Disclaimer : Naruto punya'e Masashi, Cuma ceritanya punya saya.
Summary : Cinta… Semua orang di Konoha mulai terkena wabah cinta…
By : Filladelfia
Musim Cinta Di Konoha
Kara sekarang berada di ruang tamu Shikamaru. Ibu Shikamaru memintanya tinggal di sana sebentar untuk mengobrol.
"Sekarang waktunya makan malam, Kara. Ayo kamu makan malam di sini saja,"
Kara segera mengikuti ibu Shika ke ruang makan. Di sana sudah ada Shikaku. Mereka pun makan malam bersama. Dan rupanya sifat Kara yang asli muncul ketika melihat makanan. Ia makan banyak sekali. Sekarang ia kekenyangan. Hm. Orang itu tak dapat lagi mengontrol chakranya.
PPOOOVVV
"Chouji!!!"
***
"Dasar. Kenapa sih kau ini? Kau tidak merasakan sesuatu? Aku tahu, kau juga mencintai Sakura, kan?"
-
-
-
Team 7. Huh!
-
-
-
Sasuke… Apa aku boleh duduk di sebelahmu?
-
-
-
Sasuke!!!
-
-
-
Sasuke kumohon jangan memaksakan diri!!!
-
-
-
Jangan pergi! Kalau kau pergi aku akan teriak!
-
-
-
Aku mencintaimu sampai tak tertahankan…
-
-
-
Bawalah aku bersamamu
-
-
-
Dia…
-
-
-
Adalah orang pertama yang membuatku merasa bingung. Aku tidak mengerti! Dia memang menyebalkan! Tapi… aku merasa ia berbeda… Apakah? Bodoh!
***
"Hei, Sasuke?" kata Sakura yang melihat Sasuke melamun.
"HOI TEME!!!!!!!" teriak Naruto di dekat telinga Sasuke yang sukses membuat Sasuke terkejut dengan ekspresinya yang biasa (?). kaget tapi ekspresinya tidak banyak banyak berubah.
"Huh! Dobe!" kata Sasuke ketus kemudian melanjutkan makannya. Akhirnya mereka pun pulang. Sambil menepati janji untuk Sasuke mengelilingi desa.
"Hei… hei Sakura! Bagaimana menurutmu tentang perintah menikah itu, hm?" Tanya Naruto sambil menaruh tangannya di belakang kepala seperti biasanya. Sakura mengerutkan keningnya.
"Hm… aku bingung, Naruto. Semakin lama aku semakin bingung. Aku… mempunyai banyak laki-laki yang…. Hei? Ada apa memangnya? Kau sendiri?" katanya sedikit gugup.
"Hm… kalau aku sih, tentu saja n gadis yang aku cintai, dan itu-"
"Hm. ?"
"Haah. Jadi malu…!" Naruto menggaruk belakang kepalanya.
"Cih!" Sasuke menyahut cepat.
Naruto mendengus kesal.
"Kalau kau Sas- Sasuke…? Hah? Loh? Dasar! Kenapa dia sering ilang sih?" Tanya Sakura sebal ketika mencari sosok Sasuke. Naruto ikut celingukan mencari sosok Sasuke.
"Mungkin dia ada urusan!" kata Naruto serius sambil berjalan mendahului Sakura dengan kedua tangannya menopang dibelakangnya. Sakura memandang sahabatnya itu aneh.
"Naruto! Ada yang ingin aku bicarakan padamu!"
Naruto berhenti kemudian menoleh. "Tentang apa?"
"Tentang sikapmu dan Sasuke yang aneh belakangan ini! Kenapa kalian seperti sedang bermusuhan sih?" Tanya Sakura serius.
"Kenapa memangnya?" Tanya Naruto sambil menatap Sakura tajam, serius. Sakura terhenyak.
"Kenapa? Tentu saja ini membingungkan sekali bagiku! Aku sangat-sangat bingung karena sikap kalian berdua. Bisakah kalian hidup seperti dulu lagi. Bukankah kalian selalu menganggap saudara satu sama lain?" Tanya Sakura terlihat mulai sebal kepada Naruto.
"Semua bisa berubah karena sesuatu!"
"Oh ya? Bisa tunjukan sesuatu itu. Kenapa bisa?"
"Kau benar-benar ingin tahu sesuatu itu?"
"Ya! Katakan!"
"Sesuatu itu adalah dirimu!"
Bagai mendengar sesuatu yang mengejutkan. Sangat mengejutkan. Sakura berdiri mematung.
"A…Aku?" bagaimana bisa?"
"Aku dan Sasuke adalah orang yang menyukaimu jika kau ingin tahu. Kami menjadi berbeda semenjak kami berdua mengetahui apa yang kami rasakan! Dan kau tahu? Itu hanya untuk memperebutkanmu!"
Sakura tetap mematung. Ia benar-benar bingung sekarang. Ia mengamati Naruto.
