A/N : Hola! Nova balik lagi nih. Makasih ya udah nunggu. Terutama buat si Fedeoya Kimchi yang udah sudi membaca dan mereview every single chapter. Thanks a lot ya :p
Disclaimer: Kalo FF universe aku yang punya jadinya bukan game. Tapi sinetron. Ntar yang maen Andre Taulani, Nunung, dan Sule. Oke, ini mulai ga jelas.
Nih, chapter 4
Ada kalanya Cloud merasa sangat bersyukur punya teman-teman yang sudah ia anggap sebagai keluarga. Mereka keren, dan baik, dan pengertian, dan…..keren. Mereka juga suka ikut campur, dan pada saat itulah saat-saat dimana kadang Cloud ingin sekali menggilas mereka dengan roda depan Fenrir.
Seperti sekarang.
"Sedang apa kau di sini Vincent?" Cloud berusaha bertanya dengan sopan kepada pria berambut hitam panjang dan bercakar kuningan yang duduk dengan mengangkat kedua kakinya ke atas meja.
Dengan suara bariton suramnya yang khas Vincent menjawab, " Diajak Yuffie". Ia memberi isyarat mata ke arah ninja mungil berambut bob yang dimaksud.
"Dan mau apa kau ke sini Yuffie? Juga Cid dan Barret". Kedua orang yang disebut terakhir tadi langsung pura-pura sibuk menghabiskan sarapan di atas meja dengan serius sementara Yuffie dengan lancar membual dengan muka tak berdosa.
Ehm.. eh, tadi gue lagi dikejar sama gerombolan massa gara-gara ketahuan nyopet ibu-ibu di pasar. Trus ketemu 'deh sama temen-temen di jalan. Mereka bantu gue kabur. Gitu ceritanya'.
Jelas-jelas tidak percaya, lelaki pirang itu berkata, "Oh ya? Lalu bisa langsung ketemu ketiga-tiganya 'ya. KEBETULAN SEKALI, YA". Ia memberi tekanan pada kalimat terakhir.
"Aku yang hubungi mereka, Cloud. Jangan marah". Tifa muncul dari dapur sambil membawa piring yang berisi sarapan. "Sekarang cepat duduk dan makanlah".
"Kenapa kalian selalu seenaknya ikut campur atas hidupku?". Sambil menggerutu ia duduk dan menerima piring berisi bacon dan telor orak-arik yang disodorkan Tifa.
" Masalah ini bukan hanya urusanmu, Cloud", kata Barret "Kadaj dan kawanannya telah bertanggung jawab dalam membuat keadaan Edge jadi lebih runyam. Kami harus ikut memastikan bahwa sisa kloning Sephiroth itu tidak akan jadi sumber masalah baru".
"Tetapi mereka memanggilku Abang. Aku pikir mungkin ada alasan yang membuat ini adalah urusanku" dengan egois Cloud menyahut.
"Jangan ge-er. Mereka anggap semua yang kena geostigma 'tu saudara. Loe ga punya arti lebih. Ga ada yang istimewa buat mereka kecuali Jenova dan Sephiroth". Cid berkata seperti itu setelah menghembuskan asap rokok dari lubang hidungnya.
Walaupun dongkol, Cloud diam-diam mengakui kata-kata temannya tersebut. Sebenarnya ia hanya ingin membuktikan bahwa ia cukup terpercaya dalam menyelesaikan sesuatu dan tidak lagi dianggap sebagai seorang pemuda yang kabur dan menghilang karena masalah emosional.
-#-
Isi kepala Reno:
Terus-terang ya, awal-awalnya sih gue rada heran gitu kok Bos Shinra mau gitu nampung orang kayak gini. Trus gue pikir, ah, palingan mau dipake bikin eksperimen macem-macem lagi. Tapi,siapa scientist gila yang mau diajakin lagi? Hojo 'kan udah modar. Tapi kalau gue pikir-pikir, emangnya Bos ga kapok apa dengan kejadian Sephiroth kemaren, masa' mau bikin macem-macem lagi? Rasanya ga sebego itu juga….Keadaan perusahaan kan lagi krisis berat. Gaji gue aja udah berapa bulan nunggak. Sialan, kurang duit buat beli rokok….
Mungkin aja kali ini mau menebus semua kesalahan yang dulu terjadi, toh, pada awal mulanya bukan Sephiroth, Kadaj, Loz, atau Yazoo yang salah. Gue jadi kasian deh sama nih anak. Dia jadi nanggung beban dari perbuatan Sephiroth.
Bah, sejak kapan gue ikut campur mikirin urusan orang lain begini. Lama amat 'sih yang di WC ni…hamper cepirit 'nih, brengsek.
A/N: Wakakakakak….ini dia chapter berikutnya, sebenarnya lebih kepada selingan sih. Alnya aku suka banget nulis Reno. Munbgkin karena gayanya yang serampangan itu kali yah…
Review yahhh….^_^
