Title: Romanpicisan

Rate: T

Pair: (Het)PAST! Romeo x Bianchi

Genre: Romance/drama

Warnings: OOC, AUish, kadang Het, kadang Yaoi... xP

Katekyo Hitman Reborn! Belongs to Amano Akira.

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

Semua orang tak akan ada yang mau memakan poison cooking nya Bianchi, makan aja ogah, Apalagi menyentuhnya? Masakan berwarna ungu pekat dengan bau yang super bikin eneg itu bisa bikin orang mati hanya dengan mencium baunya saja.

Hanya ada satu orang yang berani memakan poison cooking-nya Bianchi, dan ketika orang itu sudah tiada... poison cooking milik Bianchi jadi semakin parah rasanya, apa mungkin itu di sebabkan dari kepergian orang itu yang begitu tiba-tiba?

Beberapa tahun yang lalu, di sebuah rumah mewah di daerah Italia... Bianchi yang saat itu masih 'normal-normal' saja sedang mencoba peruntungan memasaknya di dapur, pokoknya semuanya nampak biasa-biasa saja...

"Hop!" tiba-tiba ada tangan yang menutup kedua mata Bianchi, Bianchi sontak jadi kaget.

"Ah!? Hei...! siapa ini?! Aku sedang memegang pisau! Jangan macam-macam!" Bianchi langsung mengancungkan pisau dapur yang sedang dia gunakan untuk memotong sayuran, sambil mencoba untuk lepas dari cengkraman orang yang menutup matanya.

"My, My! Hati-hati dengan benda tajam itu, mio miele!" orang itu langsung melepaskan tangannya dari mata Bianchi, Bianchi menengok ke arahnya untuk melihat siapakah orang yang telah menutup matanya itu.

"Romeo!" sebuah senyuman merekah di wajah cantik Bianchi, perempuan itu meletakan pisau yang sedang dia pegang lalu melingkarkan kedua tangannya di leher pemuda bertubuh jangkung yang dia pangil Romeo itu.

Romeo memberikannya sebuah kecupan kecil di bawah mata. "Well, well... rupanya dirimu sedang sibuk memasak, mio miele. Apakah aku menganggumu?"

"Tentu saja tidak, bodoh..." Bianchi merapatkan tubuhnya kepada Romeo, Romeo memeluknya dengan sangat erat. "Kau sudah pulang..."

"Hmph, iya, aku sudah pulang..." Romeo tertawa melihat Bianchi yang maunya terus menempel kepadanya, lalu perempuan berparas cantik ala gadis italia yang anggun itu menyuruh kekasihnya untuk duduk di kursi meja makan untuk menunggunya menyiapkan makanan.

Romeo melontarkan senyuman kecil kepadanya, sebelum dia perpaling dari hadapannya.

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

"Kau akan pergi kemana?"

Bianchi melihat Romeo sedang berberes-beres, pemuda yang doyan memakai rantai di lehernya dan suka merokok itu tadinya tak ingin menatap ke arah Bianchi yang dari tadi mengamatinya, Namun pada akhirnya dia menengok ke arahnya juga.

"Aku pergi tak akan lama, mio miele...ada tugas kecil yang di berikan kepadaku, hanya sebuah geng kecil..." Romeo menenteng tas selempang yang sudah dia persiapkan dari tadi, lalu dia berjalan perlahan kehadapan Bianchi. "Jangan khawatir, aku akan pulang sebelum makan malam."

Bianchi merasa ada yang aneh di balik senyuman yang ada di wajah Romeo, sebuah senyuman kaku, hampir terlihat seperti di paksa, Bianchi ingin menanyakannya kenapa, namun dia memilih untuk tak menanyakannya. "Baiklah kalau begitu, Romeo..."

Bianchi mengantarkan Romeo sampai ke pintu depan, Romeo hendak berjalan keluar, dimana malam telah sempurna menutupi langit, dan bulan terlihat dengan sangat sempurna diatas sana.

"Mio Miele..." Romeo meraup wajah Bianchi dengan kedua tangannya, memberikan ciuman mesra, sampai membuat wajah Bianchi menjadi merah dan megap-megap mencari udara.

"Tolong masak yang enak ya, saat aku pulang nanti." Pinta Romeo sambil menjilar bibir bagian bawahnya.

Bianchi mengangkat wajahnya untuk menatap Romeo, entah mengapa kata-kata Romeo terdengar seperti kata-kata perpisahan. Dia merasa ada yang aneh, namun dia tak dapat menjelaskan hal apa itu..."...Tentu saja aku akan masak yang enak untukmu, jangan khawatir..."

Romeo kembali tersenyum kepadanya, lalu dia berbalik punggung dari Bianchi, mulai berjalan menjauhinya, menuju kegelapan malam.

"Arrivederci, Bianchi..." gungam Romeo, lalu sosoknya hilang ditelan oleh kegelapan langit malam Italia.

Dan setelah itu, air mata Bianchi langsung pecah berhamburan.

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

Sejak saat itu, Romeo tak pernah datang kembali ke rumah, makanan yang telah disiapkan oleh Bianchi kushus untuk Romeo telah basi, karena Romeo tak kunjung datang... dan tak akan pernah datang.

Orang-orang silih berganti datang ke rumah mereka, memberikan bela sungkawa, memberikan ucapan turut prihatin, atas kematian Romeo dimalam itu... Romeo telah mati, dan Bianchi tak dapat menerimanya.

Makanan yang dia masak kini menjadi makanan basi yang beracun...

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

Lalu sekarang, Bianchi telah menemukan kerjaan baru untuk dia lakukan.

"YAREEE!!!! siapa saja tolong hentikan diaaa!!!!"

"Kembali kau, Romeo! Aku akan melempar wajahmu dengan kue ini!!!"

Yup, kerjaan Bianchi saat ini adalah mengejar TYL! Lambo tiap kali dia datang lewat 10-years-Bazooka, Bianchi akan mengeluarkan poison cooking miliknya dan mengejar Lambo menggunakan itu, karena ke miripan wajah TYL! Lambo dengan almarhum pacarnya, Romeo.

Bianchi tak pernah marah Apalagi dendam kepada Romeo yang pergi meninggalkannya di malam itu tanpa berkata apapun kepadanya, mungkin dia memiliki alasan tersendiri mengapa dia tak memberitahu Bianchi...

Bianchi hanya bisa tersenyum mengingat-ingat hal itu, Romeo, satu-satunya orang yang berani untuk memakan posion cooking nya.

Dan kini dia telah menemukan 'mainan' baru untuk dia siksa dan dia aniaya, yaitu TYL! Lambo.

"Yaree!!! Sudah kubilang aku bukan Romeo!!! Tolong jangan siksa aku!!!" TYL! Lambo hanya bisa meringis melihat Bianchi sedang berlari mengejarnya sambil membawa posion cooking di tangannya.

(FIN)

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

(Music Mode Author: Watashi no kare wa Pilot, Megumi Nakajima Ver. ~Ranka Lee~)

MATTGASM: ......... *dilempar botol aqua* hah!? Apah?! Sumpe lho gua beneran bikin RomeoBianchi! X,D ini semua gara-gara doujin yaoi... (lah, kok malah nyalahin doujin yaoi yak?) yang ada RomeoLambo-nya....UAHAUHA-HUAHAUAH-HUAHA... berasa ngeliat Lambo di rape sama dirinya sendiri... *di jambak* ahan~

Hari ini Het PAST! Romeo x Bianchi... besok, Yaoi ? x ? ada yang mau nge-request juga bole, author mulai kering ide...