Disclaimer: Masashi Kishimoto
Rated: T
Genre: Family, Romance
Pair: Sasuke, Naruto
Warning: AU, OOC, ancur, gak nyambung, alur kecepetan, Naruto adalah perempuan
Chapter 2
"Sasuke, mau kemana sih? Tanganku sakit nih." Lagi-lagi Sasuke tidak menjawab. Setelah melewati pintu, akhirnya kami sampai di atap sekolah, ternyata di situ sudah ada 3 orang cowok.
"Hh….lama juga kau." Ucap salah satu anak yang berambut merah dengan tato di dahinya.
"Katakan saja pada pacarmu itu! Dia belum datang juga,kan!" Balas Sasuke, Sasuke masih terlihat sangat marah.
"Hei..hei….jangan rebut hanya karna masalah seperti ini." Kali ini anak berambut coklat panjang dan berbola mata putih yang berbicara.
"Sasuke adik angakatmu itu manis juga. Perkenalkan namaku Sasori " kata anak berambut coklat yang sedari tadi diam. "Kalau anak yang berambut merah itu namanya Gaara, kalau yang coklat Neji." Lanjutnya lagi. Aku masih bingung mau bicara apa, jujur saja ketiga cowok di depanku ini wajahnya cakep semua.
"Sasori~ dah lama nunggu ya…" teriak salah seorang cewek berambut pink yang entah kapan datangnya, sambil langsung memeluk Sasori.
"Maaf kami terlambat." Dari belakang anak berambut pink itu muncul dua cewek, yang tadi berbicara rambutnya biru, dan juga memiliki warna mata yang sama seperti Neji. Yang satunya lagi berambut coklat dan bercepol dua.
Aku merasa sangat canggung, kalau diperhatikan anak-anak di depanku ini memiliki kelebihan di bagian wajahnya, atau mungkin ada kelebihan lain. Yang pasti rasanya aku ingin pergi saja dari mereka. Aku merasa kalah jauh dubandingkan 3 orang cewek cantik di depanku itu.
"Hai, Naruto… jangan pikirkan perkataan Karin di kelas tadi ya.. Kamu itu manis kok."kata anak berambut pink, lalu mendekat ke arahku. Rasanya aku tau keenam orang yang ada di depanku, oh…iya mereka,kan juga sekelas denganku. Em.. jadi anak berkacamata yang menghinaku tadi itu Karin.
"Em…baik. Sakura." Jawabku seadanya sambil tersenyum kepada Sakura.
"Manisnya…..!" teriak Sakura dan langsung memelukku.
"Naruto kamu kok bisa manis sekali,sih." Lanjut Sakura masih memelukku
"Hehe…terima kasih Sakura, kamu juga cantik banget."Jawabku sejujurnya, lagipula memang benar, Sakura memang itu sangat cantik.
"Kita pasti bisa jadi sahabat baik deh…Iya,kan Hinata, Tenten." Lanjut Sakura lagi. Sekarang aku tau yang bermabut biru itu namanya Hinata, dan yang bercepol dua itu Tenten.
"Untunglah kamu tidak seperti Sasuke yang diam kelewat batas itu." Lanjut Sakura lagi sambil melirik Sasuke.
"Sekarang kau sudah punya teman,kan. Tidak usah peduli dengan perkataan Karin." Kata Sasuke padaku.
"Hehehe….ya, Aku tidak akan peduli,kan kata-kata Karin." BAlasku ke Sasuke.
KRIING…
Tak terasa istirahat sudah selesai, aku dan teman-teman baruku masuk lagi ke dalam kelas. Saat aku masuk Karin yang sudah berada di dalam kelas itu melirik sinis ke arahku, wajahnya saat itu benar-benar galak. Aku merasa sedikit takut melihat Karin yang seperti itu. Mungkin karena ketakutanku ini, tanpa kusadari aku memeluk lengan Sasuke.
"Tidak perlu takut, aku di sini." Kata Sasuke mencoba mengurangi rasa takutku. Entah kenapa saat Sasuke berkata seperti itu ada radsa senang dan juga rasa aman, apa mungkin karena aku menyukai Sasuke? Tidak itu tidak mungkin dan tidak boleh, aku harus sadar diri, orang sepertiku pasti bukan tipe Sasuke. Aku hanya dianggap adiknya saja tidak lebih.
Selama pelajaran hingga pulang sekolah aku terus memikirkan hal itu. Aku masih bingung dengan persaanku, apa perasaan yang kurasakan ini cinta atau hanya rasa sayang kepada seorang kakak…?
"Ayo pulang." Ajak Sasuke. Aku hanya mengangguk saja dan mengikutinya.
