CHAPTER 2
.
Hinata mengamati wajahnya di cermin. Lebam di pipinya sudah mulai berkurang berkat kompres es yang rajin ia tempelkan. Untunglah hari ini sekolah libur sehingga ia tidak perlu menutup-nutupi luka di pipinya.
Hinata teringat kembali pada sosok Sasuke Uchiha. Setelah menciumnya, pemuda itu menawarkan diri untuk menemaninya pulang. Hinata memungut kembali barang-barangnya yang berceceran, ia merasa lega karena ponselnya baik-baik saja. Sebelum pergi, kedua penjahat itu meletakkan kembali barang rampasan mereka.
Selama perjalanan pulang mereka berdua lebih banyak diam. Hinata merasa canggung untuk memulai topik pembicaraan dengan Sasuke. Setelah sampai di kediaman Hyuuga, Sasuke langsung melenggang pergi tanpa mengucapkan apapun pada Hinata. Sikap Sasuke itu membuatnya bertanya-tanya jalan pikiran pemuda itu.
Hinata terpaksa berbohong pada keluarganya mengenai luka lebam di pipinya. Ia tidak ingin membuat mereka khawatir dengan kejadian yang hampir menimpanya.
Hinata menghela nafas. Kata-kata Sasuke 'Mulai saat ini kau adalah milikku' selalu terngiang di benaknya.
Sasuke Uchiha adalah salah satu murid di SMA Konoha. Ia sangat terkenal karena ketampanan dan sikap misteriusnya. Banyak rumor yang beredar mengenai Sasuke, sebagian besar melibatkan bagaimana pria berambut raven itu selalu terlibat perkelahian. Ia dikabarkan hampir masuk penjara karena melakukan penganiayaan terhadap seorang pria. Saat duduk di kelas satu, ia juga berkelahi dengan para senior hanya karena masalah sepele. Rumor juga mengatakan dua orang senior bahkan harus dilarikan ke rumah sakit karena terluka parah. Semua rumor yang beredar membuat Sasuke menjadi salah satu murid yang paling berbahaya dan ditakuti di SMA Konoha.
'Mulai saat ini kau adalah milikku'
Dan Hinata kini terjebak dengan pemuda berbahaya itu.
.
.
Hinata adalah murid yang rajin. Ia tidak pernah membolos dan selalu mengerjakan PR. Ia selalu tiba di sekolah 15 menit sebelum bel berbunyi. Tapi tidak untuk hari ini. Ia sampai di sekolah tepat ketika bel masuk berbunyi nyaring. Hinata baru bisa bernafas lega ketika ia sampai di kelas tanpa bertemu dengan pemuda bermarga Uchiha itu. Ia tidak tahu harus bersikap bagaimana bila tiba-tiba berhadaan dengan Sasuke. Untunglah mereka berdua tidak berada di kelas yang sama sehingga Hinata memiliki alasan untuk menghindari Sasuke. Sejujurnya Hinata ragu apakah Sasuke mengenalinya ketika di sekolah atau masih mengingat kata-kata yang diucapkannya tempo hari.
Semoga saja ia melupakannya, pikir Hinata.
Alangkah terkejutnya Hinata ketika ia keluar dari kelas saat jam makan siang dan mendapati sosok Sasuke Uchiha berdiri di hadapannya.
"Ayo ikut." Kata Sasuke sambil menarik tangan Hinata.
"Ke-kemana?"
Sasuke tisak menjawab pertanyaan Hinata. Ia terus menggandeng tangan Hinata menuju kantin sekolah dan mengabaikan tatapan terkejut setiap orang yang melihat untuk pertama kalinya Sasuke Uchiha menggandeng tangan seorang gadis.
Ketika mereka sampai di meja tempat dimana Sasuke dan teman-temannya duduk, Hinata dapat merasakan tatapan semua orang di kantin itu tertuju padanya.
"Uhh… Sasuke? Siapa teman barumu itu?" Pertanyaan Naruto sukses mewakili rasa bingung yang melanda Shikamaru, Kiba, dan Shino. Mereka berempat ditambah Sakura dan Ino adalah sahabat dekat Sasuke.
"Dia pacarku." Kata Sasuke singkat sambil menyuruh Hinata duduk di sampingnya.
