A/N: Selamat menikmati chapter 2 yang makin tak jelas dan aneh~ /dibuang.

Tidak lupa ucapan terima kasih untuk semuanya yang sudah membantu kelancaran fic ini (?).

Genre:Friendship, Humor, Horror(?), Adventure

Disclaimer: Hetalia milik Hidekazu Himaruya, tapi cerita ini milik saya. /plak Hal lain yang nantinya muncul adalah milik pemilik masing-masing (?).

Warnings: Gaje, garing, abal, absurd, mbulet dan mungkin OOC. Country name used.


Chapter 2: Adventure Begin.

"Aku datang ke sini untuk membantu kalian!" ujar Kakek Roma dengan semangat.

"Oh."

"..."

"DENGARKAN AKU!" jerit Kakek Roma frustasi.

Canada, Russia dan Lithuania bergumam dalam hati, "Padahal dari tadi sudah didengarkan. Kakek ingus yang aneh."

Lalu Kakek Roma pun berbicara panjang lebar—yang sialnya sangat OOT—hingga tanpa ia sadari, selembar kain pel bekas-entah-apa kembali melayang menutupi wajahnya dan sukses membuatnya pingsan. Mari kita berterima kasih kepada kain pel bekas-entah-apa yang berhasil menghentikan ke-OOT-an Kakek Roma ini (?).

"Akhirnya berhenti juga~" ucap Russia lega.

"Dari tadi Senelis Roma cuma ngoceh gaje," sambung Lithuania sambil sweatdrop.

"Dan kenapa aku jadi yang paling sial di sini ...?" keluh Canada sambil tertunduk lesu dan mengeluarkan aura kesuraman(?).

Sayup-sayup terdengar suara erangan. Rupaya mayat—maksudnya Kakek Roma— kembali bangkit, tapi kali ini dengan wajah dan aura yang sangat suram. Bahkan sampai mengalahkan kesuraman Canada (?).

" ... langsung saja, ya ...? Aku akan memberikan senjata yang ... dapat mengalahkan makhluk-makhluk itu ... Gunakanlah untuk menyelamatkan ... rekan-rekan kalian ..." ucap Kakek Roma dengan sangat lemah seperti baru saja keliling Italy dengan handstand (?).

Tiba-tiba muncullah enam bola cahaya yang menyebar ke sekeliling ruangan. Bola-bola itu pun merasuk(?) ke dalam benda-benda yang ada di situ.

"Baiklah!" mendadak Kakek Roma kembali semangat. "Lithuania, kuberikan mop sihir dan kemoceng mistis(?) ini kepadamu! Lalu Russia, kuberikan— eh, ini punyamu sendiri ya?— keran pipa berat(?) dan botol vodka cepat(?)! Kemudian untuk Canada, kuberikan kain pel suci(?) dan ember menari(?)!"

"Err... Kakek—"

"Ah, Canada! Kuberikan sikat gigi bersinar ini kepadamu karena kau cucuku, " ucap Kakek Roma dengan wajah berbunga-bunga (?).

"Maksudnya—"

"Semoga berhasil! Aku tak mau berargumentasi lagi dengan kalian. Sampai jumpa, Janitors!" ucap Kakek Roma sambil melayangkan ciuman dan kedipan (?) sembari masuk ke dalam sinar tempat munculnya tadi sementara 3 nation di depannya hanya bisa menahan rasa kau-tau-apa (?).

"Дедушка, kau melupakan ini~" ucap Russia sambil melemparkan sesuatu.

"Hah? Ap—"

Ucapan Kakek Roma terhenti ketika ia melihat bahwa benda yang dilemparkan Russia adalah si kain pel bekas-entah-apa yang laknat(?) itu.

"TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKK!" jerit Kakek Roma ketika kain pel itu kembali menutupi wajahnya. Jeritan yang sangat menyayat hati(?) ini baru berhenti ketika sinar itu menghilang. Dan sekali lagi, tiga nation yang ada di situ hanya bisa bengong.

Lithuania menghela nafas, "... sejak kapan kita yang negara ini turun pangkat jadi janitor?"

"Mungkin kita sudah dihapus dari peta tanpa kita sadari~" jawab Russia dengan ngasal namun sukses membuat Lithuania dan Canada tertunduk suram(?).

"... nama alatnya juga apa banget (?). Kakek Roma memang aneh ... DAN INI SIKAT GIGI BUAT APA COBA?" jerit Canada dengan aura kesuraman yang menjalar-jalar (?).

"Menggunakannya sebagai senjata? Tapi aku juga tidak yakin, atsiprašau ... " jawab Lithuania. Canada pun pundung di pojokan.

Russia tersenyum mendengar perkataan kedua rekannya. "Sudahlah~ Kita coba saja dulu~" ucap Russia dengan wajah ceria. "Lagipula ini terdengar menyenangkan bukan?~"

Canada langsung speechless, sementara Lithuania terlihat cukup tenang. Mungkin karena dia sudah terbiasa (?).

