Setelah pertarungan 7 hari 7 malam (?) dengan Masashi Kishimoto-sensei

Dengan berat hati , saya mengakui kalau Naruto miliknya *digiles truk FFn*

Naruto milik Masashi Kishimoto

Tapi "Give Me One Chance" asli milik Kira Hikarii-chan ...

Enjoy !


Chapter 2

o0o0o

Sakura's POV

-

Kusisir perlahan rambut panjang indahku yang berwarna pink. Aku bercermin tanpa memasang ekspresi apa-apa.

Kau tahu rasanya ? Kau tahu bagaimana sakitnya ?

Semisal, kau telah memberikan mahkota berhargamu. Memberikan dirimu seutuhnya. Tak lupa memberikan hati dan cinta yang tulus. Dan memberikan seluruh kepercayaan untuknya...

Bagaimana rasanya ?

Sakit. Perih. Tak berharga. Dan rasa ingin mati.

Mati. Yah, benar. Mati.

Rasanya aku ingin mati sekarang...

Tapi aku masih sayang dengan Sasori-nii.

Aku bukan gadis bodoh yang putus asa sedikit saja, sudah gantung diri. Aku akan berusaha lagi. Dan aku yakin aku akan kuat meskipun hatiku sudah hancur lebur tak bersisa.

Setelah aku yakin aku sudah rapi, dengan seragam sekolahku tentunya. Aku melirik jam dinding pink-ku. Pukul 05.05.

Aku terkesiap melihat satu kata yang membingkai jam dinding itu.

Kawaii ! Go ! Kawaii Cinamoroll !

'Deg'.

Kawaii.

Kakawaii.

Dengan cepat, kuambil jam dinding itu, dan melemparnya hingga membentur dinding, dan pecah.

Entah kenapa. Aku benci dengan yang berhubungan dengan dirinya.

Kakashi.

Kusambar tas sekolah hitamku, mengunci kamar, menempelkan sebuah note di kulkas.

Saso-nii, aku berangkat pagi-pagi. Ada piket. Sarapan sudah aku siapkan di dapur, tinggal di panaskan.

Love,

Saku.

Hah. Tentunya aku berdusta. Aku hanya ingin menikmati udara dan pemandangan di atap Konoha SHS. Untuk menangis disana. Untuk mengadu semua kesedihanku pada udara, dan langit gelap yang setia menemaniku. Kuambil kunci mobilku, dan meluncur ke sekolah bersama Si Putih-ku tercinta ini.

o0o0o

o0o0o0o

o0o0o0o0o

Normal POV

Sakura bersandar pada pagar yang menelilingi atap Konoha SHS.

Angin yang menusuk kulit mengibarkan rambut pinknya. Membuat ia terlihat seperti seorang yang sangat biasa terhadap rasa sakit.

"Papa... Mama... Sakura minta maaf... Saku nggak bisa jaga kesucian Saku... Saku udah kotor... Saku udah khianatin kepercayaan Papa Mama... Saku... Saku..."

Perlahan, air matanya mengalir membasahi pipi putihnya.

"Saku...Saku... Kotor Mah..." Suaranya bergetar. Bahunya naik turun, dan ia menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Dia berusaha menahan agar dia tak menangis.

"Saku kotor Ma ! Saku khianatin Mama Papa ! Saku nggak bisa jaga diri sendiri...! Saku...Saku nggak pantes jaga amanat Mama Papa untuk jadi wanita yang tegar Ma ! Hiks..."

Tangisannya pun makin menjadi. Ia meremas rambut pinknya. Tangisannya makin keras, dan ia menyesal telah mengkhianati kepercayaan kedua orang tuanya. Tubuhnya merosot dan jatuh terduduk di lantai atap yang penuh debu.

"Ma... Mama Papa pas-ti ke-ccewa sma Saku 'kan ? Ma'-ma Papa pasti marah sama Saku 'kan ? Mama P-papa juga malu ya 'kan ? Ma-mama... P-pah...

Sak-ku ma-u nyusul P-pa Ma'mama ya...? Saku ng-nggak pan'-tes hid-dup d-di dunia ni lagih..."

Tangisannya semakin mengalir deras dan sesenggukannya jadi menghambat suaranya.

Perlahan... Sakura menaikkan kaki kanannya ke pagar pembatas itu. Belum sempat ia menyentuh sisa lantai di sekitar pagar, pandangannya menggelap, dan mungkin sekarang dia sudah jatuh kalau saja tak ada yang menarik tubuh mungilnya itu.

o0o0o

o0o0o0o

o0o0o0o0o

o0o0o0o0o0o

Sakura's POV

Gelap. Itulah yang kulihat pertama kali. Mungkinkah ini di neraka ?

