Disclaimer : Naruto punya'e Masashi, Cuma ceritanya punya saya.
Summary : Cinta… Semua orang di Konoha mulai terkena wabah cinta…
By : Filladelfia
Musim Cinta Di Konoha
"Ayo cepat pulang, sepertinya akan hujan," kata Sakura sambil tersenyum kepada kedua sahabatnya. Ketiga sahabat itu pun melanjutkan perjalanan.
***
"Akhir-akhir ini kau sering sekali membeli snack keripik kentang sebanyak itu. Untuk siapa?" Tanya ibunya Shikamaru kepada Shikamaru yang baru saja sampai di rumah.
"Ini untukku," jawab Shikamaru santai.
"Tumben. Memangnya kau doyan?"
"Ya, aku masuk kamar dulu," kata Shikamaru santai lalu berjalan ke kamarnya.
"Dia akhir-akhir ini aneh sekali!" kata ibu Shikamaru kepada Shikaku. Shikaku menganggukkan kepalanya.
"Ya, tapi entahlah! Aku berpikir ini semua ada hubungannya dengan pacarnya. Ya, mungkin sejak bersama atau lebih tepatnya mengenalkan pacarnya kepada kita, ia berubah. Membeli snack keripik kentang sebanyak itu setiap hari," Shikaku berkomentar sambil duduk di kursi.
"Ya, kupikir juga seperti itu. Firasatku mengatakan kalau ada sesuatu dengan Kara, ya, dengan pacar Shikamaru itu, tapi ya… cuma firasat saja," kata ibunya Shikamaru sambil membereskan pakaian.
***
"Terimakasih banyak, Naruto, Sasuke! Mau mampir sebentar?" Sakura menawari kedua sahabatnya yang langsung dibalas dengan gelengan kepala.
"TIdak, ini sudah larut, Sakura," kata Naruto sambil tersenyum. Sedangkan Sasuke hanya mengamati Sakura, seakan memang menyetujui perkataan Naruto.
"Oh! Yasudah, kalau begitu sampai jumpa. Selamat malam," Sakura kemudian masuk ke dalam rumah setelah memberikan senyum termanisnya kepada kedua orang yang disayanginya itu. Sekarang hanya tinggal Sasuke dan Naruto yang ada di tempat itu, di depan rumah Sakura.
"Jadi? Bagaimana menurutmu?" kata Naruto kepada Sasuke. Nadanya seperti sinis. Sasuke mengamati wajah Naruto dingin.
"Apa yang akan kau lakukan?" lanjut Naruto lagi. Sasuke masih mengamati Naruto tajam.
"Relakah kau jika suatu saat nanti akulah yang akan mendapatkan Sakura? Aku akan tetap berus-"
"Mustahil," potong Sasuke singkat.
"Apanya yang mustahil? Barusan bukankah kau mendengar bahwa ada kemungkinan jika aku akan mendapatkan Sakura?" kata Naruto lagi.
"Bodoh!"
"Sasuke! Aku tahu kita memang sahabat. Aku tidak ingin cuma gara-gara seseorang mungkin aka merusak persahabatan kita. Aku tahu kau juga menyukainya. Mulai saat ini, kita bersaing untuk mendapatkannya!" kata Naruto.
"Dasar bodoh! Untuk apa aku melakukan hal itu!" Sasuke berkata kemudian menghilang. Naruto menarik nafasnya dalam-dalam kemudian tersenyum. Mulai saat ini…
***
-
-
-
Sasuke… tampan, baik, cool, hebat, jenius… Dan aku menyukainya…
-
-
-
Naruto…periang, baik hati, lucu, setia, pengertian…Hebat Tapi… Aku hanya menyayanginya… Tapi… Aku… Mungkinkah?
-
-
-
Lee… … … Baik… Setia… hebat…selalu bersemangat… Tapi itu tak akan terjadi…Mungkin?
-
-
-
Pangeran Kaze… AKu tidak mengenalnya… Mungkin… Tapi tak akan…
-
-
-
Huh? Mungkin aku memang harus melupakannya! Dia terlalu keras! Aku tak mampu mencairkan es itu… Mungkinkah aku harus berpaling ke lain hati? Si Periang itu mungkin adalah orang yang aku perhatikan…Aku mulai…
-
-
-
Tidak! Kau pikir buat apa kau menunggunya selama ini? Setelah dia ada bersamamu, kau akan menyerah begitu saja? Bodoh! Dia memang es, tapi kau bisa merubahnya, tidak, kau tidak harus melelehkannya… kau hanya perlu… memberikan kehangatan padanya…Kau adalah orang terbodoh sedunia jika berpaling darinya. Kau pikir buat apa selama ini kau selalu menunggunya???? Kau harus yakin… dalam dirinya ada sesuatu yang mungkin tak kau ketahui.
