VENUS

Dazai and All the Girls Around

[A Remake Story by Phoebe ; Bungou Stray Dogs belong toKafka Asagiri and Sango Harukawa ]

[ Cast: Dazai x Atsushi slight Akutagawa x Atsushi ; Dazai x Chuuya ; Rated M ]

Warning : AU, GENDERSWITCH (GS), OOC, TYPO(S), DON'T LIKE? DON'T READ!

.

.

.

.

[ Bagian 30 ]

[I'm Not The One Who Love The Goddess]

Dazai benar-benar linglung. Ia bahkan tidak semangat dengan kepindahannya yang tinggal dua hari lagi. Atsushi tidak di temukannya, Naomipun sudah membantunya dengan segala cara untuk menghubungi keluarga dokter itu dan mereka mengatakan kalau Atsushi tidak datang ke Dalas, ia membatalkan rencananya. Sekarang bukan hanya dirinya yang mencari, tapi juga Naomi dan keluarganya. Apa yang harus Dazai lakukan? Dia selalu bertanya seperti itu kepada dirinya sendiri dan dia sama sekali tidak menemukan jawaban lain selain mencari. Tapi kemana lagi ia harus mencari? Dazai tersadar dari lamunannya saat kepalanya menabrak sesuatu. Pintu flat Akutagawa. Ia bahkan tidak berencana untuk datang kemari tapi langkah-langkah kakinya bertindak sendiri. Apakah Akutagawa tau sesuatu? Dengan lemah Dazai menekan bel dan beberapa saat kemudian Akutagawa keluar dari flatnya. Wajahnya terlihat sangat lelah seperti biasanya. Ia memandang Dazai dengan tak bersemangat.

"Kau masih marah padaku?" Tanya Dazai.

Akutagawa menghela nafas. "Aku tidak marah!"

"Lalu kenapa kau tidak menjawab telponku, tidak membalas sapaanku, bahkan tidak mau memandangku!"

"Masuklah dulu!" Akutagawa membuka pintu flatnya lebar-lebar lalu meninggalkan Dazai untuk masuk kedalam.

Dazai mengikuti saran Akutagawa. Ia mengikuti Akutagawa dan duduk di ruang tengah dimana semua pekerjaanya menumpuk. Sudah sangat lama Dazai tidak melihat ini, semenjak ia pindah ke flatnya yang sekarang.

"Untuk apa kemari?" Suara Akutagawa kembali terdengar meskipun ia terlihat sangat sibuk dengan kertas-kertas yang berada di atas meja. Akutagawa bahkan duduk di lantai dan tidak menyentuh sofa.

"Aku kehilangan Venus!"

"Lalu kau ingin bertanya padaku? Kami tidak pernah bertemu lagi semenjak ia mengundurkan diri dari kantor. Bodohnya aku tidak tau kalau hari itu dia sudah mengundurkan diri dan masih menunggu kedatangannya setiap hari. Aku juga sangat kehilangan!"

Kening Dazai berkerut. "Jangan-jangan kau marah kepadaku karena..."

"Karena Nakajima Atsushi menghilang? Yang benar saja!" Potong Akutagawa. "Aku sudah bilang kalau aku tidak marah. Suasana hatiku hanya sedang buruk. Kau sudah mencarinya kemana?"

"Kesemua tempat, kerumah Ibunya, kakak-kakaknya, Naomi juga mengatakan tempat persembunyiannya tapi begitu aku sampai disana dia sama sekali tidak ada. Resepsionis bilang Atsushi sudah keluar sehari sebelumnya. Aku terlambat!"

Sebuah senyum sinis tersungging di sudut bibir Akutagawa. "Kau masih belum terlambat sama sekali. Kau hanya tidak beruntung. Sedangkan aku." Akutagawa berhenti berbicara juga mengehntikan gerakan tangannya lalu menghempas bolpoint yang tadi di pegannya. "Katakan kepadaku, kau tidak sedang main-main kan? Kau masih berfikir untuk mempermainkannya?"

Dazai menatap Akutagawa heran. Omongan Akutagawa hari ini sangat tidak menentu. Tidak seperti Akutagawa yang biasa, Akutagawa yang di kenalnya. Dazai seperti sedang berbicara dengan orang lain yang sama sekali asing baginya.

"Aku akan merampasnya darimu kalau kau masih berfikir untuk mempermainkannya!" Lanjut Akutagawa.

"Merampas? Apa yang sedang kau katakan ini? Tunggu dulu! Jangan bilang kalau kau..."

Akutagawa mengangguk. "Seharusnya aku yang datang ke perjodohan itu. Tapi aku tidak melakukannya karena ku fikir perasaanku ini hanya sementara. Aku tidak mungkin menikah dengan wanita seperti Nakajima Atsushi yang kaku dan membosankan. Tapi demi Tuhan aku sangat menyesal terlebih saat aku tau kalau kau sudah menyebabkan banyak masalah untuknya dan dia menerimanya dengan bahagia. Aku tidak tau kalau dia bisa sebodoh itu karenamu!"

Dazai lagi-lagi mendengar Akutagawa mendesah. "Sebaiknya kau memang tidak datang ke Perjodohan saat itu karena kalau itu sampai terjadi, Kau akan menyesali kehidupan rumah tangga yang sangat membosankan! Hanya aku yang bisa membuat kekakuan gadis itu mencair. Hanya aku yang bisa melakukan hal-hal yang membuatnya kehilangan kekejamannya. Kau tidak akan mampu menakhlukannya seperti aku menakhlukkannya!"

Akutagawa memandang Dazai lama. Menakhlukkannya? Dengan berbagai macam terror seksual itu? Ya, hanya Dazai yang bisa melakukannya, Karena jika Akutagawa melakukan itu kepada Atsushi, gadis itu pasti sudah membunuhnya. Hanya Dazai yang tidak bisa di tolak, kenapa hanya Dazai? Akutagawa tersenyum pahit. "Atsushi pernah mengatakan kepadaku kalau dia sedang mencari tempat yang bisa menghilangkan stress, Botany Bay atau Cost wold. Mungkin dia disana sekarang."

[ Bersambung ]

a/n: Maafkan yang dua hari nggak update xD

Udah…