DISCLAIMER: Saya tidak punya Ojamajo Doremi. Saya suka acara ini, jadi saya memutuskan untuk menulis cerita ini. Ojamajo Doremi adalah acara yang dibuat oleh Toei Animation pada tahun 1999-2004.
Catatan Author: Masuk di chapter 2!
Kali ini, ceritanya bersumber dari Ojamajo Doremi Sharp episode 19, tepatnya menceritakan lebih lanjut tentang pertengkaran antara Doremi dan Hazuki tentang kelinci saat mereka masih di TK.
Doremi's Life
.
Chapter 2 – Hazuki, Usa-chan to Akatonbo
Suatu hari, di TK Sonatine...
Seorang gadis kecil menghampiri sebuah kandang berukuran cukup besar, dimana terdapat seekor anak kelinci putih yang memang dipelihara di TK Sonatine.
Ia menatap anak kelinci itu lalu berpikir, 'Kasihan Usa-chan. Tiap hari penampilannya selalu sama. Dia pasti bosan menatap bulunya yang hanya berwarna putih itu.'
Gadis kecil itu lalu memutuskan untuk mengambil sebatang spidol dari dalam kelasnya, kemudian mencoret wajah anak kelinci itu.
'Begini lebih baik,' pikirnya yang kemudian menaruh kembali spidol yang dibawanya ke kelasnya, lalu memutuskan bergabung dengan anak lainnya yang sedang bermain perosotan.
Ia tidak tahu, bahwa ada seorang temannya yang melihatnya mencoret wajah anak kelinci itu. Seorang gadis kecil berkacamata yang rambutnya dikuncir dua bernama Shimakura Kaori.
'Ternyata kau iseng juga, Doremi-chan,' pikirnya, 'Tapi kau lihat saja nanti. Pasti akan ada seseorang yang memarahimu karena perbuatan isengmu itu, hehehe...'
Benar saja. Beberapa menit kemudian, seorang gadis kecil lain yang juga berkacamata berlari mendekati teman-temannya yang sedang bermain dengan membawa anak kelinci itu sambil berteriak, "Kyaaa! Siapa yang melakukannya?"
Hazuki menatap kedelapan temannya yang sedang bermain disana. Tiga orang sedang memanjat palang kubus, empat orang bermain perosotan (seorang diantaranya Doremi) dan satu orang lagi sedang duduk disana, yaitu Shimakura Kaori yang tadi memergoki Doremi mencoret wajah anak kelinci yang dibawa Hazuki.
"Aku melihatnya! Doremi-chan yang melakukannya!" adu Shimakura kepada Hazuki, yang seketika itu juga membuat Doremi kaget.
Hazuki lalu menghampiri Doremi dan memarahinya, "Kamu ini! Kasihan kan, Usa-chan."
Hazuki menangis, "Usa-chan... kawaiso..."
"Hazuki-chan, jangan nangis..." ujar Doremi yang kemudian ikut menangis sambil meminta maaf, "Gomen... gomen nasai..."
Setelah mereka berdua berhenti menangis, Hazuki akhirnya memaafkan Doremi juga.
Hazuki memang sahabat terbaik Doremi sejak mereka pertama kali masuk di TK Sonatine, bahkan lebih dekat dari Nanako yang lumayan sering berjalan-jalan bersamanya. Karena itulah, Doremi selalu berusaha untuk menjaga perasaan Hazuki sebaik-baiknya. Dia tidak mau lagi membuat Hazuki menangis.
'Apalagi... aku beberapa bulan lebih tua darinya,' pikir Doremi, 'Jangan sampai aku membuatnya menangis lagi, seperti waktu itu. Cukup sekali itu saja aku membuatnya menangis, karena ia sahabat terbaikku.'
Beberapa hari setelah 'insiden wajah anak kelinci' terjadi...
Hazuki jatuh sakit dan sempat tidak masuk sekolah selama beberapa hari, dan saat itulah sesuatu yang buruk terjadi pada anak kelinci kesayangannya itu...
Hampir semua murid TK Sonatine yang seringkali membawa anak kelinci itu bermain keluar kandangnya, dan tak jarang mereka lupa menutup dan mengunci pintu kandang anak kelinci itu setelah mereka selesai bermain. Biasanya, ada guru mereka yang akhirnya menutup dan mengunci pintu itu...
Tapi kali ini, tidak ada yang menyadari hal itu.
Sore itu, tidak ada seorangpun yang berada di TK Sonatine, dan pintu kandang anak kelinci itu masih terbuka. Seekor anjing liar kemudian masuk dan menyerang anak kelinci itu, menggigitnya sampai anak kelinci itu mati.
Keesokan harinya, semua orang terkejut mendapati pintu kandang yang terbuka dan si anak kelinci yang sudah tak bernyawa didalamnya. Banyak anak yang menangis karena kematian anak kelinci itu.
'Untungnya, Hazuki-chan masih belum masuk sekolah hari ini, jadi ia tidak perlu menangisi kepergian Usa-chan,' pikir Doremi, 'Tapi... bagaimana kalau nanti ia masuk dan tahu kalau Usa-chan sudah tidak ada? Dia pasti akan bersedih. Apa yang harus kulakukan supaya ia tidak bersedih ya?'
Ia terus memikirkan hal itu saat semua murid TK Sonatine (termasuk dirinya dan kecuali Hazuki yang tidak masuk) mengubur bangkai anak kelinci itu di halaman belakang sekolah. Seketika, ia mendapat ide bagus agar Hazuki tidak tahu kalau anak kelinci itu sudah mati, tapi tentu saja, ia membutuhkan bantuan dari teman-temannya yang lain supaya mereka tidak memberitahu Hazuki tentang hal itu.
