VENUS

Dazai and All the Girls Around

[A Remake Story by Phoebe ; Bungou Stray Dogs belong toKafka Asagiri and Sango Harukawa ]

[ Cast: Dazai x Atsushi slight Akutagawa x Atsushi ; Dazai x Chuuya ; Rated M ]

Warning : AU, GENDERSWITCH (GS), OOC, TYPO(S), DON'T LIKE? DON'T READ!

.

.

.

.

[ Bagian 5 ]

[Must Be The Sexiest Woman Ever]

Sebuah rumah sederhana di pedesaan Districk Lake, bagi Dazai pemandangan kali ini cukup menarik. Meskipun wanita di pedesaan Eropa tidak semanis wanita-wanita desa di Asia, tapi rata-rata mereka semua masih memiliki keindahan fisik yang luar biasa. Memikirkan kalau dirinya akan menikah dengan seorang gadis desa, Dazail menjadi sangat berbinar-binar dan juga sangat antusias. Tapi sejak kapan dirinya memiliki perasaan yang seperti ini? Bukankah dia tidak ingin menikah jika bukan karena di desak oleh keluarganya. Dazai tidak akan merencanakan lamaranya untuk Chuuya tempo hari jika menuruti kata hatinya. Sekarang desakanya juga bertambah dan sepertinya pilihan untuk segera menikah tidak bisa di elakkan lagi. Tapi walau bagaimanapun mustahil bagi Dazai untuk berhenti, dia tidak akan berhenti menjalankan hobinya. Seorang istri dari desa seharusnya tidak akan bisa banyak membantah tentang hal ini.

"Paman, bagaimana orangnya?" Dazai berbisik kepada pamanya sambil membawa tas yang berisi pakaian mereka. "Dia cantik tidak?"

"Tentu saja!"

"Tapi tidak terlalu gemuk kan? Tidak terlalu kurus juga kan?"

Pamanya berdehem. "Berhentilah, apa yang sedang kau fikirkan sekarang? Ayo masuk!"

Dazai mengulum senyum penasaranya. Seorang wanita tua berwajah Eropa dengan sedikit aksen Asia bersama anak perempuannya yang kelihatanya tidak asing menyambut mereka dengan bahagia. Nyonya Margaret adalah seorang wanita keturunan Jepang dan putrinya, Kyouka meskipun memiliki aksen Eropa, rambut dan bola matanya berwarna gelap seperti Ibunya. Wajah anaik itu mengingatkan Dazai pada seseorang. Tapi entahlah, dia sama sekali tidak ingin mengingat-ingat, yang jelas siapa yang akan menjadi tunanganya lebih menarik perhatian di bandingkan apapun sekarang.

Jarak yang jauh membuat Dazai dan pamanya harus menginap disini paling tidak untuk semalam. Nyonya Margaret sudah menyiapkan sebuah kamar sederhana yang hangat untuk menentang angin musim gugur yang berhembus di luar. Setelah mengemasi barang-barangnya, Dazai dan pamanya turun memenuhi undangan makan siang. Hanya ada tiga orang anggota keluarga, tapi rumah ini memiliki banyak kamar. Ketiganya sekarang sedang berkumpul di ruang makan dan seorang gadis yang sedang membantu Ibunya dengan ceria itu membuat Dazai terperangah. Nakajima Atsushi? Dazai mematung tak menyangka, Nakajima Atsushi untuk pertama kalinya terlihat lebih menarik. Ia menggunakan sebuah jeans ketat dan kamisol tanpa lengan dengan bahan yang kelihatanya tebal berwarna violet. Dua pakaian yang membalut tubuhnya secara serasi, berbeda dengan sikap maskulin yang di tampilkanya selama ini.

"Kalian sudah datang? Silahkan duduk!"

