Moshi2 minna!

Akhirnya update juga stelah sekian lama, gomen ne! Wikkey juga lagi nerusin sekuelnya SasuNaru… baca juga ya! (o) dan sekarang Wikkey juga sibuk, ah… selalu sibuk! *plak* baiklah para reader sekalian di chapter ini Wikkey jadi sering salah nulis, kebalik mana yang Itachi mana yang Neji hahaha... well, tanpa banyak basa – basi lagi *nanti keburu basi* so ENJOY!

.

.

.

Disclaimer : Kishimoto Masashi

Pairing : Neji X Gaara X Itachi

Rated : T

Warning : shounen ai, OOC, romance, seriously, dramatic story, boys love story

.

.

.

"Kembalikan Gaara kataku!" ujar Neji sambil memper-erat cengkraman-nya di kerah kemeja baju Itachi. Itachi hanya diam tak bergeming, ia menatap lurus pandangan tajam yang ditujukan Neji padanya.

"Neji… aku tahu kau bersungguh – sungguh, namun begitu pula perasaanku terhadap Gaara sekarang," ujar Itachi dingin.

BUAKKK !

Itachi memberi pukulan balasan yang cukup keras, pukulan tersebut mendarat di wajah Neji, hingga Neji terpelanting cukup jauh. Darah segar merembes keluar dari luka robek di sebelah tepi bibirnya, Neji mengusapnya dengan ibu jari seraya melayangkan tatapan membunuh kepada Itachi.

"Ada apa? Hanya segitu saja? Mari, akan ku layani sampai kau puas!" Itachi menyeringai. Neji tambah geram, tangannya mengepal begitu kuat hingga ia bisa merasakan kuku – kukunya yang menusuk telapak tangannya sendiri.

"ITACHI SIALAN!"

_888_

Sepi dan hening menghiasi ruangan ini, hanya terdengar desiran suara rintik hujan di luar sana. Suasana sepi yang membeku ini lama – kelamaan terasa menusuk bagi Gaara yang sedang berada dalam kesendirian, saat menunggu Itachi. Gaara berbaring di sofa ruang tengah, sedari tadi ia bergelung dengan waktu menunggu kepulangan Itachi disana. Gaara beringsut menaikan selimut yang menutupi tubuhnya, ia merasa sedikit kedinginan. Sesekali Gaara melirik kearah jam yang mengalunkan detik demi detik dengan lembut, dan akhirnya mencoba memejamkan mata sejenak.

Tak lama terdengar suara pintu berdecit, tanda ada seseorang membukanya. Gaara bangkit menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya dan segera beranjak menghampiri arah suara yang berasal dari pintu depan.

Terlihat sosok yang sedari tadi ia nanti, sosok itu, Itachi, tersenyum saat Gaara menyambut kedatangannya. Namun Gaara terbelalak,

"I… Itachi-san! Apa yang terjadi? Mengapa? Kau berdarah! Apa yang kau lakukan?" ujar Gaara gusar sedangkan Itachi hanya tersenyum tipis.

"Tidak… tak perlu khawatir, hanya luka kecil saja kok," ujar Itachi.

Darah segar menghias di sudut pelipis matanya, juga di sudut bibirnya. Beberapa luka lebam terlihat di wajahnya. Dengan segera Gaara menuntunnya masuk dengan menggandeng tangannya.

"Ouch… sakit…" lirih Itachi.

Segera Gaara melepasnya dan menatap Itachi dengan pandangan khawatir, sedangkan Itachi masih tetap memasang senyuman-nya. Gaara beralih menyambar belanjaan yang Itachi bawa dengan lembut.

"Itachi-san, biar aku saja yang bawa, lebih baik kau istirahat dulu…" terdengar sedikit nada getir di nada bicara Gaara. Itachi mengangguk. Ia menyerahkan barang – barang yang baru dibelinya. Gaara menerimanya dan segera menuju ke dapur, ia memasukkan satu per satu bahan makanan ke dalam lemari pendingin dan barang lain sesuai tempatnya. Lalu Gaara mengambil sebuah wadah ber-isikan air dingin dengan kompres, dan menuju ke ruang tengah.

