Setelah pertarungan 7 hari 7 malam (?) dengan Masashi Kishimoto-sensei

Dengan berat hati , saya mengakui kalau Naruto miliknya *digiles truk FFn*

Naruto milik Masashi Kishimoto

Tapi "Give Me One Chance" asli milik Kira Hikarii-chan ...

Enjoy !


CHAPTER 3

-

Kakashi's POV

-

-

Sekilas, aku melirik kalender yang kuletakkan di atas TV.

Hari Selasa. Sudah 3 hari sejak kejadian itu. Kejadian yang masih membekas di hatiku sampai sekarang. Dimana aku melukai seorang gadis. Dimana aku menamparnya, memukuli wajahnya, dan meninju perut dan tubuhnya. Aku benar-benar gila waktu itu. Sejenak, aku memandang tangan kiriku terbalut oleh perban.

Yah. Diperban. Bukan karena kecelakaan atau apalah yang lain. Tapi karena aku sendiri yang sengaja melukainya. Dengan -ehm- meninju dinding kamarku hingga retak. Sebagai tanda penyesalanku terhadap Sakura atas apa yang telah kulakukan padanya. Sakuraku yang cantik. Yang dengan tanganku sendiri, telah melukainya. Telah menyakitinya.

Huh. Aku memang benar-benar bodoh Kakashi. B-O-D-O-H. Kalau memang aku yang salah, untuk apa aku marah padanya ? Untuk apa aku memukulnya seperti itu ?

Dan yah, hanya satu kata yang mencerminkan diriku. BODOH.

Aku memijit kepalaku perlahan. Entah apa yang kupikirkan malam itu. Aku bingung kenapa aku melakukan ini semua padanya. Malam itu, aku merasa aku harus memilikinya seorang. Aku tak mau kehilangan dia. Perasaan itu... Sama persisi dengan perasaan... Saat... Aku... Bersama...

'DEG'

Shizune.

Shizune. Shizune. Shizune.

Nama itu seakan terus berputar dalam otakku.

"Kakashi, aku akan selalu mencintaimu,"

"Kakashi, lihat apa yang aku bawa !"
"Kakashi, bagaimana keadaanmu ?"

"Kakashi, aku berjani akan kembali,"

"Kakashi, aku akan ada disini selamanya,"

"Kaka...-"

"Kakashi, Terima kasih,"

"Kakashi, kita akan menikah ya ?"

"Kakashi, berjanjilah,"

"Hiks...Hiks...Kakashi..."

'DEG'

Kenangan itu... Kenangan pahit itu...

Tidak Kakashi. Tidak. Dia sudah pergi. Kau tidak ada rasa apa-apa dengannya Kakashi. Jangan menoleh ke belakang. Itu masa lalu.

'Sudahlah. Jangan dipikirkan'. Aku mencoba mengalihkan perhatianku. Kulirik jam tanganku. Pukul 09.05. Hari Selasa yang betul-betul membosankan. Aku mengambil rompi hitam yang tergeletak di sofa, dan mengendarai mobil kesayanganku.

xoxo

xoxoxo

xoxoxoxo

Pukul 10.37

Mobil Alphard hitam terparkir rapi di lapangan parkir Konoha SHS. Beberapa murid yang lewat memandang kagum mobil mewah itu. Terlebih saat seorang pria berambut perak yang memakai rompi hitam keluar dari mobil itu. Kaos putihnya yang ketat menambah keseksian dan menonjolkan otot-ototnya yang kekar. Ia bersandar di bagian samping Alphardnya.

"Maaf, apa murid kelas 3 sudah pulang ?" Tanya lelaki itu pada seorang gadis berambut pirang yang lewat di depannya.

"Baru saja." Gadis itu memandang Kakashi dari atas sampai bawah.

"Cari siapa ya...?" Gadis itu melanjutkan.

