Title: Romanpicisan

Rate: T

Pair: (Yaoi) Adult!Reborn x TYL!Lambo

Genre: Romance/drama

Warnings: OOC, AUish, kadang Het, kadang Yaoi... xP

Katekyo Hitman Reborn! Belongs to Amano Akira.

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

"Reborn..." Tsuna sebenarnya tak ingin memberitahukan hal ini kepada Reborn, Reborn menatap Lambo yang terbaring diatas tempat tidur, dia tak bergerak, dan dia terlihat tak bernafas... seluruh tubuhnya penuh dengan luka, Lambo sudah dalam keadaan seperti ini saat pulang dari misi bersama Chrome Dokuro...

Tsuna berusaha untuk melanjutkan perkataannya walaupun terasa berat sekali "Dia...Dia sudah tidak... karena...misi... ah...Reborn...." namun ternyata dia tak bisa, Tsuna berjalan mundur dari tempat Reborn berdiri.

Reborn menatap tubuh Lambo yang tak bergerak dihadapannya, matanya terbalak tak percaya, remaja itu...mati? remaja yang selalu mengekor dibelakangnya dan selalu bermanja-manja padanya itu kini telah...tiada?

"...sapi bodoh."

Reborn memanggil namanya, namun tak ada respon.

"...Sapi bodoh, ayo cepat bangun."

Masih juga tak ada respon dari Lambo... bernafas atau bergerakpun juga tidak.

"Ayo cepat bangun, kalau tidak aku tembak kepalamu yang tak berotak itu..."

Reborn dengan kasar memegang pundak Lambo, dan menguncang-guncangkan tubuhnya dengan sangat kuat "Ayo bangun!! Dasar bodoh, kau tak akan mati semudah ini bukan!? Ayo cepat bangun, sapi bodoh!!" teriaknya, tapi Lambo masih saja tak bergerak. Apakah Reborn tak mau mengakui kenyataan yang ada dihadapannya ini...?

Reborn akhirnya sadar, kalau remaja itu benar-benar sudah... tiada. Bukankah baru kemarin Reborn menendangnya? Bukankah baru kemarin Reborn membuatnya menangis? Dan sekarang dia sudah tidak ada...

Reborn bertekuk lutut disamping tempat tidur, lalu mengengam tangan sang thunder guardian yang selama ini selalu meminta perhatian dan bermanja padanya... sekarang dia merindukan sifat cengeng dan bodoh-nya Lambo...

"Bukankah kau ingin mengalahkanku? Bukankah kau ingin membuatku bertekuk lutut dihadapanmu? Aku melakukannya sekarang... tolong buka matamu dan lihatlah..." seumur-umur, Reborn tak pernah meminta-minta kepada orang lain. Dan sekarang dia hanya melakukannya hanya kepada Lambo seorang.

Lambo merupakan orang yang paling berarti dalam hidupnya, dia selalu memperhatikan anak dari keluarga Bovino itu semenjak dia masih berumur 5 tahun. Sebenarnya dia menaruh perhatian yang besar kepadanya, namun Reborn menunjukan perhatiannya itu dengan cara menganiaya nya dan memberikannya latihan yang keras.

Dan tanpa dia sadari, dia telah sepenuhnya jatuh hati kepada anak itu. Anak itu selalu meminta perhatian kepadanya, mengikuti kemanapun dia pergi, dan selalu berusaha untuk memegang tangannya. Reborn tahu, kalau perasaan sayangnya terhadap anak itu dapat membahayakan jiwanya dan Lambo sendiri, maka karena itu dia selalu bersikap acuh dan kejam kepadanya.

Tapi Lambo selalu mendatanginya kembali setelah menangis seharian penuh karena perlakuan kejam darinya, Reborn tak habis pikir kalau Lambo masih terus mengikutinya padahal dia telah memperlakukan anak itu dengan sangat kejam sekali.

"Dasar bodoh...sudah kubilang untuk berhati-hati diluar sana... dasar anak bodoh..." Reborn memberikan kecupan kecil diatas tangan Lambo "Aku selalu menunggu kepulanganmu... aku ingin kau pulang tanpa luka sedikitpun... aku mengkhawatirkanmu, anak bodoh..."

Reborn mendekatkan tangan Lambo yang mulai dingin kewajahnya, tangan yang mencoba untuk meraihnya selama ini... kelemahan Reborn hanyalah satu; yaitu Lambo. Dia akan melakukan dan memberikan apapun agar remaja itu tak terluka sedikit pun, dan dia bisa saja membunuh orang yang mencoba untuk melukainya dengan mudah.

