"Laporan yang dikirim oleh seseorang yang menyelinap masuk ke dalam Clock Tower. Aku memintanya untuk menyelidiki status para Master yang ikut dalam Heaven's Feel kali

Naruto duduk di depan mesin itu dan memulai mengoperasikan papan ketik dengan ahli. Monitor LCD menunjukan satu email baru. Itu adalah teknologi baru yang dikenal dengan nama "Internet" di kota, penjelasan ini Irisviel telah dengar dari Naruto. Tapi kesabarannya terhadap suaminya menunjukan kalau dia tidak dapat mengerti sedikit pun.

"…Oh, disini terdapat informasi tentang identitas empat orang Master."

Wakil dari Tosaka sudah pasti kepala keluarga itu Tosaka Tokiomi. Seseorang yang berduri tajaam dengan atribut 'api' yang mendalami seni magis batu permata.

Keluarga Mato sepertinya juga berhasil memaksa pecundang yang tidak bisa meneruskan sebagai kepala keluarga menjadi seorang Master, menggelikan… tetapi kakek tua keluarga itu berusaha kersa untuk mendapatkan Cawan itu.

Untuk Magus yang datang dari luar kota ini, pertama-tama, terdapat profesor kelas satu dari Clock Tower, Kayneth El-Melloi Archibald.

Ah, dia mengenal pria ini. Memiliki kedua atribut 'angin' dan 'air', seorang profesional yang mahir dalam penggunaan roh dan alkemis. Dia pada saat ini adalah magus yang paling terkenal di Asosiasi. Betapa menyusahkan.

Dan ada seorang pria yang dikirim oleh Gereja Suci… Kotomine Kirei. Awalnya wakil dari 'Assembly of the 8th Sacrament', dia adalah anak dari seseorang yang mengisi kedudukan pengawas - Kotomine Risei. Dikirim ke Tosaka Tokiomi untuk belajar seni magis tiga tahun yang lalu, dan lalu memutuskan hubungan dengan mentornya setelah mendapatkan Command Seal. Hmph, seorang pria yang penuh dengan bau serbuk mesiu.

Naruto menggesar tampilan layarnya dengan menggunakan mouse sambil melihat-lihat isi mendetil dari penyelidakan itu; menonton suaminya karena itu, Irisviel menjadi sangat bosan. Tiba-tiba dia menyadari sesuatu, tanpa menyadari kapan itu terjadi, Naruto yang menatap layar itu telah berekspresi sangat serius dan kaku.

"…Ada apa?"

"Anak dari pastor Kotomine ini. Bahkan masa lalunya telah dihapus -"

Irisviel berdiri dibelakang Kiritsugu dan melihat ke monitor LCD, mengikuti bagian yang ditunjuk jarinya. Untuk Irisviel, melihat tulisan bukan diatas kertas sangatlah sulit, tetapi mengingat wajah serius suaminya, dia tidak menggerutu.

"…Kotomine Kirei. Lahir tahun 1967, mengikuti ayahnya ke tanah suci sejak masih kecil, lulus dalam angkatan '81 dari Theological College of Manresa St. Ignacio… lompat dua tahun keatas, dan seorang ketua OSIS; dia sepetinya pria yang lumayan berhasil." Kiritsugu mengangguk tidak senang.

"Mengikuti jalur ini, dia pasti dapat meraih posisi seorang cardinal minister, tetapi dia dengan kemauan sendiri membuang kesempatan luar biasa itu unutk bergabung dengan Gereja Suci. Bahkan, sebenarnya dia memiliki banyak pilihan, jadi kenapa dia memilih untuk mendedikasikan dirinya kepada organisasi gelap dalam gereja?"

"Mungkin dia dipengaruhi oleh ayahnya? Kotomine Risei adalah bagian dari Gereja Suci juga, kan?"

"Kalau itu alasanya, maka dia memiliki tujuan untuk mengumpulkan relik suci yang hilang seperti ayahnya. Benar, Kirei bergabung dengan departemen yang sama dengan ayahnya pada akhirnya, tapi sebelum itu, dia telah dipindahkan tiga kali dan dipilih sebagai seorang 'Executor'. Dia berumur hanya sekitar sepuluh tahun-an pada waktu itu. Pekerjaan ini tidak bisa dilaksanakan tanpa tekad yang kuat."

