Disclaimer : Naruto punya'e Masashi, Cuma ceritanya punya saya.

Summary : Cinta… Semua orang di Konoha mulai terkena wabah cinta…

By : Filladelfia

Musim Cinta Di Konoha

"Apa kau yakin?" Tanya Chouji kepada Shikamaru. Shikamaru hanya mengangguk.

"mau tidak?" tanyanya lagi. "Aku akan memberimu sepuluh bungkus keripik kentang setiap hari selama kau melakukannya," kata Shikamaru serius. Mata chouji berbinar-binar.

"Tentu! Memangnya berapa lama kau akan membutuhkanku?" tanyanya lagi.

"Mungkin sampai aku benar-benar punya seorang cewek," jawab Shika acuh. Chouji hanya mengangguk senang sambil membayangkan betapa senangnya ia mendapatkan jatah keripik kentang dari seorang sahabatnya.

Temari memandangi mereka bertanya-tanya. Soalnya Shika dan Chouji tadi hanya saling berbisik.

"Kalian ini ngomongin apa sih?" tanyanya bingung.

"Oh, Shika sedang memb.." mulut Chouji tertutup tangan Shikamaru. Temari melotot.

"Heh! Jangan sok rahasia-rahasiaan gitu!" katanya sewot. Shikamaru menutup matanya setengah. "Halah, nanti kalau kuberi tahu, kau akan menyebarkannya kepada seluruh warga desa,"

"Apa kau bilang? Aku tidak ember tau!" Temari berkata marah. Shikamaru sudah terlanjur menutup mata.

***

Sore Hari…

"Sasuke…!" Sakura setengah berlari menyusul Sasuke. Sasuke menghentikan jalannya sambil menoleh.

"Hosh… Eng… Aku… eh, Kau mau ke mana?" Tanya Sakura sambil ngos-ngosan.

"Pulang," jawab Sasuke singkat. Sakura mengangguk pelan.

"Oh, kau tidak mampir ke Ichiraku dulu sekalian makan dengan Naruto?".

Sasuke berpikir sebentar. Sakura merasa gemas.

"Akh, gak usah mikir! Ayo!" kata Sakura seenaknya sambil menarik tangan Sasuke menuju ke Ichiraku Ramen.

"Hai, Naruto…!" Sakura melambaikan tangannya kepada Naruto yang sedang makan ke Ichiraku. Naruto menoleh kemudian tersenyum lebar.

"Sakura…! Ayo kemarilah!" katanya balas melambai. Sakura segera berlari ke Ichiraku disusul Sasuke.

"Sakura… kau seperti anak kecil saja," kata Naruto langsung tertawa kecil. sakura mengobrak-abrik rambut Naruto sambil berkata,"Dasar!!!"

Naruto tersenyum senang, kemudian pandangannya beralih ke arah Sasuke yang sedang menatap dia dan Sakura dengan tatapan aneh. Naruto tersenyum menang. Tanpa menunggu waktu lama lagi, Sakura langsung mengambil duduk di sebelah Naruto, sedangkan Sasuke di sebelahnya Sakura.

***

"Ja- Jadi…" kata Ibunya Shikamaru heran. Shikamaru mengangguk.

"Ini… pacarmu, ya?" kata Shikaku memastikan. Shikamaru kembali mengangguk.

"Ini pacarku, Kara," kata Shikamaru merangkul pinggang cewek di sebelahnya. Cewek bernama Kara tersenyum.

"Salam kenal," kata Kara sambil membungkukkan badannya yang sedikit gemuk itu.

"I… iya sudah! Ayo silakan masuk saja," kata kedua orang tua Shika bersamaan.

***

"Hey, jangan pacaran terus dong! Kita kan kesini mau latihan!" teriak Lee jengkel ketika melihat Neji yang sedang berduaan dengan Tenten di bawah pohon. Neji melihat Lee sebentar, kemudian memandang Tenten.

"Eng… Aku… latihan dulu ya?" katanya sambil berdiri menyusul Lee.

"Ya… hati-hati ya?" kata Tenten sambil tersenyum manis ke arah Neji yang langsung mengangguk.

***

"Aw…" Naruto menjatuhkan sumpitnya. Sakura yang hendak memasukkan mie ke mulutnya, tidak jadi, kemudian menoleh ke Naruto.

"Kenapa?" tanyanya sambil melihat ke tangan Naruto.