"Sak-"

"Ino...!!! Kau kemana saja sih ! Aku sudah mencarimu kemana-mana tau ?! Dikira nggak capek apa ?!" Seorang gadis berambut pink panjang tiba-tiba muncul di belakang Ino. Wajahnya penuh plester dan perban. Terlihat di lengan dan Kedua mata Emeraldnya membelalak ketika tahu seorang lelaki berambut perak tersenyum canggung padanya.

"Iya iya ! Sori ! Abisnya kamu sih ! Lambat beresin alat masaknya ! Aku, Hinata, en Tenten udah nunggu dari tadi ! Dasar pay,-"

Ino tak melanjutkan perkataannya begitu tahu Sakura saling berpandangan dengan pria di depannya. Tatapan itu... Seperti menyiratkan sakit hati yang begitu dalam. Dan tersakiti pastinya.

"Ino, aku pulang duluan ya." Gadis berambut pink itu menunduk, berbalik, dan berlari menuju tempat mobilnya terparkir. Tapi angan lelaki itu menahan lengannya, dan menariknya, sehingga mereka berdua bertatapan.

Lelaki itu dngan lembut membawa Sakura ke dalam mobilnya, dan melesat begitu saja hingga membuat si pirang melongo.

xoxo

xoxoxo

xoxoxoxo

Di dalam mobil...

Sakura berusaha mati-matian agar air matanya tak tumpah. Tubuhnya juga bergetar ketakutan. Tak ada yang merobek kesunyian disini.

"Kita sudah sampai." Kakashi turun dari mobilnya, dan membukakan pintu Sakura. Ia turun dengan langkah takut-takut. Ia memandang Kakashi dengan begitu ketakutan yang mendalam.

Kakashi dapat mengerti.

Perlahan, Sakura melirik sekitarnya.

Danau ?

Air yang mengalir tenang ?

Taman bunga yang luas ?

Karpet merah putih ?

Keranjang makanan ?

Kucing ?

Tupai ?

Dan ...

Spanduk bertuliskan "MAAFKAN AKU SAKURA !"

"W...Waw..." Sakura memandang kagum sekitarnya. Pemandangan alam yang sungguh bagus. Ia berjalan menghampiri karpet merah itu. Kucing yang berwarna putih itu duduk di depan Sakura.

"Sebenarnya... Memang aku menjadikanmu bahan taruhan... Aku mempermainkanmu... Aku memukulmu... Padahal yang salah semuanya aku... Aku yang salah sejak awal... Aku yang salah Saku... Aku benar-benar menyesal Sayang... Aku minta maaf... Aku-" Kakashi menatap Sakura dengan menyesal.

Belum sempat Kakashi melanjutkan kalimatnya, Sakura menempelkan telunjuknya di depan bibir Kakashi.

"Ssstt... Aku sudah memaafkanmu Sayang... Tapi, aku mohon, jangan bahas itu lagi ya ? Mari kita bangun awal yang baru..." Sakura berkata dengan lembut dan bijak.

"Kau suka Sakura...?" Kakashi menghampiri Sakura dan merangkul bahunya.

"Sangat... Aku sangat suka sekali..." Sakura tersenyum tulus.

Kakashi mencium bibir Sakura dengan lembut. Tapi ia tak melumat bibirnya seperti biasanya. Kemudian ia memeluk Sakura, dan berkata,

"Aku berjanji, nggak akan nyakitin kamu lagi Sakuraku yang cantik... Aku janji..." Kakashi mencium pucuk kepala Sakura dengan penuh sayang.

"Meoow..." Kucing tadi menggosok-gosokkan tubuhnya ke kaki Sakura dan Kakshi yang sedang berpelukan. Detik berikutnya, mereka tertawa lepas.


"Kakashi, kau seperti anak kecil aja, lihat bibirmu, belepotan dengan krim stroberi," Ejek Sakura sambil mengelap ujung bibir Kakashi dengan sapu tangan putihnya.

"Hei, memangnya, aku saja yang seperti anak kecil, hah ? Buktinya, kau lebih belepotan daripada aku !" Bela Kakashi sambil menunjuk pipi Sakura.