"Dah…Naru sampai jumpa besok ya.." Kata Sakura, sambil bergandeng tangan dengan Sasori, lalu berjalan pulang. Ah…kenapa aku ini apa aku iri dengan Sakura yang bisa mesra dengan Sasori, pacarnya sendiri..? Kenapa rasanya aku juga ingin seperti Sakura bisa pacaran dengan orang yang disukainya…?
"Aku sengaja tidak minta di jemput supir, aku ingin mampir ke suatu tempat tak apakan kalau kau menemaniku.." kata Sasuke menyadarkanku.
"Em…ya gak apa-apa." Jawabku. Aku mengikuti langkah Sasuke, saat aku dan Sasuke berjalan di tempat yang cukup ramai, Sasuke menggandeng tanganku dan karena aku kaget aku menepis tangan Sasuke. Bodoh sekali aku apa yang aku barusan lakukan. Sasuke berhenti dan menatap ke arahku.
"ada yang mengganggu pikiranmu…?" Tanya Sasuke.
"Tidak, hanya kaget saja kirain tadi tangan orang lain,….. maaf…." Jawabku.
"Untuk apa minta maaf? Kau itu kenapa sih..? sejak tadi diam, lalu sekarng mengatakan hal yang tidak jelas." Kata Sasuke lagi. Aku tidak tau harus jawab apa, rasanya kepalaku benar-benar pusing, mungkin karena terlalu bantak hal kupikrkan.
"Apa kau Sakit?" Tanya Sauke lagi.
"Tidak aku baik-baik saja" jawabku lagi.
"Lalu..?" Tanya Sasuke penasaran
"Mungkin hanya kurang tidur semalam." Jawabku asal.
"Kau ingin pulang..?"
"Tidak, aku mau menemani Sasuke saja." Jawabku
"Fuh…baiklah ayo…" ajak Sasuke yang langsung membalikn tubuhnya dan berjalan mendahuluiku.
Aku hanya menatap punggung Sasuke, sampai jarak kami mulai menjauh, aku baru sadar dan berlari menyamakan langkahku dengan Sasuke. Aku melihat Sasuke,wajahmya terlihat dingin sekali mungkin karena hal tadi. Tanpa piir panjang aku meraih tangan Sasuke menggandeng tangannya yang lebih besar itu. Sekilas aku lihat Sasuke tersenyum kecil.
Di rumah.
Aku masuk ke kamarku dan bersiap untuk mandi. Aku berpikir lagi apa yang sebaiknya aku lakukan tetap menganggap Sasuke sebagai kakakku atau menyampaikan perasaanku pada Sasuke? Tapi kalau aku sampaikan perasaanku ini, Sasuke bisa-bisa marah dan tidak mau dekat lagi denganku. Aku harus bagaimana…? Apakah aku harus memendam perasaanku ini atau bahkan mungkin membunuh perasaanku ini. Sudahlah lama kelamaan juga aku pasti bisa menemukan jalan yang paling baik.
Aku memakai kaus kuning dan celana pendek orange dan mulai menyisir rambut panjangku.
"Adikku yang manis jangan bengong sendiri nanti kesambet lho…" Kata Itachi-nii yang entah kapan masuk kamarku sambil memelukku dari belakang. "Lagi mikirin cowok ya…" Tanya Itachi-nii menggodaku.
"Itachi-nii apaan sih..! siapa juga yang mikirin cowok…?" Jawabku sebal pada kakak angkatku yang selalu mengganggu ini.
"Hahaha…jadi ada cowok yang berhasil menarik perhatianmu ya…?"
"Ti..tidak ada kok."
"oh..ya terus kenapa jawabnya gugup, kasih tau namanya dong…~"
"Iihh…Itachi-nii!" langsung saja kulemparkan bantal kewajah kakak menyebalkanku itu.
"Hmmm…. Kau yang mulai ya…" Itachi-nii melempar bantal itu ke sembarang arah lalu mengejarku, setelah aku ditangkapnya aku digelitikinya.. Benar-benar menyebalkan, kan?
"Tadi gadis manis ini melakuka apa…? Hm..?" Kata Itachi-nii sambil tetap menggelitiki aku.
"Itachi-nii sudah….. geli nih…!" Teriakku.
"Hahaha…iya..iya…" Kata Itachi-nii berhenti menggelitiki aku dan mendudukanku di pangkuannya.
"Kudengar belakangan ini banyak anak angkat yang berpacaran dengan kakak angkatnya… Bagaimana menurutmu…?" Tanya Itachi-nii tiba-tiba.
"Eh…?" tanpa kusadari dengan pertanyaan Itachi-nii barusan muncul semburat merah di wajahku.
"Jadi benar ya..? Kau suka pada Sasuke,kan…?"Tanyanya lagi.
"A..aku…-
TBC
Maaf terpaksa diputus sampai sini, saya hanya ingin menambah rasa penasaran saja…wkwkwkwk….^o^
Tunggu ya chapter berikutnya akan diusahakan update kilat.