Dazai tersenyum kepada Nyonya Margaret, ia dan pamanya kemudian duduk di meja makan dengan sangat bersahaja dan Atsushi duduk di hadapanya. Tidak sekalipun Dazai memalingkan pandanganya dari Atsushi dan dirinya dapat melihat kalau Atsushi mengalami keterkejutan yang sama. Wajahnya yang ceria tadi tiba-tiba saja berubah menjadi wajah kaku seperti yang sering Dazai lihat. Seandainya bukan dirinya yang duduk disini, seandainya Akutagawa yang datang, Dazai yakin kalau gadis itu akan terus berusaha untuk terlihat manis sepanjang hari. Sepanjang waktu-waktu di meja makan. Dazai tidak bisa menghindar untuk memperhatikan tubuh Atsushi, Kamisol itu benar-benar membuatnya tampak menggairahkan. 34DD, Dazai menebak unkuran branya, Menakjubkan. Penglihatanya sama sekali tidak salah saat melihat Atsushi untuk pertama kalinya meskipun pada saat itu Dazai tidak bisa memperhatikan gadis itu berlama-lama. Dazai tiba-tiba menyentuh pipinya, Semua tamparan Atsushi masih bisa di rasakan dengan sangat jelas.

"Kenji dimana? Dia tidak ikut makan?" Paman Dazai bertanya kepada siapa-saja yang bersedia menjawabnya. Perhatian Dazai sempat beralih sementara.

"Dia tidak bisa datang, Kenji tidak bisa meninggalkan kedainya karena sekarang sedang sangat ramai." Jawab nyonya Margaret.

Paman Dazai menyenggol Dazai yang masih memandangi Atsushi tanpa henti sambil terus melahap makananya. "Lihat, Anak ini! Nyonya, sepertinya dia terus memperhatikan putrimu! Dia pasti sedang sangat tertarik."

"Benarkah?" Nyonya Margaret terlihat sangat antusias. "Kalau begitu syukurlah. Atsushi selalu di tolak setiap kali melakukan perjodohan. Entah apa yang terjadi dengan semua laki-laki itu!"

Dazai mendehem setelah menelan makanan yang di kunyahnya. "Di tolak? Ku rasa aku tau sebabnya, dia terlihat sangat kaku!"

"Oh, tidak. Mungkin karena dia sedang tegang sekarang! Dia berjanji akan menikah melalui perjodohan kali ini bila kau tidak menolaknya. Tidak, dia mengatakan janji yang sama setiap kali perjodohan di adakan. Sayangnya seperti yang ku katakan kalau pada akhirnya semua laki-laki menjauhinya. Kau menyukai putriku?"

"Ibu!" Atsushi mendesah.

Melihat itu, Dazai menyunggingkan sebuah senyum tipis di sudut bibirnya. Hanya sesaat karena berikutnya Dazai berakting kebingungan. "Apakah aku harus memberi jawaban sekarang?"

"Tidak, tentu saja tidak! Kau bisa menjawabnya nanti setelah kau pulang ke London. Kalau kau memutuskan untuk menerima atau menolak, katakan saja pada pamanmu. Kalau kau menerimanya tentu aku akan sangat bersyukur sekali dan semuanya tetap akan aku serahkan kepada kalian berdua."

"Ibu, hentikan!" Atsushi mendesah lagi. Ia mungkin merasa malu dengan ucapan Ibunya. Setelah nyonya Margaret diam gadis itu dan adiknya, Kyouka saling pandang penuh makna. Mungkin Atsushi sudah menginjak kaki adiknya di bawah meja karena gadis itu ikut menertawainya.

[ Bersambung ]

a/n: terima kasih banyak yang udah sempetin review cerita ini dan juga cuap-cuap sama saya di PM. Hehe…

*) Amisha-san: Masih semangat ngelanjutin kok ini meskipun sepi yang ngereview, nanggung juga kalau nggak di lanjut xD

Kalau dari segi alurnya tetep sama ya, pure seperti novel originalnya, yang saya ubah hanya cast nya aja, kalaupun ada perubahan pasti cuma sedikit banget yang saya ubah buat menyesuaikan cerita. Terima kasih ya sudah kasih semangat buat lanjutin cerita ini *bow* *peluk cium* xD

See you di Chapter selanjutnya :*