Russia pun berjalan menuju pintu dan memutar kenopnya. "Пойдёмте, мои друзья~"

"Eh? Artinya?"

"Dia mengajak kita untuk pergi," jawab Lithuania dengan senyum tersungging di bibirnya.

Pintu pun terbuka dan apa yang ada di hadapan mereka bertiga benar-benar jauh dari bayangan. Gedung yang mereka tempati tadi telah berubah menjadi puing—lebih tepatnya hanya lantai-lantai dasarlah yang tersisa—walau terlihat lubang-lubang besar di sepanjang dindingnya. Gedung-gedung yang ada di sekitarnya pun mengalami nasib yang tak jauh berbeda. Dan sejauh mata memandang terlihat kristal-kristal raksasa tajam yang seolah muncul dari dasar bumi.

Tanah yang tadinya ditumbuhi tanaman berubah menjadi gersang dan tertutup oleh debu halus. Langit pun berubah menjadi berwarna ungu kelam walau masih terlihat awan-awan putih tipis yang menghiasinya. Bulan purnama terlihat sangat jelas seolah jarak antara bulan dan bumi mendekat. Udara pun berubah menjadi dingin dan menyesakkan.

"... rasanya ini cukup serius ..." gumam Canada sambil melihat pemandangan yang ada di luar melalui lubang-lubang besar yang menganga di bagian dinding dan plafon—lebih tepatnya tak ada lagi yang menanungi mereka. Tiba-tiba ia teringat sesuatu dan merogoh saku celananya.

"Percuma, alat komunikasi tak bisa digunakan di sini," ucap Russia yang melihat gerak-gerik Canada.

"Je vois ... " jawab Canada dengan lesu sambil memasukkan kembali ponsel MapleBerry-nya ke dalam saku. "JADI BAGAIMANA NASIB KITA NAN—"

"Sssssttt!"

Sekali lagi, Canada dibekap. Tapi kali ini Russia dan Lithuania membekapnya bersamaan. Tanpa disangka, Canada terjungkal ke belakang dan dengan sukses masuk ke lubang yang menganga di dinding. Padahal saat ini mereka berada di lantai empat.

"U-UWAAAAAAA!"

"KANADAAAA!"

'Grebbb!' Russia dan Lithuania berhasil memegangi Canada tepat di—ya, kedua kakinya. Bisa dipastikan saat ini Canada sedang terjungkir di luar gedung dengan sangat tidak elit (?).

Canada bernafas lega, "Merci beaucoup, mon ami... K-kupikir aku akan jatuh ..." ucapnya sambil melihat ke arah Russia dan Lithuania.

"Aa ... tapi sayangnya kita terlanjur—" ucapan Russia terhenti ketika suara geraman(?) berat yang menggema tiba-tiba terdengar. Spontan Russia dan Lithuania mendongak dan memandang lurus ke depan.

Hening sejenak.

"KANADA! DI DEPANMU!" teriak Lithuania.

"Quoi—MAPLE(?)!" Canada terkejut ketika melihat sosok hitam legam yang cukup besar—yang di kepalanya hanya terlihat sesuatu menganga seperti mulut—terbang(?) tepat ke arahnya.

"Литва, lepaskan tanganmu."

"Eh? Russia, kau mau ap—HUAAAAAA!"

Tiba-tiba Russia melemparkan Canada ke belakang hanya dengan satu tangan. Meski begitu, Canada sukses menabrak dinding dengan suara bedebum(?) keras dan langsung terkapar di lantai bagaikan kain pel.

"Литва!"

'Taip ... " jawab Lithuania sambil bersiap menyambut sosok hitam itu dengan pukulan.

"... eh?" Lithuania terkejut karena pukulannya menembus si makhluk hitam. "Rusija..." ucapnya sambil menoleh ke arah Russia.

"Да, я понимаю, Литва~"

Sementara itu Canada mulai bangkit. "U-ugh ... kenapa— KHHHK!" Tiba-tiba makhluk setinggi 4 meter itu mendorong tubuhnya ke dinding sampai ia terjepit sebelum sempat memberikan perlawanan. Meskipun makhluk itu terlihat sangat tidak proporsional karena bagian tubuhnya terlihat mengecil tepat di persendian-persendian, kekuatannya tetap tak bisa diremehkan.

Canada yang tak bisa bergerak hanya bisa pasrah. Tanpa disadari makhluk itu, Russia dan Lithuania menyerang kakinya dengan keran pipa dan mop mereka yang membuatnya kehilangan keseimbangan sehingga cengkramannya terhadap Canada terlepas.

"U-ugh ... m-makhluk itukah yang ... 'memakan' America?"

"Aku tak merasakan aura Америка. Makhluk itu 'kosong'. Hajarlah dia sesukamu~" jawab Russia.

Bayangan-bayangan hitam yang memanjang bagai sulur-sulur tajam mulai keluar dari makhluk itu dan mengarah ke tempat Russia dan Lithuania. Serangan yang sangat intens dan cukup akurat, tapi meski begitu mereka dapat menghindarinya dengan baik.