"Aku akan menyelesaikan masalah ini!" katanya tegas.
"Oh ya?"
"Aku…."
"Sakura…" Naruto bertanya lagi. Sakura menatapnya lekat-lekat, "Ya?"
"Eh, kau… masih mengharapkan Sasuke, ya?" tanyanya sambil menunduk. Suaranya terdengar kecewa. Sakura ikut menunduk, kemudian menatap Naruto tersenyum.
"Emm… Ma… Maafkan… Maaf…kan aku… Na… Naruto…. Ya. Aku masih menunggunya. Naruto… Maafkan aku. Aku tahu perasaanmu yang sebenarnya kepadaku. Aku tahu itu. Tapi… maaf jika aku tidak bisa membalasnya. Karena aku mencintai Sasuke dan… dan aku…," kata Sakura gugup.
"Aku tahu. Kau tidak pernah menyukaiku. Iya kan?" kata Naruto mencoba tersenyum. Kemudian Naruto bergaya seperti biasa, nyengir di depan Sakura. "Sudahlah, Sakura. Kau tidak perlu seperti itu. Aku malah yang merasa bersalah kalau memaksamu untuk mencintaiku. Aku yakin, kau akan bahagia jika bersama Sasuke. Benar kan? Lagipula…. Aku sudah sangat senang berada di dekatmu, Sakura," kata Naruto sambil tersenyum tulus. Sakura kembali memandang sahabat terbaiknya itu lekat-lekat. Ia bersyukur mendapat sahabat sepengertian Naruto.
"Te… Terimakasih… Naruto!" Sakura berkata sambil memeluk Naruto, membuat cowok itu wajahnya bersemu merah. Naruto yang sudah dipeluk Sakura menjadi keenakan, malah memeluk gadis itu lebih erat lagi. Sakura yang menyadari itu langsung memukul punggung Naruto.
"Dasar!!! Cari kesempatan kau yah?" teriak Sakura marah. Naruto mengelus punggungnya yang sakit terkena pukulan Sakura yang bergelar 'tenaga monster' itu.
"Ng… Tidak kok! Aku hanya mencoba meresapi. Itu saja," kata Naruto tertawa kecil. sakura gemas melihat Naruto.
***
Pagi yang mendung di Konoha…
Terlihat gerombolan cewek sedang berjalan-jalan memakai baju santai.
"Andai tiap hari seperti ini. Wow! Indahnya hidup," kata seorang cewek berambut pirang, Ino. Dia merenggangkan kedua tangannya ke atas. Sakura yang iseng langsung menutup hidungnya kemudian disusul dengan diobrak-abriknya rambut pink miliknya oleh Ino. Hinata dan Tenten tertawa kecil.
"Woy! Ino uh!!! Berantakan tau!" kata Sakura marah. Ino nyengir kemudian tangannya maju ke mulut Sakura, gemas dengan mulutnya. Sakura menghindar.
"Udah!!! Kita jadi ke taman yah?" kata Tenten sambil melerai kedua sahabatnya itu. Yup! Hari bebas misi Konoha… Gak ding. Tidak ada istilah hari bebas misi di Konoha, yah, cuma hari itu sedang tidak ada misi sama sekali. Dunia sedang damai-damainya. Tidak ada perang, shinobi nganggur.
"Jadi lah. Tapi mendung nih!" kata Ino sambil menengadah. Ketiga temannya mengikuti gerak-geriknya kemudian mengangguk kecewa.
"Padahal, kita cuma bisa berkumpul saat seperti ini saja. Besok belum tentu bisa, kan?" kata Sakura kecewa.
"A… anu… Ka.. kalau cuma men.. mendung, kita masih bi.. bisa kok!" kata Hinata mencoba menyenangkan ketiga sahabat lainnya. Semua tersenyum.
"Yup!!! Jarang juga kita hujan-hujanan," kata Ino semangat dan langsung disambut seruan 'huuu' dari Sakura.
"Yah, aku rasa tak apa. Lagipula… hari ini meskipun mendungnya sangat tebal, kita masih bisa melihat pemandangan sebentar kok. Enak loh!!!" sahut Tenten tersenyum lebar. Mereka mengangguk mengiyakan kemudian berjalan menuju ke taman. Mereka duduk di bawah pohon sambil ngobrol ngalor ngidul.
"Udaranya dingin…" kata Sakura sambil bersandar di bawah pohon.
"Hmm… Andai aja Sai-ku sayang ada di sini. Uh, anget!!!" jawab Ino ngasal. Tenten tersenyum sambil membayangkan, seandainya Neji nan cakep itu ada juga disini. Sedangkan Sakura hanya bisa ngayal… Sasuke lagi! Hinata pun menunduk sambil membayangkan wajah Naruto. Dan bisa ditebak, sekarang beberapa insan yang ada di bawah pohon itu diam tenggelam dalam pikiran masing-masing dengan pipi yang bersemu merah.
