DISCLAIMER: Saya tidak punya Ojamajo Doremi. Saya suka acara ini, jadi saya memutuskan untuk menulis cerita ini. Ojamajo Doremi adalah acara yang dibuat oleh Toei Animation pada tahun 1999-2004.

Catatan Author: Akhirnya sampai di chapter 8!

Seperti yang sudah saya kemukakan sebelumnya, chapter ini intinya kurang lebih hampir sama dengan chapter 5 dari Momoko's Life (bercerita tentang Motto Ojamajo Doremi episode 1), hanya objek ceritanya aja yang beda (pastinya). Baca saja ya?


Doremi's Life

.

Chapter 8 – My New Classmate


Beberapa hari setelah Hana-chan pulang kembali ke Majokai...

Hari ini, kedua orangtua Doremi dan Pop ingin mendaftarkan Pop ke SD Misora, dimana dia akan menjadi murid kelas 1 disana. Sebelum mereka pergi, mereka memutuskan untuk berfoto sekeluarga.

Doremi menyalakan pengatur waktu otomatis pada kamera foto yang mereka pakai. Sayangnya ia terjatuh saat berlari ke arah keluarganya untuk ikut difoto, dan akhirnya, iapun tidak ikut terfoto oleh kamera itu.

Doremi tidak bisa ikut mereka, karena ia tetap harus mengurusi Flower Garden Maho-dou bersama Hazuki, Aiko dan Onpu.

Sebelum Pop dan kedua orangtuanya pergi, Ny. Haruka berkata kepada Doremi bahwa menu makan malam mereka hari ini adalah steak, yang kemudian disambut gembira oleh putri sulungnya itu.

Setelah mereka pergi, Doremi lalu bergegas ke Maho-dou seperti biasanya.

Ia membuka pintu, "Ohayou!"

Hazuki, Aiko dan Onpu menjawab salamnya, "Ohayou!"

Doremi lalu bertanya kepada Onpu, "Onpu-chan, pekerjaanmu bagaimana?"

"Baik," jawab Onpu, "Ngomong-ngomong, hari ini Poppu-chan daftar sekolah kan?"

"Iya. Hari ini kami bersemangat sekali."

"BAKAMONO!" teriak Majorika yang tiba-tiba menghampiri mereka. Teriakannya tersebut membuat mereka, juga Hazuki dan Aiko terjatuh.

Doremi menepuk telinganya yang terasa pengang, "Apa itu maksudnya?"

Majorika membuang mukanya, "Hmph!"

"Tapi, ini sudah lama sekali ya?" ujar Hazuki, "Sejak Majorika terakhir kali membentak kita."

"Iya. Ini yang pertama kalinya sejak Hana-chan pergi..."

Tiba-tiba perkataan Aiko barusan membuat Doremi, Hazuki dan Onpu merasa bersedih. Mereka murung.

Aiko cepat-cepat berkata, "Ah, gomen. Aku malah mengungkit-ungkit lagi soal Hana-chan..."

Yah, bagaimanapun mereka mencoba untuk melupakan bayi itu, tetap saja tidak akan pernah berhasil. Mereka sudah menganggap Hana-chan seperti anak kandung mereka sendiri. Tetap saja berat bagi mereka untuk menerima kenyataan bahwa Hana-chan sudah tidak tinggal bersama mereka lagi.

Lala kemudian mencoba menghibur mereka, "Jangan sedih begitu. Kemarin, waktu aku mampir ke salon di Majokai untuk facial, secara diam-diam aku memotret Hana-chan."

"Eh?"

Lala menyodorkan foto yang diambilnya kemarin kepada mereka. Layaknya seorang ibu, mereka merasa senang bahwa Hana-chan tumbuh dengan baik dan masih bisa bermain dengan riang bersama teman-temannya di Majo Youchien.

Secara bersamaan mereka berkata, "Kawaii!"

"Kalau sekarang Hana-chan masih bisa kuat dan tersenyum menghadapi ini semua, kalian juga harus bisa melakukannya. Kehidupan kalian harus terus berjalan."

"Kau benar juga, Lala," sahut Doremi, "Minna, apapun yang terjadi, kita harus kuat menghadapinya."

Yang lain mengangguk.

"Sudah kan bicaranya?" ujar Majorika, "Sekarang, lanjutkan pekerjaan kalian."

"Hai!"

Setelah membereskan toko itu sedikit, mereka membukanya. Sepanjang hari itu banyak sekali pelanggan yang datang, sampai akhirnya mereka merasa lelah.

Majorika tertawa-tawa saat toko itu sudah tutup, "Berkat Onpu-chan, pendapatan Maho-dou hari ini cukup banyak!"