Gerakan menghindar mereka berdua berhasil menghasilkan celah yang luput dari pandangan makhluk itu. Seketika itu juga Canada menghambur dan menerjang dengan embernya, yang berhasil menggoyahkan keseimbangan makhluk itu sekaligus menciptakan celah yang cukup lebar untuk menyerangnya kembali.

Russia mengayunkan keran pipanya ke arah makhluk itu sambil tersenyum. "Ты будешь умирать..."

Dalam sekejap mata, kepala makhluk itu telah hancur disusul dengan terpotongnya bagian-bagian tubuhnya. Darah mengucur dengan sangat deras ke segala arah. Dalam hitungan detik, makhluk itu beserta sulur-sulur bayangannya yang tajam telah musnah bagaikan asap.

...

"...sudah berakhir kah?"

"Yaah, kenapa begitu saja sudah kalah? Terlalu cepat, да?~"

Lithuania dan Canada speechless.

"Tapi kita benar-benar nekat..." ucap Lithuania sambil memandang mopnya yang terkena cipratan darah. Badannya sendiri juga penuh dengan noda darah, begitu pula dengan kedua rekannya.

"Banyak sekali yang tidak kumengerti. Pemandangan di sekitar kita yang berubah drastis, rekan-rekan kita yang menghilang ..." ucap Canada pelan sambil memegangi ember yang berada di kepalanya (?).

"... makhluk berwujud bayangan yang tak bisa kita sentuh, alat janitor yang bisa dipakai menyerangnya ... dan juga genangan darah ini ... " sambung Lithuania.

Russia tertawa pelan. "Nanti kita juga akan tau—" ucapan Russia terhenti. "Semuanya, ada yang datang~"

"... jūs teisus. Kelihatannya kita tak diizinkan beristirahat," ucap Lithuania.

"Eh? Aku tidak merasakan apa-apa—"

Tiba-tiba terdengar suara bedebum pelan. Suara itu menjadi terdengar cukup jelas karena keadaan di tempat itu sangatlah sunyi.

"... ternyata banyak yang menyambut kita ..." lanjut Canada sambil memegang erat peralatan janitornya.

(bersambung)


Translate:

Lithuanian:

- Senalis Roma = Kakek Roma

- Atsiprašau = maaf

- Taip = ya

- Rusija = Russia

- Jūs teisus = anda benar

French:

- Je vois = I see

- Merci beaucoup, mon ami = terima kasih banyak, temanku.

- Quoi = apa

Russian:

- Дедушка (dedushka) = kakek

- Пойдёмте, мои друзья

Пойдёмте (poydyomtye) = ayo pergi (kata ajakan untuk pergi dengan berjalan kaki kepada lebih dari satu orang)

мои друзья (moi druz'ya) = teman-temanku (digunakan untuk menyebut teman dekat)

- Да, я понимаю, Литва (da, ya ponimayu, Litva) = Ya, aku mengerti, Lithuania.

- Америка (Amerika) = America

- Ты будешь умирать (ty budyesh' umirat') = kau akan mati

Sekali lagi, semoga tak ada kesalahan orz


A/N: Yak, chapter ini makin gaje~ /plak. Entah kenapa terakhir-terakhirnya jadi begitu, ah yasudahlah. Semoga tidak salah kalau "humor" saya masukkan sebagai genre kedua (walaupun entah humornya di mana). Di chapter berikutnya akan dimunculkan tokoh keempat. Sekali lagi, semoga para readers tidak merasa mengering karena membaca fic ini~

Balasan reviewnya di sini saja ya?o.o

-Baka-pon: Salam kenal~ Alfrednya dimakan (?) Tenang, nanti juga balik sendiri /dor. Masih ada dua tokoh utama yang belum dimunculkan, dijamin bakal makin ramai (cuma karena orangnya lebih banyak) plak. Makasih reviewnya dan keep reading 8D

-Aiko-chan Hayszehch: Salam kenal~ Bayangannya sudah terungkap di chapter ini. Saya sendiri juga sempat bingung, ga heran chapter pertama pendek sangat 8D *dibuang* Makasih reviewnya dan keep reading~

-Yasudahlah: Makasih, padahal ga basah =)) Chap ini asli tidak basah, hati-hati mengering (?). Paktjan beneran pusper dan keren kan? /plak

-Hiroko Jones: Salam kenal~ Di sini tak ada yaoi-nya, tapi kalau cuma amat sedikit hint mungkin boleh~ /dor. Makasih reviewnya dan keep reading 8D

-Ayano-Saki Mamoru: ...bubel bukan? Kok ada di sini? /plak. Tau saja, ini saya~~ *lambai-lambai* Makasih, padahal saya ngerasa kalau fic ini aneh. Keep reading =))

-Kuroi Onee-san: Salam frypan~ (?) Makasih, saran ditampung. Dan baguslah kalau ada yang bilang bagus, keep reading~ *kasih hadiah sebotol ingus kakek roma* /salah

Sekian untuk chapter ini. Seperti biasa, jangan lupa review 8D /dibuang