VENUS
Dazai and All the Girls Around
[A Remake Story by Phoebe ; Bungou Stray Dogs belong toKafka Asagiri and Sango Harukawa]
[ Cast: Dazai x Atsushi slight Akutagawa x Atsushi ; Dazai x Chuuya ; Rated M ]
Warning : AU, GENDERSWITCH (GS), OOC, TYPO(S), DON'T LIKE? DON'T READ!
.
.
.
.
[ Bagian 31 ]
[Pilih Menyukaiku Atau Mati?]
"Aku tidak menyangka kalau kau bisa seperti ini. Sekarang kau jadi koban Dazai Osamu sepertiku padahal selama ini kau berusaha untuk terus memeranginya!" Higuchi Ichiyou menggoda Atsushi sambil menahan tawa dari udara.
Entah mengapa Atsushi sangat ingin menelpon Higuchi dan menceritakan semua ini. Dan sekarang Higuchi sedang mentertawakannya? Atsushi jadi ingin segera menutup telponnya segera.
"Sekarang bagaimana kandunganmu?" Higuchi melanjutkan ucapannya. "Kenapa kau tidak melakukan hal yang sama sepertiku?"
"Mengugurkannya? Kau fikir aku tidak pernah berusaha untuk itu?" Atsushi mengehela Nafas. "Aku tidak mampu, Aku tidak bisa melakukannya kepada darah dagingku!"
"Meskipun dia adalah anak dari orang yang kau benci?"
Benci? Aku sangat mencintainya! Atsushi membatin. "Lalu kau? Bukankah dulu sangat mencintainya? Kenapa kau bisa melakukan itu padahal saat itu dia bilang akan bertanggung jawab kan?"
"Aku hanya tidak ingin kehilangan masa bahagiaku karena kehadiran seorang anak dan karena harus menikah di usia muda!"
Sekarang Atsushi yang hampir tertawa. Saat itu Higuchi dan Dazai menjalani tahun terakhir mereka di kampus, Higuchi pada saat itu hanya lebih muda beberapa tahun dari usia Atsushi sekarang. Kehilangan usia muda karena anak dan pernikahan? Atsushi bahkan tidak pernah berfikir akan kehilangan semuanya meskipun pada kenyataannya sekarang ia sudah kehilangan semuanya, pekerjaan, Keluarga, teman, Bahkan juga Dazai. Ia hanya befikir kalau anak yang di kandungnya akan menderita bila terus hidup karena itu Atsushi ingin menyingkirkannya. Ternyata cintamu tidak sebesar cintaku padanya!
"Atsushi, kau masih disana?"
Atsushi mengerjapkan matanya. Ia kembali kerumah yang di sewanya setidaknya untuk setahun kedepan. Ia sudah meninggalkan dunia khayalnya dan kembali ke dunia nyata. "Ya, Aku masih mendengarmu. Bisa kita akhiri pembicaraan hari ini sekarang? Aku sangat lelah dan harus beristirahat."
"Baiklah, sampai jumpa kalau begitu!"
"Ya, kita akan berjumpa kalau aku menyusulmu ke Jepang!"
Higuchi tertawa dan membiarkan Atsushi menutup telponnya. Atsushi berdiri dari tempat duduknya dengan hati-hati sambil memegaingi perutnya. Beberapa hari lagi kandungannya akan berusia tiga bulan dan ia harus berhati-hati karena walau bagaimanapun menjalani hidup sendirian dengan kandungan yang semakin membesar bukanlah hal yang mudah. Tapi ia harus melakukannya sebaik mungkin karena ia tidak bisa merepotkan siapa-siapa. Ia bahkan membatalkan rencananya ke Dalas karena Atsushi tidak ingin membebani banyak orang.
Atsushi mengambil botol susu sapi segar dari dalam kulkas lalu menuangkannya kedalam gelas, ia membawa gelas itu kekamarnya dan duduk di ranjang dengan hati hati. Sebelah tangannya meraih buku tabungan yang ada di dekatnya dan memperhatikannya sambil meneguk susunya beberapa kali. Ia sudah menghabiskan seperempat tabungannya untuk sewa rumah dan membeli beberapa keperluan pribadi. Dan untuk kehidupannya setahun kedepan di tambah biaya melahirkan, Atsushi akan kehilangan banyak uang yang disimpannya dengan cermat. Uang itu sebenarnya sudah di kumpulkannya untuk melanjutkan kuliah ke Belanda dan sekarang ia harus merelakannya, Atsushi bahkan sudah tidak bisa mengingat Belanda lagi, yang bisa di ingatnya hanya bagaimana agar kandungannya bisa tetap sehat dan dia tetap punya uang yang cukup sampai anaknya lahir dan ia cukup kuat untuk mencari pekerjaan lagi.
