Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rated: T

Genre: Family, Romance

Pair: Sasuke, Naruto

Warning: AU, OOC, ancur, gak nyambung, alur kecepetan, Naruto adalah perempuan

Chapter 3

"Jadi benar ya…? Kau suka pada Sasuke, kan..?" Tanya Itachi-nii lagi.

"A…Aku….emm….. Iya aku suka sama Sasuke." Jawabku lalu kutundukan kepalaku, wajahku sekarang pasti sudah semerah tomat kesukaan Sasuke.

"Hahahaha….."Jawabanku hanya ditertawai oleh Itachi-nii.

"Lalu kenapa tidak kau katakan perasaanmu itu..?" Tanya Itachi-nii setelah berhenti tertawa.

"Umm…..Aku takut kalau di tolak." Jawabku, masih menundukan kepala.

"Hahahaha…. Tidak ada alasan bagi Sasuke untuk menolakmu." Katanya lagi.

"Tentu saja ada, lagipula Sasuke punya banyak teman cewek yang lebih dari aku."

"Jadi karena teman Sasuke lebih dari kamu. Kau itu tak pernah berubah selalu saja merendahkan diri sendiri." Kata Itachi-nii padaku lalu menggendong ke depan cermin dan mendudukanku di kursi depan cermin itu.

"Kau lihat baik-baik, Kau itu cantik, manis, sifatmu yang ceria dan suka tersenyum itu membuat kau jadi disayang banyak orang, Apa kau tidak menyadarinya…?" Lanjut Itachi-nii lagi sambil mengelus rambutku.

"Emm…." Aku terus memandangi cermin didepanku. Lama kelamaan aku merasa juga sosok di cermin itu cantik juga. Bukannya aku menyobongkan diri, tapi memang benar, aku tidak jelek-jelek juga.

"Tapi aku,kan tidak tau gimana caranya mengutarakan perasaanku." Jawabku setelah beberapa menit memandangi cermin di depanku dan berdiri di depan Itachi-nii

"Aku bisa membantumu…..Coba kau bayangkan aku, yang ada di depanmu ini adalah Sasuke….. Dan apa yang ingin kau katakan…" Kata Itachi-nii.

"Em…..baik." Jawabku, lalu aku mencoba menganggap ITachi-nii adalah Sasuke dan aku kumpulkan keberanianku untuk mengutarakan perasaanku.

"A…aku sudah lama suka sama kamu…." Kataku pelan.

BRAKK…

Tiba-tiba terdengar suara barang jatuh. Aku menoleh kea rah suara itu dan melihat Sasuke berdiri memandangi aku dan Itachi-nii. Sasuke mengambil lagi buku dan hp-nya yang jatuh, lalu pergi meninggalkan kamarku.

"Sas..sasuke..!" Aku mencoba mengejar Sasuke. Tapi terlamaat Sasuke sudah masuk ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.

"Sasuke buka pintunya, aku bisa jelasin ini…!" Kata Itachi-nii di depan pintu kamar Sasuke… Tak ada jawaban..Pasti Sasuke marah padaku…

Bodohnya aku kalau aku tadi tidak jujur pada Itachi-nii pasti tidak akan jadi seperti ini, tanpa kusadari aku menjatuhkan air mataku. Aku takut kalau Sasuke benci padaku, tapi aku juga senang karena Sasuke lari tadi karena marah, aku mengatakan suka pada Itachi-nii.

"Cih…" Itachi-nii memandangku lalu menghampiriku dan membawaku ke kamarku lagi.

"Maaf ya…karena aku Sasuke jadi marah." Ucap Itachi-nii lalu mengusap air mataku dengan tangannya.

"Tidak… ini bukan Salah Itachi-nii."

"Sasuke kemarin mengatakannya." Lanjut Itach-nii lagi.

"Eh?" Tanyaku bingung apa maksud dari perkataan Itachi-nii.

"Kemarin Sasuke menceritakan semuanya kepadaku, Sasuke juga menykaimu…dan sama juga denganmu Sasuke merasa tidak pantas untukmu, karena sifat kalian yang bertolak belakang. Tapi aku malah mengancamnya kalau dia tidak cepat-cepat mengutarakan persaannya, akulah yang akan melakukannya, dan menjadikanmu pacarku… Pasti Sasuke mengira aku sudah mendahuluinya…

"Ja..jadi Itachi-nii juga su-" pertanyaanku diputus oleh Itachi-nii

"Tidak itu hanya akal-akalanku saja, kalau tidak diancam seperti itu Sasuke tidak akan pernah berani mengutarakanya."

"Emm….."

"Suahlah tidak usah khawatir, biar aku saja yang menjelaskan ini padanya."

"Emm…iya."

Keesokan hatinya

Tidak seperti biasanya Sasuke tidak membangunkanku, oh…ya Sasuke pasti masih marah padaku. Sekarang apa yang harus aku lakukan agar Sasuke tidak membenciku.

Aku turun menuju ruang makan, Sasuke sudah ada di sana dan sedang memakan sarapannya. Saat Sasuke melihatku, Sasuke langsung mengambil minumannya berjalan menuju pintu keluar.

"Kaa-san, Tou-san, aku berangakat sendiri, nanti juga tidak perlu di jemput, aku bisa pulang sendiri." Kata Sasuke sesaat sebelum meninggalkan rumah.

"Naru…apa ada masalah dengan Sasuke?" Tanya Kaa-san padaku.

Aku tidak menjawab pertanyaan Kaa-san, aku hanya diam, apa yang aku takutkan terjadi, sekarang Sasuke benar-benar membenciku.