Itu adalah departemen paling gelap di Gereja Suci, di panggil Shura's Den karena bertanggung jawab atas menghukum orang-orang sesat. Untuk bisa mendapatkan nama "Executor" artinya dia adalah pembunuh kelas satu, menunjukan dia telah melewati latihan yang brutal dan ketat untuk menjadi senjata umat manusia.

"Mungkin dia adalah seorang fanatik agama. Semakin muda seseorang semakin polos orang itu, sesuatu seperti cinta fanatik untuk kepercayaan yang melewati batas terbukti ada."

Bahkan setelah mendengar pendapat Irisviel, Naruto masih menggelengkan kepalanya.

"Bukan superit itu… Kalau itu alasanya, situasi pria ini dari tiga tahun yang lalu tidak dapat dijelaskan.

Jika kepercayaanya memang murni, tidak mungkin bagi dia untuk pindah ke dalam Asosiasi Magus; ini sepertinya sebuah perintah dari Gereja Suci, atau mungkin saja dia lebih patuh kepada doktrin agama daripada organisasi itu. Tetapi bahkan ini tidak bisa menjelaskan hal itu, karena tidak ada kebutuhan untuk berlatih seni magis sekeras ini.

- Lihat, laporan Tosaka Tokiomi tentang Kirei yang dikirim ke Asosiasi. Lingkupan latihan pria itu termasuk alkemis, pengontrolan roh. pemanggilan, dan ramalan… dia bahkan lebih berbakat dalam magis penyembuhan daripada Tosaka Tokiomi. Apa alasan sesungguhnya dari antusiasme ini?"

Irisviel terus membaca dokumen itu, sampai akhir dimana kemampuan Kotomine kirei diringkas.

"…Aku bilang, Kirei ini sedikit aneh, tetapi apakah berguna untukmu memelajari dia sampai mendetil seperti ini? Walaupun dia sepertinya berbakat, dia tidak lebih menonjol dari yang lainnya."

"Ah, itulah mengapa aku berpikir itu aneh."

Melihat kepada Irisviel yang tidak mengerti, Naruto menjelaskan dengan sabar.

"Bagaimanapun orang ini bertindak, dia tidak akan pernah mencapai level 'elit'. Kalau dipikir seperti ini, dia bukanlah seorang yang jenius, hanya seorang pria biasa. Tetapi keberhasilan dia dalam mendapatkan hasil yang cepat lewat kerja keras yang luar biasa sangat mengerikan. Itu benar kalau dia harus berusaha sepuluh atau dua puluh kali lebih besar daripada yang lainya untuk mencapai level seperti ini, tetapi dia berhenti sewaktu hanya tinggal satu langkah saja, lalu tanpa perasaan apapun pindah ke daerah yang lainya. Segala sesuatu yang telah dia bangun dengan susah payah dibuang seperti sampah."

"Dia sudah pasti memilih sebuah hidup yang jauh lebih menggairahkan daripada yang lainnya, tetapi dalam hidup pria ini, dia tidak pernah membiarkan orang lain merasakan 'kasih sayang'. Pria ini - adalah seseorang yang sangat berbahaya."

Naruto berkesimpulan maka dari itu, Irisviel mengerti maksud di balik kata-katanya.

Waktu dia berkata "menyusahkan", walaupun mushnya penuh dengan duri, dia sebenarnya tidak menganggap musuhnya sebagai bahaya. Caranya untuk menghadapi tipe lawan seperti ini dan kemungkinan berhasilnya, Naruto telah memegang delapan puluh persen di tangan. Tetapi sewaktu dia menggunakan rating "berbahaya"… Naruto Uzumaki hanya menggunakan rating ini untuk musuh yang dia perlu melawan dengan sekuat tenaga.

"Pria ini sudah pasti tidak percaya apapun. Hanya terus menerus mencari jawaban, maka karena itu dia sangat berpengalaman. Hasilnya adalah dia masih tidak menemukan apa-apa… dia adalah yang memiliki nilai moral yang kosong. Jika aku harus menebak apa isi hati pria ini, maka mungkin itu adalah kemarahan dan putus asa."

"…Kamu berkata, buatmu Executor ini lebih kuat daripada Tosaka Tokiomi dan Archibald?"