Musim semi mungkin sudah menumbuhkan banyak tunas baru, Atsushi menghabiskan susu di dalam gelasnya dan kembali berdiri dari ranjang. Ia mengambil sebuah cardigan putih untuk melengkapi gaun bunga-bunga berwarna baby pink yang di kenakannya. Sore ini Atsushi akan keluar rumah lagi, ia akan berjalan-jalan untuk menghirup udara segar dan mudah-mudahan ia bisa berkenalan dengan beberapa penduduk Costwold yang menjadi tetangganya. Sepatu ballet berwarna putih dengan hak datar menjadi pilihannya untuk membungkus kakinya menyusuri jalanan nanti. Dengan semangat Atsushi membuka pintu rumanya, menguncinya rapat lalu berjalan perlahan. Langkah demi langkah di lakukannya dengan sangat hati-hati dan beberapa kali ia menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya dari mulut. Udara musim semi benar-benar sangat menyenangkan, dan ia sangat suka pada musim semi.
Seekor kupu-kupu berwarna kuning dengan garis-garis hitam mengelilingi Atsushi dengan ceria, gadis itu mengulurkan tangannya dan kupu-kupu itu hinggap disana. Sebuah senyum mengembang di wajah Atsushi, tapi tidak lama. Senyum itu segera berganti dengan ekspresi terkejut saat ia menyadari kalau seseorang sudah menarik tangannya. Dazai Osamu memandang Atsushi dengan ekspresi yang tidak bisa di mengerti.
"Sedang apa kau disini?" Tanya Atsushi.
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Sedang apa kau disini? Pergi meninggalkanku tanpa mengatakan apa-apa, menitipkan cincin pertunangan kepada Naomi, dan akan pergi ke Dalas?" Sebelah alis Dazai terangkat. "Kau mau memutuskan pertunangan secara sepihak? Aku tidak akan menerimanya!"
"Apa kau datang kemari untuk mengganggu liburanku?"
"Liburan?" Suara Dazai terdengar lebih intens. "Kau sedang melarikan diri sayang! Dan karena aksi bodohmu ini aku harus mencarimu seperti orang gila, mengelilingi Botany Bay dan Costwold tanpa arah. Dan untungnya hari ini kau keluar dari rumah dan aku bisa menemukanmu setelah berkeliling di tempat ini berkali-kali. Aku bahkan menunda kepindahanku ke Tokyo!"
Atsushi mematung. Dazai akan pindah ke Tokyo? Entah mengapa ia merasa sangat sedih, sangat sedih dan Atsushi hampir kehilangan kendali untuk menahan air matanya jika saja Dazai tidak kembali menarik tangannya.
"Ikut aku!"
Atsushi berusaha berontak dan melepaskan tangannya dari genggaman Dazai, tapi Dazai menolak, Ia bahkan melakukan hal yang lebih untuk menunjukkan betapa berkuasanya dia atas diri Atsushi. Dazai memanggul tubuh Atsushi seperti yang pernah di lakukannya dulu, memaksa Atsushi masuk kemobil dengan cara yang sama dan pergi meninggalkan tempat itu. Atsushi memakinya bekali-kali tapi Dazai tidak mengatakan apa-apa sampai akhirnya cacian Atsushi berhenti saat ia melihat sebuah menara gereja menjulang tinggi dihadapan mereka. Dazai membukakan pintu mobil dan menjulurkan tangannya, Atsushi menyambutnya dengan keadaan bingung.
"Untuk apa kita kesini?" Desis Atsushi.
"Sekarang juga, Kau tidak boleh menolak. Karena kalau kau menolak aku akan membunuhmu lalu bunuh diri." Dazai menggenggam tangan Atsushi semakin erat. "Nona Nakajima Atsushi, Menikahlah denganku atau kau akan mati!"
[ Bersambung ]
a/n: Hallo.. Adakah yang merindukan saya? *gak* xD
Adakah yang merindukan FF ini? Maafkan saya yang sudah berminggu-minggu nggak Update, dikarenakan deadline tugas yang banyak sama Laptop yang rewel terus, updatenya jadi ngaret *bow*
Berhubung lagi senggang saya sempetin update, kebetulan ceritanya juga sudah hampir tamat, biar cepet selesai dan nggak ada tanggungan update lagi xD
Btw, buat reader yang sudah luangin buat baca dan mereview FF ini dari awal chapter hingga sekarang, terima kasih banyak untuk apresiasinya. Semoga kalian suka chapter ini. Btw tinggal satu chapter lagi tamat.
Sampat ketemu di chapter depan ya.. :*
