahat itu...

Aku justru ingin menghindari orang yang jelas-jelas membantuku selama ini...

Gomen Sakura...

.

.

.

Permintaan maafku tak kesampaian...

Dia sudah pergi...

Kemarin.. seisi sekolah heboh karena kepergian Sakura ke Prancis yang tiba-tiba. Tanpa ucapakan selamat tinggal... Meski alasannya karena Sakura tak ingin membuat teman-temannya sedih, tapi tetap saja, pergi begitu saja membuat mengganjal di hati...

Gadis itu sudah mulai mengejar impiannya rupanya...

Jadi... sepertinya, kau perlu usaha keras untuk mendapatkannya, Sasuke-kun... Dari sorot matamu kemarin, aku yakin, kau masih belum mengatakannya... Mau sampai kapan kau menyembunyikannya? Kumpulkan keberanianmu untuk berucap! Dan jangan lupa, persiapkan untuk kemungkinan terburuk... Luka itu ada dan sakitnya nyata...

.

.

.

Aku rasa... aku juga akan melakukan hal yang sama seperti Sakura.. aku harus memulai hidupku... cinta pertamaku memang menyakitkan... ya, ada yang bilang jika cinta pertama tak akan berhasil.. tapi aku masih muda... masih banyak waktu untuk memulai kisah baru...

Perasaanku pada Sasuke-kun memang akan sangat sulit dihilangkan,... aku tak masalah, bisa mencintainya saja aku sudah bahagia... Jika keajaiban yang Sakura bicarakan ada, masa depan aku dengan Sasuke-kun mungkin juga ada...

.

.

.

Jika tidak...

Aku tak masalah...

Meskipun tidak dengan Sasuke-kun... Meskipun dengan laki-laki lain...

Asal aku dan dia saling mencintai, maka itu sudah cukup...

Aku tidak mau merasakan cinta sebelah pihak lagi...

.

.

.

Aku tak mau menjadi orang yang jahat, jadi aku harap kau juga bisa bahagia, Sasuke-kun...

.

.

.

To be continuee...

.

.

.

Sungguh minta maaf atas semua typo yang berterbangan.. aku sudah baca ulang, tapi karena keterbatasan penglihatan, aku tak bisa apa-apa... watashi wa MEGANE GIRL desu! HAHHAHA

.

.

Aku tahu banyak yang tidak suka dengan pemeran ke 3 adalah Hinata, tapi aku tetp menyukai karakter dia... dia memiliki kisah tersendiri...

Bagaimanapun, meski FF, aku tak mau menyalai fakta lapangan... Seperti penentuan pasangan sekalipun. Tapi karena ini FF juga, maka tentu saja ada proses ke sananya...

.

/

Baiklah... sampai jumpa di chapter-chapter terakhir?

Bye bye...

Keep spirit and always think positve...

Ja matta ne, minna...

Arigatou...

.

.

Next... chapter special SASUKE!