VENUS
Dazai and All the Girls Around
[A Remake Story by Phoebe ; Bungou Stray Dogs belong toKafka Asagiri and Sango Harukawa ]
[ Cast: Dazai x Atsushi slight Akutagawa x Atsushi ; Dazai x Chuuya ; Rated M ]
Warning : AU, GENDERSWITCH (GS), OOC, TYPO(S), DON'T LIKE? DON'T READ!
.
.
.
.
[ Bagian 3 ]
[Perjodohan Terakhir, Saatnya Memilih]
Pagi yang membuat Dazai merasa lesu. Ia tidak akan kekantor hari ini dan Akutagawa pasti sudah mengurusnya. Kepalanya agak pusing karena banyak hal yang mengganggunya. Dimulai dari Atsushi dan Kliennya, Chuuya yang sudah menolaknya bahkan sebelum Dazai menyatakan lamaranya, sampai berita yang mungkin sudah merebak luas di kalangan Masyarakat. Pilihanya untuk tidak segera pulang sepertinya adalah hal yang sangat tepat. Dazai beruntung, Akutagawa adalah pengacara yang baik juga sahabat dan sepupu yang baik selama dirinya berada di London karena Akutagawa tidak pernah membiarkan Dazai kewalahan dalam hal apapun. Akutagawa membuka pintu kamarnya dan menatap Dazai yang masih duduk di atas ranjang sambil memegangi kepalanya. Sesekali ia menggeleng dan tersenyum melihat Dazai yang sudah sangat sering seperti ini. Mengesankan jika ia masih terkejut saat sepupunya itu pulang semalam.
"Kau sudah baikan?" Tanya Akutagawa lalu kembali duduk ke meja makan.
Dengan malas Dazai keluar kamar yang di tumpanginya dan duduk di dekat Akutagawa lalu meminum air putih yang ada di hadapanya dengan brutal. Itu gelas Akutagawa, tapi Akutagawa tidak protes, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya penuh kemakluman.
"Kau mabuk semalam! Sudah ingat?"
Dazai menyeringai. "Tentu saja! Aku di tolak semalam sebelum aku menyampaikan lamaran. Sudah sewajarnya aku mabuk."
"Kapan kau akan berhenti membuat skandal? Kau bahkan lebih terkenal di bandingkan artis internasional. Pejabat seharusnya menjadi panutan!"
"Sudahlah, aku sedang tidak butuh ceramah. Semuanya sudah kau urus? Bagaimana?"
"Kali ini kelihatanya sulit. Pihak kantor bisa saja mengeluarkanmu jika skandal ini tidak selesai dengan mudah!"
"Tapi kau bisa menyelesaikanya kan? Wanita itu minta apa?"
"Tentu saja yang itu sama sekali tidak sulit, semuanya sudah selesai. Tapi kabar seperti ini bisa menjadi pembicaraan selama berbulan-bulan. Beberapa waktu lalu kau di maafkkan karena itu yang pertama tercium oleh media dan mungkin kau tidak salah sepenuhnya. Tapi kali ini berbeda, keledai bodoh saja tidak akan masuk kelubang yang sama untuk kedua kalinya. Sekarang cobalah untuk menyelesaikanya, atau dalam beberapa bulan kedepan kau akan di kembalikan ke Jepang dan usahamu untuk menjabat posisi yang lebih tinggi di Tokyo akan sia-sia."
"Oh, tentu saja! Ini karena Nakajima Atsushi. Gadis gila itu baru dua kali menangani kasus-kasusku tapi selalu melibatkan media! Sebelum dia menjadi pengacara semua masalahku bisa selesai tanpa skandal kan?" Dazai berdecak. "Lalu apa yang harus ku lakukan?"
"Menikahlah!"
"Apa? Bukankah sudah ku katakan kalau aku sudah di tolak! Aku harus menikah dengan siapa?"
"Menikah dengan siapa saja, dan skandal akan lenyap. Kau ingat Russel Graig kan? Skandal bahwa dirinya memperkosa artis itu hilang begitu saja saat masyarakat luas tau kalau ia sudah menikah, semua orang bahkan melupakan kasusnya begitu saja dan dirinya bisa hidup dengan tenang sampai sekarang! Lagi pula sampai kapan kau akan menolak perjodohan yang di adakan Ayahku?"
Dazai termenung. Walau bagaimanapun dia tetap tidak akan menikah dengan orang yang sembarangan. Tapi siapa calon yang tepat? Dia tidak mungkin ikut perjodohan begitu saja, Skandal kali ini benar-benar membuatnya jadi serba sulit. "Kau punya ide? Wanita mana yang harus ku nikahi?"
Akutagawa tersenyum dengan sangat misterius. "Tenang saja, semuanya sudah ku atur. Demi kebaikanmu, berusahalah untuk kali ini. Berjanjilah, apapun yang terjadi kau tidak akan menyerah begitu saja!"
"Maksudmu?"
"Aku menyerahkan calon istriku kepadamu."
Kali ini Dazai tidak berkomentar. Keningnya berkerut tajam. Sejak kapan Akutagawa punya calon istri? Dan lagi-lagi ia tidak mengetahui apa-apa, kelihatanya Dazai sangat banyak ketinggalan beberapa waktu belakangan ini. Akutagawa memiliki kekasih, Dazai mengetahuinya dengan baik tapi dia dan wanita itu baru bertemu beberapa minggu sejak jatuh cinta pada pandangan pertama mereka terjadi. Shana, wanita Asia dan masih sangat muda, meskipun Shana cukup cantik dan menarik Dazai tidak mungkin menikahi mahasiswi tahun kedua.
"Aku di jodohkan!" Ujar Akutagawa berusaha menjawab keheranan Dazai. "Dengan putri salah seorang kerabat Ayah. Tapi dengan berbagai cara aku sudah berhasil membujuk Ayah untuk menggantikan diriku denganmu."
"Katakan padaku, seperti apa dia? Apakah dia cantik? Tubuhnya bagaimana?"
"Sudahlah, Kau pasti akan menyukainya, percayalah!" Jawab Akutagawa.
Dazai menelan ludahnya. Seperti apa wanita itu? Akutagawa bilang Dazai pasti akan menyukainya dan seharusnya ia percaya kalau Akutagawa sangat hapal dengan seleranya. Akutagawa tidak mungkin membohonginya.
[ Bersambung ]
a/n: Chapter selanjutnya sudah mulai keluar konfliknya. So, jangan lupa review biar saya lebih semangat ngelanjutinnya xD
Sampai jumpa di Chapter berikutnya :*
