"Ya tuanku!"
Mendengar perintah dari kepala keluarga yang penuh dengan cinta yang tersembunyi, magus dan homuncuus, suami istri memikul takdir yang sama, menjawab bersamaan.
Tapi di dalam cermin, Naruto tidak peduli dengan orang tua bangsawan tua ini.
Kesuksesan ... kepala keluarga Einsbern telah menyingkatkan semua satu kata, mengandung makna yang tidak terbatas. Kalau dipikirkan baik-baik, prinsip Einzbern mungkin hanya kekakuan terhadap 'sukses' yang masih tersisa. Materialisasi roh adalah suatu keajaiban. Selama seribu tahun telah menemukan keajaiban yang ... perjalanan yang panjang dan melelahkan, mereka telah lam kehilangan arah dan tujuan.
Hanya untuk membuktikan bahwa perjalanan seribu tahun mereka tidak sia-sia, hanya untuk konfirmasi bahwa "benda itu ada", keluarga Einsbern itu mereka dengan mereka untuk mendapatkan Cawan itu. Tapi bagi mereka, apa yang akan mereka lakukan dengan Cawan itu setelah disebut, tujuan ini telah lama menghilang dari konsiderasi mereka.
Itu tidak penting. Demikian ekspetasimu, lewat tangan ini aku akan memberikanmu Cawan Suci yang telah lama kamu indamkan. Seolah-olah tidak ingin kalah oleh semangat Acht, Uzumaki Naruto berkata begitu di pikiranya.
Itu tidak semua. Aku akan menggunakan Cawan dengan kekuatan Tuhan ini untuk mengabulkan mimipiku yang paling dalam…
Naruto dan Irisviel kembali ke kamar mereka, membuka peti panjang yang telah diberikan kepada mereka oleh kepala keluarga, dan terkagum dengan isinya.
"Siapa yang bisa mengira, mereka dapat menemukan benda ini ..."
Naruto sangat terpukau saat melihat sebuah sarung pedang yang terbuat dari emas dan melakukan dekorasi lapisan biru yang memukau, benda seperti ini disebut sebagai harta karun unutk memamerkan derajat dan martabat. Diukir di tengah-tengahnya adalah sebuah tulisan dari huruf keluarga yang telah lama hilang, menunjukkan bahwa pedang ini bukan buatan manusia.
"... Tidak ada kerusakan sedikit pun. Apakah ini benar-benar sebuah relik asli yang dibuat dari era lebih dari seribu lima ratus tahun yang lalu?"
"Benda ini adalah sebuah Senjata konseptual. Tidak akan mungkin dapat lapuk, tidak dihitung jika ini yang akan digunakan sebagai sebuah katalis. Ini adalah sebuah harta yang tertidur di dunia magis."
Irisviel mengangkat sarung dari peti dengan hati-hati.
"Legenda bercerita jika membawa tubuh dengan mudah dan bisa menghentikan penuaan ... tentu saja, fakta yang disebut kekuatan magis oleh 'pemiliknya yang nyata.'"
"Artinya selama Roh Pahlawan yang dipanggil berhasil, kekuatan seperti ini dapat digunakan sebagai "Noble Phantasm seorang Master.'" Design unit dan jenius sarung ini dan keindahannya membuat kagum Naruto, tetapi hanya dalam beberapa saat, pikiranya dengan segera berubah ke arah bagaimana ia dapat menggunakannya sebagai sebuah 'alat' yang efisien. Melihat Naruto, Irisviel tidak dapat melakukan apa-apa selain mengeluarkan sebuah senyuman kecil yang pahit.
"Itu benar-benar caramu. Sebuah alat adalah sebuah alat bagaimanapun juga, ya kan?"
"Kallas kamu mengatakannya seperti itu, bahkan Servant adalah sesuatu yang sama. Bagaimanapun terkenalnya pahlawan itu, selama dia dipanggil ke era ini sebagai seorang Servant, untuk seorang Master dia hanyalah sebuah alat… tidak mungkin untuk seseorang yang memiliki fantasi yang tidak realistik untuk memenangkan perang ini."
Tidak sebagai seorang ayah ataupun suami, tetapi menunjukan sikap seorang prajurit, ekspresi Naruto Uzumaki berubah menjadi sangat dingin. Sebelumnya, pada waktu dia masih belum mengerti suaminya, Irisviel sangat takut akan Naruto pada waktu ia menjadi seperti ini.
"Hanya seseorang seprti kamu yang pantas untuk menggunakan sarung pedang ini -- ini adalah keputusan kakek."