Disana Itachi duduk dengan tenang sambil menyalakan TV, Gaara menaruh wadah yang berisi air di meja kecil yang ada di hadapannya dan duduk di sebelah Itachi. Ia mencelupkan kain itu ke wadah yang berisi air dingin dan memerasnya seraya menghadap ke arah Itachi.

"Itachi-san…" merasa namanya dipanggil, Itachi menoleh ke arah Gaara. "Mari, aku bersihkan luka Itachi-san…"

Itachi mengangguk, "Maaf merepotkan…"

Gaara membersihkan bekas – bekas darah dari luka Itachi dengan perlahan dan hati – hati. Ia tak mau menambah rasa sakit yang telah Itachi rasakan.

"Ittai…" erang Itachi, Gaara terperangah kaget.

"Ma… maaf Itachi-san, tahan sedikit… aku sengaja membersihkan luka Itachi-san menggunakan antiseptic, hanya sakit sedikit…" ujar Gaara.

Gaara melanjutkan kegiatannya, ia membersihkan luka di wajah Itachi dengan telaten, bahkan ia tak sadar bahwa Itachi memperhatikannya sedari tadi. Jarak wajah mereka amat dekat bahkan mereka dapat merasakan hembusan nafas antara satu sama lain. Hening, hanya ada mereka berdua saat ini, moment ini adalah moment yang mungkin membahagiakan bagi mereka berdua. Perlahan Itachi menggenggam tangan Gaara yang masih bermain di wajahnya.

"I… itachi-san…" wajah Gaara memerah, dengan perlakuan Itachi kepadaya.

"Boleh seperti ini dulu, Gaara?" ujar Itachi sambil memejamkan matanya seraya menikmati kelembutan dan kehangatan tangan orang yang ia anggap penting bagi dirinya. Gaara hanya mengangguk pelan sambil menunduk.

"I… itachi-san… itu, siapa yang telah… apakah…" ucapan Gaara terpotong, ia tak kuasa menahan air matanya agar tidak jatuh, namun sia – sia. Air mata deras mengalir di kedua pipi Gaara. Itachi mengusap air mata yang mengalir di pipi Gaara dengan lembut sambil tersenyum.

"Aku baik – baik saja…"

"Tapi… tapi… Itachi-san terluka! Pasti karena Neji! Bukan… lebih tepatnya… karena… karena… aku. Ini salahku! Itachi-san maafkan aku…" Gaara terisak.

"Gaara dengarkan aku…"

"Itachi-san aku minta maaf! Aku…" uacapan Gaara terpotong karena iatachi menaruh jari telunjuknya di bbir Gaara ditambah pandangan lebutnya kea rah Gaara.

"Gaara, aku ingin bertanya…"

Itachi memandang mata sendu Gaara yang masih terisak di hadapan-nya dengan lembut, pandangan paling lembut yang pernah Itachi berikan, namun hanya kepada Gaara seorang.

"…ya…"

"Apa yang akan kau lakukan jika ada seseorang yang ingin merebut secara paksa sesuatu yang berharga bagi diri-mu?"

Gaara menatap dalam mata merah yang berpendar dengan indah di hadapan-nya, "…aku akan melindunginya, Itachi-san"

"Begitulah yang ku lakukan terhadap-mu Gaara…"

Gaara semakin terisak dan membenam-kan kepalanya ke dalam pelukan Itachi.

TBC

Hufttt… gimana minna! Maaf ya… Wikkey lama update'a. baiklah untuk chapter depan akan Wikkey kasih bocoran, untuk chapter depan Wikkey akan bahas masa lalunya Gaara dan Neji… dan para reader bersiaplah untuk terharu! *plak* o… ya! Tak lupa, Wikkey selalu berterima kasih untuk para reader yang udah mau baca hasil karya Wikkey dan udah ngiktuin sampai chapter ini… Hontou ni ARIGATOU… well, akhirnya… tolong di review!