"Hah ? Masa'? Mana ?" Sakura mengelap pipinya.

"Disini," Kakashi menorehkan krim stroberi ke pipi Sakura.

"Uuh ! Awas ya ! Akan kubalas kau nanti !" Sakura menggembungkan pipinya. Karena gemas, Kakashi mencubit pipi Sakura yang chubby, dan membuat Sakura malah terlihat semakin lucu.

"Loh kan. Nggak sampe lima menit, udah belepotan lagi." Sakura menunjuk bibir Kakshi.

"Sini, biar kubersihkan !" Sakura menorehkan segenggam krim Vanilla di wajah Kakashi.

"Bwahahahaha! Lihat Pucy, (Baca : Puci), ada Tuan Santa Klaus tersasar ! Lihat, warna rambutnya sampai sama dengan warna jenggotnya ! Hahaha! Lucu sekali ! Hahahaha !" Sakura tertawa cekikikan, sambil memegangi perutnya. Ia seolah berbicara pada kucing yang baru saja dia berinama Pucy itu.

Kakashi menggeram, dan tanpa Sakura sadar, Kakashi sudah menggenggam krim Stroberi.

Kakashi mendekati Sakura dengan wajah yang marah. Sakura khawatir jika Kakashi benar-benar marah, tapi...

'Srett'

Wajah cantik Sakura ditorehi oleh krim stroberi itu.

"Bwahahaha ! Lihat Pucy, majikanmu yang manis itu mungkin kebanyakan memakan pewarna pink, lihat, rambut dan wajahnya jadi pink seperti itu ! Bwahahahahahaha !!!" Kakashi yang ganti tertawa cekikikan melihat Sakura.

Dengan gerakan cepat, Sakura mengambil krim Vanilla, dan melemparkan ke arah Kakashi.

"Pfuah ! Awas kau ya !" Kata Kakashi tak terima.

Dan terjadilah perang antar krim Vanilla-Stroberi itu.

Tanpa sadar, ada seseorang yang mengamati mereka darikejauhan. Menatap sedih mereka berdua. Rambut hitam pendeknya berdesir indah diterpa angin yang masuk melalui jendela mobil yang dibukanya.

"Kakashi..." Wanita itu berkata lirih, kemudian menutup jendela mobilnya, dan pergi dari tempat itu.

xoxo

xoxoxo

xoxoxoxo

"Huah... Capeknyaa..." Kakashi merebahkan dirinya diatas Spring Bed berseprai hitam itu. Gadis berambut pink yang berdiri di depan pintu itu segera mengambil handuk, dan melenggang menuju kamar mandi.

"Kakashi, nanti setelah aku, kau mandi ya !!! Nanti sepraimu kotor kena krim di rambut dan bajumu !" Teriak Sakura dari dalam kamar mandi.

Pria berambut perak itu menyeringai mesum, kemudian, ia memasuki kamar mandi dengan perlahan.

Di dalam kamar mandi...

"Eeh...?" Sakura yang sedang membasuh tubuhnya, kaget karena tangan yang melingkar di pinggangnya. Kakashi menyeringai, dan mulai menciumi leher jenjang Sakura.

"Uuh..." Sakura melenguh. Hal itu membuat Kakashi bertambah semangat.

Ia meremas perlahan dua buah gunung kembar Sakura, dan menidurkan Sakura di lantai marmer yang dingin. Shower terus menyala membasahi mereka berdua.

Kakashi memulai 'pekerjaannya' . Ia melumat bibir tipis Sakura, melilitkan lidahnya ke lidah gadis itu, seolah tak mau lepas. Setelah kurang lebih 3 menit berciuman, Lidah kasar dan bertekstur milik Kakashi menjelajahi bagian payudaranya. Ia melumat puting Sakura, dan menggigitnya kecil, sehingga Sakura tak bisa berhenti mendesah. Tangan kekar lelaki itupun tak diam, jari tengahnya menusuk-nusuk bagian kewanitaannya , dan membuat gadis itu mendesah lebih keras lagi.