"Apakah itu adalah sesuatu yang sebenarnya?"
Wajah Naruto menunjukan ketidakpuasaan. Jika kakek tua Acht mengetahui ekspresi menantu bayaranya terhadap relik suci yang dia temukan dengan susah payah, dia pasti tidak dapat berbicara karena amarah yang luar biasa.
"Apa kamu tidak puas dengan hadiah dari kakek ini?"
Irisviel tidak menyalahkan Naruto karena ingin mengeluarkan pendapat yang kurang ajar, tetapi hanya berpikir kalau pertanyaan ini sangat lucu.
"Bagaimana mungkin? Dia telah membantu lebih kita dari cukup. Tidak mungkin ada Master lain yang memiliki kartu as sebaik ini."
"Lalu apa yang kamu tidak puas dengan?"
"Dengan relik suci yang sempurna ini, Roh Pahlawan yang kita panggil pasti akan seperti yang kita inginkan. Tetapi karakter dia dan aku terlalu bertentangan.
Awalnya, mengenai pemanggilan seorang Servant, sifat dasar Roh Pahlwan yang dipanggil akan sangat dipengaruhi oleh karakter sang Master. Pada dasarnya semua roh pahlawan yang dipanggil memiliki sifat yang sama dengan Master mereka. Tetapi relik suci mengubah hal itu. Semakin jelas awal relik suci itu, semakin besar kemungkinan roh pahlawan yang dipanggil akan sesuai dengan relik tersebut seperti orang itu."
"… Artinya kamu tidak nyaman tentang kontrak dengan 'Raja para Ksatria', ya kan?"
"Tepat sekali. Mungkin tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih tidak cocok dengan prinsip para ksatria."
Setengah bercanda, bibir Naruto membentuk senyum kecil.
"Pertarungan yang adil bukan gayaku, apalagi di peperangan sampai mati ini. Kalau aku akan menyerang, maka aku akan menyerang dari belakang ketika musuhku sedang tertidur. Tidak peduli dengan tempat ataupun tempat, hanya dengan tujuan melenyapkan musuhku dengan efektif, menggunakan cara yang menghasilkan kemingkinan sukses yang paling besar… Kamu pikir ksatria yang terhormat itu akan mau membantuku dalam pertempuran seperti itu?"
Irisviel terdiam, menatap sarung pedang yang berkilau itu.
Tanpa ada keraguan Naruto adalah tipe prajurit seperti itu. Mendapatkan kemenangan dengan menggunakan segala cara yang diperlukan. Hal itu tidak perlu diuji lagi, karakter Naruto dan pemilik sarung pedang ini sudah pasti akan bertentangan.
"… Tetapi bukankah hal ini sangat disayangkan? Pemilik 'Excalibur' sudah pasti adalah seseorang dari kelas Saber yang terkuat."
Tepat sekali.
Hanya sarung pedang yang memancarkan kekuasaan ini yang pantas untuk berpasangan dengan pedang luar biasa itu. Ini sudah pasti relik milik Raja para Ksatria yang legendanya telah diceritakan turun temurun sejak dahulu kala- King Arthur.
"Benar sekali. 'Saber' adalah yang terkuat dari ketujuh kelas yang dipanngil Cawan Suci itu. Dan jika Raja para Ksatria menduduki posisi ini… Aku sudah mendapatkan seorang Servant yang tidak mungkin terkalahkan.
Tetapi kunci disini adalah pertanyaan bagaimana menggunakan kekuatan militer terkuat ini se-efisien mungkin. Sejujurnya, jika faktor mudah di kontrol dipertimbangkan, 'Caster' dan 'Assassin' tentu saja lebih cocok dengan cara dia."
Lalu - bertentangan dengan gaya api nandi, dekorasi mewah ruangan ini, sebuah suara elektronik yang kecil menghentikan pembicaraan mereka
"Ah, akhirnya sampai."
Di atas meja kayu yang berwarna hitam gelap adalah laptop yang ditaruh sembarangan; kombinasi sempurna seperti sebuah alat jahit di atas meja operasi. Silsilah magus dengan sejarah yang panjang tidak pernah menikmati kenyaman teknologi; keluarga Einsbern bukan pengeculian. Alat elektronik kecil yang terlihat sangat aneh bagi Irisviel adalah barang yang dibawa Natuto. Seorang magus yang tidak merasa jijik menggunakan mesin sangatlah jarang; Naruto adalah salah satu dari mereka. Saat dia meminta sambungan telepon dan generator untuk dipasang, dia berargumen hebat dengan kelapa keluarga tua itu.
"… Suara itu, apa itu?"