-
-
-
Aku… Aku akan memberikan sesuatu yang indah untuknya. Aku akan membuatnya bahagia. Aku akan membuatnya berbeda. Aku ingin melihatnya tersenyum, aku ingin membahagiakannya. Ya… aku mungkin hanya seorang wanita pengganggu saja… tapi… aku ingin membantunya melupakan masa lalunya yang kelam…
-
-
-
Karena… Aku sangat mencintainya……
-
-
-
***
Pagi yang indah di Konoha…
"Sakura…!" teriakan khas Naruto terdengar dari dalam rumah Sakura. Sakura mengerutkan keningnya. Kenapa tuh anak! Tumben!
"Pagi, Naruto… Ada apa?" Tanya Sakura ketika ia membuka pintunya. Ia tampak terkejut. "Eh? Sasuke? Pagi. Ada apa semua?"
"Aku mau mengajakmu untuk makan di Ichiraku ramen hari ini…" kata Naruto bersemangat. Sedangkan Sasuke hanya melihat Naruto dengan ekspresi dingin.
"Oh… o..Ok!" kata Sakura gugup karena melihat tingkah kedua pria di hadapannya yang saling membuang muka.
"Heh! Sakura, kau mau jalan?" Sasuke mulai mengajak Sakura. Untuk apa? Entahlah!
"Hah? Jalan kemana Sasuke?" Tanya Sakura penasaran. Naruto mendelik tajam.
"Mengelilingi desa," jawab Sasuke santai.
"Hah… itu sih sama sekali tidak menarik… Sakura, kau pergi denganku saja! Makan malam yang enak di Ichiraku!!!" ejek Naruto kepada Sasuke. Sasuke menatap tajam Naruto.
"Hei?! Kalian ini kenapa sih?" Tanya Sakura kebingungan. Namun rupanya kedua orang itu tidak menghiraukan perkataan Sakura malah menatap tajam satu sama lain.
"Jadi…" kata Sakura memastikan.
"Kau ikut denganku!" kata Naruto bersemangat. Sasuke mendengus kesal. Terlihat dari wajahnya yang ingin mengatakan sesuatu tapi tertahan.
***
"Hm… Jadi kapan Hinata akan menikah?" Tanya Tenten ketika mampir ke rumahnya bersama Neji. Hinata menunduk blushing.
"I.. Itu… Belum sa… saatnya," katanya pelan. Tenten tersenyum.
"Neji, mungkin kau mempunyai calon untuknya?" Tanya Tenten kepada Neji sambil tersenyum manis. Neji menggeleng. "Saat ini belum,"
"Baguslah! Biarkan Hinata memilih sendiri! Maaf Neji, tapi selama ini, eh? Kau jangan marah yah?" katanya canggung.
"Hn,"
"Katanya selama ini kau terlalu mengekang Hinata, maksudku, tidak membiarkan dia memilih sendiri sesuatu yang diinginkannya. Eh? Kau jangan marah ya? Aku cuma memberi tahu saja,"
"Hn,"
"Yah… Kau mau berjanji padaku untuk membiarkan Hinata mencari pasangan hidupnya sendiri? Biarkan dia mendapat yang terbaik. Kalau kau sendiri bahagia, kau juga harus membaginya dengan semua orang, Neji," kata Tenten pelan, diselingi senyuman, takut menyinggung perasaan Neji.
"Hn, ya!" jawab Neji singkat, sudah begitu, ditambah anggukan, membuat Tenten merasa puas dengan jawabannya. Tenten mengerling ke arah Hinata yang langsung blushing.
"Jadi… Sudahkah kau memikirkannya?"
***
"Hmm. Sasuke…? Kau mau ikut?" Tanya Sakura yang langsung disambut gelengan kepala Naruto.
"TIDAK BOLEH!!!" katanya kesal. Sakura mengamati Naruto heran.
"Dasar pelit!" katanya kemudian menjitak kepala Naruto.
"Biarkan dia ikut atau tak ada acara makan sama sekali!!!" kata Sakura sambil melotot.
"Huuhhhh!!!" Naruto mendengus kesal kemudian berjalan di depan.
"Sasuke, itu artinya Ya" Sakura tersenyum kemudian berjalan mengikuti Naruto.