"…"
"…"
"…"
Suasana hening sesaat. Mereka berempat menatap Sasuke dengan ekspresi tidak percaya. Beberapa detik kemudian Naruto mulai tertawa terbahak-bahak dan membuat perhatian semua orang di kantin beralih pada pria blonde yang tertawa keras sambil memukul-mukul meja.
"Apanya yang lucu?" Tanya Sasuke dengan raut muka masam.
"KAU! Apa katamu tadi? Pacar? Ahh~ kau memang pandai bercanda." Kata Naruto setelah menghentikan tawanya. Kini ia memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa.
"Aku tidak bercanda, idiot."
"…"
"…"
"Jadi kau benar-benar pacarnya si brengsek Uchiha?" Tanya Kiba pada Hinata yang duduk di depannya.
"I-itu…" Bagaimana bisa Hinata menjawab pertanyaan itu sementara ia sendiri tidak kalah terkejut mendengar kata-kata Sasuke mengenai status hubungan mereka. Pacar? Hinata merasa Sasuke tidak pernah memintanya untuk menjadi pacarnya. Atau mungkin ini yang dimaksud Sasuke dengan mengatakan 'Mulai saat ini kau adalah milikku'.
"Ini pertama kalinya aku melihatmu. Apa kau murid baru?" Tanya Kiba.
"… Ki-kita berada di kelas yang sama."
"EH?! Sungguh?! Oy Shino! Apa kau mengenalinya?"
"Namanya Hinata Hyuuga. Kita bertiga memang sekelas." Ucap Shino.
"Aku masih tak percaya. Hey kau, cepat buktikan!" Kata Kiba sambil menuding Hinata.
"Bu-buktikan apa?" Kata Hinata. Ia masih tidak mengerti maksud perkatan Kiba.
"Buktikan bahwa kau memang sekelas denganku dan Shino."
"Kau tinggal menunggu jam berikutnya untuk melihat apakah kalian memang duduk di kelas yang sama." Kata Shikamaru dengan malas.
"Tutup mulutmu rambut nanas! Aku sedang bicara pada Hyuuga."
"U-um… Se-sebulan yang lalu saat kau mendapatkan nilai 60 di ulangan Fisika kau langsung berteriak kegirangan dan bersujud syukur. Kau juga berkata bahwa itu adalah nilai tertinggi yang pernah kau raih dalam pelajaran Fisika.
"Bwahahaha!" Naruto tertawa dengan keras. Shino hanya menganggukan kepala tanda, membenarkan perkataan Hinata.
"Kau bohong, Kiba. Bukankah kau mengatakan nilaimu 80?" Tanya Shikamaru.
"Ka-kau salah dengar, Hyuuga! Nilaiku memang 80." Kata Kiba dengan wajah memerah.
"Ta-tapi… I-itu…"
"Nilaimu memang 60. Aku melihat kertas ujianmu." Kata Sasuke datar.
"Hahahaha… aku tidak percaya saat kau bilang nilaimu 80."
"Diam Naruto!" Teriak Kiba.
"Ma-maaf Kiba. Se-seharusnya aku tidak mengatakan itu." Kata Hinata.
"Cih." Kiba mendengus sambil memalingkan wajahnya yang memerah karena malu. Kiba tidak menyangka kebohongan kecilnya akan terungkap.
"Hey, ada anggota baru ternyata."
Hinata menoleh ke arah suara merdu itu. Sakura Haruno datang dan langsung duduk di samping Naruto.
"Mana Ino?" Tanya Naruto.
"Sedang membeli soda. Halo, namaku Sakura Haruno, siapa namamu?" Tanya Sakura dengan ramah.
Sebelum sempat menjawab pertanyaan itu, Naruto langsung memperkenalkan Hinata dengan semangat.
"Namanya Hinata Hyuuga. Ia sekelas dengan Kiba dan Shino. Yang paling penting adalah… pacar barunya Sasuke~ hehehe." Kata Naruto dengan cekikikan.
"Really?!"
"Kami juga terkejut, Sakura. Tapi Sasuke sendiri yang memperkenalkannya."
Sakura memandang Hinata dengan tatapan tak percaya.
"Se-senang bertemu denganmu." Kata Hinata.