"Eng… Sakit Sakura, tadi sehabis misi tanganku terkilir," kata Naruto meringis. Sakura menggeleng pelan kemudian mengobati luka Naruto.

"Gimana?" tanyanya kepada Naruto.

"Enakan sih… Tapi kayaknya masih susah deh buat makan!" kata Naruto manja. Padahal sebenarnya bisa. Sakura mengerutkan dahinya gemas melihat Naruto.

"Terus? Mau disuapin?"

"Iya… please…" Naruto merayu.

"Memuakkan!" tiba-tiba Sasuke nyeletuk sambil tetap makan.

"He, Teme!! Diam kau!" kata Naruto sambil berteriak marah. Sakura menatap Sasuke dan Naruto bergantian.

"Kalian ini aneh sekali," katanya kebingungan. Akhirnya Sakura menyuapi Naruto makan mie ramen walaupun terpaksa. Naruto melahap mie yang disuapkan Sakura dengan senang. Sesekali ia melirik ke arah Sasuke yang melihatnya dengan pandangan benci. Naruto tertawa kecil.

"Kau ini kenapa sih? Nanti tersedak!" kata Sakura kesal karena melihat Naruto tertawa kecil. naruto hanya mengangguk. Sasuke menatapnya sinis.

"Sakura…biar aku saja yang menyuapinya!" kata Sasuke tiba-tiba membuat Naruto tersedak.

"Ug.. uhuk! Ogah! Aku tidak mau!" kata Naruto menolak. Sakura tersenyum penuh arti.

"Oke. Sasuke, tolong yah?" katanya kepada Sasuke kemudian bertukar tempat dengannya. Sasuke dengan sinisnya langsung menyuapi Naruto dengan banyak mie dengan tempo yang cepat. Naruto segera memuntahkan makanannya.

"Hoi, niat gak seh?" tanyanya marah. Sasuke hanya menatapnya penuh kemenangan. Sakura kembali bingung melihat mereka berdua. Biasanya memang bertengkar, tapi kali ini kok rasanya berbeda.

***

"He…hehe..," Shikaku tertawa pelan ketika melihat Kara makan dengan begitu lahapnya. Tanpa malu langsung mengambil makanan yang disediakan. Ibu Shikamaru sampai bergidik ngeri.

"Aw," Kara menghentikan makannya karena kakinya ditendang. Kara menoleh ke arah Shikamaru yang memberinya kode.

"Jaga perilakumu," kata Shika sambil berbisik. Kara hanya mengangguk kemudian tersenyum kepada orang tua Shikamaru.

"Ma… Maaf," katanya.

"Oh, tidak apa-apa! Tidak usah sungkan,"

***

"Sakura!!!" Ino yang baru datang langsung memeluk leher Sakura dari belakang.

"Uwaaaa! Ino… apa-apaan sih?" kata Sakura sewot karena kaget. Ino mengedipkan sebelah matanya kepada Sakura, masih memeluknya. Sakura memandangnya bingung, kemudian berdiri mengikuti Ino yang telah melepaskan pelukannya.

"Apa?" tanyanya ketika sudah agak jauh dari Ichiraku Ramen.

"Eng… Apa kau tahu apa yang terjadi padaku kemarin?" Tanya Ino

"Gak tuh! Ya mana aku tahu! Memangnya kenapa?"

"Yah, eh, ada kabar gembira!" kata Ino sambil mengerjapkan matanya berulang kali. Sakura memiringkan sedikit kepalanya sambil memincingkan mata, bingung melihat tingkah Ino. Ino tertawa melihat tingkah sahabat baiknya itu.

"Aku resmi tunangan sama Sai!!!" katanya sambil merangkul Sakura bahagia. Sakura tersenyum manis, kemudian berubah masam.

"Ya… selamat deh! Yah, itu sih berita baik buat kamu! Lha aku???" kata Sakura. Ino tersenyum manis.

"Ada kok berita baik buat kamu!"

"Apa?" Tanya Sakura antusias.

"Sini! Aku bisikin!" kata Ino sambil menarik lengan Sakura.

***

"Hinata!" kata Kiba sambil duduk di sebelah Hinata di bangku taman. Hinata menoleh kemudian tersenyum manis.

"Ya? Selamat sore, Kiba!"

"Hei…" kata Kiba lagi. Hinata tersenyum malu-malu.

"GUK!!" Akamaru mengonggong senang.

"A… Akamaru… Kenapa???" Tanya Hinata sambil mengelus kepala Akamaru.