***
"Ya, kurasa kau cocok sekali bersamanya. Kau tahu? Dia mirip sekali dengan ibumu. Setidaknya seperti itu, kan? Lagipula… kata Ino dia bisa menjadi istri yang baik buatmu. Katanya, kau cocok sekali jika bersanding dengan Temari,"
-
-
-
"Ha? Menurutku dia tidak cerewet kok. Dia itu perhatian,"
-
-
-
"Karena… aku merasa dia mencintaimu, Shika,"
-
-
-
Merepotkaaaaannnnn!!! Huahm!!!! Kenapa aku memikirkan ini…???
***
Sore Hari…
"Selamat datang, Kara," sambut Ibu Shikamaru tersenyum ramah saat melihat Kara di depan rumahnya. Kara tersenyum mengangguk, dengan langkah mantap ia memasuki rumah Shikamaru.
"Shikamaru baru saja mandi. Jadi… kau menunggu di situ dulu, ya?" lanjutnya kembali sambil mempersilakan Kara duduk. Kara tersenyum sambil memandang ibu Shikamaru yang ikut duduk.
"Eh, Kara. Tante boleh Tanya?" Tanya ibu Shika hati-hati. Kara mengangguk.
"Emmm… begini. Kau tahu apa yang menyebabkan Shikamaru jadi aneh? Maksud tante, eng… begini. Tidak seperti biasanya Shikamaru menyukai ketipik kentang. Kau tahu? Setiap hari tante melihat ia membeli banyak sekali snack keripik kentang. Padahal, yang tante tahu, ia tak pernah menyukainya…" jelas ibu Shika panjang lebar.
"Oh… eh? Anu… itu ya?" Kara gugup.
"Sudah kubilang… saat ini aku menyukai snack kentang. Memangnya tidak boleh?" Tanya Shikamaru yang tiba-tiba datang.
"OH, jadi begitu ya???" kata Kara tiba-tiba. Ibu Shika menoleh ke arah Kara.
"Apanya…?"
"OH, anu… itu. Ternyata… Shika ganteng juga sehabis mandi…" sahut Kara ketika melihat tatapan Shikamaru.
***
Ketiga orang anggota kelompok 7 itu berjalan beriringan menuju taman. Banyak sekali pasangan muda-mudi di sana yang sedang berduaan menikmati pemandangan sore hari.
"Hmmmh!!" Sakura membuang nafas kemudian berjalan cepat.
"Ayo ke Ichiraku!!!" katanya sambil lewat cepat-cepat.
"Cemburu ya?" Tanya Naruto sambil cengengesan. Sasuke tersenyum tipis.
***
"Selamat sore…" kata seorang perempuan sopan. Ibu Shikamaru tersenyum. Seorang perempuan cantik dengan rambut dikuncir empat tersenyum.
"Maaf tante, Shikamarunya ada?"
"Ada. Ayo silakan masuk, dia ada di dalam," kata Ibu Shikamaru sambil mempersilakan duduk di ruang tamu. Terlihat di sana Shika dan seorang perempuan duduk di dalam ruang tamu.
"Hei, Shika. Kita disuruh keliling desa lagi kali ini!" kata Temari sopan. Shikamaru mendengus.
"Merepotkan," katanya sambil berdiri, diikuti Kara.
***
"Makaaaannnnn!" kata Naruto yang langsung menyantap makanan di depannya.
"Naruto… kau kan sudah besar…." Kata Sakura sambil menyipitkan matanya melihat Naruto. Mereka bertiga sedang berada di kedai. Mampir sebentar, mengisi perut. Lagipula, hari sudah malam.
"Dasar bodoh!" kata Sasuke. Naruto menghentikan makannya kemudian menoleh ke arah Sasuke.
"Teme!!! Jangan mulai!" katanya mengancam. Sasuke menatapnya tajam.
"He!! Kalian ini kenapa sih? Akhir-akhir ini aneh sekali! Sasuke! Kau jangan mulai! Naruto! Jangan mudah terpancing! Sekali lagi kalau kalian bertengkar, aku akan memukul kalian!!!" kata Sakura tegas. Kedua pria yang ada di sampingnya kini mulai makan kembali.
Filladelfia : Gomen… Pendek. Jujur saya kurang konsen sama fict ini. Soalnya sulit menentukan jalan ceritanya gimana. Maaf, apalagi saya updatenya juga cepat-cepat. Karena sebentar lagi saya mau hiatus mungkin keluar dari FFN. Jadi Thank's buat semua yang sudah turut ambil bagian dengan saya di FFN ini… (T_T)
