Dahulu, pada saat aku masih kecil, saat aku sedang berjalan-jalan dengan Akamaru, dari seberang sungai aku melihat seorang anak perempuan yang sangat manis. Aku menatapnya, dan seketika ia pun langsung membalas tatapanku dan wajahnya pun memerah. Kupikir, sepertinya anak perempuan itu memang seorang yang sangat pemalu. Anak perempuan itu menatapku, dan ia pun langsung berlari meninggalkan tempat itu. Dengan cepat aku dan Akamaru pun berlari mengejarnya dan akhirnya kami pun sampai di sebuah daerah milik Klan Hyuuga. Aku pun akhirnya langsung tahu bahwa ternyata anak perempuan itu berasal dari Klan Hyuuga. Disitu, aku melihat anak perempuan itu masuk kedalam sebuah rumah besar. Aku dan Akamaru pun mengikutinya.

Namun, penjaga rumah itu pun marah.

"Hei! Sedang apa kalian kemari? Kalian pasti bukan berasal dari Klan kami. Pergi, sana!".

Dengan sedih aku dan Akamaru pun akhirnya pulang kerumah.

Keesokan harinya, aku dan Akamaru berniat untuk mengunjungi rumah Shino di daerah milik Klan Aburame. Setelah bersiap-siap dan meminta izin orangtuaku, aku dan Akamaru pun langsung bergegas pergi kerumah Shino. Saat sampai di rumah Shino, kami bertemu dengan ibunya dan ibunya mempersilahkan kami masuk.

"Shino! Ayo cepat, ada temanmu ingin bertemu denganmu!" teriak ibu Shino.

Shino keluar dari kamarnya dan menanyakan maksud kedatanganku kerumahnya. Aku mengatakan bahwa kemarin aku menemui seorang anak perempuan yang sangat manis yang berasal dari Klan Hyuuga, dan aku meminta bantuan Shino untuk mempertemukan aku dengan anak perempuan itu. Shino mengangguk setuju dan ibunya pun memperbolehkannya pergi denganku. Aku merasa senang sekali.

Saat berjalan melewati sungai yang sama, aku dan Akamaru melihat anak perempuan yang kemarin baru saja kutemui.

"Shino, dialah anak perempuan yang kumaksud..." kataku.

"Oh, ayo kita ikuti dia!" jawab Shino. Kami bertiga pun langsung membuntuti kemana perginya anak perempuan itu.

Saat diikuti, ternyata anak perempuan itu masuk kedalam rumah yang sama.

"Kiba, setahuku, rumah yang semacam ini berarti rumah milik golongan Souke..." kata Shino.

"Hah? Souke? Apa itu?" aku bingung.

"Souke itu artinya keluarga inti atau keluarga utama di Klan Hyuuga. Setahuku begitu..."

"Shino, memangnya ada berapa macam keluarga yang ada di Klan ini?"

"2..."

"Apa saja?"

"Souke dan Bunke..."

"Kalau Bunke itu apa?"

"Hmm... Bunke itu apa, ya? Aku lupa..."

Tak lama kemudian, anak perempuan yang kami cari pun akhirnya keluar dari rumahnya dan menghampiri kami.

"Hmm... Selamat siang..." kata anak perempuan itu dengan wajah yang memerah. Manis sekali!

"Selamat siang..." balas Shino dengan terkagum-kagum. Shino pun langsung melepas kacamatanya.

Shino pun berbisik kepadaku.

"Wah, Kiba. Benar apa katamu... Manis sekali, ya! Hehehe..."

"Huh, dasar kau ini Shino..." jawabku kesal.

Aku pun mengumpulkan keberanian untuk berbicara dengan anak perempuan itu.

"Halo. Perkenalkan, aku Kiba Inuzuka. Siapa namamu?"

"... Namaku Hinata Hyuuga..." jawab anak perempuan itu.

"Oh, jadi namamu Hinata... Perkenalkan, aku Shino Aburame!" kata Shino dengan penuh semangat.

"... Sedang apa kalian kesini?" tanya Hinata.

"Jadi begini, temanku ini ingin bertemu denganmu. Katanya dia pernah melihatmu dari seberang sungai..." kata Shino panjang lebar.

"Oh! Jadi Kiba itu... Anak laki-laki yang menatapku dari seberang sungai, dan membawa seekor anak anjing berwarna putih itu, ya?"

Aku tidak bisa berkata apa-apa.

"Iya! Benar sekali! Kiba memang mempunyai seekor anak anjing berwarna putih yang bernama Akamaru..." jawab Shino.

"Wah, aku senang sekali! Senang berkenalan denganmu, Kiba-kun!"

"Kiba... Kun?" aku bingung.

Kenapa dia bisa memanggilku dengan sebutan itu? Padahal, kami baru saja berkenalan...

"Iya, Kiba-kun! ... Kalian mau menjadi temanku?"

"Tentu saja!" teriak Shino.

"Kiba-kun, bagaimana denganmu? Mau menjadi temanku?"

"... Iya, aku mau menjadi temanmu... Hinata-chan..." jawabku.

Seketika itu wajah Hinata pun memerah. Apa dia malu karena perkataanku yang tadi, ya?

. . . . .

Langit pun sudah mulai gelap. Aku dan Shino memutuskan untuk pulang.

"... Hinata, kami pulang dulu, ya!" kataku.

"Daaaaaaaaah!" kata Shino.

Hinata pun membalasnya dengan senyuman. Manis sekali! Akhirnya ia pun kembali masuk kedalam rumahnya.

Setelah aku mengantarkan Shino ke rumahnya, aku pun pulang. Dalam hati aku berpikir, mimpi apa ya aku semalam? Sampai-sampai aku bisa bertemu dengan anak perempuan semanis Hinata...