"Jadi, apa kami boleh pulang sekarang?" tanya Doremi.

"Boleh."

"Kerja bagus, semuanya," sahut Lala.

Tiba-tiba mereka mendengar suara kereta kuda. Mereka keluar dan menatap Majorin yang datang menjemput mereka.

"Majorin..." kata Majorika.

"Ohisashiburi desu," jawabnya. (terjemahan: lama tak bertemu)

"Doushita no?" tanya Doremi.

"Jou-sama ingin membicarakan hal yang penting kepada kalian."

"Hal yang penting?"

"Bersiap-siaplah."

Majorin kemudian membawa Doremi, Hazuki, Aiko dan Onpu pergi ke Majokai, sementara Majorika dan Lala memutuskan untuk tetap di Maho-dou.

Di Majokai, Jou-sama memberitahu mereka bahwa mereka diberi kesempatan lagi untuk menjadi majominarai, dan agar mereka bisa menjadi penyihir lagi, mereka harus mengikuti tes membuat kue.

Pada awalnya, mereka merasa senang, tapi saat mereka tahu bahwa tes yang harus mereka ikuti adalah tes membuat kue, mereka sedikit kebingungan, karena tidak ada satupun dari mereka yang pernah membuat kue.

Jou-sama berusaha menenangkan mereka. Ia berkata, "Karena itulah, aku ingin memperkenalkan kalian kepada seseorang yang dapat mengajari kalian membuat kue."

Ia lalu menoleh kesebelah kirinya dan memanggil seseorang yang berada dibalik singgasananya untuk keluar dan bertemu dengan Doremi dkk.

Yang keluar adalah seorang majominarai seusia Doremi dkk yang mengenakan kostum berwarna kuning.

Saat gadis itu berhenti berjalan dan berdiri didepan mereka, Doremi, Hazuki, Aiko dan Onpu bertanya secara bersamaan, "Majominarai baru?"

Gadis bemata hijau itu lalu memberikan salam, "Hajimemashite."

Jou-sama lalu berkata, "Dia adalah majominarai dari New York, Amerika, bernama Asuka Momoko."

"Asuka Momoko-chan ka?" ujar Doremi.

"Asal kalian tahu. Ada banyak sekali Maho-dou di seluruh pelosok negara di dunia, dan Momoko adalah seorang majominarai yang mengelola Maho-dou yang ada di New York, yang merupakan sebuah toko kue."

"Berarti, bikin kuenya sudah jago ya?" tanya Doremi.

"Sebenarnya aku masih belum terlalu jago. Aku lebih sering bantu-bantu di bagian kasir disana, tapi aku akan sebisa mungkin membantu kalian," jawab Momoko.

"Itu tidak jadi masalah," sahut Aiko. Doremi, Hazuki dan Onpu mengangguk.

"Baiklah, ayo kita pergi," kata Jou-sama sambil berdiri dari singgasananya, "Kita ubah Maho-dou menjadi toko kue."

Saat mereka sampai di Maho-dou, mereka disambut oleh Majorika, "Jou-sama."

"Ah, tadaima Majo..."

"Majomonroe..." kata-kata Doremi terpotong oleh Momoko yang menganggap Majorika sebagai Majomonroe. Ia menangis lalu memanggil nama itu, "Majomonroe..."

"Heh?" tanya Majorika tidak mengerti.

Momoko tidak menggubris. Ia lalu cepat-cepat berlari menghampiri Majorika dan memeluknya sampai Majorika hampir tidak bisa bernafas, "Majomonroe!"

Dalam dekapan Momoko, Majorika berkata dengan susah payah, "Namaku bukan Majomonroe. Namaku adalah... Majorika ja..."

"Eh?" Momoko yang akhirnya sadar akan kesalahpahamannya lalu melepas pelukannya dari Majorika. Ia memperhatikan wajah Majorika lebih detail lagi, "Ah ya, tidak ada tahi lalat..."

Majorika yang marah lalu berteriak, "Siapa gadis ini?"

"Dia majominarai dari Amerika yang nanti akan bergabung dengan kita. Asuka Momoko-chan," kata Doremi menjelaskan.

Momoko sadar bahwa namanya terdengar terlalu panjang. Ia lalu berkata, "Panggil aku Momo saja."

"Jaa, Momo-chan, dia ini pemilik dari Maho-dou kami. Majorika," ujar Hazuki.

"Hajimemashite," Momoko menyodorkan tangannya, "Asuka Momoko desu."

"Hmph!" Majorika memalingkan mukanya.

"Majorika," Lala kemudian menduduki Majorika dan meraih jari telunjuk Momoko, "Jangan pedulikan dia. Aku Lala."