"Hm..? Itachi ada apa dengan wajahmu..?" Pertanyaan Tou-san membuatku melihat kea rah Itachi-nii. Kenapa wajah Itachi-nii babak belur..? pipinya biru, juga ada darah keluar dari sudut bibirnya.

"Tidak apa-apa hanya kepeleset saat mandi tadi. Aku tidak masuk hari ini, aku ingin istirahat saja." Kata Itachi-nii pada Tou-san.

"Naru kamu tidak masuk sekolah juga ya…, Jaga Itachi nanti Kaa-san dan Tou-san pulang malam. Naru mau,kan membantu Kaa-san..?" Tanya Kaa-san.

"Iya…deh. Itachi-nii ke kamar dulu nanti aku bawakan sarapannya ke kamar Itachi-nii." Kataku pada Itachi-nii.

"Aku tunggu." Jawab Itachi-nii, lalu kembali ke kamarnya.

Setelah aku mengganti baju seragamku, aku membawa sarapan Itachi-nii ke kamarnya.

"Aku jadi merepotkanmu ya.?" Kata Itachi-nii saat melihatku masuk.

"Tidak, kok. Em… Wajah Itachi-nii kenapa..?" Jawabku sambil menaruh makanan Itachi-nii di meja samping tempat tidurnya.

"Tadi,kan aku sudah bilang kepeleset saat mandi."

"Itachi-nii bohong. Pasti karena dipukul Sasuke, kan?"

"Tidak, aku memang benar kepeleset."

"Bohong…"

"Fuh…aku tidak bisa membohongimu, ya. Kau benar Sasuke yang memukulku."

"Apa yang Itachi-nii lakukan sampai Sasuke memukul Itachi-nii…?"

"Aku mencoba menjelaskan kejadian kemarin, Sasuke tidak percaya dengan ceritaku."

"Seharusnya Itachi-nii tidak perlu menjelaskan pada Sasuke. Aku yang harus menjelaskannya sendiri."

"Kalau kau yang menjelaskan, kau juga bisa dipukul oleh Sasuke."

"Lebih baik aku yang dipukul daripada Itachi-nii."Kataku sambil menundukkan kepalaku. Tanpa kusadari Itachi-nii berdiri dan memelukku.

"Kau jangan bodoh, kau itu cewek mana mungkin bisa kubiarkan Sasuke memukulmu."

"Kalau aku jadi kau, aku tidak akan mau dipeluk seperti itu." Terdengar suara orang lain berbicara padaku.

"Sasuke." Kataku kaget saat melihat siapa yang ada di depan pintu kamar Itachi-nii. Aku lansung berlari menuju Sasuke dan memeluk Sasuke.

"Sasuke, aku… aku…." Kataku terbata-bata, aku tidak tau apa yang haeus kukatakan.

"Maaf, aku cuek sama kamu tadi pagi." Kata Sasuke, memelukku semakin erat. Aku tidak bisa balas apa-apa. Aku hanya diam dipelukan Sasuke.

"Baka! Seenaknya saja kau memeluk Naruto." Kata Sasuke kepada Itachi-nii.

"Hahaha…..Kalau saja tadi kau terlambat datang, Naruto sudah jadi pacarku… Hahaha….."

"Jangan kau kira, aku akan menyerahkan Naruto begitu saja. Lagipula siapa juga yang memukulmu..?"

"Hahahaha… Kalau tidak dibeginikan kau juga tidak mungkin kembali ke rumah Sasuke."

"Uhh….Itachi-nii pembohong…" Kataku, lalu melepas pelukan Sasuke dan memukul-mukul Itachi-nii.

"Hahaha….Salah sendiri percaya padaku.." Kata Itachi-nii, lalu memegang ke dua tanganku, dan mendekatkan wajahnya ke wajahku.

"Grrr…Baka aniki mesum! Lepaskan tangan Naruto dan jauh0jauh darinya." Teriak Sasuke saat wajah Itachi-nii sangat dekat dengan wajahku dan menarikku dalam pe;ukannya.

"Hahaha…..Sasuke, aku ini juga kakaknya bukan hanya kau. Kau ingat kau belum jadi pacarnya." Kata Itachi-nii.

"Cih..!"Kata Sasuke lalu menatapku dan menggenggam tanganku. "Aku suka kamu, Naruto. Apa kamu mau jadi pacarku..?" Tanya Sasuke padaku, dan tidak mempedulikan Itachi-nii.

"A…Aku…. Aku mau."Kataku, lalu menundukan kepalaku, wajahku pasti sudah merah sekarang. Sasuke memelukku dan tersenyum puas.

"Hei…hei…jangan lupakan aku, kalau ingin bermesraan jangan di sini." Kata Itachi-nii merasa tidak dianggap.

"Maaf… Itachi-nii aku bantu obatin lukanya ya.." Kataku lalu mendekat ke Itachi-nii dan mengambil obat-obatan.

"Kau tidak perlu mengobatinya, dia bisa sendiri." Kata Sasuke.

"Sasuke kalau bukan karena Itachi-nii, Aku pasti tidak akan jadi pacar Sasuke." Kataku dan mulai mengobati luka Itachi-nii.

Saat aku mulai mengobati, Itachi-nii mencium dahiku, dan membuat Saasuke benar-benar memukul Itachi-nii. Sepertinya mulai saat ini aku harus jaga jarak dengan Itachi-nii kalau tidak ingin membuat salah seorang dari mereka jadi penh luka bekas pukulan.

THE END

Akhirnya selesai juga cerita ini. Maaf kalau alur ceritanya jadi kacau.

Jangan lupa REVIEW ya..!