DISCLAIMER: Saya tidak punya Ojamajo Doremi. Saya suka acara ini, jadi saya memutuskan untuk menulis cerita ini. Ojamajo Doremi adalah acara yang dibuat oleh Toei Animation pada tahun 1999-2004.

Catatan Author: Sampai di chapter 5!

Seperti janji saya di chapter 4 kemarin, chapter 5 ini akan sedikit bercerita tentang Onpu, juga tentang apa yang terjadi di episode-episode terakhir season 1. Pantengin terus ya? ^^


Doremi's Life

.

Chapter 5 – Save Our New Best Friend


'Ternyata Onpu-chan juga majominarai... dan, bukan hanya itu. Dia... dia majominarai didikan Majoruka...'

Itulah yang dipikirkan Doremi, setelah ia, juga Hazuki dan Aiko, mengetahui bahwa teman baru mereka di sekolah yang juga seorang artis bernama Segawa Onpu ternyata adalah seorang majominarai didikan Majoruka, saingan Majorika yang selama beberapa hari sempat merebut Maho-dou dari tangan Majorika.

Awalnya, mereka tidak menyadari hal tersebut, sampai akhirnya mereka melihat gadis berambut pendek itu tampil di panggung audisi dengan kostum penyihirnya yang berwarna senada dengan warna rambut dan matanya, ungu.

Majorika berkata kepada Doremi, Hazuki dan Aiko bahwa Onpu adalah saingan mereka. Kalau sebelumnya mereka bisa mengalahkan Majoruka, sekarang mereka juga harus bisa mengalahkan Onpu.

'Masa sih, kami harus bersaing dengannya?' pikir Doremi, 'Kelihatannya Onpu-chan anak yang baik.'

Seperti halnya Doremi, Hazuki dan Aiko juga menganggap bahwa mereka tidak harus bersaing dengan Onpu. Setidaknya, mereka bisa menjadi sahabat baik.

Karena itulah, mereka berusaha keras memberitahu Onpu supaya ia tidak menggunakan sihir untuk mengendalikan perasaan orang atau semacamnya, yang jelas-jelas merupakan sihir terlarang.

Mereka tidak peduli, meskipun Onpu tidak sepenuhnya mendengarkan saran mereka, hanya karena ia merasa terlindungi oleh jimat pemberian Majoruka.

'Peduli amat soal hubungan antara Majorika dan Majoruka. Bagaimanapun, Onpu tetap teman kami. Dia teman sekelas kami. Semua ini tidak ada hubungannya dengan Majoruka atau apapun.'

Doremi tahu, Onpu pernah secara tidak sengaja menyakiti perasaannya dengan cara membuat seseorang (yang ternyata adalah kakak dari seorang temannya di kelas) jatuh cinta padanya dengan menggunakan sihir, padahal orang tersebut sudah punya teman spesial yang dicintainya, tapi ia tidak pernah merasa dendam. Tidak. Ia memang sempat marah pada Onpu karena hal itu, tapi itu tidak berlangsung lama. Entah karena memang ia yang terlalu baik atau alasan lain yang membuatnya tidak bisa marah berlama-lama.

Sampai suatu ketika, saat Onpu mengikuti audisi menjadi pemeran utama di film 'Jembatan Shiawase'. Saat itulah, hubungan mereka berempat mulai menjadi lebih dekat.

Onpu, secara tidak langsung, mengundang Doremi, Hazuki dan Aiko untuk mendukungnya dalam audisi tersebut, yang putaran terakhirnya dapat disaksikan secara langsung.

Dan tentu saja, mereka menerima undangan tersebut. Selain untuk mendukung Onpu, mereka juga ingin memastikan bahwa kali ini, ia tidak menggunakan sihirnya untuk membuatnya memenangkan audisi tersebut.

Tapi ternyata, mereka menemukan sesuatu yang lain... Onpu tetap saja menggunakan sihir terlarang dalam audisi tersebut, tapi bukan untuk membuatnya menang, melainkan untuk membuat salah seorang saingannya dalam audisi tersebut menjadi tidak gugup lagi.

Namun imbasnya, audisi tersebut jadi berlangsung lebih lama, membuat Onpu hampir telat menemui ayahnya yang di hari itu akan menjadi masinis pertama yang mengoperasikan kereta cepat terbaru yang diluncurkan hari ini.

Ia bisa saja menggunakan sihirnya, kalau saja ia tidak menggunakan sihir terlarang tadi, yang membuat maho dama miliknya habis tak bersisa.

