Authors Note: Wuah, its getting hard to make other role. Terbiasa dengan Draco yang berkuasa, tapi kupikir role masih bisa berubah. Tergantung ini nanti maunya mereka berdua apa… aku coba bertanya pada harry n draco, tapi hanya dijawab dengan cengiran, such a shame…
WARNING : Arse yang disebut-sebut terus & little bad language :P
Not like affair between handsome man?, Don't Read, I suggested.
Disclaimer : not own HP *sigh*
Enjoy it and repiew, oke!
….
Chapter 2- My lack mouth is master trouble.
Draco Malfoy melihat jam tangannya dan menghela nafas. Ia tak pernah sesibuk ini mengerjakan kasus yang menumpuk di mejanya. Ia menyandarkan kepalanya kebelakang dan mencoba untuk istirahat. Tiba-tiba ia mengingat pertemuannya yang mengejutkan dengan Harry Potter di pernikahan Hermione.
Draco tersenyum samar saat mengingat Harry memuji pantatnya.
"Stupid, Potter. Aku tak tahu kalau dia berubah menjadi pria liar seperti itu." Draco nyengir lalu bangun dan merenggangkan tubuhnya sebelum melenggang pergi.
Draco hendak masuk jaringan Floo di Atrium saat ia melihat Hermione berjalan dari arah yang berlawanan. Draco diam sesaat kemudian menyapa wanita itu.
"Granger-"
"Oh- Hai, Malfoy. Mau kemana?" Hermione tersenyum pada pria dihadapannya.
"Hanya cari suasana lain, aku bosan duduk di sana seharian penuh." Draco mendengus dan merapatkan tangan di dada.
"Yeah, sama. Berjuta kasus yang harus diusut." Hermione ikut mendengus lalu berjalan bersama menuju jaringan floo. " Kau mau ikut aku makan siang di London?, mungkin kita bisa berbincang-bincang tentang apapun yang menyenangkan." Hermione menawarkan ajakannya dengan nervous, karena ia tak pernah mengajak seorang Malfoy.
Draco menatap Hermione dalam diam, kemudian ia tersenyum nyengir.
"Ide bagus, tapi pastikan si Weasley tidak mencincangku karena makan siang bersama istrinya."
Hermione tertawa terhibur, lalu menggeleng pelan.
"Tidak, aku pastikan kau aman darinya." Lalu mereka menghilang dibalik perapian.
Draco berjalan berdampingan dengan Hermione, ia tampak tidak semangat saat Hermione menawarkan restoran dan tersenyum saat ia menawarkan kafe. Hermione kebingungan mencari kafe yang nyaman,lalu Draco membuatnya kaget dengan menunjuk sebuah kafe dipojok jalan.
"Disana tempatnya nyaman dan pelayanannya bagus. Cukup membuat kita bisa melupakan kasus-kasus membosankan." Draco dengan ekspresi datarnya membuat Hermione melongo, lalu ia hanya mengikuti Draco menuju kafe itu.
Gosh- kafe ini benar-benar nyaman. Aku tak tahu Malfoy suka ke dunia muggle juga.
"Well, kupikir juga begitu." Hermione tersenyum senang saat seorang pelayan yang good-looking dan masih muda sedang melayani mereka.
"Kurasa, aku mungkin bisa jadi informan untuk Weasley dalam kasus kesetiaan." Draco menatap Hermione terhibur saat wanita dihadapannya tergagap malu.
"Jangan coba-coba kau, Malfoy." Hermione menyembunyikan rasa malunya dengan meminum air putih yang disajikan.
"Oh- aku baru tahu sisi lain dari Hermione Granger. Terimakasih mengajakku hari ini." Draco tersenyum nyengir dan merapatkan tangannya didada.
Hermione merengut dan mencibir Draco, " Tenang, Malfoy. Aku takkan berselingkuh. Meskipun dengan lelaki yang lebih kaya dan lebih tampan dari Ronald seperti kau misalnya." Hermione mencoba tersenyum tulus pada si pirang dihadapannya.
"Oh-", Draco membuat suara terkesima ." Aku cukup terkesan dengan pembelaanmu. Tapi tak jadi masalah, aku juga suka melirik makhluk indah saat aku sedang bersama teman kencanku." Draco menatap Hermione terhibur saat wanita itu tersedak.
"Ugh- maaf. Aku kaget kau punya pacar." Hermione mengamati mata Draco serius, mencoba mencari kebohongan disana. Tapi, gagal.
Draco hanya tertawa renyah, " Kau pikir aku tidak cukup tampan untuk menggaet wanita atau pria yang mendekatiku?, kurasa kau harus tahu bahwa aku terkenal di dunia sihir , well versi 'The Daily Magazine' ."
Hermione mendengus lalu melanjutkan minumnya. Kemudian ia berhenti saat mengingat sesuatu misi.
"Mmh- apa kau masih bersama dengan-nya?"
Draco menaikkan satu alisnya," Tidak, aku tidak menjalin hubungan serius dengannya atau siapapun. Hanya teman kencan, Granger."