Berhenti sebentar, Naruto mengangguk dengan mantap.

"…Seseorang yang menakutkan."

"Benar kalau Tosaka dan Lord El-Melloi adalah musuh yang kuat. Tetapi aku berpikir kalau 'arti hidup' Kotomine Kirei jauh lebih menakutkan."

"Arti hidup?"

"Hati pria ini hampa sepenuhnya. Dia tidak memiliki sesuatu yang bisa disebut kenginan. Tetapi kenapa pria seperti ini menaruhkan nyawanya untuk berperang demi Cawan itu?"

"…Bukankah ini keinginan Gereja Suci dari awal? Orang-orang itu salah berpikir kalau Cawan Fuyuki ini adalah sebuah relik suci dan menginginkanya karena ini, benar kan?"

"Tidak, kalau hanya dengan motivasi sedangkal itu, Cawan itu tidak akan memberikan Command Seal. Pria ini dipilih oleh Cawan itu sebagai seorang Master. Dia pasti memiliki alasan untuk mendapatkan Cawan itu. Apa alasan yang sebenarnya, tepatnya karena tidak terlihat… Itulah yang membuat alasan ini sangat berbahaya."

Naruto mendesah dengan dalam, melihat ke monitor dengan dingin, berusaha untuk mengali lebih dalam karakter Kotomine Kirei lewat tulisan membosankan ini.

"Apa yang kamu pikir akan terjadi jika orang dengan jiwa kosong macam ini mendapatkan Cawan itu? Seluruh hidup pria ini dibangun atas keputusasaan. Kekuatan mesin pengabul permintaan itu, Cawan suci itu mungkin akan tercemar oleh warna keputusasaan orang itu." Naruto telah tenggelam dalam kesedihannya, dan untuk tujuan menasihati dia, Irisviel menggelengkan kepalanya dengan tegas. "Apa yang disimpan dalam diriku, wadah Cawan itu, aku tidak akan memberikanya kepada orang lain. Pada saat Cawan itu telah terisi, satu-satunya orang yang memiliki kehormatan untuk memilikinya - hanya kamu, Naruto."

Kepala keluarga Einsbern hanya menginginkan penyelesaian Cawan itu; itulah satu-satunya kenginan mereka… tetapi untuk pasangan muda ini, setelah ini, mereka masih memiliki kenginan untuk diwujudkan. Sebuah mimpi untuk diwujudkan.

Naruto menutup laptop miliknya dan memeluk Irisviel dengan erat.

"Apapun yang terjadi, kita tidak boleh kalah."

Bagi istrinya, saat ini dibandingkan kenginan keluarganya, Irisviel lebih peduli akan ambisi dirinya dan suaminya. Fakta ini sangat menyanjung Naruto.

"…Aku menemukanya. Cara untuk menggunakan kekuatan Servant terkuat ini semaksimal mungkin."

Pada waktu yang sama, di pulau yang sangat jauh di sebelah timur, seseorang juga menerima laporan yang sama oleh seorang mata-mata di Inggris.

Setelah menjadi seorang magus yang sah, Tōsaka Tokiomi tidak akan menggunakan teknologi canggih seperti Naruto. Dia telah cakap dalam menggunakan ilmu rahasia yang dimiliki oleh keluarga Tōsaka dalam berkomunikasi jarak jauh, dengan menggunakan sihir permata (jewel magic) yang diturunkan dari generasi terdahulu.

Di puncak Miyama-chou di kota Fuyuki lah letak hunian Tōsaka. Di workshop Tokiomi yang berada di bawah tanah, sebuah peralatan eksperimen yang mirip dengan apa yang dikenal sebagai pendulum hitam (black pendulum) disiapkan.

Perbedaan diantara peralatan eksperimen tersebut dengan peralatan ini adalah, bahwa pendulum ini berisi permata sihir dari pendahulu Tōsaka, yang telah dibuat sedemikian rupa agar tinta yang turun dari senarnya dapat melembabkan permata tersebut.

Batu yang dipasangkan dengan permata dari pendulum ini saat ini dimiliki oleh mata-mata Tōsaka. Jika batu ini diletakkan didepan Roller dan mulai menulis, permata pendulum yang cocok akan mulai merombak, tinta yang jatuh ke bawah akan menulis dengan sempurna. Seperti itulah cara kerjanya.