"Oouhh... Nghh..."

Lidahnya telah turun pada bagian bawah gadis itu. Lidahnya menjelajahi lorong Sakura. Mengecap setiap rasa khas yang dimiliki gadis itu. Tangan Sakura meremas-remas rambut Kakashi. Tak lama kemudian, lorong Sakura mengeluarkan cairan cintanya.

Tanpa bicara, Kakashi menggendong tubuh Sakura yang masih telanjang ala Bridal Style. Ia membaringkan tubuh mungil itu, dan menelusuri bagian kewanitaan gadis itu dengan lidahnya. Tanpa henti-hentinya, ia membuat gadis itu klimaks berkali-kali.

"Kakas-...Shih... Ak-ku udahh keluar 5 kalih... Capek..." Kata Sakura sambil berusaha mendorong kepala Kakashi dengan kedua tangannya.

"Baiklah..." Kata Kakashi menjauh dari bagian kewanitaan Sakura. Kakashi duduk diantara selangkangan Sakura, siap memasukkan sang jantan pada lorong Sakura. Tanpa aba-aba apapun, Sakura meloncat ke arah Kakashi, dan mengulum sang jantan, hinggan Kakashi melenguh.

"Sak-Sakuraah... Jangan... " Kakashi berusaha melepaskan kejantanannya dari bibir Sakura. Tapi, Sakura tidak peduli, ia terus mengulumnya, hingga membuat sang jantan berkedut-kedut, dan mengeluarkan cairan putih yang membasahi sang jantan.

"Sakku... Rah !" Kakashi mendorong kepala Sakura, dan akhirnya terlepas juga.

Sakura mengelap mulutnya, dan merebahkan dirinya. Kakashi menyiapkan sang jantan diantara selangkangan Sakura, seperti yang tadi. Dalam satu hentakan, sang jantan sudah sepenuhnya masuk dalam lorong Sakura.

-

1 jam kemudian, pukul 19.45

-

"Aah... Capek..." Sakura merebahkan tubuhnya di atas ranjang Kakashi yang seprainya sudah ganti. Kakashi menyeringai, kemudian menarik tangan Sakura.

"Mau lagi...?"

"Tidak !" Jawab Sakura spontan.

Lelaki itu tertawa renyah, kemudian berjalan keluar kamar.

"Hoy Sakura, kau mau makan nggak ?''

"Tentu saja mau..."

"Baiklah, ayo, kita makan diluar ! Disini nggak ada makanan."

"Baiklah, aku ganti baju dulu..."

Kakashi berjalan menuju ruang tamu, dan mengutak-atik handphone LG 3GS nya.

"Tok...Tok...Tok..."

Kakashi berjalan malas, dan membuka pintu. Matanya membelalak lebar, setelah tahu siapa wanita di depannya.

''Shi...Shizune...?"

xoxo

xoxoxo

xoxoxoxo

A/N : wahahahaha ! akhirnya chap 3 slesai juga... gimanagimanagimana ? mengecewakan kah ?

chap3 ini kubuat terburu-buru... (jujur)

soalnya, aku entar lagi, hari senin ini, UTS... doakan ya... -ditendang-...

baik, aku ucapkan TERIMA KASIH YANG SEBESAR''NYA...Dan TERIMA KASIH UNTUK "DASAR PECUN'' , N "h1NATA lO3PH K4K4SH1''...

REVIEW KALIAN SANGAT MEMBUAT SAYA ''SENANG''...

XDD

Maav, aku gak bisa balas review satu-satu, soalnya, aku emang lagi buru-buru, takut ketauan mamah lagi ol ...

hhehe...

-dikeroyok massa-

yosh ! akhir kata dari anak 13 tahun yang imut ini -gilased- ,

boleh minta review ? -puppy eyes-