"WOW… Aku masih tidak mempercayai ini." Kata Sakura sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Apa kalian sedang bergosip tanpaku?" Kata Ino yang muncul tiba-tiba. Gadis berambut pirang itu langsung mengambil tempat duduk di samping Sakura sambil membawa dua kaleng soda dingin.
"Kau ketinggalan gosip panas, Ino. Si brengsek Uchiha akhirnya memiliki pacar." Kata Kiba. Rasa malu yang dialaminya tadi sudah ia lupakan.
"Bohong! Pasti kalian sedang bercanda."
"Tanya saja pada Sasuke. Dan ini adalah Hinata, pacar baru Sasuke yang kumaksud."
"Ha-halo."
"Apa semua ini memang benar, Sasuke?" Tanya Ino dengan penuh selidik.
"Hm." Jawab Sasuke singkat.
Ino menatap Hinata dengan pandangan takjub. Ia tidak menyangka gadis pemalu dihadapannya itu entah bagaimana caranya berhasil merebut hati Sasuke yang lebih dingin dibandingkan bongkahan es.
"Well, senang bertemu denganmu, Hinata. Jika Sasuke membuatmu sedih katakan saja padaku, akan kuberi ia pelajaran." Kata Ino dengan percaya diri.
.
.
Sepulang sekolah Hinata mendapati Sasuke sudah menunggunya.
"Ayo kuantar pulang." Kata Sasuke.
Dan disinilah mereka, berjalan menyusuri jalanan kota Konoha. Sebenarnya Hinata ingin menolak tawaran Sasuke yang mengantarkannya pulang, namun entah bagaimana ia tidak tega menolaknya. Sasuke Uchiha, murid yang paling ditakuti di SMA Konoha dengan berbaik hati mau mengantarkannya pulang. Hinata merasa tersanjung sekaligus senang. Jarak rumah Hinata dari Sekolah tidak jauh, cukup 30 menit dengan berjalan kaki. Dengan memberanikan diri, Hinata membuka topik pembicaraan. Kesunyian diantara mereka membuatnya canggung.
"Te-terima kasih sudah mengantarku pulang."
"Hm."
Sunyi…
"A-apa ru-rumahmu searah denganku? Ji-jika tidak kau tidak perlu harus repot-repot mengantarku pulang."
"Searah."
Sunyi…
"Teman-temanmu sangat baik, Sasuke."
"Naruto itu idiot, sedangkan Kiba bodoh. Shikamaru sangat pemalas, Shino terlalu pendiam, Sakura dan Ino sangat berisik."
"…"
"…"
"Sepertinya mereka sangat dekat denganmu." Kata Hinata dengan sedikit iri. Hinata memang mengenal baik dengan setiap orang di kelas, namun tidak berteman dengan mereka. Mereka tidak pernah mengajak Hinata bergabung dan ia sendiri terlalu pemalu untuk mengajukan diri. Melihat keakraban diantara Sasuke dan teman-temannya membuat Hinata ingin berteman dengan mereka.
"Bo-bolehkah aku bergabung lagi bersama kalian besok?"
"Tentu."
Mendengar jawaban Sasuke membuat Hinata senang.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di kediaman Hyuuga.
"Terima kasih sudah mengantarku pulang, sampai jumpa besok."
"Hey, kau tidak memberikan ciuman pada pacarmu?"
"E-eh?!" Mendengar perkataan Sasuke wajah Hinata langsung memerah.
Tanpa banyak berkomentar, Sasuke langsung mencium gadis di hadapannya. Jika kemarin Sasuke hanya mengecup bibir gadis itu dengan lembut, tapi tidak untuk kali ini. Sasuke mencium Hinata dengan panas, membuat jantung Hinata berdebar kencang. Satu tangannya memeluk pinggang gadis itu sedangkan tangan lainnya memegang kepala belakang Hinata, menjerat gadis itu agar menerima ciumannya. Setelah beberapa saat, ciuman itu berakhir. Semburat merah yang tadinya hanya menghiasi wajah Hinata kini menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Sampai jumpa besok." Kata Sasuke sambil melangkah pergi meninggalkan Hinata yang masih berdiri mematung dengan wajah memerah.
.
.
terimakasih untuk para reader atas semua follow, favorites, dan reviewnya. dukungan dari kalian semua sangat berharga dan menjadi sumber penyemangat Hananako saat menulis fic. hehehehe
sampai jumpa di chapter selanjutnya! (^_^)