"Yoroshiku."

Jou-sama kemudian menyuruh Majorin untuk memberikan empat buah parara tappu kepada Doremi, Hazuki, Aiko dan Onpu, yang dapat mereka gunakan untuk henshin seperti Momoko sekarang. Mereka lalu henshin menjadi majominarai, dan kemudian mengeluarkan poron mereka dengan dipandu oleh Momoko, lalu mereka bersama-sama menggunakan Magical Stage untuk mengubah Maho-dou yang sekarang adalah toko bunga menjadi toko kue.

Saat Maho-dou sudah berubah menjadi Sweet House Maho-dou, mereka masuk ke dalamnya untuk melihat-lihat. Momoko memandu mereka menjelaskan apa saja yang terdapat di Maho-dou yang baru itu. Ia juga memperlihatkan bahwa minarai fuku mereka dapat berganti menjadi pattissier fuku. Ia juga menjelaskan kepada mereka cara menggunakan mesin pembuat permen dan coklat, juga bagaimana cara menggunakan pattissier poron agar permen yang mereka buat dapat menjadi lebih enak.

"Kurasa ini cukup," ujar Onpu, "Untuk tes membuat kue kita."

Jou-sama berpesan agar mereka dapat memanfaatkan Sweet House Maho-dou untuk berlatih membuat kue.

Doremi lalu berkata kepada dirinya sendiri, "Sekarang aku jadi majominarai lagi... kelihatannya tahun ini aku akan jadi gadis cantik paling bahagia sedunia..."


Keesokan harinya, di SD Misora.

Hari itu adalah hari pertama di tahun ajaran baru, dimana Doremi dkk akan duduk di kelas lima.

Doremi, Hazuki dan Aiko berangkat ke sekolah bersama-sama. Mereka kemudian melihat bahwa murid-murid seangkatan mereka sedang berkerumun di depan sebuah papan pengumuman yang berada di dekat lapangan.

"Ah ya, ada pengaturan kelas ulang," kata Aiko.

"Yah, tak apalah. Aku yakin kita akan sekelas lagi," sahut Doremi, "Kita kan dai shinyu." (dai shinyu: sahabat baik)

Mereka lalu sadar bahwa salah seorang dari mereka yang melihat papan pengumuman itu adalah Onpu, karena itu mereka memanggilnya. Hazuki dan Aiko menghampiri Onpu.

"Onpu-chan," panggil Hazuki.

"Kamu masuk kelas berapa?" tanya Aiko.

"Kelas 5-2. Kita sekelas lho," jawab Onpu.

"Yatta!"

"Yah, kubilang juga apa. Kita pasti akan sekelas lagi, karena kita dai shinyu," kata Doremi yang kemudian menghampiri mereka.

"Doremi-chan," panggil Onpu.

"Nani?"

"Doremi-chan di kelas 5-1."

Perkataan Onpu barusan membuat Doremi, Hazuki dan Aiko sempat terpaku disana selama beberapa detik, sampai akhirnya Doremi berteriak, "Usou usou USOU!"

Ia lalu menerobos murid-murid di depannya, memastikan bahwa namanya memang tak tercantum dalam daftar murid kelas 5-2, dan memang benar tak ada namanya disana.

Hanya ada sebelas orang murid dari kelas 4-2 yang masuk di kelas 5-1, yang terdiri dari tiga murid laki-laki (Kotake, Yada dan Sugiyama), dan delapan orang murid perempuan (Doremi, Tamaki, Shimakura, Nanako, Mutsumi, Hamada, Okuyama dan Nobuko). Mereka hanya bisa bernafas lega karena Seki-sensei yang menjadi wali kelas mereka.

Bel masuk pun berbunyi, dan Seki-sensei memasuki kelas 5-1 yang mayoritas penghuninya berasal dari kelas 4-1. Ia lalu memperkenalkan dirinya di depan kelas.

"Sebelum kita mulai sesi perkenalan, hari ini kita kedatangan murid baru," ujarnya yang kemudian menoleh ke arah pintu kelas, "Ayo masuk."

Doremi terkejut saat mengetahui siapa murid baru di kelas barunya tersebut, yang ternyata adalah seseorang yang akan bergabung dengannya, juga para sahabatnya, mengurusi Maho-dou: Asuka Momoko.

Ia lalu memanggil murid baru berambut kuning tersebut, "Momo-chan! Kita sekelas, ya?"

"Oh, Doremi-chan," sahut Momoko.

"Ah, kalian sudah berteman?" tanya Seki-sensei.