Doremi, Hazuki dan Aiko sudah tahu tentang rencana Onpu yang ingin menemui ayahnya setelah audisi itu. Karena itulah, mereka menolong Onpu agar tidak telat datang ke stasiun dengan menggunakan magical stage.

Beberapa hari kemudian, Dera (atau Dela?), Mota dan Motamota mendatangi Maho-dou. Mereka memberitahu bahwa dihari itu, Doremi, Hazuki, Aiko juga Onpu harus mengikuti majominarai shiken level 1 mereka bersama-sama di Ningenkai.

Tapi ujian itu membuat mereka berempat terkena masalah. Beberapa teman mereka memergoki mereka terbang menggunakan sapu. Rahasia mereka terbongkar!

Mereka baru menyadari hal itu saat mereka kembali dari Majokai, setelah mereka memperoleh kristal sihir mereka sebagai pertanda bahwa mereka sudah menjadi penyihir. Saat mereka membuka pintu penghubung antara Majokai-Ningenkai yang berada di Maho-dou, mereka dikejutkan oleh kedatangan orangtua mereka, juga teman-teman sekelas mereka.

Pada akhirnya, Onpu melakukan sesuatu yang membuat Doremi, Hazuki dan Aiko terkejut: ia menggunakan sihir terlarang untuk menghapus ingatan semua orang disana tentang apa yang mereka lihat malam itu.

Mereka khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk dengan Onpu, tapi gadis bermata ungu itu berusaha menenangkan mereka sambil tersenyum, "Aku tak apa-apa. Ayo cepat, jangan sampai keluarga dan teman-teman kita merasa curiga dengan apa yang terjadi hari ini."

Mereka sempat tenang sebentar, sampai akhirnya Pop yang juga berada disana (dan tidak terpengaruh sihir Onpu) mengaku bahwa ia melihat jimat Onpu yang tergantung di pergelangan tangannya telah... hancur berkeping-keping.

Mereka menjadi semakin panik saat melihat apa yang terjadi selanjutnya: Onpu terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Jimat yang melindungi Onpu selama ini telah hancur, karena itulah, kali ini ia tidak bisa lari dari konsekuensi yang ia dapatkan dari apa yang ia lakukan tadi: ia harus tidur selama seratus tahun.

Malam itu, Doremi, Hazuki dan Aiko tidak bisa tidur. Mereka memikirkan cara untuk membangunkan Onpu. Atas usul Aiko, mereka lalu pergi ke Majokai dan menanyakannya kepada Jou-sama, sang Ratu penyihir.

"Kenapa kalian ingin menolongnya?" tanya sang Ratu, "Dia telah menggunakan sihir terlarang, dan inilah konsekuensi yang harus ia dapatkan: ia harus tidur selama seratus tahun."

"Tapi, Jou-sama, aku yakin ia tidak melakukannya secara sengaja," sahut Doremi, "Saat kami terbang menuju Ningenkai tadi, aku sempat berbincang-bincang dengannya. Aku bertanya padanya tentang apa yang ia rasakan saat ia tidak menggunakan sihir terlarang diwaktu kami mengikuti minarai shiken tadi siang, dan ia berkata bahwa ia merasa baik. Ia merasa senang. Ia tidak berencana membuat semua orang itu lupa. Ia hanya ingin melindungi kami bertiga."

Pada akhirnya, Jou-sama memberitahu mereka cara agar mereka dapat membangunkan Onpu, tapi resikonya, berhasil atau gagal, mereka harus berhenti menjadi penyihir.

Dan atas dasar persahabatan, mereka melakukannya. Pop bahkan juga rela berhenti menjadi majominarai agar Onpu dapat membuka matanya lagi.

Saat itulah, jalinan persahabatan mereka yang baru dimulai. Mereka mengakhiri yang lama, sekaligus memulai awal yang baru.


Catatan Author: Yah, berniat memperbanyak deskripsi, malah bikin chapter 5 ini jadi minim dialog ya... =_=" *banyak apanya. Deskripsinya banyak yang gaje tuh*

Rasanya saya nggak perlu nambah lebih banyak lagi deskripsi disini. Pokoknya kalau mau tahu cerita lengkapnya, lihat di animenya aja. Toh disini kan season 1 sempat ditayangin dua kali. Masa nggak tahu sih, episode mana aja yang saya maksud? *dihajar reader part 2*

Chapter depan sudah masuk Sharp lho... (oke, mungkin mulai chapter 6 ini saya akan memperbanyak deskripsi yang jelas. Tetap stay tune untuk mengikuti ceritanya *sok penyiar radio*)

Review tetap ditunggu lho...