Aku menggapai sekelilingku. Dan yang pertama kali kusentuh adalah tangan kekar yang berada di samping tempat tidur.

"Ini...Dimana...?" Tanyaku lirih sembari mengumpulkan kesadaran.

"Di UKS sekolah," Jawab seseorang.

Aku merasa pernah menyentuh tangan kekar itu.

Aku menoleh ke arah sumber suara itu, dan menemukan seorang pria berambut emo dengan tampangnya yang dingin.

"Huh..." Aku mendesah ketika tahu itu dia. Dia, Uchiha Sasuke.

Mantan pacar yang selama ini butuh waktu sekitar 2 tahunan untuk melupakannya.

"Seharusnya kau bersyukur padaku. Kalau aku nggak menyelamatkanmu, kamu pasti udah masuk neraka sekarang," Ucapnya ketus.

"Aku tidak meminta kau menyelamatkanku ! Aku juga nggak mau kamu menyelamatkanku ! Aku malah tak ingin selamat bodoh !" Bentakku.

Wajahnya menunjukkan kekagetan. Tapi sedetik kemudian, dia pasang tampang sok cool-nya itu.

"Aku mendengar semua omonganmu tadi." Pernyataan itu membuatku menelan ludah sekaligus bertambah marah.

"So ?! Bukan urusanmu !!!" Bentakku lagi.

Aku segera melepas selimut yang sedari tadi menyelimutiku, dan mencoba menjauh darinya.

Baru satu langkah, tubuhku melemah dan akan terjatuh jika saja Sasuke tak menahan lenganku dan membantuku berdiri.

"Lepas !" Aku menampik tangannya kasar dan berusaha berjalan sendiri.

"Saku," panggilnya.

Aku terhenyak begitu nama itu meluncur darinya.

Kenangan pahit teringat lagi dalam memori otakku.

Saku. Panggilannya untukku waktu kami masih bersama dulu. Sekarang tidak. Tak ada lagi Saku-mu yang dulu.

"Jangan panggil aku dengan nama itu lagi Sasuke," Ucapku dingin.

Sratt...

Aku dapat mendengar suara hatiku yang tersayat. Sakit lagi kurasakan.

"Dan jangan buat aku mengingat kenangan pahit itu lagi." Tambahku.

"Sakura, aku minta maaf,"

Kalimat keramat itu meluncur lagi dari bibirnya.

"Buat apa kau minta maaf padaku, hm ?" Ucapku sinis.

Aku tak pedulu lagi dengannya. Persetan dengan laki-laki.

Kulangkahkan kakiku keluar dari UKS yang baunya menyengat itu. Aku tak ingin mengingat kejadian bersamanya. Pahit sekali.

Kemudian, kulirik jam di dinding itu sebelum aku pergi.

Pelajaran akan dimulai 5 menit lagi.

o0o0o0o

o0o0o0o0o

o0o0o0o0o0o

Skip Time

-

-

-

Yayaya. Pelajaran yang membosankan...

Dan untungnya sudah berakhir 5 menit lalu. Aku memasukkan buku-buku ke tasku, dan berjalan menuju parkiran.

Entah mengapa, aku hari ini sangat tertekan untuk bicara. Hari ini, aku terakhir bicara dengan Sasuke. Setelah itu, raanya susah sekali mengeluarkan suara.

Mataku membelalak lebar ketika kulihat seorang pria berambut silver berdiri di depanku.

Sekelebat kata yang merasuk dalam diriku.

'Lari Sakura. Lari."

Sesegera mungkin, aku memutar balik tubuhku, dan berlari darinya. Tapi terlambat, dia menarik lenganku terlebih dulu.

"Sakura, aku bisa jelaskan !" Serunya.

Aku tak peduli. Perasaaku sudah terlanjur sakit. Terlanjur terluka.

"APA KAKASHI, APA ?! APA LAGI YANG INGIN KAU JELASKAN ???!!!! AKU SUDAH MENDENGAR PEMBICARAANMU ???!!! APA BELUM PUAS KAMU SAKITIN AKU ???!!!" Bentakku dengan berlinangan air mata.

"Sakura, maafkan aku ! Aku akan memutuskan Kurenai ! Aku tahu aku salah Saku ! Aku nggak mau kehilangan kamu ! Karena aku yakin kalo aku cinta kamu !" Serunya lagi.