"Oh- " , Hermione membuat suara terkesan.
"Huh- apa maksud dengan suara 'oh' mu itu?" Draco menaikkan sudut bibirnya.
"Berarti kesimpulannya kau tipe yang suka main-main?" Hermione balik bertanya pada Draco yang nyengir.
"Terserah apa pandangan orang, aku tak peduli." Draco kemudian diam dan meminum coklat panasnya dengan pelan.
Hermione mengamati Draco dalam keseriusannya, ia berencana melaporkan penemuannya tentang Draco Malfoy pada Harry. Berharap ia bisa menemukan kenyataan lain, Hermione mengajak bicara lagi tapi tersela karena makanan yang mereka pesan sudah datang.
"Terimakasih, tampan." Draco mengedip pada pelayan muda yang mengantarkan makanan mereka, seketika membuat lelaki itu tersenyum malu.
"Sama-sama, sir." Lelaki itu pergi dengan menunduk senang sambil mencuri pandang menatap pria pirang dihadapannya yang sedang melancarkan jurus rayuan.
"Bloody Hell !, apa aku sedang berkhayal kau merayu pelayan itu?" Hermione melotot dan melongo saat melihat mereka berdua saling melempar pandangan penuh makna.
Saat pelayan itu sudah pergi setelah balas mengedip pada Draco. Pria berambut pirang itu kembali menatap Hermione dengan nyengir khasnya.
"Tidak, Granger. Kau ada di dunia nyata, dan yah aku sedang merayunya." Draco tersenyum puas melihat Hermione membelalakkan mata.
Harry! Kau sedang menangkap ikan yang licin dan licik !
Hermione mendengus, "Seharusnya 'The Daily Magazine' juga menulis bahwa kau adalah Pria Main-main dan Perayu Ulung, maka berhati-hatilah para wanita dan pria di dunia sihir atas kelicikan lelaki jahat ini."
Draco hanya tertawa mendengar sindiran Hermione, ia menggeleng kepalanya sambil menikmati coklat panasnya.
"Kau hanya minum?,tidak makan?"
"Oh, Granger. Jangan mulai menjadi ibuku." Draco nyengir dan menggeleng, "Aku suka cokelat panas saat makan siang."
Hermione menatap Draco kasihan yang membuat Draco merengut padanya.
"Aku tidak suka jika kau melihatku seperti itu."
"Well- aku jadi tahu alasan kenapa kau tetap langsing atau kurus lebih tepatnya." Hermione menatap Draco serius.
"Tak ada yang salah dengan diet, bukan?. Dan aku tidak suka badanku menjadi lebih berat." Ia mencoba memalingkan muka dari Hermione yang tetap menatapnya.
"Draco Malfoy-"
Draco menaikkan alisnya dan menatap Hermione dengan enggan.
"Kau membuatku iri, menyebalkan. Aku juga ingin punya tubuh langsing dan indah yang membuat Ronald tidak sanggup menoleh pada wanita lain selain aku."
Draco diam dan kemudian tertawa renyah mendengar curhatan Hermione, ia memicingkan mata pada Hermione.
"Aku tak pernah membagi ini dengan siapapun, tapi kalau kau penasaran-"
Hermione mendekatkan wajahnya pada pria dihadapannya dengan ekspresi ingin tahu.
"Aku tak makan siang dan malam."
Hermione melotot dan mengumpat.
"Oh, God!. Kau bisa mati, Malfoy!" Hermione benar-benar kaget, ia pernah membaca tentang para model paris yang menderita anoreksia dan bulimia lalu mati karena diet sangat ketat . Ketakutannya muncul saat melihat pria dihadapannya dengan pengumuman mengejutkan.
"Mati?, kau berlebihan Granger. Aku tak sebodoh itu hingga tak makan siang dan malam, kau tahu." Draco tersenyum senang dan diam kembali menikmati cokelatnya.
"Kau- kau bohong?"
"Yeah"
"I hate you, Malfoy."
Draco menaikkan satu alisnya dan tersenyum nyengir pada Hermione yang mendengus kesal.
…..
Harry menguap sambil merenggangkan badannya, ia keluar dari ruangan rapat yang baru saja berakhir dan menuju ballroom. Harry duduk di sofa dan mencoba memejamkan mata, kemudian ia terbangun kaget saat suara yang familiar memanggilnya.
"Harry?"
"Oh shit",Harry mengerang bangun kemudian terbelalak melihat mantan kekasihnya berdiri dihadapannya, "Edward-"
Edward tersenyum dan duduk di sofa berseberangan dengan Harry.
"Apa yang kau lakukan di hotel ini?" Edward bertanya dengan ramah.
Harry terdiam selama beberapa detik, dan kemudian menjawab dengan senyumannya yang paling tulus.
"Pastinya aku tidak check in dan tidur dengan lelaki yang kutemui di jalan ." Harry tetap tersenyum sambil menatap tajam lelaki dihadapannya .
Edward bergerak gusar atas sindiran Harry, " Please, Harry. Aku tidak ingin membahas tentang masa lalu. Aku benar-benar meminta maaf padamu. Aku yang salah."