"Hi.. hinata," Kiba membuka suaranya. Ia menundukkan kepalanya. Hinata menoleh sambil tersenyum masih mengelus kepala Akamaru.

"Hei… menurutmu… tentang perintah hokage untuk menikah itu bagaimana?"

"A…? Yang itu ya? A..aku be..belum memikirkannya, Kiba!" kata Hinata gugup.

"Oh… begitu ya? Hahaha… aku cuma bertanya saja Hinata, aku… ehm… cuma ingin tahu saja rencana Hinata," kata Kiba sambil menutupi kegugupannya. Hinata tersenyum menunduk.

***

"Huh! Asem!" kata Sakura ketus. Ino nyengir karena berhasil menjahili sahabatnya.

"Maaf!!!" katanya sambil menenangkan sahabatnya. Sakura memasang tampang manyun.

"Ayo, Ino, kita bisa pergi sekarang?" ajak Sai yang datang sambil tersenyum ke arah Ino.

"Mau kemana?" Tanya Sakura heran. Ino mengedipkan matanya, "Kami mau jalan-jalan. Udah dulu yah? Oh ya. Kamu terus berusaha ngedeketin manusia dingin itu yah?" kata Ino sambil berlalu. Sakura membalikkan tubuhnya kembali ke kedai.

"Ayo pulang, Sakura!" ajak Naruto sambil berdiri, diikuti Sasuke. Mereka sama-sama berpandangan kemudian sama-sama membuang muka.

"Kalian ini kenapa sih?" Tanya Sakura gemas kemudian menggandeng tangan kedua temannya.

Malam Hari…

Team 7, Narusasusaku masih berjalan menyusuri desa. Tak ada 1 kata pun yang terucap dari bibir ketiganya. Biasanya Naruto dan Sakura saling bercengkerama, tapi kali ini tidak biasa.

"Sakura…!" panggil Naruto yang langsung membuat Sakura menoleh padanya.

"Ya?"

"Kenapa cuma diam saja?"

"Aku cuma sedang berfikir!" kata Sakura kembali terdiam.

"Tentang apa, Sakura?"

"Menikah," kata Sakura enteng. Dan yak! Kata-kata itu sukses membuat kedua kawannya terkejut menoleh ke arahnya. Bedanya, si rambutkuningnanas itu berekspresi lebay dan meneriakkan kata 'apa', sedangkan si rambuthitambuntutayam itu berekspresi dingin namun tetap ada rasa terkejut yang tergambar dari wajahnya.

"Menikah?" Tanya Naruto.

"Iya… kau tahu? Tenten dan Ino sudah akan menikah. Tetapi aku sama sekali belum. Padahal aku juga ingin seperti mereka," kata Sakura menundukkan wajahnya. Naruto dan Sasuke sama-sama tersenyum kecil.

"Lalu?" Tanya Naruto dengan polosnya. Sakura melotot.

"Lalu??? Tentu saja aku juga ingin segera menikah! Kau tahu? Aku ingin segera menikah, atau kalau tidak aku akan jadi perawan tua seperti yang dikatakan orang-orang. Aku tidak mau!!!" kata Sakura sambil menunjuk-nunjuk muka Naruto. Naruto tersenyum ngeri.

"I..iya! kalau begitu menikahlah saja denganku!" kata Naruto santai.

Sakura menatap sahabatnya itu dengan ekspresi dingin. Ia kemudian menaikkan bahunya.

"Jadi…?" Tanya Naruto pelan.

"Entahlah…" jawab Sakura santai. Naruto tersenyum. Yah, senyum harapan untuk seorang Haruno yang dicintainya. Sedangkan Uchiha menarik nafasnya dalam-dalam.

Filladelfia : Aku tahu… Chap ini pendek, jelek. Dan Sakuranya jadi OOC. Maafkan saya…^^

Chap selanjutnya akan saya perbaiki. Maaf, pasti semua kecewa ya??

Oh ya, kali ini aku nagih review (^_^) –cerita jelek aja nagih-. Gomennasai, minna-san, tinggalkan jejak-jejak kalian di fic jelek saya…

Thank you buat SeEcReT gIrL, Akabara Hikari, Dolphin chan Kurosawa, HinataLavender, Shiho Kazuki U.K, Yuusaki Kuchiki, chariot330, slepping-cute, and semua yang udah baca. Salam hangat dari saya…^^