Ia lalu berkata, "Ne, minna. Kalau bisa... sebaiknya, kita jangan kasih tahu Hazuki-chan tentang matinya Usa-chan ya?"
"Kenapa?" tanya Yada Masaru.
"Hazuki-chan kan sayang banget sama Usa-chan. Dia pasti akan sedih sekali kalau tahu Usa-chan sudah mati."
Akhirnya mereka sepakat untuk tidak memberitahu Hazuki tentang kematian anak kelinci itu.
Keesokan harinya, Hazuki sudah sembuh dan sudah kembali masuk sekolah seperti biasanya. Seperti biasa, ia menghampiri kandang tempat biasanya anak kelinci kesayangannya itu berada.
Tapi tentu saja, hari ini ia tidak dapat melihat apapun didalam kandang itu. Ia hanya dapat melihat kandang kosong.
"Usa-chan pergi kemana?" katanya sambil menatap kandang kosong itu, "Tidak biasanya..."
"Anou ne, Hazuki-chan," Doremi menghampirinya dan berkata, "Usa-chan dijemput sama okasannya... pulang ke rumah mereka."
"Eh, hontou?"
Doremi mengangguk pelan, "Yah, mau bagaimana? Memang lebih baik kalau kita membiarkan Usa-chan tinggal bersama keluarganya, kan?"
Hazuki juga mengangguk. Ia tersenyum, "Kau benar juga, ya..."
Mereka berhasil menyembunyikan rahasia tentang anak kelinci itu dari Hazuki, setidaknya sampai ia menemukan makam anak kelinci itu secara tidak sengaja...
"A-apa ini?" kata Hazuki, tidak percaya dengan apa yang tertulis di batu nisan yang ada di makam tersebut, "Usa-chan..."
Ia lalu menoleh kepada Doremi yang kemudian menghampirinya bersama Nanako dan Mutsumi, "Doremi-chan, apa maksudnya ini?"
"Hazuki-chan..."
"Kenapa kau berbohong padaku? Doremi-chan... aku nggak percaya. Ternyata kamu tukang bohong!" teriak Hazuki, "Doremi-chan no baka!"
Doremi lalu merasa bersalah. Ia kemudian berlari menuju ruang musik.
'Bodohnya aku! Apa yang kulakukan? Sekarang, Hazuki-chan malah merasa lebih sedih lagi, dan semua ini gara-gara aku...' pikirnya sambil berlari, 'Sekarang ia membenciku...'
Hazuki yang marah kemudian masuk kedalam kelas.
Nanako dan Masaru yang tahu betul mengenai sebab Doremi tidak memberitahu tentang kematian anak kelinci itu kepada Hazuki lalu menghampirinya di dalam kelas dan memberitahu Hazuki tentang semuanya.
"Hazuki-chan, Doremi-chan melakukannya karena ia tidak ingin melihatmu bersedih," ujar Nanako.
"Eh?"
"Hontou da yo," sahut Masaru dengan polosnya, "Sebenarnya..."
Nanako dan Masaru menjelaskan semuanya kepada Hazuki, yang kemudian menyadari kalau sebenarnya, Doremi melakukan itu hanya untuk menjaga perasaannya saja.
Hazuki lalu bergegas menyusul Doremi ke ruang musik dengan membawa sebuah biola kecil miliknya. Dia menghampiri Doremi yang sedang bermain piano sambil bersedih.
"Gomen nasai," kata Hazuki. Doremi menoleh.
"Doremi-chan, gomen nasai," ulang Hazuki.
"Hazuki-chan..."
"Masaru-kun sudah cerita semuanya padaku. Maafkan aku karena sudah menuduhmu yang tidak-tidak..."
Doremi lalu menekan sebuah tuts piano dengan senang. Ia tersenyum dan berkata, "Daijoubu yo. Aku tidak marah padamu, Hazuki-chan. Kau tidak perlu minta maaf."
Hazuki juga tersenyum, "Arigatou."
Ia kemudian memulai pembicaraan lain, "Ah, aku dengar-dengar... Doremi-chan belajar main piano ya?"
"Ya... sedikit. Okasan yang mengajariku," jawab Doremi sambil tersipu.
"Kebetulan... aku juga sedang belajar main biola," ujar Hazuki, "Bagaimana kalau kita mainkan lagu 'Akatonbo' sama-sama?"
Doremi mengangguk, kemudian mereka memainkan lagu 'Akatonbo' bersama-sama. Mereka tidak tahu, bahwa teman-teman sekelas mereka mengintip mereka dari pintu ruang musik, tersenyum melihat Doremi dan Hazuki yang memainkan lagu itu dengan baik.
Catatan Author: Yay! Inilah chapter dua dari fic ini!
Di chapter ini, saya nggak terlalu kesulitan nulisnya (secara, episode yang satu ini pernah tayang di Indo, dan juga, saya punya anime comic dan videonya, hehehe...).
Tapi tentu saja, saya nggak ngejiplak persis apa yang ditulis di anime comicnya. Saya sesuaikan dengan apa yang saya tonton di episodenya sendiri (termasuk diantaranya pemakaian suffiks –chan juga sebutan 'Usa-chan' yang dipakai untuk memanggil anak kelinci yang diceritakan disini). Saya tambah sedikit diawal tentang alasannya Doremi mencoret wajah anak kelinci itu (nggak mungkin kan, kalau dia melakukannya tanpa sebab yang jelas).
Chapter selanjutnya akan jadi chapter yang campur aduk. Ada sedihnya, tapi juga ada lucunya. Penasaran? Pantengin terus ya? Jangan lupa juga untuk RnR.
Dan jangan lupa, sebentar lagi akan ada Indonesian Fanfiction Awards 2011! Harap berpartisipasi ya?