***
"Hahahahaa!!!! Bagus… Begitulah, kita harus tetap mengandalkan semangat muda kita…"
"Wow enak. Tak akan kubiarkan sampai pada suapan terakhir pun hilang…!"
"…"
"Tambah lagi Ramennya!!!!"
"Naruto… jangan makan terlalu banyak,"
"^^"
"…"
Mungkin lebih pantas jika hari ini adalah Hari Nongkrong di Konoha. Saat ini para ninja pria sedang ada di Kedai Ichiraku. Seperti yang sudah kentara dari percakapannya, terlihat Lee, Chouji, Neji, Naruto, Kiba, Sai, dan Sasuke sedang ngobrol, tepatnya nongkrong.
"Heh!!! Mendung!" kata Chouji membuka percakapan.
"Lalu?" Tanya Naruto sambil tetap mengunyah ramen.
"Tidak ada. Aku kan cuma baca dialog," jawab Chouji ngasal.
"Oh…" jawab Naruto dengan wajah polosnya.
"Udaranya dingin…" kata Lee.
"Lalu???" Tanya Naruto pula diikuti tatapan sebal dari Chouji.
"Seandainya saja ada Sakuraaaaa," kata Lee sambil tangannya memperagakan seperti memeluk seseorang, namun hanya memeluk dadanya sendiri saja.
"Heh! Sakura milikku tau!" kata Naruto mulai panas. Lee nyengir.
"Tidak!!! Walaupun Sakura sudah menolakku, aku akan tetap berusaha dengan semangat masa mudaku…!!!" kata Lee yakin.
-
-
-
"Tentu saja, kau langsung menghilang setelah melihat Lee. Kau cemburu kan? Aku tahu dari dulu, kau sebenarnya cemburu jika Sakura dekat dengan laki-laki lain. Iya kan? Memangnya selama ini aku tidak memperhatikan? Aku selalu melihat ekspresi wajahmu ketika Sakura sedang bersama laki-laki lain."
-
-
-
Huh?
-
-
-
"Kau seharusnya tahu apa yang dirasakan Sakura kepadamu. Kau beruntung. Banyak orang yang menyukainya, tapi dia tetap saja memilih untuk menunggumu,"
-
-
-
-
…………
-
-
-
"Hmmm…. Hei… Aku jadi ingin tahu apa yang terjadi pada Shikamaru!" kata Chouji sambil bergumam. Naruto mengerutkan keningnya.
"Kenapa?"
***
"Seharusnya kamu malu jadi dirimu sendiri!!!" kata Shikaku kepada Shikamaru yang menunduk malas.
"Kalau tidak punya bilang saja tidak punya, tidak usah bohong!!! Jangan-jangan kau ini memang suka Chouji, ya???" kata Shikaku lagi. Shikamaru hanya menggeleng.
"Kalau begitu jelaskan!!!" kata Shikaku sambil menatap Shika tajam. Shika hanya menjawab pelan, menjelaskan kalau dia memang tidak punya pacar dan sedang mencari pasangan yang benar cocok untuknya.
"Oh ya? Begitu rupanya ya?" kata Shikaku sambil manggut-manggut.
"Menikahlah dengan Temari!" kata ibu Shikamaru cepat yang sukses membuat Shika kaget.
"Hah?"
***
"Saiiiiiiii!" Ino berteriak senang sambil bangkit berdiri ketika melihat Sai datang bersama teman-temannya. Sai tersenyum. Kemudian mendekat. Ino langsung bergelayut manja ke lengan Sai.
"Huuu… memalukan!" ejek Sakura. Ino cemberut. "Haaah. Bilang aje cemburu buk!"
Sakura mengerucutkan mulutnya. "Engga! Ngawur banget!" setelah berkata seperti itu ia pergi. Ino tersenyum manis. Kemudian melirik Sasuke yang memperhatikan Sakura dari belakang. Naruto mengamati Sasuke sinis. Uh, kenapa dia harus memilihnya…
Naruto langsung mengejar Sakura. Sasuke masih mematung kemudian memutuskan pergi entah kemana.
"Ah, Sakura…. Kau kenapa langsung pergi!!!" omel Naruto. Sakura menoleh sebentar. Matanya tampak berair.
"Eh? Kau kenapa? Kenapa menangis???" tanya Naruto terkejut. Sakura menggelng. "Bukan apa-apa," Sakura langsung berbalik meninggalkan Naruto.
"Hei!!! Tunggu, Sakura… aku ingin membantumu… anggaplah ini sebagai tanda persahabatan kita atau tanda cinta untuk terakhir kalinya dariku!"
Sakura menoleh. Naruto tersenyum.
***
Filladelfia : Maaf. Saya emang kena WB tapi tetap maksa. Ceritanya gak mutu nih… X(.
Gomen. Saya menyelesaikan fict saya sebelum pergi dari FFN. Gomen….