"Oh- yah aku lupa kalau kau sudah meminta maaf dan tentu saja kau yang salah."
Harry beranjak bangun dengan kesal dan melenggang pergi, tak peduli dengan panggilan Edward .
Fuck you, son of a bitch!
Harry kembali ke Kementerian sihir dengan gusar, bertemu dengan Edward adalah poin teratas dalam daftar 'Hal-hal yang membuat kesal Harry Potter'. Ia mengumpat sepanjang koridor, sambil berjalan menuju kantornya di lantai 5 . Langkahnya terhenti saat melihat Draco Malfoy berjalan menuju ke arahnya sambil membaca tumpukan berkas dengan serius.
Beruntung aku bertemu dengan poin teratas dalam daftar ' Hal-hal yang membuat semangat Harry Potter'.
Harry tersenyum nyengir dan sengaja menyenggol Draco keras hingga pria itu limbung dan terjatuh.
"Ow, shit!. Tolong lihat matamu-" Draco terbelalak kaget melihat Harry Potter berdiri dihadapannya.
"Oh- maafkan aku, Malfoy. Aku tidak tahu kau ada disana, aku sedang terburu-buru." Harry memasang senyum menyesal dan membereskan berkas Draco yang berserakan dimana-mana.
"Aku berharap kau memang tidak sengaja." Draco mendengus kesal dan menatap Harry tajam, yang hanya dibalas senyuman oleh pria berambut hitam itu.
"Oh ayolah- kita sudah bukan murid Hogwart tahun ke 3. Aku tidak bermaksud mengganggumu." Harry berpura-pura sibuk merapikan berkas itu .
Draco mendengus lagi dan merebut berkas itu dari tangan Harry.
"Please, Mister Potter. Kau bahkan tak tahu cara merapikan tumpukan berkas ini dengan rapi." Draco mendorong lengan Harry yang ingin ikut campur.
"Maaf- aku hanya coba membantu."
Draco diam sambil merapikannya. Kemudian setelah selesai, ia berdiri dengan anggun dan membalik badannya.
"Hei, Malfoy!" Harry spontan menarik pundak Draco agar berhenti berjalan.
Draco menoleh dengan enggan dan cemberut, ekspresi yang membuat Harry tiba-tiba tertawa keras.
How cute, like a puppy!
Draco membelalakkan matanya melihat tingkah Harry yang tak bisa ditebak. Ia menoleh kanan-kiri malu dan beranjak pergi tapi berhenti kembali saat Harry meraih pundaknya.
"Hei, tunggu Malfoy. Maaf aku tak bermaksud membuatmu tersinggung, tapi aku benar-benar terhibur dengan ekspresimu barusan."
"Kau terhibur, Potter?. Barusan kau menyenggolku hingga jatuh, dan sekarang kau mengatakan ekspresiku lucu, menertawaiku , membuatku ditonton oleh orang-orang disini. Terimakasih banyak tapi aku tidak menemukan ada yang lucu di wajahku." Draco melepas pegangan Harry lalu pergi dengan kesal.
Harry hampir tertawa lagi, tapi ia tahan dengan kuat. Kemudian ia menyusul Draco dan berjalan disampingnya.
"Maaf, Malfoy. Aku benar-benar tulus meminta maaf." Harry dengan nada memohonnya membuat Draco menoleh.
"Tolong kau menjauh dariku, Potter."
"Menjauh?, apa itu yang kau katakan pada pria yang menyelamatkan hidupmu?" Harry melotot pada Malfoy, membuat pria itu berhenti berjalan.
Sambil menghela nafas, Draco menoleh pada Harry.
"Apa maumu, Potter?"
"Mauku?, maksudmu apa, Malfoy?" Harry buru-buru meralat ucapannya saat Draco dengan ekspresi kesal meninggalkannya.
"Oke-oke, mister Malfoy yang terhormat!. Aku cuma ingin kita ngobrol dengan normal, hanya itu. Mungkin makan bersama, untuk ucapan ma-af." Harry berdiri dibelakang Draco sambil menahan nafas mengagumi pantat pria dihadapannya.
That's a perfect curve…, how a waste my time im not allow to touch it.
Draco diam saat menoleh pada Harry dan menyadari apa yang diamati pria itu.
"Kau mau berbicara denganku normal sambil mengamati pantatku, Potter?"
Harry menemukan bahwa Draco sedang tersenyum nyengir padanya, lalu ia mengangguk pelan.
"Kalau kau mengijinkannya, aku tidak hanya ingin mengamatinya. Tapi meremasnya juga, Malfoy."
"Mati kau, Potter." Lalu Draco pergi meninggalkan Harry yang berdiri, terbelalak kaget dengan kata-katanya sendiri. Si pirang itu menyembunyikan senyum terhiburnya sambil melambaikan tangan.
Harry menunduk dan menghela nafas, lalu menutupi wajahnya dengan tangan.
Its really really getting hard with my lack mouth!
…...
Hope u enjoy with my lack brain *Plak-plak*
Please repiew ,Oke!
Love u all ! :P
