Setelah mencuri-curi, akhirnya fict ini Yuka lanjutin lagi, hutf... baiklah, waktunya balas reviews dulu ya....

Nakamura Kumicho-chan: iya ni, Sasuke salah kira, gimana sih lu Sas*marahin Sasuke**Sasuke: jah, orang yang bikin lu, malah tanya ke gue, parah lu**Author: berisik**dichidori*

Uchiha nii-chan: iya ni, udah di rata kiri kok, ehehehe

Risle-coe: wah, thank untuk infonya ya...

Nisha Uchiha: hahaha, iya Sasuke salah liat perlu pakai kacamata kuda gak tuh ? Jawabannya ada di chapter ini. Ehehehe...

Chystha McDohl Suikogirl: iya ini udah di update kok. Ehehe......

Oke duomo arigatou untuk yang sudah review ya, menyempatkan baca fict yang abal dan gaje ini. Ya sudah masih Preketek Film, mempersembahakan...

''Antara Aku dan Dia''

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Sumarry: Cinta segitiga yang melibatkan seorang teman, membuat gadis ini kehilangan kemanpuan bermain pianonya, kehilangan teman yang setia menemaninya di setiap kondisi yang dihadapinya, andai lelaki itu tidak masuki kehidupannya, ini semua tak akan terjadi...

***

Sasuke memandang langit-langit kamarnya yang bercat biru tua. Mengenang kembali kejadian yang terjadi tak seberapa lama yang lalu, saat dirinya melewati koridor, tanpa ia sengaja, di dengarnya lantunan melodi indah yang membuat jantungnya berdesir, yang telah menyihir kedua kakinya untuk melangkah ke ruang musik, dan betapa terperanjatnya, saat ia mengetahui gadis bermata lavender lah yang memainkan irama syahdu itu, tapi entah bagaimana, rasa yang berkecambuk di dalam hatinya tadi , tak ia rasakan kembali, saat ia membayangkan wajah gadis bermata lavender itu. Lalu kemanakah rasa itu sekarang?, apakah ia hanya jatuh hati pada suara melodi itu saja?.

''Arrgghh...''

Sasuke bangkit dari tempat tidur, mengalihkan pandangannya ke langit kelam tak berbintang. Sesekali angin dingin masuk melalui celah-celah ventilasi kamarnya. Tangan kanannya mengambil sesuatu dari dalam laci. Dan mulailah ia membaca rentetan kalimat yang ada di sana.

***

Dentingan jam membuyarkan lamunan Sakura, ia termenung membayangkan sosok pemuda yang di kaguminya, yang ia temui di depan ruang musik tadi siang. Disadarinya pamuda itu adalah Uchiha Sasuka, pemuda paling tenar dari sekin ratus siswa di sekolahnya, entah kenapa ia tertunduk lesu mengingat akan banyaknya penggenar Sasuke, ia bahkan tak memiliki sebua keistimewaan yang mungkin mampu menrik perhatian darinya.

''Mustahil,'' ucapnya tanpa tenaga.

***

Terik matahari tak menghalangi langkah mungil Sakura yang hendak bermain ke rumah Hinata, kaki mungilnya menapaki jalan yang tiada berujung, semilir angin menerbangkan rambut merah jambunya, memperlihatkan senyuman iandah menghiasi wajahnya yang manis. Tiba-tiba Sakura berhenti, tepat di depan mansin megah berlambangkan Uchiha, dengan ragu, ia memandang jauh ke dala mansion itu. Tubuh Sakura membeku, tak terduga, ternyata Sasuke menoleh ke arahnya dari dalam mansion itu. Untuk sesaat mereka saling berpandangan, mata emerlad dan onyx saling menyelan jauh ke dasar mata yang ada di depannya, kilauan indah terpancar dari mata emerlad Sakura yang tertimpa cahaya sang mentari, sasuke terdiam. Sakura yang mulai mendapatkan kembali kesadarannya, segera beranjak pergi, sedikit rona merah menghiasi wajahnya. Sasuke terhenyak, tanpa sadar ia bergumam lirih, mengucapkan kalimat pujian, ''Mata yang indah''.

***

''Ohayo, Hinata-chan...'' sapa Sakura begitu sampai didekat Hinata yang tampak terpana dengan sesutu hal.

''Oo...ohayo Sakura-chan,'' ucap terbata-bata.