Aku menghadap dirinya. Dengan suara bergetar, aku berkata,

"Kakashi... Sudah cukup... Aku nggak pantes untuk kamu... Aku cuma sekedar gadis ingusan, bukan ? Aku cuma barang taruhanmu 'kan ? Kau mencintai Kurenai kan ? DAN AKU INI HANYA SAMPAH KAN ?!!!!!! IYA KAN KAKASHI ????!!!!! JAWAB AKU !!!!!!!!!" Sekali lagi aku menyentaknya. Lebih kasar. Membuatnya kaget atas sikapku.

"Kamu jahat Kakashi... Kamu jahat... Aku udah kasih apapun yang kamu mau... Bahkan kesucianku... Sudah aku berikan untukmu... Kurang apa aku ? Apa aku perlu mati di depanmu ? Apa perlu ? Belum puas kau menyakiti aku ?" Ucapku dengan tekanan di setiap katanya.

Hatiku sakit Kakashi. Kau dengar itu ? Suara hatiku lebih sakit daripada apa yang keluar dari bibirku ini Kakashi...

Kamu jahat.

Tiba-tiba, Kakashi menarikku ke dalam mobilnya. Dia tak memedulikan terikanku.

Ia memelukku erat sekali. Sangat erat.

"Kakashi... Kenapa kamu lakukan semua ini ke aku ? Aku punya salah apa ? Jawab Kakashi... Jawab..." Ucapku lirih.

"Berhenti Sakura... Kumohon berhenti katakan itu... Aku minta maaf Sakura... Aku menyesal... Benar-benar menyesal... Maaf Sakura... Maaf..." Ujarnya lirih.

Dengan gerakan lembut, dia mencium bibirku, dan mengulum semua sisi di dalamnya. Aku diam saja. Tak mampu membalasnya. Aku sangat ingin membalasnya, tapi hatiku masih sakit.

Perlahan, dia melepas seragamku , hingga rokku. Aku masih diam saja.

Dia menciumi leher jenjangku. Menambah kissmark-nya yang belum hilang.

Entah bagaimana caranya, aku sudah kembali di kamarnya. Di atas tempat tidur yang ia pakai untuk meniduri aku maupun semua wanitanya yang lain. Pikiranku kosong. Aku tetap diam saat dia meremas payudaraku, menciumi, serta menghisap semua yang ada disana. Aku masih tetap diam saat dia menjilati perutku, sampai menghisap klitorisku dalam-dalam.

Aku hanya diam. Tak mampu lagi untuk mendesah. Tubuhku menuruti kata hatiku. Pikiranku kosong.

Sampai pada saat dia membanjiri rahimku dengan cairannya.

"Kenapa Sakura ?! Kenapa kau diam saja ?!" Kakashi marah dengan aku yang seperti mayat hidup.

Dia menamparku berkali-kali dengan keras, berharap aku akan menangis atau apalah lainnya.

Tapi aku tetap diam.

Tak mampu lagi mengeluarkan suara.

o0o0o0o

o0o0o0o0o

o0o0o0o0o0o0

o0o0o0o0o0o0o0o

Sudah pukul 12 malam. Aku dengan langkah letih melarikan diri dari dekapannya. Dia terus menyetubuhiku selama berjam-jam. Pasti karena dia marah.

Aku memakai seragam sekolahku, dan mengirim sms pada Ino supaya dia menjemputku di apartemen Kakashi.

Tentu saja Ino mau, karena Ino adalah sahabat terbaikku.


Normal POV

"Kau kenapa Sakura...?" Tanya Ino.

Gadis pink itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ino kembali mengambil napas panjang dan terus mengobati wajah dan tubuhku yang luka-luka. Karena semua pukulan Kakashi padaku.

Ceritalah Sakura. Aku akan mendengarkan. Apa gunanya sih, dipendam perasaan sakit ? Nggak ada gunanya Saku... Mungkin aku bisa membantumu..."

Kesabaran Ino membuat Sakura luluh juga.

Ia mulai menangis. Dan membagi semua keresahannya pada gadis pirang yang bermata Aquamarine itu.

"Dia... Hiks...Hiks..."

Ia menceritakan semuanya. Dari Kakashi melakukan 'itu' dengannya, sampai Kakashi memukulinya.

"Huft, akan kuhajar Kakashi itu !" Ino beranjak dari tepi ranjangnya, tapi Sakura menahannya.

"Ja-jangan..." Sakura tergagap.

"Dia sudah melakukan ini padamu Saku !!! Dia pantas masuk penjara karena menganiayamu !!! Kau ini kenapa sih Sakura ?!" Ino berseru pada sahabatnya itu.

Ia tak habis pikir kenapa Sakura seperti ini.

"B-biark-kan sep-perti ini Ino..." Sakura kembali tergagap.

