Minna! Wikkey come back!
It's a new year for us! Wikkey says happy new year! Untuk menyambut tahun baru ini Wikkey update 2 story (it's not over yet, Pretty Boy HUH! (Hit Ur Heart) dan release 2 judul baru! (Taboo : Kingdom Heart pair-nya RikuSora, I Love The Way You Are : Bleach pair-nya IchigoUryuu). Tadinya mau buat HarCo juga! Lagi tergila gila HarCo! Tapi kayaknya baru bakalan release bulan January atau mungkin February, well di tunggu aja ya! Wikkey juga lagi demam bola! GonzalesXBachdim! ArifXBustomi! Wkwkwkw… LOVE IT! Well maaf kalo kebanyakan curhat, well langsung aja deh! Enjoy! Not like? don't read!
.
.
.
Disclaimer : Kishimoto Masashi
Pairing : Neji X Gaara X Itachi
Rated : T
Warning : shounen ai, OOC, romance, seriously, dramatic story, boys love story
.
.
.
Gumpalan tipis lembut bagaikan kapas putih itu terus turun perlahan lalu menempel di aspal, rerumputan, tanah, atap-atap gedung yang menyelimuti kota menjadi serba putih.
Salju menumpuk di jalan-jalan, beberapa pohon masih terlihat menggunakan jubah hijau mereka yang kini tertutupi gumpalan tebal salju putih yang lembut. Sedangkan pepohonan yang telah meranggas kini menjelma menjadi sebuah ukiran indah kristal nan berkilau yang menghiasi sepanjang jalan.
Salju yang terasa dingin menggigit samasekali tak menghalangi orang-orang untuk memenuhi jalan utama kota ini. Seorang pemuda yang mempunyai tatto ai di dahinya berjalan dengan mempercepat langkahnya, ia semakin merapatkan mantel musim dinginnya untuk mendapatkan perlindungan dari hawa dingin yang menggigit ini. Pemuda berambut merah itu bergerak menyusuri jalan-jalan yang tertimbun salju yang begitu lebat. Uap hangat selalu keluar dari mulutnya saat bernapas.
Gaara melihat ke sekelilingnya, banyak orang beraktivitas disitu. Ia melihat seorang anak kecil yang berlari-lari dengan membawa beberapa koran di tangannya. Orang-orang yang ditawari koran oleh anak itu memberi respon yang berbeda-beda ada yang membeli, ada beberapa orang yang menggeleng ringan bahkan ada yang tak mempedulikannya sama sekali. Tak sedikit orang-orang tersebut tersenyum ataupun mengeleng dalam diam. Udara begitu dingin, Gaara jadi menaruh iba pada anak itu, anak itu masih harus bekerja di udara sedingin ini.
Mantel anak itu sudah lusuh dan compang camping, beberapa tambalan menghiasi mantel musim dingin-nya itu. Namun anak itu tetap bekerja dengan senyuman yang menghias wajahnya.
Gaara berhenti sejenak dan mengalihkan pandangannya dari anak itu kepada penjual ubi dengan kepulan asap yang menyebarkan semerbak bau harum yang membuat siapa saja menjadi lapar. Ia berjalan menuju ke arah penjual ubi itu dan membeli beberapa ubi hangat yang sangat harum tersebut. Gaara menerima ubi yang dengan sederhana hanya dikemas dalam selembar kertas itu. Baunya benar-benar harum, dan terasa hangat saat di sentuh. Ia bermaksud memberikannya ke anak tersebut.
Gaara berjalan sambil mendekap ubi hangat tersebut agar tidak cepat dingin. Ia mendekati anak penjual koran tadi yang nampaknya tengah beristirahat sejenak di pinggiran jalan, anak itu berdiri diam memandangi koran-koran yang tersisa beberapa lembar lagi sambil memegangi perutnya.
Namun baru setengah jalan Gaara melihat seorang pemuda yang mengenakan mantel musim dingin yang sangat tebal berbahan bulu dengan warna krem yang lembut, ia memiliki rambut coklat sehalus sutra, dipadu dengan ikatan yang membuat-nya indah dipandang mata, ia tersenyum kepada anak itu, matanya memancarkan warna lavender lembut. Ia tersenyum mendekati anak itu sambil menyodorkan ubi hangat dan menyerahkan beberapa koin uang untuk membeli koran yang dijual anak itu. Anak itu tersenyum lebar menerimanya.
Gaara masih menatap pemuda itu sampai pandangan mata mereka bertemu, Gaara hanya berdiri diam disitu. Pemuda itu tidak merespon apa-apa dan akhirnya meninggalkan anak itu.
Gaara memandangi ubi hangat itu dan beranjak menghampiri anak tersebut, ia melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan pemuda tadi. Anak itu tersenyum lebar karena mendapat makanan yang lebih dari cukup untuk hari ini. Anak itu juga berhasil menghabiskan koran yang dijual. Segera, anak itu berlari menghambur ke arah seorang kakek di seberang jalan yang penampilannya tidak jauh beda dengan anak itu. Anak itu memberi kakek-nya sebungkus ubi yang ada di dekapannya dan melambai ke arah Gaara, sedangkan kakeknya tersenyum sambil membungkuk dalam-dalam mengisyaratkan rasa terima kasih. Gaara membalas membungkuk singkat sambil tersenyum.