"Mochiron yo. Dia ini Asuka Momoko, pindahan dari Amerika." Doremi menjelaskan.

"Benarkah?" tanya Kotake.

"Oh, yey!" jawab Doremi, "Ne, Momo-chan?"

Diluar dugaan, semua yang dikatakan Doremi barusan malah membuat dahi Momoko mengernyit. Ia terlihat tidak mengerti dengan semua yang dikatakan Doremi barusan.

Doremi lalu bertanya, "Doushita no, Momo-chan?"

Momoko menunduk, sementara Seki-sensei menjelaskan sesuatu yang mencengangkan: Momoko melupakan sebagian besar kemampuan berbahasa Jepangnya!

Kotake lalu bertanya dengan sinis, "Bagaimana kau bisa menjadi temannya kalau saling bicara saja tidak mungkin?"

"So-sore wa..." Doremi tidak bisa menemukan alasan yang tepat. Ia berpikir, 'Kena... kena... kenapa itu? Bukankah kemarin ia bisa berbahasa Jepang?'

"Jaa, Asuka. Perkenalkan dirimu. Pakai bahasa Inggris juga boleh," ujar Seki-sensei.

"Ngg?" Momoko memandangnya tidak mengerti.

Seki-sensei kemudian mengulangi perintahnya lagi dalam bahasa Inggris, "Can you introduce yourself?"

"Oh, I see," jawab Momoko, "Hello, my name is Momoko Asuka. I just came back from the States a week ago..."

Sementara Momoko memperkenalkan diri, semua orang terpana. Kotake berkata, "Sugoi! Eigo ja." (eigo: bahasa Inggris)

Tiba-tiba Tamaki berdiri dan memotong perkenalan Momoko, "Stop! Kami tidak mengerti semua yang kaubicarakan."

"Tamaki, dulu Asuka juga sempat tinggal di Jepang, jadi kurasa dia hanya perlu waktu untuk belajar. Jangan bersikap seperti itu padanya," ujar Seki-sensei sambil memegang bahu Momoko.

"Baiklah," sahut Tamaki sambil kembali duduk dengan kesal.

Seki-sensei lalu berkata kepada Momoko, "Asuka, your seat is next to Harukaze."

"Hai!" sahut Momoko yang kemudian duduk di kursinya dan menggenggam kedua tangan Doremi sambil berkata, "Doremi-chan, I'm glad you're next to me. Please help me whenever I need your help, okay?"

Seki-sensei menerjemahkan apa yang Momoko katakan, "Harukaze, Asuka bilang dia senang duduk disebelahmu."

"Ah, sousu ka?" sahut Doremi. Ia lalu menoleh ke Momoko, "Tapi kenapa harus bahasa Inggris?"

Momoko balik bertanya, "What are you talking about, Doremi-chan?"

"Aku jadi tambah nggak ngerti," ujar Doremi, "Atashi-tte yappari sekai ichi fuko na bishoujo kamo!" (terjemahan: Aku pasti gadis cantik paling malang sedunia!)


Catatan Author: Akhirnya, quote andalan dari Doremi ini keluar juga... (lihat baris terakhir)

Memang ya, kalau membicarakan tentang Doremi, pasti nggak bakalan lepas dari kata-kata itu (harusnya udah saya masukin dari chapter berapa itu? Duh...).

Seperti Momoko's Life, chapter depan (chapter 9) hanya akan menceritakan Motto Ojamajo Doremi dan Ojamajo Doremi Dokkan secara sepintas, dan akan lebih difokuskan ke ending permanen dari semuanya. Lihat saja ya? ^^

Ah ya, mau ngasih tahu lagi kalau mulai tanggal 1 Oktober kemarin, Indonesian Fanfiction Awards 2011 sudah memasuki bulan nominasi lho. Kalau para reader mau menominasikan fic atau author (tentunya yang berbahasa Indonesia untuk ficnya dan authornya juga dari Indonesia) yang menurut readers layak untuk menang tahun ini, jangan lupa untuk mampir ke profil saya, karena disana ada formulir nominasinya. Jangan lupa diisi ya? Yang punya facebook & twitter juga jangan lupa join di grup resmi IFA di FB juga follow IFA di twitter ya? Ditunggu lho partisipasinya.

Dan juga, kalau ada (garis bawahi kata 'kalau') dari para reader yang mau menominasikan Doremi's Life di IFA 2011, tak lupa juga saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Saya janji, saya akan meng-update fic ini sesegera mungkin, dan juga, akan membuat fic ini menjadi sebagus mungkin, untuk membuktikan bahwa fic saya pantas untuk menang. Yey!

Sekian dulu dari saya. Jangan lupa review ya? Ja ne!