Ino mengernyitkan keningnya.

"Saku...? Kau kenapa...? Dari tadi tergagap seperti ini... Kenapa...?" Ino menatap Sakura prihatin.

Sakura kembali menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Ak-aku... Buk-kan lagih S-Sakur-a y-yang ku-at Ino... Ak-ku lem-mah sek-karang..."

Kelihatan jelas, Semua ini membuat Sakura phobia.

Bayangkan.

Perawanmu diambil orang yang kamu cintai. Dan ternyata, kamu dikhianati, dengan menjadi Barang Taruhannya. Dipukuli dan diperkosa.

o0o0o0o

0o0o0o0

o0o0o0o0o0


A/N : Sekali lagi... Kira-chan minta maaf sekali... Fic kedua ini membuat kalian sangat-sangat KECEWA pada saya. Tak ada lemon. Tak ada penghayatan. Saya sungguh MINTA MAAF. Saya mengaku bahwa saya ga pantes jadi author.

MAAF karena sudah sangat MENGECEWAKAN Awan Hitam-senpai dengan ini...

Jawab Ripyu :

Haruchi Nigiyama : Ni udah ada Sasuke kok.. Tapi maav chapt ini sangat mengecewakan... Apakah fic ini masih pantas untuk dilanjutkan ? Atau Hiatus ? Tolong jawabannya ya, N thanks reviewnya !

'Aka' No 'Shika' : Hhehe... Boleh kok... Tapi kalo hasilnya mengecewakan sperti ini, gapapa yah...? -dikemplang readers-

Thanks 4 review !

Nami Hatake : Ni sudah Apdet kok. Mkashi dah review ya... Tapi maav, hasilnya sangat mengecewakan !

Intan SasuSaku : Ni udaa apdet... Thx dah review ya!!! Tpi saya minta MAAF bner... Chapter ini sangat mengecewakan... Apakah ini masiih layak di lanjutkan ? atau harus hiatus ?Thx before...

Awan Hitam : Senpai... Maav... Fic ini sangat mengecewakan...

saya bner mnta maav ya... Ini msih layak nggak, d lanjutin ? ato di hiatus in ?

Kaoru No Sabaku : Ni dah apdet... maav mngecewakan... fic ni masih layak d lanjutin ? ato d hiatus in? thx 4 review...

KuroShiro6yh : Indaaaaaaaaaaahhhhhh -mewek-

Maav kalo ngecewain dirimu !!!!!!!!! Nih fic mengecewakan skali !!!!!!!!! apa msih d lanjutin ato d hiatus aja ?

Kakalia : nih dah apdet kok... mkasih dah repp.... Kurenai kok... kalo fic ni berlanjut, saiia mau kasih tau, Kurenai tuh siapa, n Sasu tuh apanya Saku...- dikeplak-

Ni cocok ato gag ya, d lanjutin ?

Aya Haruka : thx dah r n r .... mkasih juga pujiannya... tpi apa fic ni pantes di lanjutin ?

Hikari Uchiha Hatake : Nih dah apdet,,, mkasih reviewnya ya,,, apa fic ni msih pantas d lanjutkan ???

atsuchan : Mkasih dah review.. Cwenya tuh Kurenai... apa ini msih pantes d lanjutkan ? atu d hiatus in ? please jawab ya...

Lady ReTha MiuSaku : Thanks !!!

Gokusawa-chii : nih dah apdet,,, thx reviewnya ya... maav gabisa nurutin lemonnya... soalnya sengaja mw buat soft lemon...

nih alamat fb saya : pink_

Ai '1' Kuro-Shiro-Haiiro : mkasih dah r n r....

apa ini msih layak d lanjutkan ? atau d hiatus saja n buat fic baru ?

Kuroneko Hime-un : mkasih dah kasih saran... tolong kasih saya saran lbih banyakl lagi ya... Apa ini msih layak dilanjutkan ? atau di hiatus saja ? please jawab ya...

BonSUJU : mkasih dah review... tpi saya mnta maav kalo mngecewakan... oke, saya akan buatkan kok... tpi kalo hasilnya jelek, gapapa yah ? apa fic ni ,sih layak dilanjut ato di hiatus aja ?

Rui Shikaka : iia makasih ia.... ap fic ni pntes d lanjutin ?

Kyoro : mkasih dah rev.... maav kalo hasilnya begini mengecewakan.... sorry banget....

Flame sangat diperbolehkan disini.

Saya cuma mau tanya, apakah fic ini dilanjutkan atau tidak...?

Silahkan tekan tombol biru untuk review/ flame...