''Nanti ada acara tidak?''.

''Ti...tidak Sakura chan''.

Sakura diam untuk sesaat, memikirkan sesuatu dalam otaknya.

''Aku main lagi ke rumahmu ya, bolehkan ?''.

''Ten...tentu saja...''.

''Boleh aku betanya sesuatu Hinata-chan?''.

Hinata tersenyum, tangan kanannya meraih tangan Sakura.

''Boleh...''.

Semula Sakura tampak ragu, namun danga yakin ia bertanya,

''Kamu menyukai....Uchiha Sasuke?''.

Hinata terlonjak kaget, ia nyaris tak parcaya dengan pendengarannya, Sakura terheran. Hinata masih memutar ottaknya, ia bingung, atas dasar apa sahabatnya menduga hal tersebut,''Memangnya aku pernah bertemu dengan pemuda itu?'' tanyanya dalam hati.

''Bagaimanaa aku menyukainya?, bartemu dfanganya saja belum...''

Pengakuan Hinata tadi, sontak membuat Sakura kian bingung, ia menatap Hinata lekat-lekat.

''Lalu, sipa yang Hinata-chan sebut ''U'', di taman kemarin?''

Wajah Hinata bersemu merah, ia menyembunyikannya di balik rambutnya yang panjang, berharap Sakura tidak melihat wajahnya. Tapi, Hinata menatap Sakura yang masih menanti jawaban darinya. Dengan pasti dan denganpenuh keyakinan, Hinata melepas tangan Sakura.

''U...Uzu....maki Na...Naruto..''

Terlihat alis Sakura saling bertaut.

''Aku tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya,'' ucap Sakura sambil bertompang dagu.

''Ah..nanti...Sakura-chan juga tahu kok''

Hinata dan Sakura saling tersenyum satu sama lain, entah kenapa Sakura merasakan sebuah kelegaan di hatinya, sebuah kepastian yang ia rasakan akan membawa cintanya pada sosok pemuda tampn nan dingin itu, tanpa ada kerikil tajam di depannya. Namun apakah itu berarti langkah Sakura untuk ke depannya muls, seperti perkiraannya?, entahlah...kita lihat saja nanti.

***

Akhir langkah Sakura terhenti di kediaman Hyuuga, ia mebuka pintu gerbang dengan perlahan. Sakura mengetuk pintu, terdengar olehnya, suara dari dalam.

Clik

Pintu terbuka, tampak Hinata yang anggun di balik balutan busana kasual, namun terkesan elegan. Senyum manis menghiasi wajahnya.

''Ayo masuk, Sakura-chan,'' ajaknya sambil menarik Sakura ke dalam rumahnya dan membawanya ke ruangan rahasia yang telah ia janjikan pada Sakura tempo hari.

***

Sakura terkagum-kagum dengan apa yang di lihatnya, bermacam alat musik berada di tempat ia berdiri sekarang, tanpa bisa menahan rasa untuk memainkan piano yang ada di sana, Sakura segera duduk di kursi, saat tangannya akan menyentuh tuts, dengan cepat, Hinata menahan tangan Sakura. Sakura mendongak heran.

''Tunggu dulu, kita kolaborasi yuk?,'' tawar Hinata sambil meraih biola cantik dari dalam lemari, Sakura mengangguk mengerti. Dan mulailah irama tuts piano berpadu dengan melodi biola Hinata. Suara yang sangat ampuh menyihir tiap manusia yang lewat di depan kediaman Hyuuga, tak terkecuali Sasuke yang tak sengaja lewat di depan rumah itu.

Deg!

Lagi-lagi Sasuke terjerat dalam irama gabungan itu, tunggu dulu, Sasuke menutup matanya, mencoba menyelam jauh ke dalam melodi ''Hutan'' yang ia dengar itu, ia merasakan ada rasa aneh berloncatan di dadanya. Dan ia perlahan membuka kelopak matanya.

''Tuts piano itu lagi..'' gumamnya. Dan ia mulai menyimpulkan sesuatu.

''Melodi itu tak bakuntuk alirandarahku,'' ujarnya sambil berlalu dan pergi melanjutkan langkahnya.

***

OKE itu dulu ya, RnR ya ya ya, oke sampai ketemu di next chapter lagi ya*lama update kayanya*

tapi aku coba curi-curi waktu aja lah, bye2

boff