Namun semua itu telah terlambat sekarang... Reborn bahkan tak sempat untuk mengatakan sesuatu yang sebenarnya sudah lama ingin dia sampaikan kepada remaja itu...

"...Ti amo, mio ultimo....Lambo Bovino." Bisiknya dengan lembut, Reborn menundukan kepalanya, membiarkan beberapa tetes air mata untuk jatuh dari matanya. Selama ini Reborn tak pernah menangis, Apalagi menangisi orang lain...

Tapi untuk Lambo, dia memberikan sebuah pengecualian.

Namun, mendadak...

"Hmph..."

"Huh?" Reborn mengadahkan kepalanya ke atas, jejak air mata terlihat dengan jelas diwajahnya. Dia langsung berhadapan dengan mata emerald –green cantik milik Lambo, remaja itu juga melihat kearahnya, dia tersenyum melihat Reborn menangis untuknya.

"Yare, yare... kau sudah merindukanku? Padahal aku baru pergi sebentar!" ucap remaja itu dengan senyuman playfull diwajahnya.

Reborn kehilangan kata-katanya, jadi... Dia cuman pura-pura MATI?! "KAU AKAN MEMBAYAR SEMUA INI....!!! TSUNAYOSHI!!!" ketika Reborn menengok kebelakang, sosok Tsuna sudah tidak ada.

Lambo tertawa sangat kencang sekali, bahkan dia hampir jatuh dari atas tempat tidur. "Yare~ ternyata ide Tsuna-nii-san berhasil juga yaa... ha-ha-ha..." dia tertawa seperti orang sinting.

Reborn mengepalkan tangannya, siap-siap mau menonjok Lambo dan membuatnya mati beneran kalau perlu. "Aku akan membuatmu menyesal karena telah menipuku, Sapi bodoh. Lalu aku akan...." Reborn tak menyadari kalau wajahnya jadi sedikit merah.

Lambo berhenti tertawa ketika melihat Reborn sudah siap-siap mau menghajarnya, dia langsung memeluk Reborn yang masih berada dalam posisi berlutut disamping tempat tidur. "Te-terima kasih...kau sudah mau menunggu kepulanganku..." remaja itu menangis dipundak Reborn, dia melilitkan tangannya dengan erat dileher Reborn, tak ingin dia lepaskan selamanya.

Rasa marah yang tadinya menguasai Reborn mendadak lenyap hilang tak bersisa, diapun membalas pelukan Lambo "Jangan pernah melakukan hal ini lagi, sapi bodoh...atau ku bunuh kau." Ancam Reborn.

Lambo tertawa kecil saat mendengarnya. "Baiklah, Reborn..." dia melemaskan kepalanya dipundak Reborn. "Tapi setidaknya aku tahu, kalau aku telah disayangi oleh seseorang..."

Ada senyuman kecil muncul dibibir Reborn, tapi dia berusaha untuk menutupinya dari Lambo. Mendadak Lambo langsung memalingkan wajah Reborn untuk menatapnya langsung mengguanakan telapak tangannya. "Katakan lagi!" kata remaja itu dengan muka meminta.

"Katakan apa?!" sahut Reborn yang merasa Lambo mulai bertingkah lagi dan menghancurkan momen yang bagus.

Lambo tersenyum padanya. "Yang kau katakan sebelum aku bangun." Dia tertawa ketika mengingat-ingatnya. "Katakanlah namaku."

Reborn tadinya tak mau untuk mengatakannya kembali, dia merasa malu untuk mengatakannya. Namun... sekali-kali membuat hati orang yang paling berarti baginya itu senang tak ada salahnya bukan?

"...Ti amo, mio ultimo....Lambo Bovino...selama-lamanya."

"Hey! Kelebihan satu kalimat tuh!"

"Berisik kau."

(fin)

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

(Music Mode Author: Action! ,Maaya Sakamoto)

(1) Ti amo, mio ultimo. artinya: I love you, my last.

MATTGASM:... er....uh...IYAH MAAP KAN AKUH MAS REBORN, AKUH TAK AKAN MENGULANGINYA LAGIH... hehehe. xP terasa sangat lebay sekalih yee, tapi jujur ajah neh yee; pura-pura matek trus ngeliat reaksi orang tersayang bagaimana ituh bikin ketagihan lho ;) *ketahuan pernah melakukan hal yang sama seseorang* hohoho~ ada yang mau request? Silahkan! ;D

Hari ini Yaoi Adult!Reborn x TYL!Lambo, sesok Het ?x?