Gaara melangkah lagi dengan ringan sambil merapatkan pakaiannya agar merasa hangat. Tinggal beberapa blok lagi ia akan mencapai rumahnya, namun Gaara memutuskan untuk mampir ke sebuah caffee sejenak untuk menghangatkan tubuh.
Cling cling…
Suara lonceng saat gaara membuka pintu, caffee itu memang ramai namun tidak terlalu. Nampaknya tidak terdapat tempat duduk kosong di area ini, segera Gaara beralih mendekati area yang berada di dekat jendela di sebelah timur caffee, disitu ada satu bangku kosong. Di hadapannya terdapat sosok yang nampaknya ia kenali, pemuda bermata lavender yang sekarang hanya mengenakan sweater yang membalut tubuhnya, pemuda tadi. Ia menikmati secangkir teh hangatnya, ia bergeming mengetahui kehadiran Gaara di dekatnya.
Pemuda itu tersenyum dan mempersilakan Gaara untuk duduk di bangku kosong yang ada di hadapannya. Gaara ber-terimakasih dan duduk di hadapannya.
"Jadi… kita bertemu lagi?" sapa pemuda tersebut hangat.
"Ya… senang bertemu dengan anda…" ujar Gaara seramah mungkin.
"Hari ini benar-benar dingin, ya?" tambah pemuda itu lagi.
"Ya… beberapa hari ini memang puncak musim dingin…"
Tak lama mereka bercakap seorang pelayan datang menghampiri dan mencatat pesanan Gaara dan pemuda tadi, lalu beranjak ke arah dapur. Gaara memesan secangkir cokelat panas dan semangkuk sup ikan hangat.
"Jadi… siapa namamu?" ujar pemuda tadi.
"Oh… namaku Gaara maaf sebelumnya tidak memperkenalkan diri…"
"Well, tidak usah terlalu formal seperti itu… namaku Hyuga Neji… panggil saja Neji…"
Percakapan ini lama kelamaan terus berlanjut dan dari hari ke hari yang telah membawa mereka berdua memasuki hubungan yang kini lebih dari sekedar teman, lebih dari sekedar sahabat, mereka akhirnya saling mencintai satu sama lain.
Walaupun Gaara mengetehui bahwa Neji mempunyai kelainan psikologis dengan melukai orang lain jika merasa tertekan. Gaara selalu menerima kekerasan yang dilakukan Neji jika ia merasa depresi tak hanya itu saja, Gaara juga pernah menerima kekerasan seksual yang dilakukan Neji kepadanya. Namun yang satu ini, hanya kepadanya. Setelah kejadian itu-pun Gaara masih mencinta Neji dan menerimanya dengan sepenuh hati.
Kejadiannya malam itu, nampaknya Neji tengah menghadapi depresi yang begitu berat dan Gaara memutuskan menemaninya di rumahnya. Gaara berkali-kali menerima pukulan dari Neji, beruntung malam itu Itachi, sahabat Neji memang sengaja berkunjung ke apartemen Neji. Saat mengetahui kejadian itu Itachi segera memaksa Neji untuk meminum obat penenang dan mengobati luka-luka Gaara.
Setelah kejadian itu hubungan mereka semakin dekat, Itachi sering memperhatikan Gaara dengan mengingatkannya untuk makan atau menghubunginnya jika butuh bantuan. Tanpa disadari perlahan Gaara menempati tempat istimewa di hati Itachi, namun gaara hanya melihat perhatian istimewa Itachi sebagi hal biasa yang wajar. Gaara belum menyadari perasaan Itachi kepadanya.
Pernah suatu ketika pertengkaran meledak di apartemen Neji yang berakhir dengan luka-luka di sekujur tubuh Gaara. Baiklah, mungkin Gaara bisa mentoleransi luka-luka yang ada di sekujur tubuhnya namun kali ini Gaara benar benar tak sanggup karena tak hanya tubuhnya namun Neji juga telah melukai hatinya secara mendalam.
Pernah suatu malam Neji terlambat pulang, dan saat pulang betapa terkejutnya Gaara bahwa kekasihnya itu pulang bersama seorang wanita yang tidak diketahui siapa orang itu. Saat itu keadaan Neji hanya setengah sadar. Wanita itu memang langsung pulang setelah mengantar Neji. Tadinya Gaara akan meminta penjelasan setelah Neji tersadar keesokan harinya namun ia mengurungkan niat itu saat menyadari bekas lipstick perempuan yang menempel di kemejanya. Gaara hanya menuliskan surat dan meninggalkannya Neji yang tertidur di ranjangnya begitu saja. Mungkin Gaara butuh waktu untuk bias memaafkan Neji.
TBC
Gimana fict Wikkey kali ini? Semoga suka! AFF memang dilema ya! Walaupun gag menang seenggaknya ada kemajuan lha! Seneng rasanya! Apa lagi pas gol, pasti pada yaoi-an semua! #plakkk… well, slamat tahun baru semoga tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya! Banzai!
Wikkey selalu berterima kasih untuk para reader yang udah mau baca hasil karya Wikkey dan udah ngiktuin sampai chapter ini… Hontou ni ARIGATOU… well, akhirnya… tolong di review!