Saat ini permata di pendulum tersebut dan batu yang ada di sisi lain dari globe di London mulai merombak secara bersamaan, dan melalui pengamatan dari gerakan berulang-ulang tanpa pola yang aneh, tulisan perekam tersebut mulai menjadi halus dan kemudian menulis kembali secara akurat.

Tokiomi, mengamati kejadian ini, mengambil kertas tanpa menunggu tinta tersebut menjadi kering seutuhnya dan mulai mencari apa yang telah terekam di dalamnya.

"— Tidak peduli berapa kali pun aku melihat kejadian ini aku selalu merasa bahwa hal ini tidak dapat diandalkan."

Kotomine Kirei, yang dari tadi berjaga di pojokan, menyatakan pendapat yang tidak bermoral.

"Oh, jadi kamu berpikir bawa fax lebih mudah digunakan?

Jika cara ini yang digunakan, bahkan jika listrik mati, tidak akan terjadi gangguan. Kamu juga tidak perlu khawatir jika laporan ini terungkap oleh pihak lain. Tanpa harus bergantung dengan teknologi baru, kami sebagai magi telah lama memiliki peralatan yang tidak kalah dari peralatan modern sekarang ini."

Walaupun begitu, Kirei tetap melihat bahwa fax yang dapat digunakan oleh semua orang lebih mudah digunakan. 'Semua orang' dapat menggunakannya... hal yang tidak dapat dipungkiri ini sudah pasti merupakan sesuatu yang tidak dapat dipahami oleh Tokiomi. Sudah sangat jelas bahwa teknik dan pengetahuan dari aristokrat dan rakyat jelata berbeda... bahkan di masa sekarang, Tokiomi masih memiliki pemikiran yang kuno ini; dia benar-benar seorang ' magus ' yang sah.

"Berita terakhir dari ' Clock Tower '. Raja El-Melloi yang 'jenius' sepertinya telah mendapatkan lost relic (relik yang hilang). Jika hal itu benar, maka dapat dipastikan bahwa dia ikut serta dalam hal ini. Hmph, dia benar-benar musuh yang menyusahkan. Jadi sudah jelas, sudah ada lima Master termasuk saya..."

"Hal yang membuatku khawatir adalah bahwa masih ada dua posisi yang kosong sampai sekarang."

"Ya itu artinya tidak ada orang yang pantas untuk memiliki Command Seal. Ketika waktunya sudah hampir habis, Holy Grail akan mengisi tujuh slot yang ada secara acak tanpa memperhatikan kualitasnya. Demi memiliki orang yang cukup, akan ada dua karakter kecil. Tidak ada yang perlu di khawatirkan."

Hal tersebut benar-benar cocok dengan rasa optimisme Tokiomi. Setelah menjadi muridnya selama tiga tahun, Kirei telah mengerti tuannya dengan sangat baik. Walaupun dia begitu sibuk dengan persiapan, dia memiliki kebiasaan dalam melupakan hal-hal kecil yang penting ketika dia sudah turun tangan, dan mengatasi hal-hal ini mungkin adalah tanggung jawabnya; sudah sejak lama Kirei mengerti akan hal ini.

"Bicara soal waspada - Kirei, tidak ada yang melihatmu ketika kamu masuk ke rumah ini, kan? Dari luar, kita adalah musuh."

Sesuai dengan rencana Tōsaka Tokiomi, kenyataan telah berputar dan telah diumumkan. Kirei, yang telah dipilih Holy Grail tiga tahun yang lalu, dengan hati-hati menyembunyikan lambang di tangan kanannya sesuai dengan perintah Tokiomi, sampai bulan ini sebelum dia mengumumkan fakta bahwa Command Seal ada di tangannya. Sejak saat itu, ia memutuskan hubungan dengan Tokiomi sebagai pesaingnya dalam mendapatkan Holy Grail.

"Tidak perlu khawatir. Bisa melihat atau pun tidak, tidak ada pengintai maupun sihir yang menyelidiki rumah ini. Saya —"

"— Saya menjamin akan hal itu."

Suara dari orang ketiga memotong pembicaraan dan, pada waktu yang sama, sebuah bayangan hitam muncul di sebelah Kirei.